DABIQ 7 - WAWANCARA
WAWANCARA BERSAMA ABU UMAR AL-BALJIKI
Dabiq belum lama ini mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abu ‘Umar al-Baljiki (Abdelhamid Abaaoud) – seorang mujahid yang dikejar-kejar oleh agen intelijen Barat karena jihadnya di Belgia. Setelah kedatangannya di Syam, kami mengucapkan salam kepadanya dan menyampaikan kepadanya pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
DĀBIQ: Mengapa engkau pergi ke Belgia?
ABŪ ‘UMAR: Alhamdulillah, Allah memilihku, Abu ZubaIr al-Baljiki (Khalid) dan Abu Khalid al-Baljiki (Sufyan) untuk pergi ke Eropa untuk menteror salibis yang memerangi kaum Muslimin. Seperti yang kalian ketahui, Belgia adalah salah satu anggota koalisi salibis yang menyerang kaum Muslimin di Iraq dan Syam.
DĀBIQ: Apakah ada ikhwan lain bersama kalian?
ABŪ ‘UMAR: Tidak, kami hanya bertiga. Nama kami ada di semua berita sekarang.
DĀBIQ: Apa ada kesulitan yang kalian hadapi untuk pergi ke Belgia?
ABŪ ‘UMAR: Kami menemui sejumlah ujian selama perjalanan. Kami menghabiskan berbulan-bulan untuk menemukan jalan ke Eropa, dan dengan kekuatan dari Allah, kami akhirnya berhasil sampai ke Belgia. Kemudian kami bisa mendapatkan senjata dan menyiapkan rumah perlindungan sementara kami merencanakan untuk melakukan operasi terhadap salibis. Semua ini dimudahkan kepada kami oleh Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya.
DĀBIQ: Bagaimana media kafir mendapatkan foto kalian sebagai pasukan dalam jihad?
ABŪ ‘UMAR: Seorang ikhwan mengambil rekaman video beberapa di antara kami sebelum suatu pertempuran, tetapi kameranya hilang kemudian dijual oleh seorang murtad ke jurnalis Barat. Aku segera melihat gambarku di semua media, tetapi alhamdulillah, orang-orang kafir dibutakan oleh Allah. Aku bahkan sempat dihentikan oleh seorang petugas untuk memeriksaku dan membandingkanku dengan gambar tersebut, namun dia membiarkanku pergi, seakan-akan dia tidak melihat kemiripan! Ini tidak lain adalah karunia dari Allah.
DĀBIQ: Apa yang terjadi pada hari pertempuran dengan otoritas Belgia?
ABŪ ‘UMAR: Abu Zubayr dan Abu Khalid rahimahumullah bersama-sama di rumah perlindungan dan siap dengan senjata dan peledak mereka. Orang-orang kafir menyerbu lokasi tersebut dengan lebih dari 150 pasukan dari pasukan unit khusus Prancis dan Belgia. Setelah baku tembak yang berlangsung 10 menit, kedua saudara kita dikaruniai kesyahidan, suatu yang telah mereka inginkan sejak lama. Aku memohon kepada Allah untuk menerima keduanya.
DĀBIQ: Jika engkau tidak bersama mereka saat penyerbuan berlangsung, mengapa engkau bisa menjadi tersangka?
ABŪ ‘UMAR: Intelijen tahu tentangku sebelumnya karena aku pernah ditahan oleh mereka. Setelah serangan di rumah perlindungan, mereka menemukan bahwa aku pernah bersama-sama kedua ikhwan tersebut dan bahwa kami pernah merencanakan operasi bersama-sama. Maka mereka mengumpulkan agen intelijen dari seluruh dunia –dari Eropa dan Amerika– untuk menangkapku. Mereka menahan Muslim di Yunani, Spanyol, Prancis, dan Belgia untuk menangkapku. Subhanallah, semua yang ditahan tersebut tiada seorang pun yang berhubungan dengan rencana kami! Semoga Allah membebaskan semua Muslim dari penjara salibis itu.
DĀBIQ: Ceritakan tentang perjalananmu ke Syam.
ABŪ ‘UMAR: Alhamdulillah, Allah membutakan mata mereka dan aku berhasil keluar dan datang ke Syam walaupun sedang diburu oleh agen intelijen yang sangat banyak. Semua ini membuktikan bahwa seorang Muslim tidak boleh takut pada gambaran intelijen salibis yang dilebih-lebihkan. Namaku dan fotoku ada di semua berita tetapi aku bisa tinggal di negeri mereka, merencanakan operasi terhadap mereka, dan keluar dengan selamat jika dibutuhkan. Aku memohon kepada Allah untuk menerima amal baik syuhada’ yang meneror salibis Amerika, Prancis, Kanada, Australia, Jerman, dan Belgia.
DĀBIQ: Setelah mewancarai Abu ‘Umar, kami menghadirkan wasiat akhir dari Abu Khalid dan Abu ZubaIr rahimahumullah…
WASIAT:
Dengan menyebut Nama Allah; semoga shalawat dan salam atas Rasulullah. Amma ba’du…
Wahai kaum Muslimin, wahai kalian yang mengaku sebagai umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidakkah kalian melihat agama-agama kekafiran berkumpul menghadapi kaum Muslimin sebagaimana binatang buas berkumpul untuk menyantap buruannya?
Tidakkah kalian melihat Al Qur’an diinjak-injak, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dihina, dan ibu kita, ‘Aisyah, dilecehkan?
Anak-anak kita telah dikoyak dengan pengeboman di mana-mana. Kesucian saudarisaudari kita telah dilanggar. Tanah-tanah dan harta kita telah dicuri. Tapi tetap saja kalian tidak melakukan apa pun!
Bagaimana kalian hidup bersama penjahat-penjahat itu, musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya, sementara mereka memerangi Islam dan kaum Muslimin?
Allah berfirman, “(YAITU) ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL ORANG-ORANG KAFIR MENJADI TEMAN-TEMAN PENOLONG DENGAN MENINGGALKAN ORANG-ORANG MUKMIN. APAKAH MEREKA MENCARI KEKUATAN DI SISI ORANG KAFIR ITU? MAKA SESUNGGUHNYA SEMUA KEKUATAN KEPUNYAAN ALLAH.” (AN-NISĀ’: 139).
Ketahuilah bahwa orang-orang kafir tidak akan ridha kepada kalian.
Allah berfirman, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120).
Dia juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 149).
Keluarlah untuk berjihad dan membela Islam di manapun kalian berada.
Allah berfirman, “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.“ (An-Nisaa’: 75).
Di mana rasa cemburu kalian terhadap agama kalian? Kalian akan diadili oleh Allah atas diamnya kalian.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38).
Berhati-hatilah dari mereka yang diperingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: ulama’, imam, dan da’i jahat yang menyesatkan Ummah dan menukar kebenaran dengan kesesatan. Mereka merusak Islam untuk menidurkan kaum Muslimin. Mereka hanya melayani pemerintah-pemerintah murtad, budak-budak Yahudi dan Nashrani.
Akhirnya, ingatlah akan firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Al-Ma’idah: 54).
WAWANCARA BERSAMA ABU UMAR AL-BALJIKI
Dabiq belum lama ini mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abu ‘Umar al-Baljiki (Abdelhamid Abaaoud) – seorang mujahid yang dikejar-kejar oleh agen intelijen Barat karena jihadnya di Belgia. Setelah kedatangannya di Syam, kami mengucapkan salam kepadanya dan menyampaikan kepadanya pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
DĀBIQ: Mengapa engkau pergi ke Belgia?
ABŪ ‘UMAR: Alhamdulillah, Allah memilihku, Abu ZubaIr al-Baljiki (Khalid) dan Abu Khalid al-Baljiki (Sufyan) untuk pergi ke Eropa untuk menteror salibis yang memerangi kaum Muslimin. Seperti yang kalian ketahui, Belgia adalah salah satu anggota koalisi salibis yang menyerang kaum Muslimin di Iraq dan Syam.
DĀBIQ: Apakah ada ikhwan lain bersama kalian?
ABŪ ‘UMAR: Tidak, kami hanya bertiga. Nama kami ada di semua berita sekarang.
DĀBIQ: Apa ada kesulitan yang kalian hadapi untuk pergi ke Belgia?
ABŪ ‘UMAR: Kami menemui sejumlah ujian selama perjalanan. Kami menghabiskan berbulan-bulan untuk menemukan jalan ke Eropa, dan dengan kekuatan dari Allah, kami akhirnya berhasil sampai ke Belgia. Kemudian kami bisa mendapatkan senjata dan menyiapkan rumah perlindungan sementara kami merencanakan untuk melakukan operasi terhadap salibis. Semua ini dimudahkan kepada kami oleh Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya.
DĀBIQ: Bagaimana media kafir mendapatkan foto kalian sebagai pasukan dalam jihad?
ABŪ ‘UMAR: Seorang ikhwan mengambil rekaman video beberapa di antara kami sebelum suatu pertempuran, tetapi kameranya hilang kemudian dijual oleh seorang murtad ke jurnalis Barat. Aku segera melihat gambarku di semua media, tetapi alhamdulillah, orang-orang kafir dibutakan oleh Allah. Aku bahkan sempat dihentikan oleh seorang petugas untuk memeriksaku dan membandingkanku dengan gambar tersebut, namun dia membiarkanku pergi, seakan-akan dia tidak melihat kemiripan! Ini tidak lain adalah karunia dari Allah.
DĀBIQ: Apa yang terjadi pada hari pertempuran dengan otoritas Belgia?
ABŪ ‘UMAR: Abu Zubayr dan Abu Khalid rahimahumullah bersama-sama di rumah perlindungan dan siap dengan senjata dan peledak mereka. Orang-orang kafir menyerbu lokasi tersebut dengan lebih dari 150 pasukan dari pasukan unit khusus Prancis dan Belgia. Setelah baku tembak yang berlangsung 10 menit, kedua saudara kita dikaruniai kesyahidan, suatu yang telah mereka inginkan sejak lama. Aku memohon kepada Allah untuk menerima keduanya.
DĀBIQ: Jika engkau tidak bersama mereka saat penyerbuan berlangsung, mengapa engkau bisa menjadi tersangka?
ABŪ ‘UMAR: Intelijen tahu tentangku sebelumnya karena aku pernah ditahan oleh mereka. Setelah serangan di rumah perlindungan, mereka menemukan bahwa aku pernah bersama-sama kedua ikhwan tersebut dan bahwa kami pernah merencanakan operasi bersama-sama. Maka mereka mengumpulkan agen intelijen dari seluruh dunia –dari Eropa dan Amerika– untuk menangkapku. Mereka menahan Muslim di Yunani, Spanyol, Prancis, dan Belgia untuk menangkapku. Subhanallah, semua yang ditahan tersebut tiada seorang pun yang berhubungan dengan rencana kami! Semoga Allah membebaskan semua Muslim dari penjara salibis itu.
DĀBIQ: Ceritakan tentang perjalananmu ke Syam.
ABŪ ‘UMAR: Alhamdulillah, Allah membutakan mata mereka dan aku berhasil keluar dan datang ke Syam walaupun sedang diburu oleh agen intelijen yang sangat banyak. Semua ini membuktikan bahwa seorang Muslim tidak boleh takut pada gambaran intelijen salibis yang dilebih-lebihkan. Namaku dan fotoku ada di semua berita tetapi aku bisa tinggal di negeri mereka, merencanakan operasi terhadap mereka, dan keluar dengan selamat jika dibutuhkan. Aku memohon kepada Allah untuk menerima amal baik syuhada’ yang meneror salibis Amerika, Prancis, Kanada, Australia, Jerman, dan Belgia.
DĀBIQ: Setelah mewancarai Abu ‘Umar, kami menghadirkan wasiat akhir dari Abu Khalid dan Abu ZubaIr rahimahumullah…
WASIAT:
Dengan menyebut Nama Allah; semoga shalawat dan salam atas Rasulullah. Amma ba’du…
Wahai kaum Muslimin, wahai kalian yang mengaku sebagai umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidakkah kalian melihat agama-agama kekafiran berkumpul menghadapi kaum Muslimin sebagaimana binatang buas berkumpul untuk menyantap buruannya?
Tidakkah kalian melihat Al Qur’an diinjak-injak, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dihina, dan ibu kita, ‘Aisyah, dilecehkan?
Anak-anak kita telah dikoyak dengan pengeboman di mana-mana. Kesucian saudarisaudari kita telah dilanggar. Tanah-tanah dan harta kita telah dicuri. Tapi tetap saja kalian tidak melakukan apa pun!
Bagaimana kalian hidup bersama penjahat-penjahat itu, musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya, sementara mereka memerangi Islam dan kaum Muslimin?
Allah berfirman, “(YAITU) ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL ORANG-ORANG KAFIR MENJADI TEMAN-TEMAN PENOLONG DENGAN MENINGGALKAN ORANG-ORANG MUKMIN. APAKAH MEREKA MENCARI KEKUATAN DI SISI ORANG KAFIR ITU? MAKA SESUNGGUHNYA SEMUA KEKUATAN KEPUNYAAN ALLAH.” (AN-NISĀ’: 139).
Ketahuilah bahwa orang-orang kafir tidak akan ridha kepada kalian.
Allah berfirman, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120).
Dia juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 149).
Keluarlah untuk berjihad dan membela Islam di manapun kalian berada.
Allah berfirman, “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.“ (An-Nisaa’: 75).
Di mana rasa cemburu kalian terhadap agama kalian? Kalian akan diadili oleh Allah atas diamnya kalian.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38).
Berhati-hatilah dari mereka yang diperingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: ulama’, imam, dan da’i jahat yang menyesatkan Ummah dan menukar kebenaran dengan kesesatan. Mereka merusak Islam untuk menidurkan kaum Muslimin. Mereka hanya melayani pemerintah-pemerintah murtad, budak-budak Yahudi dan Nashrani.
Akhirnya, ingatlah akan firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Al-Ma’idah: 54).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar