Rabu, 25 April 2018

WAWANCARA BERSAMA UMMU BASHIR AL-MUHAJIRAH

DABIQ 7 - MUSLIMAH

KEPADA SAUDARI KAMI :
WAWANCARA SINGKAT BERSAMA UMMU BASHIR AL-MUHAJIRAH

Karena kesetiaannya kepada Khilafah, mujahid Abu Bashir al-Ifriqi (Amedy Coulibaly rahimahullah) mengatur keberangkatan istrinya Ummu Bashir al-Muhajirah ke negeri Khilafah sebelum kesyahidannya pada operasi yang diberkahi di Paris. Setelah dia tiba dengan selamat, Dabiq mendapat kesempatan untuk menyampaikan kepadanya beberapa pertanyaan dan dia menjawab dengan jawaban yang bermanfaat. Semoga Allah menjaga semua istri para syuhada' dan mujahidin dan menjaga mereka tetap teguh di atas kebenaran sampai mereka bertemu Rabb mereka 'azza wa jalla.

DABIQ: Bagaimana perjalanan hijrahmu? Dan bagaimana perasaanmu saat ini di bumi Khilafah?

UMM BASHIR: Segala puji hanya bagi Allah yang memudahkan jalan bagiku. Aku tidak menemukan kesulitan apapun. Hidup di tanah yang mana hukum Allah 'azza wa jalla diterapkan adalah sesuatu yang luar biasa. Aku merasa lebih nyaman sekarang karena aku telah melaksanakan kewajiban ini. Segala puji hanya bagi Allah. Aku memohon Allah agar menjagaku tetap tegar.

DABIQ: Bagaimana reaksi suamimu ketika Khilafah dideklarasikan?

UMM BASHIR: Dia sangat gembira. Dia segera percaya kepada Khalifah dan Khilafah dengan memberi bai'at. Dan segala puji hanya bagi Allah. Kita memohon kepada Allah agar mencurahkan rahmat atasnya, menerimanya, dan menjadikannya di antara orang-orang yang dekat dengan-Nya. Hatinya terbakar untuk menemui saudara-saudaranya di bumi Khilafah dan memerangi musuh-musuh Allah. Matanya selalu berkaca-kaca setiap kali dia menonton video dari Daulah Islam. Dia selalu berkata, “Jangan memperlihatkannya kepadaku,” karena ketika dia menontonnya, hal tersebut akan membuatnya ingin segeranya segera berangkat hijrah dan akan bertentangan dengan keinginannya untuk melancarkan operasi di Prancis.

DABIQ: Apakah engkau memiliki pesan kepada kaum Muslim secara umum dan saudari-saudari Muslimah secara khusus?

UMM BASIR: Ingatlah (firman Allah), "Suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan)." (An-Nahl: 111).

Saudara-saudariku, aku mengajakmu untuk prihatin dengan kondisi Ummat di dunia serta untuk bersikap sesuai dengannya berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah. Allah ta'ala memberikan engkau akal untuk berpikir dan kecerdasan untuk memilih. Mengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan berpikir bahwa engkau tidak dapat memahami Al Qur'an dan As Sunnah dan meyakini bahwa engkau butuh pemahaman dari imam ini atau ulama itu?

Benar, secara umum kita membutuhkan orang-orang yang berilmu, tetapi, alhamdulillah, Allah telah memudahkan (hamba-Nya untuk memahami) Al Qur'an dan As Sunnah. "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya." (Al-Kahfi: 1).

Pelajarilah sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kisah para shahabat. Amatilah apa tujuan hidup mereka. Tujuan hidup mereka adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana yang Dia kehendaki untuk diibadahi bukan sebagaimana yang dikehendaki nafsu kita.

Aku melihat di antara kalian orang-orang yang memiliki antusiasme (tekad / azzam yang) tinggi. Jangan kehilangan sifat tersebut karena mengikuti individu tertentu. Mohonlah kepada Allah dengan ikhlas untuk memberimu petunjuk. Berjuanglah untuk melawan batinmu sehingga engkau bisa berhasil.

Ya Allah, tampakkanlah kebenaran sebagai kebenaran bagi kami dan bimbinglah kami untuk mengikutinya. Dan tampakkkanlah kesesatan sebagai kesesatan bagi kami dan bimbinglah kamu untuk menjauhinya.

Saudara-saudariku, jadilah tempat dukungan dan keamanan bagi suami, saudara, ayah, dan anak-anakmu. Jadilah pemberi nasihat bagi mereka. Mereka harus merasa nyaman dan damai bersamamu. Jangan membuat segala sesuatu menjadi sulit bagi mereka. Mudahkanlah segala urusan untuk mereka. Jadilah kuat dan berani. Penting bagimu untuk menjadikan semua amalmu ikhlas untuk wajah Allah dan berharap akan pahala dari-Nya.

Ketahuilah bahwa para shahabat radhiyallahu 'anhum tidak menyebarkan Islam di negeri yang sangat luas kecuali dengan istri-istri yang baik di belakang mereka. Jangan membuang waktu dan energimu dengan main-main, kesia-siaan, dan apa yang bukan urusanmu.

Pelajarilah agamamu! Pelajarilah agamamu! Bacalah Al Qur'an, bercerminlah dengannya dan amalkanlah. Pupuklah kecintaanmu kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Penting bagimu untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada dirimu sendiri, suamimu, anak-anakmu, dan orang tuamu.

Ikutilah teladan Asiyah –istri Fir'aun– yang meninggalkan dunia karena Allah dan akhirat walaupun dia adalah seorang ratu dan memiliki harta kekayaan dunia. Dia disiksa dan dibunuh karena pilihannya, tetapi Allah menjaganya tetap teguh dan meninggikannya (derajatnya) melebihi banyak wanita.

Dan segala puji bagi Allah, Yang Maha Pengampun dan Maha Murah Hati. Ikutilah teladan dari Maryam 'alaihis salam dalam kesucian, kesederhanaan, dan ketaatannya kepada Allah, dan kejujurannya, yang merupakan salah satu sifat terbesarnya, sehingga Allah memilihnya dan meninggikannya (derajatnya) di atas banyak wanita.

Dan segala puji hanya bagi Allah, Yang Maha Agung. Ada banyak wanita-wanita mulia sepanjang sejarah, oleh karena itu ikutilah teladan mereka. Bersabarlah. Kesabaran adalah kebaikan yang sangat besar.

Semoga Allah, Yang Maha Pengasih, menganugerahimu dengan kesabaran. Kehidupan seorang mukmin penuh dengan cobaan dan kesulitan. Maka bersabarlah sembari mengharap pahala dari Allah. Hidup ini pendek (singkat / sebentar), walaupun ia terkadang –selama waktu-waktu sulit– tampak panjang.

Demi Allah, apa yang telah menunggu kita lebih baik dan lebih kekal, insyaa' Allah. Kita memohon kepada Allah pertolongan dan keberhasilan. Dan tidak ada daya dan upaya melainkan milik Allah.

"Maha Suci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam." (Ash-Shaffat: 180-182)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar