DABIQ 4 - STATEMEN
"SESUNGGUHNYA RABBMU BENAR-BENAR MENGAWASI"
KUTIPAN DARI STATEMEN JURU BICARA RESMI DAULAH ISLAMIYAH SYAIKH ABU MUHAMMAD AL-ADNANI
Beberapa saat sebelum ekspansi formal Perang Salib Amerika ke Syam, juru bicara resmi Daulah Islam –Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani asy-Syami hafizhahullah– memberi pidato penting memotivasi kaum muslimin, meneror tentara salib, dan mengingatkan semua akan Janji Allah. Alhamdulillah, sejumlah hal terjadi segera setelah pidato sebagai bentuk ketaatan kepada pemimpin Daulah Islam, termasuk penangkapan tentara salib di negeri Muslim dan eksekusi mereka, pembunuhan tentara salib di kampung halaman mereka, dan menaklukkan daerah baru di Iraq dan Syam meskipun di bawah serangan udara tentara salib. Pada saat yang sama, para thaghut Arab, sahwat, pengaku jihadis, dan mujahidin palsu, telah tersingkap sekali lagi topeng dan kemunafikan mereka sehingga Muslim yang tulus tidak dibiarkan dalam gelap keraguan. Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Berikut adalah beberapa sebagian kutipan penting dari pidatonya:
"Wahai tentara Daulah Islam, alangkah mulia kalian! Sungguh balasan kalian ada di sisi Allah. Demi Allah, Dia telah menyembuhkan dada orangorang yang beriman melalui tangan-tangan kalian yang telah membunuh orang-orang nusairiiah dan Rafidah. Dia telah mengisi hati orang-orang kafir dan munafik dengan kemarahan melalui Kalian. Alangkah mulia kalian! Siapa Kalian? Siapa Kalian wahai tentara Daulah Islam? dari mana Kalian datang? Apa rahasia kalian? Mengapa hati Timur dan Barat bergetar karena ketakutan mereka terhadap Kalian? Mengapa otot-otot dada Amerika dan sekutu-sekutunya menggigil karena takut kepada Kalian? Di mana pesawat tempur Kalian? Dimana kapal perang Kalian? Di mana rudal Kalian? Di mana senjata pemusnah massal kalian? Mengapa dunia bersatu melawan Kalian? Mengapa negara-negara kafir bersatu menyerang Kalian?"
"Ketahuilah! -Demi Allah- kita tidak takut kawanan pesawat, atau rudal balistik, atau drone, atau satelit, atau perang, atau senjata pemusnah massal. Bagaimana kita bisa takut kepada mereka, sementara Allah Ta'ala berfirman, "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." (Ali Imran: 160). Bagaimana kita bisa takut kepada mereka, sementara Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (Ali Imran: 139)."
"Oleh karena itu Allah akan memberikan kemenangan. Sesungguhnya Allah akan memberikan kepada kalian kemenangan. Demi Allah, Allah akan memberi kalian kemenangan. Jaminlah bagi kami dua hal, maka kami akan menjaminkan bagi kalian -dengan izin Allah- kemenangan terus menerus dan tamkin. Pertama, janganlah berbuat zhalim kepada siapa pun juga, dan janganlah puas dengan kezhaliman dengan mendiamkannya di saat melihat hal itu dan tidak melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang. Kedua, jangan menjadi sombong atau arogan. Ini adalah apa yang kami khawatirkan terjadi pada kalian dan kami takutkan dari kalian."
"Dan kita harus tahu bahwa cobaan, penyaringan, dan seleksi, diperlukan antara satu periode dan lainnya, sebagian orang telah masuk ke dalam barisan kalian padahal mereka bukan bagian dari kalian, mereka hanya mengaku-aku, sehingga terjadilah pencampuran. Maka sudah seharusnya terjadi fitnah (ujian) untuk membersihkan kotoran, dan memurnikan barisan. Kami mengharapkan kepada Allah akan pengampunan dan kesehatan. Juga, kebanggaan dan kesombongan telah memasuki beberapa jiwa kita, sehingga sebagian dari kita berlaku zhalim dan menindas sebagian lainnya, maka sudah semestinya ada tamhish (penyaringan) dari dosa-dosa dan semoga kita kembali kepada Allah. Allah telah mengasihi para mujahidin, sehingga Dia mengambi sebagian mereka sebagai syuhada. Kita berharap kepada Allah agar menjadikan kita termasuk dari mereka, dan bukan dari orang-orang yang dihinakan atau mereka yang terkena fitnah (dalam agama mereka)."
"Hai Amerika, hai sekutu Amerika, dan hai salib, ketahuilah bahwa hal ini lebih berbahaya dari apa yang kalian bayangkan dan lebih besar dari apa yang kalian kira. Kami telah memperingatkan kalian bahwa hari ini kita berada dalam era baru, era dimana Daulah, tentaranya, dan putra-putranya adalah pemimpin, dan bukan budak. Mereka adalah orang-orang yang selama berabad-abad tidak mengenal kekalahan. Hasil pertempuran mereka telah disimpulkan sebelum perang dimulai. Mereka tidak memiliki persiapan untuk pertempuran, sejak zaman nabi Nuh kecuali dengan keyakinan mutlak akan kemenangan. Terbunuh -menurut mereka- adalah kemenangan. Di sinilah terletak rahasia. Kalian melawan orang yang tidak pernah bisa dikalahkan."
"Dan kami berjanji dengan izin Allah bahwa operasi militer ini akan menjadi operasi militer terakhir kalian. Ia akan hancur dan dikalahkan, seperti semua operasi militer sebelumnya yang hancur dan dikalahkan, bahkan kini kita akan menyerang kalian setelah ini, dan kalian tidak akan pernah menyerang kami lagi. Kami akan menaklukkan kota Roma kalian, mematahkan salib kalian, dan memperbudak wanita kalian, dengan izin Allah Ta'ala. Ini adalah janji-Nya untuk kita; Maha Suci Dia dan Dia tidak menyelisihi janji-Nya. Jika kita tidak mencapai waktu itu, maka anak-anak kami dan cucu-cucu kami akan mencapai hal itu, dan mereka akan menjual anak-anak kalian sebagai budak di pasar budak."
"Kerahkanlah kekuatanmu, hai tentara salib. kerahkanlah kekuatan kalian, menderulah, ancamlah siapa saja yang kalian inginkan, buatlah makar, siapkanlah senjata, siapkanlah, seranglah, bunuhlah, dan hancurkanlah! Ini semua tidak akan memberikan manfaat bagi kalian. Kalian akan kalah. Hal ini tidak akan bermanfaat sedikit pun bagi kalian, karena Rabb kami, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuat, telah berjanji kepada kami dengan kemenangan kami dan kekalahan kalian. Kirimlah senjata dan peralatan kepada para agen dan anjing kalian. Persiapkanlah bagi mereka peralatan yang paling modern. Kirimlah kepada mereka sebanyak-banyaknya, dan kelak akan menjadi rampasan perang di tangan kami, dengan izin Allah. Kemudian kalian akan menghabiskannya, dan akan menjadi penyesalan bagi kalian, kemudian kalian akan dikalahkan. Lihatlah kendaraan lapis baja kalian, mesin, persenjataan, dan peralatan, kini di tangan kami. Allah yang memberikannya kepada kami. Dan kami memerangi kalian dengan itu. Maka matilah dengan kemarahan kalian. "Sesungguhnya orangorang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan." (Al-Anfal: 36)"
"Kau mengaku telah menarik diri dari Iraq –hai Obama– sejak empat tahun lalu. Tapi kami katakan kepada kalian bahwa kalian adalah pembohong, kalian belum menarik diri, dan kaliani kalian telah menarik diri kalian pasti akan kembali, walau setelah beberapa waktu lamanya, kalian pasti akan kembali. Dan sekarang kalian ada di sini, kalian belum ditarik. Sebaliknya kalian hanya menyembunyikan beberapa kekuatan kalian di belakang wakil kalian dan mencabut sisanya. Pasukan kalian akan kembali dengan jumlah lebih besar dari sebelumnya. Kalian pasti akan kembali dan wakil kalian tidak akan memberi manfat sedikit pun bagi kalian. Dan jika kalian tidak mampu untuk kembali, maka kami yang akan datang ke tanah air kalian dengan izin Allah."
"Wahai Amerika, dan wahai Eropa, sesungguhnya Daulah Islam tidak memulai perang melawan kalian sebagaimana pemerintah kalian mencoba meyakinkan kalian dan media mencoba membuat kalian percaya. Kalianlah yang memulai permusuhan terhadap kami, dan siapa yang memulai maka dialah yang paling dzalim dan kalian akan membayar harga yang besar. Kalian akan membayar harga ketika perekonomian kalian runtuh. Kalian akan membayar harga ketika anak-anak Kalian dikirim untuk memerangi kami, dan mereka kembali kepada Kalian dengan cacat diamputasi, atau di dalam peti mati, atau 9 mati, atau sakit jiwa. Kalian akan membayar harga karena kalian akan merasa takut bepergian ke negeri mana pun. Bahkan kalian akan membayar harga di mana Kalian akan merasa takut berjalan di jalan-jalan kalian, menoleh ke kanan dan kiri, takut terhadap umat Islam. Kalian tidak akan merasa aman bahkan dalam kamar tidur kalian. Kalian akan membayar harga saat ini operasi salib Kalian runtuh, dan setelah itu kita akan menyerang Kalian di tanah air Kalian, dan Kalian akan tidak pernah bisa menyakiti siapa pun setelah itu. Kalian akan membayar harga, dan kami telah menyiapkan untuk kalian apa yang akan membuat kalian sakit."
"Wahai umat Islam, Amerika tidak datang dengan perang salibnya untuk menyelamatkan umat Islam, mereka juga tidak menghabiskan kekayaan meskipun runtuhnya ekonomi mereka dan membebani diri mereka untuk mempersenjatai dan melatih Sahawat di Syam dan Iraq lantaran aku ng dan rasa khawatir kepada para mujahidin dari "kekejaman Khawarij," sebagaimana mereka katakan. "Duhai seandainya kaumku mengetahui" (Yasin: 26). Apakah tentara salib akan bersegera memberi dukungan kepada para mujahidin yang berjuang di jalan Allah, dan bergegas untuk menolong dan menyelamatkan mereka dari Khawarij? ‘Hiduplah cukup lama maka Kalian akan melihat hal-hal aneh!’ Celakalah kaumku! Kapan mereka akan mengerti?"
"Wahai muwahhid, jangan biarkan pertempuran ini berlalu begitu saja di mana pun Kalian berada. Seranglah oleh kalian tentara, pelayan, dan pasukan para thaghut itu. Serang polisi mereka, petugas keamanan, intelijen serta agen berbahaya mereka. Hancurkan tempat tidur mereka. Susahkan hidup mereka dan sibukkan mereka dengan diri mereka sendiri. Jika Kalian dapat membunuh kafir Amerika atau Eropa – terutama si dengki dan kotor Perancis- atau Australia, atau Kanada, atau kafir lainnya dari orang-orang kafir combatan, termasuk warga dari negara-negara yang masuk dalam koalisi untuk menyerang Daulah Islam, maka bertawakkallah kepada Allah, kemudian bunuh mereka dengan alat atau cara apapun. Jangan meminta saran siapa pun dan fatwa apa pun. Bunuhlah orang-orang kafir apakah ia sipil atau militer, karena mereka memiliki hukum yang sama."
"Wahai muwahhid ... Hai orang yang beriman pada wala' dan bara'... apakah kalian akan membiarkan orang Amerika, Prancis, atau salah satu dari sekutu mereka untuk berjalan dengan aman di atas bumi?, sementara para tentara salib menyerang negeri kaum muslimin tanpa membedakan antara sipil dan pejuang? Mereka telah menewaskan sembilan per- empuan Muslim tiga hari yang lalu dengan meledakkan bus yang mengangkut mereka dari Syam ke Iraq. Apakah Kalian akan membiarkan orang kafir untuk tidur aman di rumah sementara wanita Muslim dan anak-anak mereka menggigil ketakutan dari deruan pesawat tempur pasukan salib yang terbang siang dan malam? Bagaimana Kalian dapat menikmati hidup dan tidur sementara kalian tidak membantu saudara-saudara kalian, tidak juga menyemaikan ketakutan ke dalam hati para penyembah salib, dan tidak menanggapi serangan mereka dengan sesuatu yang lebih? Wahai muwahhid mana pun Kalian berada, halangilah orang-orang yang ingin menyakiti saudara-saudaramu dan Daulah sebanyak yang Kalian bisa. Hal terbaik yang dapat Kalian lakukan adalah berusaha untuk yang terbaik dengan membunuh kafir apapun, apakah ia orang Prancis, Amerika, atau salah satu sekutu mereka."
"Sebagai penutup, kita tidak lupa untuk menyampaikan pesan terhadap saudara-saudara kami; orang-orang Muslim Kurdi di Iraq, Syam, dan di tempat lain. Perang kami dengan orang Kurdi adalah perang agama. Ini bukan perang nasionalistis – kita berlindung kepada Allah. Kami tidak memerangi orang Kurdi disebabkan karena mereka adalah orang Kurdi. Akan tetapi kita memerangi orang-orang kafir di antara mereka, sekutu tentara salib dan Yahudi dalam perang mereka terhadap Muslim. Adapun Kurdi Muslim, maka mereka adalah orang-orang dan saudara kami di mana pun mereka berada. Kami akan menumpahkan darah kami demi menyelamatkan darah mereka. Muslim Kurdi di barisan Daulah Islam ada banyak. Mereka adalah pejuang paling keras dalam melawan orang-orang kafir dari orang-orang mereka."
"SESUNGGUHNYA RABBMU BENAR-BENAR MENGAWASI"
KUTIPAN DARI STATEMEN JURU BICARA RESMI DAULAH ISLAMIYAH SYAIKH ABU MUHAMMAD AL-ADNANI
Beberapa saat sebelum ekspansi formal Perang Salib Amerika ke Syam, juru bicara resmi Daulah Islam –Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani asy-Syami hafizhahullah– memberi pidato penting memotivasi kaum muslimin, meneror tentara salib, dan mengingatkan semua akan Janji Allah. Alhamdulillah, sejumlah hal terjadi segera setelah pidato sebagai bentuk ketaatan kepada pemimpin Daulah Islam, termasuk penangkapan tentara salib di negeri Muslim dan eksekusi mereka, pembunuhan tentara salib di kampung halaman mereka, dan menaklukkan daerah baru di Iraq dan Syam meskipun di bawah serangan udara tentara salib. Pada saat yang sama, para thaghut Arab, sahwat, pengaku jihadis, dan mujahidin palsu, telah tersingkap sekali lagi topeng dan kemunafikan mereka sehingga Muslim yang tulus tidak dibiarkan dalam gelap keraguan. Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Berikut adalah beberapa sebagian kutipan penting dari pidatonya:
"Wahai tentara Daulah Islam, alangkah mulia kalian! Sungguh balasan kalian ada di sisi Allah. Demi Allah, Dia telah menyembuhkan dada orangorang yang beriman melalui tangan-tangan kalian yang telah membunuh orang-orang nusairiiah dan Rafidah. Dia telah mengisi hati orang-orang kafir dan munafik dengan kemarahan melalui Kalian. Alangkah mulia kalian! Siapa Kalian? Siapa Kalian wahai tentara Daulah Islam? dari mana Kalian datang? Apa rahasia kalian? Mengapa hati Timur dan Barat bergetar karena ketakutan mereka terhadap Kalian? Mengapa otot-otot dada Amerika dan sekutu-sekutunya menggigil karena takut kepada Kalian? Di mana pesawat tempur Kalian? Dimana kapal perang Kalian? Di mana rudal Kalian? Di mana senjata pemusnah massal kalian? Mengapa dunia bersatu melawan Kalian? Mengapa negara-negara kafir bersatu menyerang Kalian?"
"Ketahuilah! -Demi Allah- kita tidak takut kawanan pesawat, atau rudal balistik, atau drone, atau satelit, atau perang, atau senjata pemusnah massal. Bagaimana kita bisa takut kepada mereka, sementara Allah Ta'ala berfirman, "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." (Ali Imran: 160). Bagaimana kita bisa takut kepada mereka, sementara Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (Ali Imran: 139)."
"Oleh karena itu Allah akan memberikan kemenangan. Sesungguhnya Allah akan memberikan kepada kalian kemenangan. Demi Allah, Allah akan memberi kalian kemenangan. Jaminlah bagi kami dua hal, maka kami akan menjaminkan bagi kalian -dengan izin Allah- kemenangan terus menerus dan tamkin. Pertama, janganlah berbuat zhalim kepada siapa pun juga, dan janganlah puas dengan kezhaliman dengan mendiamkannya di saat melihat hal itu dan tidak melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang. Kedua, jangan menjadi sombong atau arogan. Ini adalah apa yang kami khawatirkan terjadi pada kalian dan kami takutkan dari kalian."
"Dan kita harus tahu bahwa cobaan, penyaringan, dan seleksi, diperlukan antara satu periode dan lainnya, sebagian orang telah masuk ke dalam barisan kalian padahal mereka bukan bagian dari kalian, mereka hanya mengaku-aku, sehingga terjadilah pencampuran. Maka sudah seharusnya terjadi fitnah (ujian) untuk membersihkan kotoran, dan memurnikan barisan. Kami mengharapkan kepada Allah akan pengampunan dan kesehatan. Juga, kebanggaan dan kesombongan telah memasuki beberapa jiwa kita, sehingga sebagian dari kita berlaku zhalim dan menindas sebagian lainnya, maka sudah semestinya ada tamhish (penyaringan) dari dosa-dosa dan semoga kita kembali kepada Allah. Allah telah mengasihi para mujahidin, sehingga Dia mengambi sebagian mereka sebagai syuhada. Kita berharap kepada Allah agar menjadikan kita termasuk dari mereka, dan bukan dari orang-orang yang dihinakan atau mereka yang terkena fitnah (dalam agama mereka)."
"Hai Amerika, hai sekutu Amerika, dan hai salib, ketahuilah bahwa hal ini lebih berbahaya dari apa yang kalian bayangkan dan lebih besar dari apa yang kalian kira. Kami telah memperingatkan kalian bahwa hari ini kita berada dalam era baru, era dimana Daulah, tentaranya, dan putra-putranya adalah pemimpin, dan bukan budak. Mereka adalah orang-orang yang selama berabad-abad tidak mengenal kekalahan. Hasil pertempuran mereka telah disimpulkan sebelum perang dimulai. Mereka tidak memiliki persiapan untuk pertempuran, sejak zaman nabi Nuh kecuali dengan keyakinan mutlak akan kemenangan. Terbunuh -menurut mereka- adalah kemenangan. Di sinilah terletak rahasia. Kalian melawan orang yang tidak pernah bisa dikalahkan."
"Dan kami berjanji dengan izin Allah bahwa operasi militer ini akan menjadi operasi militer terakhir kalian. Ia akan hancur dan dikalahkan, seperti semua operasi militer sebelumnya yang hancur dan dikalahkan, bahkan kini kita akan menyerang kalian setelah ini, dan kalian tidak akan pernah menyerang kami lagi. Kami akan menaklukkan kota Roma kalian, mematahkan salib kalian, dan memperbudak wanita kalian, dengan izin Allah Ta'ala. Ini adalah janji-Nya untuk kita; Maha Suci Dia dan Dia tidak menyelisihi janji-Nya. Jika kita tidak mencapai waktu itu, maka anak-anak kami dan cucu-cucu kami akan mencapai hal itu, dan mereka akan menjual anak-anak kalian sebagai budak di pasar budak."
"Kerahkanlah kekuatanmu, hai tentara salib. kerahkanlah kekuatan kalian, menderulah, ancamlah siapa saja yang kalian inginkan, buatlah makar, siapkanlah senjata, siapkanlah, seranglah, bunuhlah, dan hancurkanlah! Ini semua tidak akan memberikan manfaat bagi kalian. Kalian akan kalah. Hal ini tidak akan bermanfaat sedikit pun bagi kalian, karena Rabb kami, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuat, telah berjanji kepada kami dengan kemenangan kami dan kekalahan kalian. Kirimlah senjata dan peralatan kepada para agen dan anjing kalian. Persiapkanlah bagi mereka peralatan yang paling modern. Kirimlah kepada mereka sebanyak-banyaknya, dan kelak akan menjadi rampasan perang di tangan kami, dengan izin Allah. Kemudian kalian akan menghabiskannya, dan akan menjadi penyesalan bagi kalian, kemudian kalian akan dikalahkan. Lihatlah kendaraan lapis baja kalian, mesin, persenjataan, dan peralatan, kini di tangan kami. Allah yang memberikannya kepada kami. Dan kami memerangi kalian dengan itu. Maka matilah dengan kemarahan kalian. "Sesungguhnya orangorang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan." (Al-Anfal: 36)"
"Kau mengaku telah menarik diri dari Iraq –hai Obama– sejak empat tahun lalu. Tapi kami katakan kepada kalian bahwa kalian adalah pembohong, kalian belum menarik diri, dan kaliani kalian telah menarik diri kalian pasti akan kembali, walau setelah beberapa waktu lamanya, kalian pasti akan kembali. Dan sekarang kalian ada di sini, kalian belum ditarik. Sebaliknya kalian hanya menyembunyikan beberapa kekuatan kalian di belakang wakil kalian dan mencabut sisanya. Pasukan kalian akan kembali dengan jumlah lebih besar dari sebelumnya. Kalian pasti akan kembali dan wakil kalian tidak akan memberi manfat sedikit pun bagi kalian. Dan jika kalian tidak mampu untuk kembali, maka kami yang akan datang ke tanah air kalian dengan izin Allah."
"Wahai Amerika, dan wahai Eropa, sesungguhnya Daulah Islam tidak memulai perang melawan kalian sebagaimana pemerintah kalian mencoba meyakinkan kalian dan media mencoba membuat kalian percaya. Kalianlah yang memulai permusuhan terhadap kami, dan siapa yang memulai maka dialah yang paling dzalim dan kalian akan membayar harga yang besar. Kalian akan membayar harga ketika perekonomian kalian runtuh. Kalian akan membayar harga ketika anak-anak Kalian dikirim untuk memerangi kami, dan mereka kembali kepada Kalian dengan cacat diamputasi, atau di dalam peti mati, atau 9 mati, atau sakit jiwa. Kalian akan membayar harga karena kalian akan merasa takut bepergian ke negeri mana pun. Bahkan kalian akan membayar harga di mana Kalian akan merasa takut berjalan di jalan-jalan kalian, menoleh ke kanan dan kiri, takut terhadap umat Islam. Kalian tidak akan merasa aman bahkan dalam kamar tidur kalian. Kalian akan membayar harga saat ini operasi salib Kalian runtuh, dan setelah itu kita akan menyerang Kalian di tanah air Kalian, dan Kalian akan tidak pernah bisa menyakiti siapa pun setelah itu. Kalian akan membayar harga, dan kami telah menyiapkan untuk kalian apa yang akan membuat kalian sakit."
"Wahai umat Islam, Amerika tidak datang dengan perang salibnya untuk menyelamatkan umat Islam, mereka juga tidak menghabiskan kekayaan meskipun runtuhnya ekonomi mereka dan membebani diri mereka untuk mempersenjatai dan melatih Sahawat di Syam dan Iraq lantaran aku ng dan rasa khawatir kepada para mujahidin dari "kekejaman Khawarij," sebagaimana mereka katakan. "Duhai seandainya kaumku mengetahui" (Yasin: 26). Apakah tentara salib akan bersegera memberi dukungan kepada para mujahidin yang berjuang di jalan Allah, dan bergegas untuk menolong dan menyelamatkan mereka dari Khawarij? ‘Hiduplah cukup lama maka Kalian akan melihat hal-hal aneh!’ Celakalah kaumku! Kapan mereka akan mengerti?"
"Wahai muwahhid, jangan biarkan pertempuran ini berlalu begitu saja di mana pun Kalian berada. Seranglah oleh kalian tentara, pelayan, dan pasukan para thaghut itu. Serang polisi mereka, petugas keamanan, intelijen serta agen berbahaya mereka. Hancurkan tempat tidur mereka. Susahkan hidup mereka dan sibukkan mereka dengan diri mereka sendiri. Jika Kalian dapat membunuh kafir Amerika atau Eropa – terutama si dengki dan kotor Perancis- atau Australia, atau Kanada, atau kafir lainnya dari orang-orang kafir combatan, termasuk warga dari negara-negara yang masuk dalam koalisi untuk menyerang Daulah Islam, maka bertawakkallah kepada Allah, kemudian bunuh mereka dengan alat atau cara apapun. Jangan meminta saran siapa pun dan fatwa apa pun. Bunuhlah orang-orang kafir apakah ia sipil atau militer, karena mereka memiliki hukum yang sama."
"Wahai muwahhid ... Hai orang yang beriman pada wala' dan bara'... apakah kalian akan membiarkan orang Amerika, Prancis, atau salah satu dari sekutu mereka untuk berjalan dengan aman di atas bumi?, sementara para tentara salib menyerang negeri kaum muslimin tanpa membedakan antara sipil dan pejuang? Mereka telah menewaskan sembilan per- empuan Muslim tiga hari yang lalu dengan meledakkan bus yang mengangkut mereka dari Syam ke Iraq. Apakah Kalian akan membiarkan orang kafir untuk tidur aman di rumah sementara wanita Muslim dan anak-anak mereka menggigil ketakutan dari deruan pesawat tempur pasukan salib yang terbang siang dan malam? Bagaimana Kalian dapat menikmati hidup dan tidur sementara kalian tidak membantu saudara-saudara kalian, tidak juga menyemaikan ketakutan ke dalam hati para penyembah salib, dan tidak menanggapi serangan mereka dengan sesuatu yang lebih? Wahai muwahhid mana pun Kalian berada, halangilah orang-orang yang ingin menyakiti saudara-saudaramu dan Daulah sebanyak yang Kalian bisa. Hal terbaik yang dapat Kalian lakukan adalah berusaha untuk yang terbaik dengan membunuh kafir apapun, apakah ia orang Prancis, Amerika, atau salah satu sekutu mereka."
"Sebagai penutup, kita tidak lupa untuk menyampaikan pesan terhadap saudara-saudara kami; orang-orang Muslim Kurdi di Iraq, Syam, dan di tempat lain. Perang kami dengan orang Kurdi adalah perang agama. Ini bukan perang nasionalistis – kita berlindung kepada Allah. Kami tidak memerangi orang Kurdi disebabkan karena mereka adalah orang Kurdi. Akan tetapi kita memerangi orang-orang kafir di antara mereka, sekutu tentara salib dan Yahudi dalam perang mereka terhadap Muslim. Adapun Kurdi Muslim, maka mereka adalah orang-orang dan saudara kami di mana pun mereka berada. Kami akan menumpahkan darah kami demi menyelamatkan darah mereka. Muslim Kurdi di barisan Daulah Islam ada banyak. Mereka adalah pejuang paling keras dalam melawan orang-orang kafir dari orang-orang mereka."