RUMIYAH 11 - ARTIKEL
SADARI HARGA DIRIMU, WAHAI MUSUH BANGSA-BANGSA KAFIR
Wahai Mujahid penyabar dan pengharap pahala, kata-kata ini ditulis untukmu agar engkau mengetahui harga dan nilaimu di sisi musuh Allah dan musuhmu. Sungguh seluruh golongan dari berbagai ras dan bangsa, baik Arab maupun non-Arab, telah berkumpul memerangimu.
Maka kenalilah dirimu wahai “gunung yang menjulang”, dan siapakah dirimu hingga kapal-kapal perang Salibis berlabuh di berbagai lautan, pesawat-pesawat tempur orang-orang kafir menutupi langitmu, dan kumpulan orang-orang keji menyerangmu.
Siapakah engkau wahai orang yang mulia karena agama dan tauhidnya, sampai-sampai semua pasukan itu mengerumuni dan mengepungmu dalam kemuliaan kekuasaan-Nya, negeri berhukum syariat Allah, negeri yang mati-matian mempertahankannya.
Sungguh engkau tinggi dengan kemuliaan Allah, dengan kekuatan dan syariat-Nya yang agung. Dan semua itu tidaklah menyenangkan kaum kafir karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri dikarenakan tauhid yang engkau genggam.
Seandainya engkau menguasai bumi namun Daulahmu tidak berhukum dengan syariat Allah, niscaya mereka takkan merisaukanmu. Akan tetapi tauhidmulah yang membuat mereka jengkel, Allah berfirman, “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah: 109)
Dengan motivasi kedengkian penuh kebencian inilah mereka berusaha memerangimu. Mereka memerangimu dikarenakan agamamu yang engkau bawa di dalam hati dan ragamu, Allah berfirman,“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah: 217)
Sekiranya engkau memiliki senjata pemusnah massal, namun engkau tidak memiliki agama yang agung ini, pastilah mereka akan membiarkanmu seperti mereka telah membiarkan negara-negara yang memiliki atau berusaha untuk memiliki senjata pemusnah massal. Akan tetapi mereka mengerti bahwa agamamu yang meluas melalui dahsyatnya peperanganmu melawan para thaghut dan tentara mereka adalah senjata terhebat ketimbang semua senjata yang mereka miliki. Maka mereka sekali-kali tidak akan pernah meninggalkanmu sedetikpun dan mereka tiada henti-hentinya akan memerangi dan memusuhimu. Maka yang ada hanyalah kekuasaan mereka di muka bumi dan fitnah kesyirikan yang mereka berusaha sebarkan, atau kekuasaan Allah dan hegemoni agama-Nya di muka bumi.
Maka jujurlah kepada Allah di dalam jihadmu wahai musuh bangsa-bangsa kafir. Takutlah kepada-Nya dan jangan takut kepada seorang pun selain-Nya, sehingga rasa frustrasi orang-orang kafir disebabkan agamamu adalah suatu keniscayaan, dan tidak mungkin tidak. Allah berfirman, “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.” (Al- Maa`idah: 3)
Wahai Muwahid yang terasing, apa pun kedudukanmu, engkau adalah target (kaum kafir). Sama saja dirimu seorang tentara, amir, miskin ataupun kaya, karena alasan penargetanmu adalah agamamu yang mana orang-orang kafir mengetahui bahwa sesungguhnya engkau mengimani seluruhnya, dan tidaklah engkau beriman kepada sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya, agar engkau bisa bertemu (bersatu) dengan mereka di persimpangan jalan.
Demikian itu pula keadaanmu wahai perempuan bertauhid yang sabar. Dikarenakan engkau adalah wanita yang menjaga diri dan banyak melahirkan keturunan mujahidin dan membimbing anak-anakmu di atas tauhid dan jihad melawan orang-orang kafir, maka bertambahlah kejengkelan mereka terhadap agama dan kesucianmu. Maka tidaklah mengherankan jika dirimu juga menjadi target orang-orang kafir itu.
Maka kita berada dalam benturan panjang bersama kaum kafir, sedangkan keberuntungan dan kemenangan sudah tentu hanya milik orang-orang bertakwa. Sungguh Allah telah berfirman, “Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-A’raaf: 128)
Allah juga berfirman, “Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.” (Ash-Shaffat: 173)
Maka engkau mendominasi di dunia melalui kemenangan dan hegemoni atas kaum kuffar, atau engkau menang dengan terbunuh di Jalan Allah, dengannya engkau memperoleh kenikmatan yang kekal disisi Rabb yang Mahamulia, sedangkan musuh-musuhmu selalu dalam kerugian.
Motivasi kemarahan menjadikan mereka menghabiskan seluruh energi mereka untuk menghalangi dari jalan Allah dengan menggelontorkan harta, dengan peperangan, atau dengan hal-hal duniawi lainnya yang fana dan perhiasan-perhiasannya yang pasti lenyap.
Wahai engkau orang yang mulia nan agung di era peperangan-peperangan dahsyat, teruslah berjalan dan janganlah menoleh ke belakang. Karena engkau tidaklah tercipta untuk sesuatu yang fana (dunia), akan tetapi engkau tercipta agar engkau menyembah Allah semata dan engkau akan mendapatkan jannah dan ‘taman-taman yang indah’.
Maka realisasikanlah makna penghambaan kepada Allah dengan menerapkan syariat-Nya dan mengkafirkan seluruh sistem, agama, dan perkumpulan thaghut internasional. Lantangkanlah suaramu dengan segenap kemuliaan dan kebanggaan terhadap agama Allah yang telah ditetapkan untuk menghegemoni seluruh agama (kekafiran). Oleh sebab itulah, engkau menjadi target tunggal mereka dan sasaran utama mereka.
Dengan demikian, apakah engkau mengetahui kedudukanmu di sisi musuh-musuhmu? Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian seandainya engkau melalaikan kewajibanmu ketika engkau menyia-nyiakan waktumu, sementara orang-orang kafir memanfaatkan waktunya untuk memerangimu?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau melalaikan hak dirimu saat engkau telantarkan senjata ketakwaan sedangkan bangsa-bangsa kafir mengembangkan persenjataannya setiap hari agar dapat membunuhmu?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau meninggalkan zikir dan doa yang dapat melindungimu dari tipu-daya setan dari golongan manusia maupun jin, sedangkan mereka mempekerjakan para mata-mata, orang-orang munafik, para penyihir, dan para setan untuk memantaumu?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau menggunakan sebagian besar waktumu untuk dunia yang semestinya engkau meninggalkannya untuk pemiliknya dan engkau berjalan menuju Rabbmu dengan mengharap satu dari dua kebaikan?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian karena kelalaian dan dosamu seandainya engkau memecah-belah barisan mujahidin dan mencerai-beraikan hati mereka, lalu engkau tidak mendengar dan taat kepada amirmu dalam perkara yang ma'ruf dan engkau tidak taat kepada Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Karena sesungguhnya barangsiapa yang taat kepada amir, maka sungguh dia telah taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.
Perhatikanlah bangsa-bangsa kafir itu, sungguh mereka menaati sesembahan mereka, yaitu Amerika, kemudian memanahmu dari satu busur, dan mereka bersatu-padu untuk hal itu.
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau tidak berusaha membekali diri dengan ilmu yang dapat mengantarkanmu kepada Allah azza wa jalla dan dapat menyelamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka?
Dan pahamilah hakikat kerugian itu, karena sesungguhnya kerugian bukanlah hilangnya negeri yang luas, kendaraan mewah, harta, ataupun isteri, atau hilangnya kesempatan menikahi wanita cantik jelita. Akan tetapi kerugian sejatinya adalah apa yang Allah firmankan, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Az-Zumar: 15)
Ketahuilah wahai muwahhid, seandainya fitnah-fitnah kaum kuffar dan pengepungan mereka membuatmu semakin sesak, dan engkau belum menyadari keadaanmu di sisi musuh-musuh millah dan agama, engkau juga tidak mau memikul tanggung jawab, maka sesungguhnya engkau berada di jurang kehancuran dan memuluskan realisasi target utama mereka yaitu menghancurkan agama dan pengesaanmu terhadap Allah Rabb Semesta Alam. Maka memohon pertolonganlah kepada Allah dan janganlah melemah, berbekallah dengan ketakwaan yang merupakan senjata tiada akhir, dan pedangmu yang takkan bisa tumpul.
Maka jagalah selalu zikir-zikir pagi dan petang yang menjadi benteng bagi dirimu berlindung dari para musuh. Maka barangsiapa yang berlindung kepada penjagaan dan kekuatan Allah, maka tidak akan ada yang dapat mengalahkannya.
Dan manfaatkanlah waktumu untuk segala hal yang dapat membuat jengkel dan menghabisi orang-orang kafir, segala sesuatu yang dapat melemahkan mereka dan mengendorkan mental mereka, serta menimpakan kehancuran kepada mereka.
Dan jangan lupa untuk memperbarui iman dan tauhidmu, serta senantiasa memerangi para thaghut dan balatentara mereka. Dan jadikanlah hal ini sebagai karaktermu di dalam diri dan keluargamu, saling mengingat dan belajarlah bersama para saudaramu, saling berwasiatlah bersama mereka dengan kebenaran dan kesabaran untuk mengarungi jalan hingga sampai di peristirahatan dalam persatuan abadi dan kenikmatan yang tidak akan hilang. Tempat cambuk seorang mujahid di surga lebih baik daripada dunia dan segalanya. Maka terlebih lagi dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Dan ketahuilah bahwasannya engkau sedang menghadapi berbagai fitnah dan cobaan yang tidaklah dapat bertahan darinya selain orang yang kuat keimanannya, teguh keyakinan dan kesabarannya, serta elok tawakkalnya. Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata tentang jihad, “Di dalamnya (jihad) terdapat puncak ketawakkalan dan puncak kesabaran, karena sesungguhnya mujahid adalah manusia yang paling membutuhkan kesabaran dan ketawakkalan, karena itulah Allah berfirman, ‘Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal,’ (An- Nahl: 41-42). Dan Dia juga berfirman, ‘Musa berkata kepada kaumnya, ‘Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.’” (Al-A’raf: 128) (Majmu’ Al- Fatawa)
Dan ingatlah wahai musuh bangsa-bangsa kafir, sebuah tujuan agung dari keberangkatanmu. Tidaklah engkau berangkat kecuali untuk mewujudkan penghambaan kepada Allah, dan menyelamatkan manusia dari penghambaan kepada para thaghut, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah ta'ala.
Maka jika engkau terbunuh maka itu adalah kematian yang mulia dan kedudukan yang tinggi. Dan tempatmu di surga yang telah Allah sediakan untukmu tidak lain karena sesungguhnya engkau memusuhi bangsa-bangsa kafir dan engkau mengingkari thaghut-thaghut mereka, engkau beriman kepada Allah sebagai Rabb dan Ilah, engkau menegakkan syariat-Nya meskipun mereka membencinya. Engkau datang dengan jihad dan mencari kesyahidan, maka ini adalah bukti nyata atas jujurnya pengakuanmu terhadap tauhidullah (pengesaan Allah), serta kufur kepada tandingan-tandingan bathil bagi Allah. Hal paling berharga yang diberikan seorang hamba kepada Rabbnya adalah jiwa dan hartanya.
Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tingkatan ikhlas tertinggi adalah menyerahkan jiwa dan harta kepada sesuatu yang disembahnya, sebagaimana Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh.’ (At-Taubah: 111), Dan Jannah adalah nama negeri yang diliputi segala kenikmatan, dan kenikmatan tertinggi adalah melihat Allah hingga selainnya dari apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata dari hal-hal yang terkadang kita ketahui dan terkadang tidak kita ketahui, seperti difirmankan Allah b yang diriwayatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: ‘Aku sediakan untuk hamba-hambaKu yang shalih apa yang mata tidak pernah melihat, telinga tidak pernah mendengar dan tidak pernah terbetik di hati manusia.’” (Majmu’ Al-Fatawa)
SADARI HARGA DIRIMU, WAHAI MUSUH BANGSA-BANGSA KAFIR
Wahai Mujahid penyabar dan pengharap pahala, kata-kata ini ditulis untukmu agar engkau mengetahui harga dan nilaimu di sisi musuh Allah dan musuhmu. Sungguh seluruh golongan dari berbagai ras dan bangsa, baik Arab maupun non-Arab, telah berkumpul memerangimu.
Maka kenalilah dirimu wahai “gunung yang menjulang”, dan siapakah dirimu hingga kapal-kapal perang Salibis berlabuh di berbagai lautan, pesawat-pesawat tempur orang-orang kafir menutupi langitmu, dan kumpulan orang-orang keji menyerangmu.
Siapakah engkau wahai orang yang mulia karena agama dan tauhidnya, sampai-sampai semua pasukan itu mengerumuni dan mengepungmu dalam kemuliaan kekuasaan-Nya, negeri berhukum syariat Allah, negeri yang mati-matian mempertahankannya.
Sungguh engkau tinggi dengan kemuliaan Allah, dengan kekuatan dan syariat-Nya yang agung. Dan semua itu tidaklah menyenangkan kaum kafir karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri dikarenakan tauhid yang engkau genggam.
Seandainya engkau menguasai bumi namun Daulahmu tidak berhukum dengan syariat Allah, niscaya mereka takkan merisaukanmu. Akan tetapi tauhidmulah yang membuat mereka jengkel, Allah berfirman, “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah: 109)
Dengan motivasi kedengkian penuh kebencian inilah mereka berusaha memerangimu. Mereka memerangimu dikarenakan agamamu yang engkau bawa di dalam hati dan ragamu, Allah berfirman,“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah: 217)
Sekiranya engkau memiliki senjata pemusnah massal, namun engkau tidak memiliki agama yang agung ini, pastilah mereka akan membiarkanmu seperti mereka telah membiarkan negara-negara yang memiliki atau berusaha untuk memiliki senjata pemusnah massal. Akan tetapi mereka mengerti bahwa agamamu yang meluas melalui dahsyatnya peperanganmu melawan para thaghut dan tentara mereka adalah senjata terhebat ketimbang semua senjata yang mereka miliki. Maka mereka sekali-kali tidak akan pernah meninggalkanmu sedetikpun dan mereka tiada henti-hentinya akan memerangi dan memusuhimu. Maka yang ada hanyalah kekuasaan mereka di muka bumi dan fitnah kesyirikan yang mereka berusaha sebarkan, atau kekuasaan Allah dan hegemoni agama-Nya di muka bumi.
Maka jujurlah kepada Allah di dalam jihadmu wahai musuh bangsa-bangsa kafir. Takutlah kepada-Nya dan jangan takut kepada seorang pun selain-Nya, sehingga rasa frustrasi orang-orang kafir disebabkan agamamu adalah suatu keniscayaan, dan tidak mungkin tidak. Allah berfirman, “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.” (Al- Maa`idah: 3)
Wahai Muwahid yang terasing, apa pun kedudukanmu, engkau adalah target (kaum kafir). Sama saja dirimu seorang tentara, amir, miskin ataupun kaya, karena alasan penargetanmu adalah agamamu yang mana orang-orang kafir mengetahui bahwa sesungguhnya engkau mengimani seluruhnya, dan tidaklah engkau beriman kepada sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya, agar engkau bisa bertemu (bersatu) dengan mereka di persimpangan jalan.
Demikian itu pula keadaanmu wahai perempuan bertauhid yang sabar. Dikarenakan engkau adalah wanita yang menjaga diri dan banyak melahirkan keturunan mujahidin dan membimbing anak-anakmu di atas tauhid dan jihad melawan orang-orang kafir, maka bertambahlah kejengkelan mereka terhadap agama dan kesucianmu. Maka tidaklah mengherankan jika dirimu juga menjadi target orang-orang kafir itu.
Maka kita berada dalam benturan panjang bersama kaum kafir, sedangkan keberuntungan dan kemenangan sudah tentu hanya milik orang-orang bertakwa. Sungguh Allah telah berfirman, “Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-A’raaf: 128)
Allah juga berfirman, “Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.” (Ash-Shaffat: 173)
Maka engkau mendominasi di dunia melalui kemenangan dan hegemoni atas kaum kuffar, atau engkau menang dengan terbunuh di Jalan Allah, dengannya engkau memperoleh kenikmatan yang kekal disisi Rabb yang Mahamulia, sedangkan musuh-musuhmu selalu dalam kerugian.
Motivasi kemarahan menjadikan mereka menghabiskan seluruh energi mereka untuk menghalangi dari jalan Allah dengan menggelontorkan harta, dengan peperangan, atau dengan hal-hal duniawi lainnya yang fana dan perhiasan-perhiasannya yang pasti lenyap.
Wahai engkau orang yang mulia nan agung di era peperangan-peperangan dahsyat, teruslah berjalan dan janganlah menoleh ke belakang. Karena engkau tidaklah tercipta untuk sesuatu yang fana (dunia), akan tetapi engkau tercipta agar engkau menyembah Allah semata dan engkau akan mendapatkan jannah dan ‘taman-taman yang indah’.
Maka realisasikanlah makna penghambaan kepada Allah dengan menerapkan syariat-Nya dan mengkafirkan seluruh sistem, agama, dan perkumpulan thaghut internasional. Lantangkanlah suaramu dengan segenap kemuliaan dan kebanggaan terhadap agama Allah yang telah ditetapkan untuk menghegemoni seluruh agama (kekafiran). Oleh sebab itulah, engkau menjadi target tunggal mereka dan sasaran utama mereka.
Dengan demikian, apakah engkau mengetahui kedudukanmu di sisi musuh-musuhmu? Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian seandainya engkau melalaikan kewajibanmu ketika engkau menyia-nyiakan waktumu, sementara orang-orang kafir memanfaatkan waktunya untuk memerangimu?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau melalaikan hak dirimu saat engkau telantarkan senjata ketakwaan sedangkan bangsa-bangsa kafir mengembangkan persenjataannya setiap hari agar dapat membunuhmu?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau meninggalkan zikir dan doa yang dapat melindungimu dari tipu-daya setan dari golongan manusia maupun jin, sedangkan mereka mempekerjakan para mata-mata, orang-orang munafik, para penyihir, dan para setan untuk memantaumu?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau menggunakan sebagian besar waktumu untuk dunia yang semestinya engkau meninggalkannya untuk pemiliknya dan engkau berjalan menuju Rabbmu dengan mengharap satu dari dua kebaikan?
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian karena kelalaian dan dosamu seandainya engkau memecah-belah barisan mujahidin dan mencerai-beraikan hati mereka, lalu engkau tidak mendengar dan taat kepada amirmu dalam perkara yang ma'ruf dan engkau tidak taat kepada Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Karena sesungguhnya barangsiapa yang taat kepada amir, maka sungguh dia telah taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.
Perhatikanlah bangsa-bangsa kafir itu, sungguh mereka menaati sesembahan mereka, yaitu Amerika, kemudian memanahmu dari satu busur, dan mereka bersatu-padu untuk hal itu.
Apakah engkau mengetahui besarnya kerugian ketika engkau tidak berusaha membekali diri dengan ilmu yang dapat mengantarkanmu kepada Allah azza wa jalla dan dapat menyelamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka?
Dan pahamilah hakikat kerugian itu, karena sesungguhnya kerugian bukanlah hilangnya negeri yang luas, kendaraan mewah, harta, ataupun isteri, atau hilangnya kesempatan menikahi wanita cantik jelita. Akan tetapi kerugian sejatinya adalah apa yang Allah firmankan, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Az-Zumar: 15)
Ketahuilah wahai muwahhid, seandainya fitnah-fitnah kaum kuffar dan pengepungan mereka membuatmu semakin sesak, dan engkau belum menyadari keadaanmu di sisi musuh-musuh millah dan agama, engkau juga tidak mau memikul tanggung jawab, maka sesungguhnya engkau berada di jurang kehancuran dan memuluskan realisasi target utama mereka yaitu menghancurkan agama dan pengesaanmu terhadap Allah Rabb Semesta Alam. Maka memohon pertolonganlah kepada Allah dan janganlah melemah, berbekallah dengan ketakwaan yang merupakan senjata tiada akhir, dan pedangmu yang takkan bisa tumpul.
Maka jagalah selalu zikir-zikir pagi dan petang yang menjadi benteng bagi dirimu berlindung dari para musuh. Maka barangsiapa yang berlindung kepada penjagaan dan kekuatan Allah, maka tidak akan ada yang dapat mengalahkannya.
Dan manfaatkanlah waktumu untuk segala hal yang dapat membuat jengkel dan menghabisi orang-orang kafir, segala sesuatu yang dapat melemahkan mereka dan mengendorkan mental mereka, serta menimpakan kehancuran kepada mereka.
Dan jangan lupa untuk memperbarui iman dan tauhidmu, serta senantiasa memerangi para thaghut dan balatentara mereka. Dan jadikanlah hal ini sebagai karaktermu di dalam diri dan keluargamu, saling mengingat dan belajarlah bersama para saudaramu, saling berwasiatlah bersama mereka dengan kebenaran dan kesabaran untuk mengarungi jalan hingga sampai di peristirahatan dalam persatuan abadi dan kenikmatan yang tidak akan hilang. Tempat cambuk seorang mujahid di surga lebih baik daripada dunia dan segalanya. Maka terlebih lagi dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Dan ketahuilah bahwasannya engkau sedang menghadapi berbagai fitnah dan cobaan yang tidaklah dapat bertahan darinya selain orang yang kuat keimanannya, teguh keyakinan dan kesabarannya, serta elok tawakkalnya. Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata tentang jihad, “Di dalamnya (jihad) terdapat puncak ketawakkalan dan puncak kesabaran, karena sesungguhnya mujahid adalah manusia yang paling membutuhkan kesabaran dan ketawakkalan, karena itulah Allah berfirman, ‘Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal,’ (An- Nahl: 41-42). Dan Dia juga berfirman, ‘Musa berkata kepada kaumnya, ‘Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.’” (Al-A’raf: 128) (Majmu’ Al- Fatawa)
Dan ingatlah wahai musuh bangsa-bangsa kafir, sebuah tujuan agung dari keberangkatanmu. Tidaklah engkau berangkat kecuali untuk mewujudkan penghambaan kepada Allah, dan menyelamatkan manusia dari penghambaan kepada para thaghut, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah ta'ala.
Maka jika engkau terbunuh maka itu adalah kematian yang mulia dan kedudukan yang tinggi. Dan tempatmu di surga yang telah Allah sediakan untukmu tidak lain karena sesungguhnya engkau memusuhi bangsa-bangsa kafir dan engkau mengingkari thaghut-thaghut mereka, engkau beriman kepada Allah sebagai Rabb dan Ilah, engkau menegakkan syariat-Nya meskipun mereka membencinya. Engkau datang dengan jihad dan mencari kesyahidan, maka ini adalah bukti nyata atas jujurnya pengakuanmu terhadap tauhidullah (pengesaan Allah), serta kufur kepada tandingan-tandingan bathil bagi Allah. Hal paling berharga yang diberikan seorang hamba kepada Rabbnya adalah jiwa dan hartanya.
Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tingkatan ikhlas tertinggi adalah menyerahkan jiwa dan harta kepada sesuatu yang disembahnya, sebagaimana Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh.’ (At-Taubah: 111), Dan Jannah adalah nama negeri yang diliputi segala kenikmatan, dan kenikmatan tertinggi adalah melihat Allah hingga selainnya dari apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata dari hal-hal yang terkadang kita ketahui dan terkadang tidak kita ketahui, seperti difirmankan Allah b yang diriwayatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: ‘Aku sediakan untuk hamba-hambaKu yang shalih apa yang mata tidak pernah melihat, telinga tidak pernah mendengar dan tidak pernah terbetik di hati manusia.’” (Majmu’ Al-Fatawa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar