Rabu, 25 April 2018

PERBINCANGAN MUSUH - DABIQ 7

DABIQ 7 – PERBINCANGAN MUSUH

DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH

Bulan ini, Patrick Cockburn – seorang jurnalis kafir dan warga Inggris, anggota koalisi salibis melawan Daulah Islam – menulis sebuah artikel berjudul “Krisis Tawanan ISIS: Kelompok Militan Berdiri Kuat karena Musuh-Musuhnya yang Sangat Banyak Gagal Menemukan Rencana Bersama untuk Mengalahkannya.” Dalam artikel ini, penulis membandingkan kesuksesan-kesuksesan Daulah Islam dengan kegagalan menyeluruh salibis dalam perang mereka melawan Khilafah. Walaupun artikel tersebut membesar-besarkan “kemampuan” dan “keunggulan” yang disematkan kepada murtaddin dari pasukan Shafawi, PKK, dan Peshmerga, penulis membuat sejumlah poin bijaksana. Dia mengatakan seperti ini :

“ISIS bertahan dari upaya-upaya untuk mengalahkannya dan memegang jumlah wilayah yang hampir sama di Iraq dan Suriah –wilayah yang lebih luas dari Inggris Raya– sebagaimana pada akhir serangan kilat mereka tahun lalu. Musuh-musuh mereka sangat banyak, tetapi terpecah belah dan tanpa rencana bersama. Baik tentara Iraq maupun Suriah, musuh militer utama mereka, tidak cukup kuat untuk menyerbu negara jihadi tersebut.”

“Selama ISIS masih ada, mereka mempertahankan kemampuan untuk mendominasi agenda politik dan media berhari-hari pada satu waktu dengan ancaman eksekusi tawanan di depan umum. Kejadian-kejadian kelabu tersebut, sebagaimana kita lihat pada tawanan Jepang dan Jordania, dibuat dengan tujuan mendapat publikasi maksimum dan menyebarkan teror umum.”

“ISIS mengalami kemunduran, namun juga mendapat kesuksesan-kesuksesan. Minggu ini, pasukannya akhirnya terusir dari kota Kaum Kurdi Suriah “Kobane” setelah pengepungan berlangsung selama 134 hari, di mana mereka menderita kerugian yang banyak dari 606 serangan udara Amerika. Tetapi di tempat lain di Suriah, ISIS mengalami kemajuan terhadap kota Homs juga mendapat kekuataan di Damaskus selatan dan al-Qalamun, dekat Lebanon timur. Oleh suatu kesaksian, ISIS telah memenangkan kontrol terhadap wilayah tersebut sejak September lalu di mana satu juta penduduk Suriah hidup, ditambah wilayah yang telah mereka kuasai sebelumnya.”

“Di Iraq, pasukan pemerintah telah mengalami kemajuan di provinsi-provinsi sekitar Baghdad, tetapi awal minggu ini peluru-peluru berhasil mengenai sebuah pesawat dan melukai penumpang-penumpangnya di Bandara Internasional Baghdad, memaksa maskapai besar untuk menghentikan penerbangan ke sana. Hal ini mengisolasi ibukota Iraq dan, walaupun bandara tidak sepenuhnya tutup, ISIS mungkin dapat merebutnya kapan pun.”

Dia kemudian mengatakan:

"Menurut Pusat Internasional untuk Studi Radikalisasi dan Kekerasan Politik, jumlah pejuang asing yang bergabung dengan ISIS di Iraq dan Suriah meningkat dari 15.000 pada Oktober lalu menjadi 20.000 sekarang. Seperlima darinya datang dari Eropa Barat. ISIS juga menerapkan wajib militer kepada pejuang di wilayah yang mereka kontrol.”

“ISIS terjepit secara militer dan ekonomi, tetapi tidak ada tanda-tanda ia akan hancur. Bahkan kekalahannya di Kobane tidak menunjukkan kelemahannya, karena ISIS telah menguasainya berbulan-bulan walaupun berperang dengan Kurdi Suriah, yang didukung bombardir udara intensif oleh Amerika dalam tempat yang terbatas. Analis Barat termotivasi dengan terbunuhnya sejumlah komandan berpengalaman ISIS tahun lalu, tetapi ideologi mereka dibangun di atas martir, dan angka kematian yang tinggi di antara para pemimpinnya menunjukkan mereka berperang di garis depan. Presiden Obama berkata upaya utama Amerika adalah di Iraq namun jika tidak mampu membangun kembali tentara Iraq maka hampir tidak mungkin untuk mengalahkan ISIS di sana. Dan selama ISIS telah ada, akan terus ada penawanan dan eksekusi terhadap tokoh-tokoh penting."

Dewan Redaksi The Washington Post juga mengomentari “kemenangan” koalisi, mereka berkata:

“Kemenangan kecil di Suriah tidak layak untuk dirayakan karena Islamic State semakin kuat. Pejabat Amerika merayakan kemenangan kecil dalam peperangan melawan Islamic State di Suriah – tampaknya kesuksesan mempertahankan kota Kurdi Kobane, di perbatasan dengan Turki. Dalam pengepungan sejak Oktober, Kobane memiliki nilai strategis kecil tetapi tampaknya menjadi uji coba apakah Amerika dan sekutunya mampu menghentikan ekspansi Daulah Islam … Dengan bantuan pasukan darat Kurdi, para ekstrimis berhasil dipukul mundur. Tetapi mungkin fakta paling penting dari Kobane adalah ia menghabiskan 75 persen dari hampir 1000 serangan udara yang dilakukan pesawat-pesawat sekutu di Suriah sejak September … Di wilayah lainnya di Suriah yang di bawah kontrolnya, termasuk ibu kotanya Raqqah, Islamic State … tumbuh semakin kuat bukannya semakin lemah.”

Atau perkataan salibis Eric Shawn dari Fox News:

“Presiden berjanji ISIS akan dihancurkan. Sebaliknya, mereka malah semakin menyebar … Kekuatan koalisi akhirnya memukul mundur ISIS di perbatasan kunci mereka di kota Kobane … Dilaporkan hal tersebut menghabiskan 75 persen dari semua serangan udara yang dilancarkan di sana sejauh ini. Dan walaupun secercah harapan tersebut, Islamic State bersumpah untuk mengambil alih kembali kota tersebut ketika pasukannya mendapat kesuksesan di tempat lain … Wilayah Islamic State telah tumbuh dalam lima bulan terakhir … walaupun (ditengah) semua serangan udara koalisi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar