Rabu, 25 April 2018

JANJI ALLAH PASTI BENAR

RUMIYAH 8 - ARTIKEL

JANJI ALLAH PASTI BENAR

Allah azza wa jalla memuji hamba-hamba-Nya yang beriman dan membenarkan firman-Nya serta meyakini bahwa janji-Nya pasti terwujud. Keyakinan yang tidak akan pernah hilang baik disaat lapang maupun sempit. Adanya berbagai ujian justru hanya menambah keimanan mereka terhadap ayat-ayat Allah dan janji-Nya, berserah diri kepada perintah dan hikmah-Nya, serta ridha terhadap keputusan dan ketentuan-Nya.

Kebanyakan hamba itu berharap bahwa jalan keluar dan kemenangan itu datang dari Allah melalui cara dan peristiwa tertentu, tetapi Allah azza wa jalla memiliki hikmah yang agung yang terkadang banyak tidak kita ketahui.

Orang-orang beriman pernah berharap bertemu dan bisa menyergap kafilah dagang kafir Quraisy dengan mudah tanpa perang, sehingga rampasannya menjadi sumber kekuatan dan menjadi modal untuk beberapa waktu. Tetapi Allah azza wa jalla berkehendak dengan ilmu dan hikmah-Nya agar kafilah dagang tersebut lolos, dan Quraisy keluar bertekad untuk memerangi umat islam dengan pasukan yang berjumlah lebih dari tiga kali lipat jumlah pasukan muslim, berambisi untuk menghabisi umat islam yang telah berlaku lancang lebih dulu menjatuhkan wibawa Quraisy dan mengancam perdagangannya. Lalu terjadilah perang Badar al-Kubra.

Allah berfirman tentangnya, “Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir, agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya”. (QS. al-Anfal: 7-8).

Allah azza wa jalla menjadikan orang-orang kafir terlihat sedikit dalam pandangan kaum mukminin agar mereka termotivasi dan tidak gentar untuk memerangi orang-orang kafir. Ia juga membuat jumlah orang-orang beriman terlihat sedikit dalam pandangan orang-orang kafir sehingga mereka terperdaya dengan memerangi orang-orang beriman.

Allah azza wa jalla berfirman, “Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan”. (QS. al-Anfal: 44).

Maka ketika kedua kubu saling berjibaku, kaum muslimin terlihat berjumlah dua kali lipat lebih banyak dalam pandangan orang-orang kafir. Pasukan kafir pun terguncang, mental mereka jatuh, kekuatannya melemah, dan mereka berputus asa dari kemenangan. Sedangkan Allah meneguhkan orang-orang beriman dengan pertolongan-Nya.

Allah azza wa jalla berfirman, “Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati”. (QS. Ali Imran: 13).

Ketika perang Ahzab, Allah azza wa jalla menguji orang-orang beriman dengan ujian dahsyat yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Tetapi hal itu justru semakin menambah keimanannya bahwa janji Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam dengan kemenangan orang-orang beriman dan kekalahan orang-orang kafir pasti akan terwujud.

Allah azza wa jalla berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Ahzab: 9).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah azza wa jalla menceritakan tentang nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya yang telah Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Yaitu Dia telah mengusir musuh-musuh mereka dan mengalahkan mereka pada tahun di mana mereka bersatu dan bersekutu melawan pasukan muslim. Peristiwa ini terjadi dalam Perang Khandaq. Tepatnya terjadi pada bulan Syawwal tahun lima Hijriyah, menurut pendapat yang sahih .... Orang-orang musyrik tiba dan turun bermarkas di sebelah timur kota Madinah dekat Uhud. Sebagian dari mereka bermarkas di dataran tinggi Madinah, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya, “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu”. (QS. al-Ahzab: 10).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar bersama pasukan kaum muslim yang berjumlah kurang lebih tiga ribu personil; menurut pendapat lain hanya tujuh ratus personel. Lalu mereka menyandarkan punggung mereka ke lereng bukit, sedangkan wajah mereka menghadap ke arah musuh.” Konsentrasi pasukan kafir mengepung kaum muslimin itu membuat mereka mengalami ujian yang sangat berat. Ibnu Katsir berkata, “Keadaan tersebut membuat posisi kaum muslim makin gawat dan sangat terjepit, sebagaimana firman Allah azza wa jalla, ’Di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang sangat.’ (QS. al-Ahzab: 11). Mereka mengepung Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya selama kurang lebih satu bulan.”

Kemudian datanglah pertolongan Allah azza wa jalla setelah ujian berat dan kesempitan tersebut dengan cara yang menakjubkan, yang menampakkan kekuasaan, kekuatan, kemuliaan, dan hikmah serta kelembutan-Nya terhadap orang-orang beriman. Allah azza wa jalla berfirman, “Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orangorang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa”. (QS. al-Ahzab: 25).

Allah azza wa jalla kembali meneguhkan orang-orang beriman dengan kemenangan atas Yahudi Bani Quraizhah dan menimpakan kekalahan kepada mereka, serta menganugerahkan ghanimah yang cukup banyak yang mereka dapatkan dari Bani Quraizhah. Allah azza wa jalla berfirman, “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu”. (QS. al-Ahzab: 26-27).

Itulah janji Allah, yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya setelah Dia menyaring dan menguji mereka sehingga orang-orang munafik keluar dari barisan mereka, sedangkan orang-orang beriman bertambah solid dan yakin dengan janji Allah, lalu datanglah pertolongan-Nya kepada mereka dari arah yang tidak disangka. Kami berdoa kepada Allah agar memberikan kemenangan, kemuliaan, dan tamkin kepada para hamba-Nya yang berjihad. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar