Rabu, 25 April 2018

PERBINCANGAN MUSUH - DABIQ 12

DABIQ 12 - PERBINCANGAN MUSUH

DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH

Pada tanggal 25 Dzul Qa'dah-1436, Abu Firas as-Suri – mantan Juru bicara resmi Jabhah Jaulani, dan saat ini menjabat sebagai Pemimpin Jabhah Jaulani serta kepala "dewan syar'i-nya"– menerbitkan sebuah artikel yang mengekspos penyimpangan dari sekutu Jabhah Jaulani dan ini berarti penyimpangan dirinya beserta kelompoknya juga. Dalam artikelnya Dia memberi judul : "Saya pemberi peringatan yang terbuka" Meskipun ia mengkritik faksi-faksi secara umum, tetapi kritik utamanya terfokus pada "Ahrar Asy-Syam." Berikut ini adalah kutipan dari artikelnya yang panjang:

"Mereka mengelabui orang-orang dan berkata, 'Sebuah proyek untuk umat .' Kemudian mereka menafsirkan ini kapanpun mereka butuhkan sebagai sebuah proyek untuk Suriah saja, yang hanya meliputi tanah dan Revolusinya saja... permainan kata-kata ini merupakan upaya untuk mempercantik proposal dari orang-orang kafir dan murtad. Sang Samma'in (pendengar setia orang-orang kafir) melakukan hal ini agar tawaran proposal dari kuffar dapat disulap menjadi proposal yang Islami melalui diri mereka. Mereka mempercantik proposal dan menawarkannya seolah-olah proposal itu buatan mereka sendiri, padahal kenyataannya mereka bukanlah apa-apa kecuali hanya utusan dari orang murtad, atau dalam kasus terbaik, mereka adalah beo yang hanya mengulang usulan dari orang-orang munafik dan murtad yang menggunakan sifat samma'in ini sebagai bagian dari perang melawan Islam ... Proyek-proyek kufur tidak akan bisa menyusup kedalam barisan kami kecuali melalui samma'in ini, dan bukannya melalui jajaran sekularis murtad, kaum liberal ateis, atau pendukung-pendukung mereka ... "

"Saya akan menyebutkan beberapa sifat mereka di masa ini ... meskipun kejadian ini tidaklah terjadi pada setiap faksi dan mereka belum tentu memiliki semua ciri-ciri ini:
1) Mereka mempercantik dan menyebarkan prinsip-prinsip orang-orang kafir termasuk nasionalisme, hak asasi manusia, dan hak-hak minoritas.
2) Mereka menyanjung kelompok murtad dan mengklaim bahwa mujahidin menindas mereka.
3) Mereka meminta para mujahidin dan orang-orang murtad untuk berhukum kepada mereka dan seakan-akan dua pihak ini kedudukannya sama.
4) Mereka mengumumkan menerima orang-orang kafir sebagai pemimpin bagi wilayah-wilayahnya. Lalu mereka bekerja sama dengan mereka, menyambut mereka, dan mengikuti perintah mereka.
5) Mereka menjaga dan membenarkan perbatasan yang dibuat oleh tentara salib dan keturunan babi.
6) Mereka secara implisit dan eksplisit memfitnah mujahidin. Mereka bersekutu dengan setiap orang rendahan dan kelompok murtad, kemudian memberikan perlindungan kepada mereka karena takut tangan mujahidin dapat menjangkau mereka.
7) Mereka menuduh orang-orang mukmin sebagai ekstremis dan kurangnya kebaikan padanya. mereka juga berfatwa bahwa tidak boleh berjihad bersama mereka.
8) Mereka menggambarkan pengecut yang menerima kekalahan sebagai seorang moderat.
9) Mereka menyatakan loyalitas / kesetiaan mereka kepada hukum internasional.
10) Mereka bersekutu dengan musuh-musuh jihad dan mereka yang menerima bantuan keuangan dari orang-orang kafir dan agresor.
11) Mereka meminta dukungan dan bantuan dari orang-orang kafir dan murtad.
12) Mereka menutup mata terhadap kejahatan orang-orang murtad dan kafir, sedangkan mereka mencari-cari kesalahan para mujahidin.
13) Mereka membutakan mata, menutup telinga, dan mengunci mulut mereka terhadap musuh dari orang-orang kafir dan murtad, sedangkan mereka memiliki lidah yang tajam terhadap orang-orang yang beriman dan berjihad.
14) Mereka melemparkan label yang buruk kepada Mujahidin. Mereka menyebutnya sebagai wajah lain dari negara Khawarij, kelompok sesat dan penyebar teror, sedangkan deskripsi itu lebih layak untuk diri mereka sendiri atas penyimpangan dan jauhnya mereka dari kenyataan dan kebenaran.
15) Mereka menyatakan Bara'ah kepada faham salafi jihadi.
16) Mereka menggambarkan mujahidin sebagai Khawarij, ekstrimis, dan koruptor. Serta mereka mengibaskan ekornya (mengambil hati) didepan orang-orang murtad.
17) Mereka menyebut Thawaghit dengan “waliyul amr “ ('orang-orang yang diberi otoritas '). Tapi ini adalah sebuah kebohongan, kesesatan, dan kepalsuan.
18) Mereka melarang tersebarnya jihad kepada setiap Muslim dan menafsirkan Ummah itu hanya sebatas di Suriah, ditanah Suriah dan di Negara Suriah saja!
19) Jika seorang kafir atau Thaghut mati, mereka buru-buru untuk berbelasungkawa dan meneteskan air mata di atasnya. Serta mereka mendukung perangnya, padahal itu bukanlah jihad fie sabilillah.
20) Mereka menyebut mujahidin sebagai 'takfiriyin' (yang mudah mengkafirkan) hanya karena Mujahidin menyatakan takfir kepada salibis, orang-orang Yahudi, zanadiqah (orang-orang zindik), dan murtadin.
21) Mereka menyambut kerjasama dari negara kafir dan murtad.
22) Mereka mengikuti dan menyeru dengan kuat faham regionalisme (sistem perdagangan internasional), seolah-olah garis batas negara Sykes-Picot itu sesuatu yang suci lagi keramat.
23) Mereka menyeru kepada Negara yang berdasarkan keadilan, hukum, dan kebebasan, itu karena mereka malu dengan Negara yang berdasarkan Islam .
24) Mereka berusaha untuk menjamin keselamatan bagi semua sekte kufur, murtad, dan bid'ah, agar sekte ini dan kepala kekufuran (Amerika) menyetujui faksi-faksi ini.
25) Mereka mengumumkan rasa hormat dan ketundukan mereka kepada pakta (perjanjian internasional) hak asasi manusia.
26) Mereka malu dengan kata 'jihad,' lalu menggantinya dengan 'revolusi,' 'revolusioner,' dan 'aksi revolusioner.'
27) Mereka berjanji untuk tidak memiliki atau berusaha memperoleh senjata pemusnah massal, hanya untuk menenangkan Israel.
28) Mereka mengumumkan bahwa operasi mereka dibatasi di tanah Suriah saja, hanya untuk menenangkan orang-orang Yahudi.
29) Mereka meminta Amerika untuk menggunakannya sementara mereka tidak takut bahwa Allah akan mengganti mereka ... Ini adalah beberapa ciri-ciri mereka. Dan masalah ini akan menimbulkan bencana dan malapetaka yang bahkan akan terus meluas ... "

"Mereka mencoba untuk merayu para mujahidin untuk menerima ketentuan yang dirumuskan di pondok iblis. Iblis kemudian memoles dengan riasan yang sesuai dan memberikan ketentuan tersebut kepada samma'in agar mereka bisa mempromosikannya. Di antara tuntutan yang mereka buat yang sesuai dengan keinginan setan dan wakilnya adalah: ... bahwa operasi hanya dijalankan oleh orang Suriah asli saja dan para Muhajirin harus diusir. Mereka juga menolak untuk mengecam pakta (perjanjian internasional) yang mereka rilis sebelumnya, mereka melakukannya sebagai pelayanan kepada setan dan wakil-wakilnya".

"Mari kita membahas tuntutan tersebut dari beberapa sudut. Siapa sebenarnya yang meminta ketentuan ini? Apakah tuntutan ini berasal dari samma'in ataukah aparat intelijen dari rezim murtad yang berada dibalik samma'in ini, ataukah aparat ini bekerja sama dengan samma'in? "

"Dari pakta (perjanjian internasional) yang telah diumumkan sebelumnya oleh samma'in ini - perjanjian yang baru saja mereka nyatakan untuk melanjutkan komitmen mereka dan penolakan untuk tidak mengakuinya- adalah perjanjian yang diterbitkan karena instruksi dari Turki dan Qatar, yang dihasilkan dari permintaan barat. Samma'in sendiri mengakui hal ini didepan Kehadiran banyak pemimpin Mujahidin, dan saya berada di antara mereka. Ini menjadi jelas bahwa deklarasi dan tuntutan samma'in ini tidak lain hanyalah sebuah pelaksanaan tuntutan dari negara-negara murtad, yang dibelakang mereka merupakan pusat kekufuran dan freemasonry internasional. Jadi tuntutan samma'in ini tidak lain hanyalah sebuah tuntutan dari murtadin dan pelaksanaan permintaan ini juga dilakukan dalam ketaatan kepada murtadin, dan menjadikan mereka sejalan dalam barisan mereka. Dapatkah hal ini diterima oleh seseorang yang hatinya telah tersentuh oleh Iman atau yang telah mencicipi ketaatan kepada Allah?"

"Dan apakah tuntutan ini sesuai dengan syari’ah atau malah bertentangan dengannya ?
1) Tidak ada keraguan bahwa mereka menentang syari’ah dari berbagai sudut ...penyatuan barisan itu tidaklah dilihat oleh mereka kecuali melalui sudut pandang ayam. Mereka melihat Suriah seakan akan itu seperti terjadi diseluruh dunia ... Mereka kemudian menyatukan diri dengan orang-orang dari ruang “kerjasama operasi Militer” Amerika, para pengikut Amerika, tentara Iblis, dan semua orang yang mewarisi keinginan setan.
2) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui atau bahkan mengambil bagian dalam hubungannya dan penerimaan mereka instruksi dari negara-negara murtad, dan ini adalah Manaat .
3) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui pencarian bantuan mereka dari orang-orang kafir, dan ini tidak diperbolehkan menurut syari'at.
4) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui pelarangan meraka akan jihad ke tanah Suriah, yang menjadi sebuah pesan untuk membuat tenang orang-orang Yahudi. Dan Ini tidak diperbolehkan menurut Syari'ah, dan merupakan bentuk regionalisme busuk.
5) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui pengamanan mereka atas murtadin dan sekte-sekte sesat, dan ini juga merupakan sebuah Manaat.
6) Bencana yang tersisa yang ditemukan di pakta (perjanjian internasional) mereka termasuk perjuangan untuk mendirikan negara yang ber-asas-kan keadilan, kebebasan, dan hukum, dan penyimpangan lainnya, hal ini tidaklah tersembunyi dari siapa pun bahkan jika ia hanya seorang awam dalam hal syari'at."

Dia (abu firas as suri) kemudian menggambarkan mereka (samma'in) sebagai "sekutu yang keputusannya berada ditangan rezim murtad" dan mereka yang "bersekutu dengan rezim murtad dan sekutunya”. Mereka menyebut dengan terang-terangan apa yang dituntut dari mereka oleh orang-orang kafir dan murtad. Persekutuan ini dengan sifat-sifat seperti ini akan menggiring jabhah (jabhah jaulani) kearah kamp pengkhianatan. Dan jika jabhah menolak untuk mengambil bagian dalam pengkhianatan samma'in ini, maka itu tidak akan dapat mengembalikanya ke tempat semula, sehingga akan membawa akhir bagi dirinya sendiri ..."

Dia melanjutkan dengan mengatakan, "Mungkin beberapa penipu dan pemain sirkus dari jabhah berpikir bahwa kemampuan mereka sangatlah hebat dan mereka mampu untuk mengelabui samma'in dan mentolerir mereka. Tapi saya dapat mengatakan bahwa ide ini sangat mirip dengan ide Ikhwan yang ingin mengelabui Amerika, dan samma'in bukanlah pemain di depan jabhah, mereka sesungguhnya adalah pengantin di panggung pengantin yang digerakkan oleh benang yang berada ditangan Amerika, kepala poros kejahatan, yang mewakili koalisi tentara salibis-Zionis dan orang-orang yang ikuti kafilah ini dari rezim murtad, Mossad, dan semua kekuatan kufur yang telah menyatakan perang terhadap islam. Saya tahu bahwa pendapat penipu tidaklah seperti ini dan saya juga tahu bahwa mereka terus memperkIraqan yang terbaik dalam samma'in. Dengan sangat menyesal Saya katakan bahwa orang-orang ini sangat-sangat sedikit. Alhamdulillah. Mereka berada dalam khayalan yang jauh, menyimpang melalui kepalsuan dan diabadikan dalam kesesatan."

"Samma'in mengumumkan dan terus mengumumkan bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan setiap dukungan yang datang kepada mereka dari negara-negara murtad. Jadi ketika jabhah bersatu dengan mereka dalam satu tubuh, apa yang berlaku untuk mereka berlaku juga untuknya, termasuk pencarian bantuan dari orang-orang kafir dan ketundukan akan ketetapan mereka. Dan Ini bertentangan dengan ajaran-agama..."

"Secara singkatnya, samma'in adalah seperti seorang gadis yang kehilangan keperawanannya karena menjalin hubungan Haram dengan rezim murtad dibelakangnya. Dia membuat marah setiap wanita yang menjaga kehormatannya, kesuciannya, prinsipnya, dan agamanya, dan bukannya dia bertobat kepada Allah, dia malah ingin menjerat setiap wanita suci agar mereka seperti dia yang terjerumus dalam kehinaan. Allah ta’ala berfirman, “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah” (An-Nisa ': 89) ... "

"Beberapa dari mereka yang terbakar hatinya bertanya, kemana panggung jihad ini akan diarahkan dan mereka juga mengharapkan konflik militer dengan samma'in ini ... saya katakan, ya, kondisi ini berbahaya. kondisi di arena juga berbahaya ... Adapun masalah dari konflik dengan samma'in, maka saya memohon kepada Allah agar tidak mencapai taraf itu, dan kami bersiap untuk menerima samma'in yang ingin kembali kepada kebenaran. Akan tetapi, hal ini sangatlah sulit…"

"Apa perbedaan antara kelompok samma'in dengan harakah Hazm serta Jamal Ma'ruf? Perlu diingat bahwa mereka memberikan perlindungan kepada harakah Hazm dan ma'ruf setelah kami terlibat konflik dengan mereka. Apa perbedaan antara kelompok dari samma'in dengan Zinki dan Zahran 'Allush? Perlu diingat bahwa samma'in terhubung dengan 'Allush melalui koalisi dan juga berusaha untuk membentuk koalisi dengan Zinki! mereka Semua mengumpulkan uang dari luar negri. mereka semua mengikuti agenda dan arahan dari luar. Dan ketika samma'in bersekutu dengan orang-orang seperti ini, maka hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan diantara mereka. Dan ketika samma'in mencela tindakan jabhah terhadap Jamal Ma'ruf dan Hazm, ini berarti mereka berada di kamp yang lain. Dan ketika mereka mengambil senjata dari kelompok jamal ma'ruf, mereka mengklaim bahwa ada bay'ah rahasia dari grup jamal Ma'ruf kepada mereka, yang membuat mereka melindunginya dari jabhah, ini berarti mereka berada di barisan yang lain. "

"Hazm, Jamal Ma'ruf, samma'in, Zinki, dan orang-orang seperti mereka itu terhubung kepada agenda asing. Mereka semua menerima bantuan dari pemerintah murtad dan kufur. Samma'in memberi perlerlindungan kepada Ma'ruf dan Hazm dari kami. mereka Semua menjalankan apa yang telah didiktekan kepada mereka. Tapi majikan mereka semua belumlah meminta dari samma'in apa yang telah dimintanya kepada Hazm dan ma'ruf. Permisalan mereka adalah seperti ulama Thaghut ... Apa yang dituntut dari Thaghut di Suriah dan Thaghut dari Mesir dari mufti mereka, tidaklah berbeda dengan apa yang dituntut oleh Thaghut Saudi pada awalnya. Dan disinilah para ulama Saudi tampil dengan dandanan yang mudah diterima. Tapi ketika Thaghut Saudi menuntut dari ulama mereka dengan tuntutan yang sama dengan Thawaghit lainnya, mereka memberikan segala sesuatu apa yang diperlukan oleh mereka ... tentu saja, mereka melakukannya dengan cara yang lebih berbahaya. Inilah perbedaan yang tepat diantara samma'in dan antara Hazm serta ma'ruf. Semua pergerakan mereka hanya untuk mengumpulkan uang - sepanjang sejarah, hari ini dan abad ini – untuk menuruti kemauan majikan mereka dan menjalankan perintah dan tututan mereka. Mereka akan tetap menjadi budak bagi orang-orang yang membayar mereka."

Dia kemudian menutup artikelnya dengan sajak di mana ia mendedikasikannya kepada faksi yang berperan sebagai "duta besar dari orang-orang Yahudi dan tentara salib yang merayu kesucian dan kemurnian rakyat. Duta besar ini menggerakkan misi kufur kepada kami seraya menampakkan kecintaan untuk tanah Syam... Mereka hanyalah utusan dari musuh dan pasukan dari aparat murtad."

Artikel ini kemudian ditanggapi secara tertulis oleh "Ideolog" Shahawat, Abu Qatadah al-Filistini dan Shahawat pembohong Abu 'Abdillah Asy-Syami (pemimpin teratas Jabhah Jaulani), keduanya mengkritik Abu Firas atas kritik terbuka kepada "Ahrar Asy-Syam." Kemudian Abu Firas menanggapinya dengan menulis Artikel berjudul "orang-orang yang merugi." Di dalamnya ia berkata, "Siapa saja yang membaca respon dari saudara saya Abu 'Abdillah Asy-Syami akan mendapat kesan bahwa Abu 'Abdillah hanya membaca artikel saya ini secara online dan tidak mengetahui isinya sebelum publikasinya! Padahal kenyataaanya adalah bahwa saya telah menunjukkan artikel ini kepada sadaraku Abu 'Abdillah Asy-Syami dua bulan sebelum aku mempublikasikannya. Dan dia memuji tulisanku ini... Jadi kenapa dia menyetujui dan memuji artikelku itu yang kemudian hanya untuk dikecamnya? Apakah pernyataan kecamannya itu sebuah pendapat yang independen yang ia capai setelahnya, atau adakah tekanan pada saudara kita Abu 'Abdillah Asy-Syami ? Apakah ia ditekan dengan sangat hebat? Hanya Allah yang maha mengetahuinya. "

Abu Firas kemudian mengkritik Abu 'Abdillah Asy-Syami atas ketidak peduliaannya pada pernyataan terang-terangan dari penyimpangan yang dilakukan oleh Abu 'abdil-Malik "asy-syar'i, " Abu Yazan Asy-Syami, Abu Ayman al-Hamwi, Abu Sariyah Asy-Syami (semuanya adalah mantan pemimpin "Ahrar Asy-Syam yang telah mati"), dan Abu Jabir asy-Syaikh (mantan pemimpin "Ahrar Asy-Syam"), termasuk pengingkaran mereka akan jihad internasional, kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan dan bahkan berperang bersama negara-negara kafir dan rezim murtad, perlindungan mereka kepada sekte sesat, panggilan mereka kepada Negara keadilan, hukum, dan kebebasan, keinginan mereka untuk mendukung negara murtad dalam perang lain, dukungan mereka terhadap intervensi Turki di Syam, dan keinginan mereka untuk bersatu dengan agen kekufuran dan musuh-musuh Islam. Dan setelah mengutipnya, dia berkata, "pendapat saya pada samma'in ini didasarkan pada fakta-fakta. Dan sebelumnya saya telah menyeleksi Anda dari fakta-fakta ini. Kata-kata saya tidaklah berdasarkan pada persangkaan belaka."

Tentu saja, pembatalan pendirian dari Abu 'Abdillah Asy-Syami ini bukanlah hal yang baru, sebagaimana sebelumnya dia melabeli "Ahrar asy-Syam" sebagai "Hamas masa depan" (mengacu pada metodologi sesat dari Hamas dan pemerintahan mereka yang menggunakan hukum buatan manusia). Dan meskipun Abu 'Abdillah mengkritik Abu Firas, ia sendiri telah membuat pernyataan yang mirip meskipun kurang eksplisit tentang faksi Suriah dalam tanggapannya untuk at-Tartusi dan wawancaranya dengan "Al-Manarah al-Bayda '." Pemimpin-Nya -Jaulani- telah menyebut "Ahrar Asy-Syam" sebagai "yang Shahawat masa depan" dan mengkritik faksi ini karena menerima bantuan dari tentara salib dan Thawaghit karena tidak ada satupun bantuan tanpa syarat, sebagaimana ia sendiri telah menyatakannya dalam interview dengan Al Jazeera.

Apa yang kita lihat di depan kita ini adalah tanda-tanda utama dari runtuhnya dari Jabhah Jaulani. Dimana Pemimpin puncaknya telah mempublikasikan dan mencela penyimpangan ekstrim dari sekutu terdekat mereka, saling mengkritik satu sama lain, dan saling menuduh sebagai pembohong, tidak mematuhi perintah, dan tidak menghormati atau mematuhi syura. Mereka memuji Shahawat lainnya, dan takut mereka mungkin akan berubah seperti mereka, setelah melayani mereka dalam pengkhianatan mereka terhadap Daulah Islam. Mereka meng-ekspos kenyataan Shahawat lainnya, yaitu bahwa mereka adalah agen dari tentara salib dan Thawaghit, hal ini menunjukkan bahwa Jabhah Jaulani mengetahui ini semua setelah melewati hubungan yang dekat bersama mereka dan dalam pertemuan tertutup dengan para pemimpin Shahawat. Tapi karena para pengklaim jihad ini berfaham 'Irja', maka berbagai bentuk kemurtadan yang sekutu mereka telah jatuh ke dalamnya tidaklah pantas untuk di takfir atau diperangi menurut mereka! hingga mereka bekerja sama dengan sekutu murtad ini dalam memerangi Daulah Islam, dan menenggelamkan diri mereka sendiri di kedalaman kemurtadan.

Semoga Allah terus mengekspos kemurtadan Shahawat, termasuk Jabhah Jaulani, hingga tidak ada lagi keraguan walau sebesar biji sawi tentang mereka di hati kaum Muslimin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar