Rabu, 25 April 2018

BERGERAK MAJU KE TIMUR DAN BARAT, DI IRAQ DAN SURIAH

DABIQ 9 - LAPORAN

BERGERAK MAJU KE TIMUR DAN BARAT, DI IRAQ DAN SURIAH

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan." (Al-Anfaal : 36)

Meskipun telah membentuk koalisi dengan puluhan negara, bersekutu dengan musuh lama di daerah tersebut –Iran– di mana milisinya menyebut mereka sebagai "Setan Besar", telah melakukan pemboman tiada henti di Irak dan Syam, merekrut berbagai milisi Shahawat dan faksi Marxis Kurdi, dan menghabiskan milyaran dolar untuk melancarkan perang media, Tentara Salib hanya bisa menyaksikan dengan pasrah ketika Daulah Islam terus maju di Iraq dan Syam, memperluas wilayahnya, baik di timur maupun barat.

Di timur, kota Ar-Ramadi –ibukota Al-Anbar– berhasil dibebaskan oleh Tentara Khilafah yang secara penuh kembali membuat tentara Shafawi mundur secara memalukan seperti di Mosul. Penduduk kota menyaksikan dan bahkan merekam lewat video, yaitu ketika konvoi Shafawi bergerak melewati mereka, lari dari mujahidin yang bergerak maju.

Hal ini terjadi setelah mujahidin Khilafah mengadakan serangan dahsyat bernama "Ghazwah Abu Muhannad As-Suwaidawi" selama direbutnya sejumlah areal dan fasilitas kunci di dalam kota dan sekitarnya, termasuk gedung "Dewan Provinsi Al-Anbar", gedung administrasi kepolisian Al-Anbar, pusat komando operasi Al-Anbar, area stadion, pangkalan Brigade ke-8, dan gedung pemerintah "kontraterorisme", di mana mereka membebaskan kaum Muslimin yang dipenjara bawah tanah milik Shafawiyin.

Kemenangan ini benar-benar didapatkan dengan perjuangan keras, namun mujahidin tidak berlama-lama merayakannya. Mereka lebih memilih untuk mengejar tentara Shafawi dan sekutu-sekutu mereka Shahawat, melanjutkan pergerakan mereka ke daerah-daerah terdekat dan bersiap-siap menghadapi pertempuran besar berikutnya.

Pembebasan Ar-Ramadi terjadi bersama dengan sebuah kemajuan besar Tentara Khilafah di sebelah barat. Mereka memperbaharui serangan ofensifnya di Wilayah Homsh. Mereka berhasil membebaskan kota As-Sukhnah dan perusahaan gas Najib Company yang letaknya tidak jauh dari sana. Selain itu juga, mereka menguasai sebagian besar kota Tadmur (Palmyra).

Kemudian mereka merebut pos perbatasan yang terletak di lapangan gas Al-Hail di jalan antara As-Sukhnah dan Tadmur. Hal ini terjadi setelah berhasil mengambil alih sebagian besar lapangan gas itu sendiri dan mengepung militer Nushairiyah di dalam perusahaan gas. Hanya beberapa hari kemudian, mujahidin menguasai perusahaan gas Arak setelah menewaskan setidaknya 170 tentara Nushairiyah dalam peperangan yang berlangsung selama empat hari. Kesuksesan ini disempurnakan dengan kemenangan besar lainnya kemarin setelah mujahidin akhirnya merebut total kota Tadmur.

Kemajuan yang dibuat oleh Daulah Islam di Al-Anbar dan Homsh, berkat karunia Allah, memperlihatkan keteguhan mujahidin terhadap serangan udara koalisi salib dan tekad mereka untuk menghukum musuh-musuh Allah di mana saja mereka menemukannya, tidak peduli banyaknya rintangan yang harus dilalui untuk meraihnya –dan ini tanpa perlu menyatakan sebuah "badai keputusan". Tentara Salib sangat meremehkan keteguhan dan kekuatan mujahidin namun makar mereka –dengan izin Allah– akan segera hancur.

Segala puji hanya milik Allah di mana semua limpahan kenikmatan dari-Nya didapatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar