RUMIYAH 4 - STATEMEN
MAKA KELAK KALIAN AKAN MENGINGAT APA YANG AKU KATAKAN KEPADA KALIAN
STATEMEN JURU BICARA DAULAH ISLAMIYAH : SYAIKH ABUL HASSAN AL-MUHAJIR
Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami, serta kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa yang Dia beri petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka tiada yang dapat memberi petunjuk baginya. Dan aku bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam tasliman katsiron ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Allah ta'ala berfirman, “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. dan menghilangkan panas hati orang-orang mu’min. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. at-Taubah: 14-16)
Kepada para Mujahidin fii Sabilillah di setiap tempat.
Wahai Junud Khilafah yang sabar dan penggenggam bara api.
Wahai para pelindung Dien dan kehormatan!
Wahai para pengorban jiwa dengan murah di jalan Allah!
Wahai kalian yang menghadang agresi Salibis paling sengit di sepanjang sejarah, dengan dada-dada kalian.
Dan kalian yang menjaga benih-benih Islam dengan darah kalian.
Wahai kalian yang menggetarkan umat-umat kafir dan tentara-tentara murtad dengan keberanian dan ketabahan hati kalian.
Kalian buat bingung seluruh alam ini dengan ketabahan dan kesabaran kalian. Aku wasiatkan pada kalian apa-apa yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhu. Beliau bersabda padanya:
“Jika seandainya seluruh makhluk itu ingin memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang belum Allah tentukan atasmu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikannya kepadamu, dan jika mereka ingin menimpakan madharat kepadamu dengan sesuatu yang tidak Allah tentukan menimpamu, maka sungguh mereka tidak akan mampu melakukannya. Dan ketahuilah bahwa didalam kesabaran yang kalian benci itu sesungguhnya terdapat kebaikan yang banyak, dan sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran, dan jalan keluar itu bersama dengan kesusahan, dan bahwasannya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan.” (HR. Ahmad)
Umar radhiyallahu anhu pernah berkata kepada para pembesar Bani Abbas, “Dengan apa kalian memerangi musuh kalian?” Mereka menjawab, “Dengan kesabaran. Tidaklah kami menghadapi suatu kaumpun kecuali kami akan bersabar menghadapi mereka seperti mereka bersabar ketika menghadapi kami.”
Sebagian salaf berkata, “Kita semua membenci kematian dan pedihnya luka, akan tetapi kita akan lebih unggul jika bersabar.”
Maka bersabarlah kalian wahai saudara-saudaraku dalam Jihad! Teguhkanlah diri kalian dan berbahagialah! Karena demi Allah, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang menang. Ujian yang kalian lalui ini tidak lain hanyalah sebuah episode dari episode demi episode ujian lainnya, yang dengannya Allah merahmati hamba-hamba-Nya, untuk memisahkan yang buruk dari yang baik. Kemudian Dia akan mempersiapkan kalian untuk mengemban amanah yang lebih berat, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Tiada lain yang terkandung dalam ujian ini tidak melainkan anugrah, ia tidaklah lebih sulit daripada masa kesulitan yang telah berlalu. Sebelumnya telah lewat berbagai macam cobaan yang seandainya di timpakan kepada gunung yang kokoh itu niscaya ia akan bergoncang dengan keras, namun kalian senantiasa bersabar atasnya dan kalian tetap teguh di dalamnya. Bahkan, kalian keluar dari rentetan ujian itu dengan keteguhan yang lebih kuat dan kian kokoh.
Wahai bala tentara Mujahidin di Irak dan Syam!
Wahai orang-orang yang terasing lantaran keislamannya.
Kubu kebathilan telah tertipu oleh dunia yang fana, dibohongi hasrat, menumbuhkan kepercayaan diri yang berlebih. Setanpun meniupkan kesombongan ke dalam hidungnya, membangkitkannya, berlagak kuat, lalu menyerbu Darul Islam dan bumi Khilafah dengan serangan yang belum pernah disaksikan sepanjang sejarah manusia yang lalu.
Inilah Salibis Amerika dan Eropa, si Atheis Rusia, Majusi Iran, bersama si Sekuler Turki, Atheis kurdi, Nushairiyah pun halnya para Shahawat serta milisi-milisinya, para Thawaghit Arab dan bala tentaranya, mereka semua berkumpul dalam satu parit, berbekal peralatan tempur mereka yang modern, dan dibantu oleh kedustaan media yang menjijikkan.
Motto mereka satu, “Menghabisi Islam dan umatnya.”
Slogan mereka satu, “Siapakah yang lebih kuat dari kami!”
Maka mereka datangi kalian dengan kemarahan dan senjata mereka, serta mereka jadikan hewan-hewan ternak tunggangan mereka, orang-orang murtad dari bangsa kalian sendiri sebagai tumbal di permulaan perang. Mereka menggiringnya ke arah kalian, hingga mereka sampai di halaman rumah kalian. Pintalah bantuan untuk memerangi mereka dengan kesabaran dan ketabahan, dengan kekuatan dan keteguhan.
Sungguh Rafidhah telah datang dengan pasukan berkuda dan pasukan daratnya di bumi Tal Afar, terbujuk rayu oleh dendam, dan tergiur oleh kekayaan Darul Islam untuk dirampasnya, dan menyiksa Ahlus Sunnah yang ada di dalamnya. Maka janganlah kalian membiarkan musuh-musuh Allah mengambil kembali nafasnya atau menancapkan kembali tameng-tamengnya. Lancarkanlah aksi demi aksi serangan penyergapan, berperanglah tanpa henti pun rasa ampun pada musuh, karena sesungguhnya kalian sedang memerangi kaum yang tidak memiliki akal maupun petunjuk, tidak memiliki agama dan tidak akan tertolong di dunia.
Mereka digiring oleh Salibis untuk menggantikannya sebagai pasukan di medan peperangan dan pertempuran. Demi mewujudkan tujuan dan cita-cita mereka untuk memecah-belah wilayah kaum muslimin, menundukkannya dan penduduknya di bawah hukum Rafidhah Majusi, demi Allah hal itu tidak akan terwujud!
Maka tatkala kedua pasukan telah bertemu di medan perang, penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka! Hancurkanlah peralatan-peralatan tempur mereka! Serbulah mereka! Kejutkanlah mereka dengan serangan di benteng-benteng mereka! Agar mereka merasakan sebagian dari kebengisan kalian, dan kalian tidak akan berhenti hingga Allah memberikan kekuasaan pada kalian untuk mengalahkan mereka.
Dan janganlah kalian membisikkan keinginan untuk lari dari pertempuran ke dalam jiwa kalian! Demi Allah jika kalian lari, kalian tidaklah lari kecuali meninggalkan kehormatan yang tiada lagi pelindungnya, kalian tidaklah lari kecuali dari agama yang mengadu kepada Allah bahwa kaum ini telah menyia-nyiakannya, pun halnya para Anshar yang mereka telantarkan. Ingatlah selalu, firman Allah ta'ala,
“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan ta‘atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Anfal: 45-46)
Dan firmanNya, “Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’ Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 146-148)
Demi Allah, kita melihat Allah memperdaya para Salibis, murtadin, dan Atheis untuk melenyapkan mereka. Dengan izin Allah, ini adalah agresi terakhir mereka! Dan sebentar lagi kita akan memerangi mereka di negeri tempat tinggal mereka, inilah keyakinan kami kepada Dzat yang Maha Esa, dan prasangka baik kita kepada Dzat yang Esa lagi tempat bergantung.
Wahai ummat Islam dan para singanya di Raqqah, wahai para pemberani dan para kesatria, pemilik kemuliaan, harga diri, dan kehormatan.
Bukanlah para wanita (PKK) fajir lagi kafir telah merampas bumi kaum Muslimin, setelah mereka tak sanggup menghasilkan para lelaki yang menggantikan urusan mereka. Dan orang-orang kafir dari segala sekte dan penyembah berhala berdatangan pada mereka, demi menolong kebathilannya, memerangi Islam dan pemeluknya. Katakan padaku, demi Rabb kalian, bagaimana jadinya jika kalian tidak menangkal serangan pasukan Atheis dari kalangan milisi Kurdi, dan mereka menang atas kalian, (semoga Allah tidak mewujudkan apa yang mereka inginkan). Peperangan yang demi Allah, digelorakan oleh para wanita kotor (wanita-wanita PKK), atheis nan kafir, hina, bodoh, lagi celaka terhadap agama kalian ini hendak menghapuskan syariatnya, menghinakan masjid-masjid kalian, dan merendahkan kaum kalian, menodai saudari-saudari dan istri-istri kalian. Jika hal ini terjadi, maka tiada lagi kebaikan dan artinya untuk hidup. Ketahuilah bahwa sesungguhnya sekarang adalah masa untuk membuktikan kejujuran dan penunaian janji.
Wahai kaum Muslimin sekaligus Mujahidin!
Tiga hal yang terhimpun pada diri kalian yang sangat di impikan oleh seorang muslim, yakni wilayah yang diatur oleh Syariat Allah, menghadapi serangan musuh dimana tidak ada yang lebih wajib setelah iman selain melawannya, dan mati syahid yang telah lama didam-idamkan oleh orang-orang yang jujur.
Hatiku berada di atas keyakinan dan jiwaku merdeka,
Ia tampik kehinaan dan pedangku yang tajam
Lantas ada apakah gerangan seorang lelaki takut berpisah dengan jiwanya?
Bukankah akhir dari kehidupan sejatinya adalah perpisahan?
Maka angkatlah jiwamu yang masih berada di tempatnya
Jika tiada negeri Syam, ada negeri Irak
Tiada kebaikan dalam hidup yang dikelilingi oleh sifat pengecut
Sebuah kehidupan yang diliputi kehinaan dan nestapa
Mereka mencelaku, lantaran kerendahanku dan kekalahanku
Sedangkan api tidaklah dicela karena ia membakar
Wahai para Ksatria Pemburu Syahadah dan singa-singa jihad di al-Bab dan pinggirannya.
Semoga Allah mencerahkan wajah kalian dan memberkati kalian di atas amal sholeh, karena kalian telah menghinakan pasukan murtad Turki, Shahawat, Kurdi pun halnya sekutu-sekutu Nusairiyah dengan keberanian, keteguhan serta pengorbanan kalian demi membela angama dengan kemuliaan dan ketegaran. Maka bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian, pun tetaplah berjaga-jaga di medan pertempuran dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. Sesungguhnya hari ini, cucu-cucu murtaddin Turki yang membunuhi orang-orang bertauhid tengah meneruskan jejak nenek moyangnya. Mereka telah menyerang Daulah kaum Muslimin dan Jama’ahnya. Karenanya, balaskanlah demi agama dan tauhid kalian.
Sesungguhnya kalian tidaklah memerangi kaum yang kuat. Sejatinya mereka adalah kaum pengecut yang berlindung di balik tembok. Maka bersikap jujurlah dalam melawan mereka. Tekanlah mereka, bunuhlah mereka dimanapun kalian jumpai. Dan incarlah mereka dengan setiap cara di setiap penjuru bumi, di bawah kolong langit.
Sesungguhnya, Ikhwanul Murtaddin Turki dan pemerintahannya mengemis-ngemis di pintu-pintu Salibis Eropa, mengira bahwa mereka dalam keadaan aman. Karenanya, duhai kaum Muslimin di setiap tempat yang cemburu akan agamanya, wahai para Muwahhidin yang jujur, wahai Ahli al-Wala’ wal Bara’! Sungguh si Turki terlaknat ini telah menghimpun orang-orang hina dari kalangan manusia, yaitu Shahawat di Syam, untuk memerangi agama Allah dan memadamkan cahaya-Nya. Tanpa henti mereka bombardir dan hancurkan rumah-rumah di atas kepala penghuninya, melumuri tangannya dengan darah kaum Muslimin, menghinakan agama dan kehormatan mereka.
Karenanya, kami serukan pada setiap muwahhid yang jujur untuk berangkat berperang menyerbu setiap sendi pemerintahan Turki yang Sekuler lagi murtad di setiap tempat, baik badan keamanan, militer, ekonomi, maupun medianya, bahkan setiap kantor kedutaan dan konsulatnya di seluruh negara dunia.
Kemudian, ketahuilah wahai para Mujahidin Muwahhidin, sesungguhnya termasuk yang paling besar kejahatannya dan paling besar kekufuran maupun dosanya diantara mereka adalah anjing-anjing mereka yang menggonggong dari kalangan ulama penyeru kesesatan, kekufuran dan para masyaikh yang rendah lagi lemah, yang loyal kepada kelompok musyrik ini dan pemerintahannya yang murtad, dengan segala bentuk loyalitas dan pertolongan, melalui majelis-majelis ulama, fatwa dan acara-acara media mereka, bahkan di akun-akun pribadi, serta forum-forum dialog mereka. Nama-nama, rumah-rumah, dan program-program tayangan mereka sudah banyak dikenal.
Ya, mereka yang mendoakan keberkahan pada penguasa tiran yang kafir, dan turut berbahagia atas kepresidenannya meskipun telah terbukti kesesatannya. Mereka yang dari seluruh penjuru dunia mendatanginya, dan mengucapkan selamat atas kemurtadan yang ia lakukan secara terang-terangan, dan kekafiran yang nyata. Mereka jadikan negaranya sebagai tempat beraktivitas serta bersenang-senang, dan tempat bernaung bagi kehinaan dan kebodohan mereka. Mereka hapus syiar-syiar hidayah dengan tangan-tangan mereka, dan memusnahkan kemuliaan yang tersisa dengan persaudaran mereka bersama kuffar. Sungguh, betapa buruk tangan-tangan dan kelompok Ikhwanul Murtaddin ini.
Mereka dekati kuffar dan menyambutnya, lantas menjelek-jelekkan dan menyesatkan Dien yang agung ini. Akibatnya, tersebarlah kesesatan dan bid’ah, serta hawa nafsu disembah, itulah seburuk-buruk sesembahan. Orang yang terpuji hampir tiada bedanya dengan yang tercela, begitu juga sebaliknya. Dan iniah musibah pun malapetaka yang besar. Mereka adalah para pendakwah dan imam yang menyeru manusia kepada kesengsaraan. Mereka lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah, sangat tamak dengan ketenaran, 'doyan' akan pujian dan jabatan, terkena fitnah kecintaan akan kehidupan dunia yang fana dan merasa takut bila kehilangan akannya. Mereka pun melampaui batas dalam berbuat kerusakan dan kesia-siaan. Mereka pendam kebenaran dan sebarkan keburukan. Masih ada banyak lagi dari mereka, namun kami tak akan menyebutkannya lebih jauh karena saking banyaknya keburukan mereka. Semoga Allah memburukkan jiwa-jiawa yang cacat ini, jenggot sewaan dan lidah yang dipenuhi kalimat kepalsuan.
Tatkala pelaut telah pergi dan kapal tunggangannya dihempas angin, katak-katak pun mengambil alihnya
Tiadakah orang yang menahan mereka, memotong hidung-hidung, pun bahkan menghentikan mereka?
Orang-orang yang lebih buruk darinya adalah Bal’am bin Baurah, dan seburuk-buruk orang Musailamah adalah ar-Rijal bin Unfuwah. Diantara para ulama jahat pada hari ini adalah mereka yang paling buruk terhadap Islam dan ummatnya, lebih buruk dari apa-apa yang kalian sangka lebih buruk sebelumnya.
Demi Allah, telah tiba waktunya untuk membelah tengkorak mereka, mencekik jiwa-jiwa mereka, dan memotong lidah-lidah mereka!
Iyadh al-Yahsibi menyebutkan dalam kitabnya “Tartib al-Madarik dan Taqrib al-Masalik” bahwa sang Alim Abu Bakar Ismail bin Ishaq bin Udzrah rahimahullah ditanya tentang para khatib Bani Ubaid, al-Fatimiyin palsu. Dikatakan padanya, “Sesungguhnya mereka adalah Ahlus Sunnah.” Maka ia berkata, “Bukankah mereka berkata, ‘Ya Allah curahkanlah keselamatan pada hamba-Mu, al-Hakim dan wariskanlah bumi ini kepadanya?’ “ Mereka menjawab, “Ya”. Ia berkata, “Apakah menurutmu jika ada seorang khatib berkhutbah ia memuji Allah dan Rasul-Nya, ia puji dengan pujian yang baik, kemudian dia berkata, ‘Abu Jahal berada di Surga’, dia menjadi kafir?” Mereka menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sungguh al-Hakim lebih kafir dari pada Abu Jahal.” Ad-Dawudi ditanya terkait permasalahan ini, maka ia berkata, “Khatib mereka yang berkhutbah dan mendoakan mereka para hari Jum’at adalah kafir harus dibunuh, tidak perlu dimintai taubat, dan istrinya haram untuk digauli, dan tidak mewarisi ataupun mendapatkan warisan, hartanya adalah harta Fai untuk kaum muslimin.” Sampai disini perkataannya.
Wahai bala tentara tauhid yang pencemburu akan Dienullah dimana saja mereka berada, dedikasikanlah diri kalian untuk membunuhi mereka yang menyakiti Allah dari kalangan ulama sesat dan para penyeru fitnah di setiap tempat. Jika salah satu dari kalian melihat mereka, jangan biarkan mereka lepas, hendaknya ia membunuh dan menyerangnya meski ia berada di dalam rumah, di tengah-tengah keluarganya. Maka mulailah menyerang mereka yang menampakkan permusuhan dan menyeru manusia untuk memerangi mujahidin, atau menuduh mereka sebagai kaum atheis atau menelantarkan agama. Hidupkan kembali sunnah pembunuhan Jahm, Ja’d, al-Hallaj dan Ma’bad dengan aksi pembunuhanmu terjadap para ulama sesat ini, yang sungguh, demi Allah apabila setan mendirikan negara, mereka akan mencarikan tentara yang terlatih dan pendukung setia padanya.
Abul Hasan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, “Akan datang suatu masa yang mana Islam hanya sekedar namanya, dan al-Qur’an hanya sekedar tulisan saja, tatkala itu masjid-masjid ramai namun hakekatnya ia telah rusak dan kosong dari petunjuk. Ulama mereka adalah makhluk terburuk di bawah kolong langit, dari dari merekalah fitnah keluar dan kepadanyalah fitnah itu kembali.” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di Syu’ab al-Iman)
Benar, fitnah ini telah dimulai dari mulut-mulut dan mimbar mereka, setelah mereka mengharamkan jihad dan menganggap para pelakunya sebagai kriminil. Mereka mulai menyeru manusia untuk masuk ke dalam kebathilan dan kekafiran dengan cara berperang di bawah panji-panji Thawaghit, demi menggembirakan para penguasanya dan menyelamatkan tahta pun jabatan mereka. Orang yang merugi adalah yang rugi dunianya dengan mengikuti bahwa nafsu dan dunia mereka, siapa yang tidak menyibukkannya dengan kebenaran maka ia akan disibukan syaitan dengan kebathilan. Barang siapa yang tidak berperang di jalan Allah pada hari ini, maka pada suatu hari ia akan dibawa oleh setan untuk berperang di jalannya.
Kepada kaum muslimin umumnya, dan Ahlus Sunnah di Irak dan Syam khususnya.
Keburukan negara Majusi, Iran telah melampaui batas. Keburukannya tersebar luas di berbagai penjuru bumi, membahayakan manusia. Mereka bantai Ahlus Sunnah di Irak dan Syam menggunakan kaki-kaki tangannya, milisi, pakar ahlis dan penasehat militernya, hingga Ahlus Sunnah terbelenggu antara berada di dalam penjara atau menjadi pengikutnya yang tunduk patuh.Tiada yang menghalangi kejahatan mereka terhadap kaum muslimin setelah Allah kecuali Daulah Islamiyah. Ya, kebenaran itu amat terang, dan kebathilan itu gelap. Bagaimana mungkin kaum yang menyimpang ini mampu menandingi Junud Khilafah? Bagaimana bisa dua orang saling berselisih pendapat terkait siapakah yang membela agama, kemuliaan dan negeri mereka? Siapakah yang menjadikan Iran dan para pengikutnya merasakan balasan paling menyakitkan?
Semoga Allah menghinakan jenggot para ulama Su, betapa besar kejahatan dan kerusakan mereka. Siapakah yang menghunuskan pedang kebenaran di hadapan negara majusi Iran dan membuat mereka merasakan kehancuran dari Baghdad, sampai Bairut, Halab, Damaskus, Khurasan dan Shan’a? Siapakah ia wahai para penyeru keburukan dan kehancuran? Siapa?! Dan inilah Iran pada hari ini menjajah negeri Ahlus Sunnah dari timur hingga barat, utara hingga selatan, mengobarlan perang terhadap hamba-hamba Allah dari kalangan muwahhidin dan mujahidin, dengan bantuan dan sokongan Salibis, pun pemerintahan khianat lagi murtad. Mereka perlihatkan kecintaannya pada mereka dan berharap hidup nyaman dengan mereka, semoga Allah, dengan kekuatan dan kuasa-Nya menyegerakan kehancuran akan tahta kekuasaan dan kerajaan mereka di tangan Mujahidin.
Bukankah telah tiba waktunya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah untuk meninggalkan kesembronoan kalian, asyik dengan para wanita, dan mitos-mitos legendaris. Mengapa kalian nampak arrogan dan berbangga diri? Apakah kalian telah menghalau agresi musuh kejam yang menyerbu negeri dan mencapai jarak satu lemparan batu dengan Mekkah dan Madinah? Atukah kalian mengira penguasa-penguasa kalian bisa melindungi dan mempertahankan kalian? Demi Allah, tidak! Sesungguhnya ini adalah prasangka yang tidak benar. Dan kalian akan mengingat apa yang aku katakan pada kalian. Sungguh musuh -semoga Allah membinasakan mereka - telah mendobrak negeri kalian, terobsesi untuk menghapus Dien kalian dan menghalalkan kehormatan kalian. Dan inilah jalan lurus yang terlihat sangat jelas, maka bersabarlah. Islam telah memanggil, maka tolonglah ia. Kehormatan berteriak merintih, maka selamatkanlah ia, dan saudara-saudara kalian dari para mujahidin meminta kalian untuk berangkat berjihad, maka jangan telantarkan mereka.
Sungguh Darul Islam ini adalah negeri kalian, dan syariat Allah adalah amanah di pundak kalian. Dan yang bertugas membela keduanya bukanlah hanya mujahidin, maka tiada udzur bagi kalian di hadapan Allah pun halnya di hadapan kaum muslimin, apabila cucu-cucu kera dan babi, dan para penyembah pohon, batu, serta manusia berhasil menguasai Darul Islam ini. Maka bersegeralah untuk bergabung dalam kafilah jihad, dan tolonglah mujahidin di jalan Allah semampu kalian, baik dengan jiwa, harta motivasi dan do‘a.
Kepada Junud Khilafah dan para Ansharnya di seluruh penjuru dunia.
Kepada para singa yang memperkeruh kehidupan murtaddin dan menghilangkan kenikmatan hidup mereka, dan menyungkurkan hidung agen-agen Intelijennya ke dalam tanah, pun merubah rasa aman mereka hanyalah sebatas mimpi.
Ketahuilah -semoga Allah menolong kalian- bahwa operasi-operasi kalian yang berbarokah akan membalikkan keadaan, dan memalingkan moncong-moncong artileri orang-orang kafir yang akan menembaki kaum muslimin. Maka seranglah mereka di rumah-rumah, pasar-pasar dan jalan-jalan serta festival-festival perayaan mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Bakarlah bumi di atas telapak kaki mereka, dan cerai beraikan barisan mereka supaya mereka sibuk dengan diri mereka sendiri, dan lipat gandakan usahakan kalian serta operasi kalian semoga Allah memberkahi kalian.
Dan tidak lupa pada kesempatan ini, aku puji para Kesatria di bidang dakwah, medis, media dan Junud Islam lainnya.
Dan aku ucapkan selamat atas kesungguhan mereka, amal ribath mereka di berbagai ranah, peperangan mereka di bidang-bidangnya tidak kalah penting dengan peperangan di medan tempur.
Ya Allah, segala puji bagimu sampai Engkau ridha, dan segala puji bagimu jika kami ridha, dan segala puji bagimu setelah Engkau ridha.
Ya Allah, hancurkanlah orang-orang kafir penjahat, yang mengahalang-halangi manusia dari jalan-Mu dan memerangi wali-wali-Mu dan mendustakan utusanmu serta menginginkan kerusakan di muka bumi.
Ya Allah, tolonglah Dien-Mu dan tinggikan kalimat-Mu, tinggikan panji-Mu.
Wahai sesembahan yang Haq, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam.
MAKA KELAK KALIAN AKAN MENGINGAT APA YANG AKU KATAKAN KEPADA KALIAN
STATEMEN JURU BICARA DAULAH ISLAMIYAH : SYAIKH ABUL HASSAN AL-MUHAJIR
Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami, serta kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa yang Dia beri petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka tiada yang dapat memberi petunjuk baginya. Dan aku bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam tasliman katsiron ilaa yaumiddin. Amma Ba’du.
Allah ta'ala berfirman, “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. dan menghilangkan panas hati orang-orang mu’min. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. at-Taubah: 14-16)
Kepada para Mujahidin fii Sabilillah di setiap tempat.
Wahai Junud Khilafah yang sabar dan penggenggam bara api.
Wahai para pelindung Dien dan kehormatan!
Wahai para pengorban jiwa dengan murah di jalan Allah!
Wahai kalian yang menghadang agresi Salibis paling sengit di sepanjang sejarah, dengan dada-dada kalian.
Dan kalian yang menjaga benih-benih Islam dengan darah kalian.
Wahai kalian yang menggetarkan umat-umat kafir dan tentara-tentara murtad dengan keberanian dan ketabahan hati kalian.
Kalian buat bingung seluruh alam ini dengan ketabahan dan kesabaran kalian. Aku wasiatkan pada kalian apa-apa yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas radhiyallahu anhu. Beliau bersabda padanya:
“Jika seandainya seluruh makhluk itu ingin memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang belum Allah tentukan atasmu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikannya kepadamu, dan jika mereka ingin menimpakan madharat kepadamu dengan sesuatu yang tidak Allah tentukan menimpamu, maka sungguh mereka tidak akan mampu melakukannya. Dan ketahuilah bahwa didalam kesabaran yang kalian benci itu sesungguhnya terdapat kebaikan yang banyak, dan sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran, dan jalan keluar itu bersama dengan kesusahan, dan bahwasannya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan.” (HR. Ahmad)
Umar radhiyallahu anhu pernah berkata kepada para pembesar Bani Abbas, “Dengan apa kalian memerangi musuh kalian?” Mereka menjawab, “Dengan kesabaran. Tidaklah kami menghadapi suatu kaumpun kecuali kami akan bersabar menghadapi mereka seperti mereka bersabar ketika menghadapi kami.”
Sebagian salaf berkata, “Kita semua membenci kematian dan pedihnya luka, akan tetapi kita akan lebih unggul jika bersabar.”
Maka bersabarlah kalian wahai saudara-saudaraku dalam Jihad! Teguhkanlah diri kalian dan berbahagialah! Karena demi Allah, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang menang. Ujian yang kalian lalui ini tidak lain hanyalah sebuah episode dari episode demi episode ujian lainnya, yang dengannya Allah merahmati hamba-hamba-Nya, untuk memisahkan yang buruk dari yang baik. Kemudian Dia akan mempersiapkan kalian untuk mengemban amanah yang lebih berat, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Tiada lain yang terkandung dalam ujian ini tidak melainkan anugrah, ia tidaklah lebih sulit daripada masa kesulitan yang telah berlalu. Sebelumnya telah lewat berbagai macam cobaan yang seandainya di timpakan kepada gunung yang kokoh itu niscaya ia akan bergoncang dengan keras, namun kalian senantiasa bersabar atasnya dan kalian tetap teguh di dalamnya. Bahkan, kalian keluar dari rentetan ujian itu dengan keteguhan yang lebih kuat dan kian kokoh.
Wahai bala tentara Mujahidin di Irak dan Syam!
Wahai orang-orang yang terasing lantaran keislamannya.
Kubu kebathilan telah tertipu oleh dunia yang fana, dibohongi hasrat, menumbuhkan kepercayaan diri yang berlebih. Setanpun meniupkan kesombongan ke dalam hidungnya, membangkitkannya, berlagak kuat, lalu menyerbu Darul Islam dan bumi Khilafah dengan serangan yang belum pernah disaksikan sepanjang sejarah manusia yang lalu.
Inilah Salibis Amerika dan Eropa, si Atheis Rusia, Majusi Iran, bersama si Sekuler Turki, Atheis kurdi, Nushairiyah pun halnya para Shahawat serta milisi-milisinya, para Thawaghit Arab dan bala tentaranya, mereka semua berkumpul dalam satu parit, berbekal peralatan tempur mereka yang modern, dan dibantu oleh kedustaan media yang menjijikkan.
Motto mereka satu, “Menghabisi Islam dan umatnya.”
Slogan mereka satu, “Siapakah yang lebih kuat dari kami!”
Maka mereka datangi kalian dengan kemarahan dan senjata mereka, serta mereka jadikan hewan-hewan ternak tunggangan mereka, orang-orang murtad dari bangsa kalian sendiri sebagai tumbal di permulaan perang. Mereka menggiringnya ke arah kalian, hingga mereka sampai di halaman rumah kalian. Pintalah bantuan untuk memerangi mereka dengan kesabaran dan ketabahan, dengan kekuatan dan keteguhan.
Sungguh Rafidhah telah datang dengan pasukan berkuda dan pasukan daratnya di bumi Tal Afar, terbujuk rayu oleh dendam, dan tergiur oleh kekayaan Darul Islam untuk dirampasnya, dan menyiksa Ahlus Sunnah yang ada di dalamnya. Maka janganlah kalian membiarkan musuh-musuh Allah mengambil kembali nafasnya atau menancapkan kembali tameng-tamengnya. Lancarkanlah aksi demi aksi serangan penyergapan, berperanglah tanpa henti pun rasa ampun pada musuh, karena sesungguhnya kalian sedang memerangi kaum yang tidak memiliki akal maupun petunjuk, tidak memiliki agama dan tidak akan tertolong di dunia.
Mereka digiring oleh Salibis untuk menggantikannya sebagai pasukan di medan peperangan dan pertempuran. Demi mewujudkan tujuan dan cita-cita mereka untuk memecah-belah wilayah kaum muslimin, menundukkannya dan penduduknya di bawah hukum Rafidhah Majusi, demi Allah hal itu tidak akan terwujud!
Maka tatkala kedua pasukan telah bertemu di medan perang, penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka! Hancurkanlah peralatan-peralatan tempur mereka! Serbulah mereka! Kejutkanlah mereka dengan serangan di benteng-benteng mereka! Agar mereka merasakan sebagian dari kebengisan kalian, dan kalian tidak akan berhenti hingga Allah memberikan kekuasaan pada kalian untuk mengalahkan mereka.
Dan janganlah kalian membisikkan keinginan untuk lari dari pertempuran ke dalam jiwa kalian! Demi Allah jika kalian lari, kalian tidaklah lari kecuali meninggalkan kehormatan yang tiada lagi pelindungnya, kalian tidaklah lari kecuali dari agama yang mengadu kepada Allah bahwa kaum ini telah menyia-nyiakannya, pun halnya para Anshar yang mereka telantarkan. Ingatlah selalu, firman Allah ta'ala,
“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan ta‘atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Anfal: 45-46)
Dan firmanNya, “Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’ Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 146-148)
Demi Allah, kita melihat Allah memperdaya para Salibis, murtadin, dan Atheis untuk melenyapkan mereka. Dengan izin Allah, ini adalah agresi terakhir mereka! Dan sebentar lagi kita akan memerangi mereka di negeri tempat tinggal mereka, inilah keyakinan kami kepada Dzat yang Maha Esa, dan prasangka baik kita kepada Dzat yang Esa lagi tempat bergantung.
Wahai ummat Islam dan para singanya di Raqqah, wahai para pemberani dan para kesatria, pemilik kemuliaan, harga diri, dan kehormatan.
Bukanlah para wanita (PKK) fajir lagi kafir telah merampas bumi kaum Muslimin, setelah mereka tak sanggup menghasilkan para lelaki yang menggantikan urusan mereka. Dan orang-orang kafir dari segala sekte dan penyembah berhala berdatangan pada mereka, demi menolong kebathilannya, memerangi Islam dan pemeluknya. Katakan padaku, demi Rabb kalian, bagaimana jadinya jika kalian tidak menangkal serangan pasukan Atheis dari kalangan milisi Kurdi, dan mereka menang atas kalian, (semoga Allah tidak mewujudkan apa yang mereka inginkan). Peperangan yang demi Allah, digelorakan oleh para wanita kotor (wanita-wanita PKK), atheis nan kafir, hina, bodoh, lagi celaka terhadap agama kalian ini hendak menghapuskan syariatnya, menghinakan masjid-masjid kalian, dan merendahkan kaum kalian, menodai saudari-saudari dan istri-istri kalian. Jika hal ini terjadi, maka tiada lagi kebaikan dan artinya untuk hidup. Ketahuilah bahwa sesungguhnya sekarang adalah masa untuk membuktikan kejujuran dan penunaian janji.
Wahai kaum Muslimin sekaligus Mujahidin!
Tiga hal yang terhimpun pada diri kalian yang sangat di impikan oleh seorang muslim, yakni wilayah yang diatur oleh Syariat Allah, menghadapi serangan musuh dimana tidak ada yang lebih wajib setelah iman selain melawannya, dan mati syahid yang telah lama didam-idamkan oleh orang-orang yang jujur.
Hatiku berada di atas keyakinan dan jiwaku merdeka,
Ia tampik kehinaan dan pedangku yang tajam
Lantas ada apakah gerangan seorang lelaki takut berpisah dengan jiwanya?
Bukankah akhir dari kehidupan sejatinya adalah perpisahan?
Maka angkatlah jiwamu yang masih berada di tempatnya
Jika tiada negeri Syam, ada negeri Irak
Tiada kebaikan dalam hidup yang dikelilingi oleh sifat pengecut
Sebuah kehidupan yang diliputi kehinaan dan nestapa
Mereka mencelaku, lantaran kerendahanku dan kekalahanku
Sedangkan api tidaklah dicela karena ia membakar
Wahai para Ksatria Pemburu Syahadah dan singa-singa jihad di al-Bab dan pinggirannya.
Semoga Allah mencerahkan wajah kalian dan memberkati kalian di atas amal sholeh, karena kalian telah menghinakan pasukan murtad Turki, Shahawat, Kurdi pun halnya sekutu-sekutu Nusairiyah dengan keberanian, keteguhan serta pengorbanan kalian demi membela angama dengan kemuliaan dan ketegaran. Maka bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian, pun tetaplah berjaga-jaga di medan pertempuran dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. Sesungguhnya hari ini, cucu-cucu murtaddin Turki yang membunuhi orang-orang bertauhid tengah meneruskan jejak nenek moyangnya. Mereka telah menyerang Daulah kaum Muslimin dan Jama’ahnya. Karenanya, balaskanlah demi agama dan tauhid kalian.
Sesungguhnya kalian tidaklah memerangi kaum yang kuat. Sejatinya mereka adalah kaum pengecut yang berlindung di balik tembok. Maka bersikap jujurlah dalam melawan mereka. Tekanlah mereka, bunuhlah mereka dimanapun kalian jumpai. Dan incarlah mereka dengan setiap cara di setiap penjuru bumi, di bawah kolong langit.
Sesungguhnya, Ikhwanul Murtaddin Turki dan pemerintahannya mengemis-ngemis di pintu-pintu Salibis Eropa, mengira bahwa mereka dalam keadaan aman. Karenanya, duhai kaum Muslimin di setiap tempat yang cemburu akan agamanya, wahai para Muwahhidin yang jujur, wahai Ahli al-Wala’ wal Bara’! Sungguh si Turki terlaknat ini telah menghimpun orang-orang hina dari kalangan manusia, yaitu Shahawat di Syam, untuk memerangi agama Allah dan memadamkan cahaya-Nya. Tanpa henti mereka bombardir dan hancurkan rumah-rumah di atas kepala penghuninya, melumuri tangannya dengan darah kaum Muslimin, menghinakan agama dan kehormatan mereka.
Karenanya, kami serukan pada setiap muwahhid yang jujur untuk berangkat berperang menyerbu setiap sendi pemerintahan Turki yang Sekuler lagi murtad di setiap tempat, baik badan keamanan, militer, ekonomi, maupun medianya, bahkan setiap kantor kedutaan dan konsulatnya di seluruh negara dunia.
Kemudian, ketahuilah wahai para Mujahidin Muwahhidin, sesungguhnya termasuk yang paling besar kejahatannya dan paling besar kekufuran maupun dosanya diantara mereka adalah anjing-anjing mereka yang menggonggong dari kalangan ulama penyeru kesesatan, kekufuran dan para masyaikh yang rendah lagi lemah, yang loyal kepada kelompok musyrik ini dan pemerintahannya yang murtad, dengan segala bentuk loyalitas dan pertolongan, melalui majelis-majelis ulama, fatwa dan acara-acara media mereka, bahkan di akun-akun pribadi, serta forum-forum dialog mereka. Nama-nama, rumah-rumah, dan program-program tayangan mereka sudah banyak dikenal.
Ya, mereka yang mendoakan keberkahan pada penguasa tiran yang kafir, dan turut berbahagia atas kepresidenannya meskipun telah terbukti kesesatannya. Mereka yang dari seluruh penjuru dunia mendatanginya, dan mengucapkan selamat atas kemurtadan yang ia lakukan secara terang-terangan, dan kekafiran yang nyata. Mereka jadikan negaranya sebagai tempat beraktivitas serta bersenang-senang, dan tempat bernaung bagi kehinaan dan kebodohan mereka. Mereka hapus syiar-syiar hidayah dengan tangan-tangan mereka, dan memusnahkan kemuliaan yang tersisa dengan persaudaran mereka bersama kuffar. Sungguh, betapa buruk tangan-tangan dan kelompok Ikhwanul Murtaddin ini.
Mereka dekati kuffar dan menyambutnya, lantas menjelek-jelekkan dan menyesatkan Dien yang agung ini. Akibatnya, tersebarlah kesesatan dan bid’ah, serta hawa nafsu disembah, itulah seburuk-buruk sesembahan. Orang yang terpuji hampir tiada bedanya dengan yang tercela, begitu juga sebaliknya. Dan iniah musibah pun malapetaka yang besar. Mereka adalah para pendakwah dan imam yang menyeru manusia kepada kesengsaraan. Mereka lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah, sangat tamak dengan ketenaran, 'doyan' akan pujian dan jabatan, terkena fitnah kecintaan akan kehidupan dunia yang fana dan merasa takut bila kehilangan akannya. Mereka pun melampaui batas dalam berbuat kerusakan dan kesia-siaan. Mereka pendam kebenaran dan sebarkan keburukan. Masih ada banyak lagi dari mereka, namun kami tak akan menyebutkannya lebih jauh karena saking banyaknya keburukan mereka. Semoga Allah memburukkan jiwa-jiawa yang cacat ini, jenggot sewaan dan lidah yang dipenuhi kalimat kepalsuan.
Tatkala pelaut telah pergi dan kapal tunggangannya dihempas angin, katak-katak pun mengambil alihnya
Tiadakah orang yang menahan mereka, memotong hidung-hidung, pun bahkan menghentikan mereka?
Orang-orang yang lebih buruk darinya adalah Bal’am bin Baurah, dan seburuk-buruk orang Musailamah adalah ar-Rijal bin Unfuwah. Diantara para ulama jahat pada hari ini adalah mereka yang paling buruk terhadap Islam dan ummatnya, lebih buruk dari apa-apa yang kalian sangka lebih buruk sebelumnya.
Demi Allah, telah tiba waktunya untuk membelah tengkorak mereka, mencekik jiwa-jiwa mereka, dan memotong lidah-lidah mereka!
Iyadh al-Yahsibi menyebutkan dalam kitabnya “Tartib al-Madarik dan Taqrib al-Masalik” bahwa sang Alim Abu Bakar Ismail bin Ishaq bin Udzrah rahimahullah ditanya tentang para khatib Bani Ubaid, al-Fatimiyin palsu. Dikatakan padanya, “Sesungguhnya mereka adalah Ahlus Sunnah.” Maka ia berkata, “Bukankah mereka berkata, ‘Ya Allah curahkanlah keselamatan pada hamba-Mu, al-Hakim dan wariskanlah bumi ini kepadanya?’ “ Mereka menjawab, “Ya”. Ia berkata, “Apakah menurutmu jika ada seorang khatib berkhutbah ia memuji Allah dan Rasul-Nya, ia puji dengan pujian yang baik, kemudian dia berkata, ‘Abu Jahal berada di Surga’, dia menjadi kafir?” Mereka menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sungguh al-Hakim lebih kafir dari pada Abu Jahal.” Ad-Dawudi ditanya terkait permasalahan ini, maka ia berkata, “Khatib mereka yang berkhutbah dan mendoakan mereka para hari Jum’at adalah kafir harus dibunuh, tidak perlu dimintai taubat, dan istrinya haram untuk digauli, dan tidak mewarisi ataupun mendapatkan warisan, hartanya adalah harta Fai untuk kaum muslimin.” Sampai disini perkataannya.
Wahai bala tentara tauhid yang pencemburu akan Dienullah dimana saja mereka berada, dedikasikanlah diri kalian untuk membunuhi mereka yang menyakiti Allah dari kalangan ulama sesat dan para penyeru fitnah di setiap tempat. Jika salah satu dari kalian melihat mereka, jangan biarkan mereka lepas, hendaknya ia membunuh dan menyerangnya meski ia berada di dalam rumah, di tengah-tengah keluarganya. Maka mulailah menyerang mereka yang menampakkan permusuhan dan menyeru manusia untuk memerangi mujahidin, atau menuduh mereka sebagai kaum atheis atau menelantarkan agama. Hidupkan kembali sunnah pembunuhan Jahm, Ja’d, al-Hallaj dan Ma’bad dengan aksi pembunuhanmu terjadap para ulama sesat ini, yang sungguh, demi Allah apabila setan mendirikan negara, mereka akan mencarikan tentara yang terlatih dan pendukung setia padanya.
Abul Hasan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, “Akan datang suatu masa yang mana Islam hanya sekedar namanya, dan al-Qur’an hanya sekedar tulisan saja, tatkala itu masjid-masjid ramai namun hakekatnya ia telah rusak dan kosong dari petunjuk. Ulama mereka adalah makhluk terburuk di bawah kolong langit, dari dari merekalah fitnah keluar dan kepadanyalah fitnah itu kembali.” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di Syu’ab al-Iman)
Benar, fitnah ini telah dimulai dari mulut-mulut dan mimbar mereka, setelah mereka mengharamkan jihad dan menganggap para pelakunya sebagai kriminil. Mereka mulai menyeru manusia untuk masuk ke dalam kebathilan dan kekafiran dengan cara berperang di bawah panji-panji Thawaghit, demi menggembirakan para penguasanya dan menyelamatkan tahta pun jabatan mereka. Orang yang merugi adalah yang rugi dunianya dengan mengikuti bahwa nafsu dan dunia mereka, siapa yang tidak menyibukkannya dengan kebenaran maka ia akan disibukan syaitan dengan kebathilan. Barang siapa yang tidak berperang di jalan Allah pada hari ini, maka pada suatu hari ia akan dibawa oleh setan untuk berperang di jalannya.
Kepada kaum muslimin umumnya, dan Ahlus Sunnah di Irak dan Syam khususnya.
Keburukan negara Majusi, Iran telah melampaui batas. Keburukannya tersebar luas di berbagai penjuru bumi, membahayakan manusia. Mereka bantai Ahlus Sunnah di Irak dan Syam menggunakan kaki-kaki tangannya, milisi, pakar ahlis dan penasehat militernya, hingga Ahlus Sunnah terbelenggu antara berada di dalam penjara atau menjadi pengikutnya yang tunduk patuh.Tiada yang menghalangi kejahatan mereka terhadap kaum muslimin setelah Allah kecuali Daulah Islamiyah. Ya, kebenaran itu amat terang, dan kebathilan itu gelap. Bagaimana mungkin kaum yang menyimpang ini mampu menandingi Junud Khilafah? Bagaimana bisa dua orang saling berselisih pendapat terkait siapakah yang membela agama, kemuliaan dan negeri mereka? Siapakah yang menjadikan Iran dan para pengikutnya merasakan balasan paling menyakitkan?
Semoga Allah menghinakan jenggot para ulama Su, betapa besar kejahatan dan kerusakan mereka. Siapakah yang menghunuskan pedang kebenaran di hadapan negara majusi Iran dan membuat mereka merasakan kehancuran dari Baghdad, sampai Bairut, Halab, Damaskus, Khurasan dan Shan’a? Siapakah ia wahai para penyeru keburukan dan kehancuran? Siapa?! Dan inilah Iran pada hari ini menjajah negeri Ahlus Sunnah dari timur hingga barat, utara hingga selatan, mengobarlan perang terhadap hamba-hamba Allah dari kalangan muwahhidin dan mujahidin, dengan bantuan dan sokongan Salibis, pun pemerintahan khianat lagi murtad. Mereka perlihatkan kecintaannya pada mereka dan berharap hidup nyaman dengan mereka, semoga Allah, dengan kekuatan dan kuasa-Nya menyegerakan kehancuran akan tahta kekuasaan dan kerajaan mereka di tangan Mujahidin.
Bukankah telah tiba waktunya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah untuk meninggalkan kesembronoan kalian, asyik dengan para wanita, dan mitos-mitos legendaris. Mengapa kalian nampak arrogan dan berbangga diri? Apakah kalian telah menghalau agresi musuh kejam yang menyerbu negeri dan mencapai jarak satu lemparan batu dengan Mekkah dan Madinah? Atukah kalian mengira penguasa-penguasa kalian bisa melindungi dan mempertahankan kalian? Demi Allah, tidak! Sesungguhnya ini adalah prasangka yang tidak benar. Dan kalian akan mengingat apa yang aku katakan pada kalian. Sungguh musuh -semoga Allah membinasakan mereka - telah mendobrak negeri kalian, terobsesi untuk menghapus Dien kalian dan menghalalkan kehormatan kalian. Dan inilah jalan lurus yang terlihat sangat jelas, maka bersabarlah. Islam telah memanggil, maka tolonglah ia. Kehormatan berteriak merintih, maka selamatkanlah ia, dan saudara-saudara kalian dari para mujahidin meminta kalian untuk berangkat berjihad, maka jangan telantarkan mereka.
Sungguh Darul Islam ini adalah negeri kalian, dan syariat Allah adalah amanah di pundak kalian. Dan yang bertugas membela keduanya bukanlah hanya mujahidin, maka tiada udzur bagi kalian di hadapan Allah pun halnya di hadapan kaum muslimin, apabila cucu-cucu kera dan babi, dan para penyembah pohon, batu, serta manusia berhasil menguasai Darul Islam ini. Maka bersegeralah untuk bergabung dalam kafilah jihad, dan tolonglah mujahidin di jalan Allah semampu kalian, baik dengan jiwa, harta motivasi dan do‘a.
Kepada Junud Khilafah dan para Ansharnya di seluruh penjuru dunia.
Kepada para singa yang memperkeruh kehidupan murtaddin dan menghilangkan kenikmatan hidup mereka, dan menyungkurkan hidung agen-agen Intelijennya ke dalam tanah, pun merubah rasa aman mereka hanyalah sebatas mimpi.
Ketahuilah -semoga Allah menolong kalian- bahwa operasi-operasi kalian yang berbarokah akan membalikkan keadaan, dan memalingkan moncong-moncong artileri orang-orang kafir yang akan menembaki kaum muslimin. Maka seranglah mereka di rumah-rumah, pasar-pasar dan jalan-jalan serta festival-festival perayaan mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Bakarlah bumi di atas telapak kaki mereka, dan cerai beraikan barisan mereka supaya mereka sibuk dengan diri mereka sendiri, dan lipat gandakan usahakan kalian serta operasi kalian semoga Allah memberkahi kalian.
Dan tidak lupa pada kesempatan ini, aku puji para Kesatria di bidang dakwah, medis, media dan Junud Islam lainnya.
Dan aku ucapkan selamat atas kesungguhan mereka, amal ribath mereka di berbagai ranah, peperangan mereka di bidang-bidangnya tidak kalah penting dengan peperangan di medan tempur.
Ya Allah, segala puji bagimu sampai Engkau ridha, dan segala puji bagimu jika kami ridha, dan segala puji bagimu setelah Engkau ridha.
Ya Allah, hancurkanlah orang-orang kafir penjahat, yang mengahalang-halangi manusia dari jalan-Mu dan memerangi wali-wali-Mu dan mendustakan utusanmu serta menginginkan kerusakan di muka bumi.
Ya Allah, tolonglah Dien-Mu dan tinggikan kalimat-Mu, tinggikan panji-Mu.
Wahai sesembahan yang Haq, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu. Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar