Rabu, 25 April 2018

SEKUTU Al-QA’IDAH DI YAMAN

DABIQ 12 - ARTIKEL

SEKUTU Al-QA’IDAH DI YAMAN

Sebagaimana demam shohawat telah menyebar melalui jajaran Al-Qa’idah dari Syam ke cabang lainnya, maka menjadi penting untuk mempelajari hubungan antara cabang-cabang lainnya ini dengan pihak murtad regional, hubungan ini merupakan tambahan selain dari pendorong krusial yang berupa Irja’ dan hizbiyah dari kepemimpinan Al-Qa’idah dalam mengkonversi cabang Al-Qa’idah dari pihak yang memerangi Amerika pemimpin perang salib menjadi shohawat garis keras.

Di Khurosan, Al-Qa’idah bersama dengan faksi Taliban telah mengumumkan untuk mengadopsi nasionalisme dan perlawanan terhadap wala’ dan baro’, lalu berbohong kepada umat dengan menghubungkan deklarasi menyimpang mereka kepada mendiang Mulla ‘Umar, dan tanpa malu-malu mereka memamerkan persaudaraan dengan Thawaghit murtad dan Rafidhah. Di India, mereka adalah sekutu faksi nasionalis Kashmir yang penyerangan atau penarikan mudurnya hanya atas perintah tentara murtad Pakistan. Di Afrika Utara, sekutu mereka adalah faksi Libya yang mengambil bagian dalam agama demokrasi atas nama “Islam.”

Dan di Yaman, salah satu sekutu utama Al-Qa’idah -setelah ‘Abd Robbuh batalion, yang meng-”Islah” anggota parlemen, dan “Salafiyah” pro Saudi dari Dammaj dan Ma’rib- adalah “Dewan Domestik Hadhrami.” Menurut kata pengantar yang ditemukan didalam situs resmi dewan, “Dewan domestik Hadhrami di kota al-Mukalla -ibukota Hadhramaut- telah dibentuk dan kemudian diumumkan pada Senin, 13 April 2015, dan menjadi otoritas resmi untuk mengelola semua urusan di ibukota Hadhramaut al-Mukalla setelah merima penyerahan kontrol atasnya oleh mereka yang telah menaklukannya -Ansar Asy-syari’ah / ‘The Sons of Hadramawt’ / “Putra Hadhramaut”- pada 2 pada April 2015. Dewan Domestik Hadhrami dibentuk oleh orang-orang terbaik dan jujur dari Hadhramaut yang terdiri atas ulama, tokoh terkemuka, tetua suku, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, insinyur, profesional media, dan petugas di angkatan militer dan keamanan. Mereka memikul tanggung jawab sejarah pada saat krusial seperti ini demi Hadhramaut. Dan Mereka tidak akan meninggalkannya kepada orang yang tak jelas, demi masa depan Hadhramaut. Mereka menjaganya agar tidak menjadi target pasukan asing, atau kekurangan akan otoritas dan keamanan, pencurian, penghancuran, dan kekacauan. Ini adalah bagian dari tujuan terpenting atas pembentukan Dewan Domestik Hadhrami, mereka juga memikul tanggung jawab administrasi urusan kota dengan bantuan warga dalam pelayanan keamanan dan stabilitas serta mengamankan pemberian layanan yang diperlukan termasuk air, persediaan makanan, listrik, perawatan medis, pengelolaan sampah, pendidikan, dan layanan lainnya. Dewan juga memiliki harapan tinggi agar warganya berkontribusi untuk mencapai tujuan-tujuan mulia dan normalisasi kehidupan publik, setiap orang berkontribusi di wilayah kerja dan spesialisasinya, dan bahwa mereka akan menyatukan barisan mereka demi Hadhramaut karena itu adalah kewajiban putra putra tanah air untuk mengatur urusan mereka dan tidak akan menunggu orang lain untuk melakukannya”.

Catatan Editor: “The Sons of Hadhramaut” adalah nama baru yang digunakan oleh Al-Qa’idah Cabang Yaman sebagaimana mereka menyingkirkan mantan namanya “Anshar Asy-Syari’ah. “

Catatan Editor: Penyerahan terkoordinasi dari al-Mukalla oleh Al-Qa’idah untuk dewan ini telah disebutkan dalam Dabiq, edisi 10, halaman 67-68.

Klarifikasi ini menjelaskan bahwa al-Mukalla dijalankan oleh Dewan Domestik Hadhrami, kemudian dalam dewan ini ada murtadin yang nyata didalam jajarannya (perwira dari tentara dan pasukan keamanan), dan bahwa Al-Qa’idah menyerahkan kekuasaan kepada dewan setelah mereka menguasai dan menduduki kota.

Dalam jumpa pers pertama yang dibuat oleh dewan ini pada tanggal “13 April 2015, dan “hanya sembilan hari setelah al-Mukalla dikuasai oleh al-Qa’idah, mereka berkata, “Wahai putra-putra dari Hadhramaut, dibawah cahaya yang menyakitkan dan inilah yang menjadi wajah umum negara, termasuk di provinsi Hadhramaut, terutama di ibukotanya al-Mukalla, Dewan Ulama Ahlus Sunnah, para tetua suku, dan tokoh-tokoh senior dan terkemuka telah mengambil inisiatif untuk memperbaiki wilayah dan melindungi mereka agar tidak tergelincir ke dalam konflik berdarah. Sebuah pertemuan telah diadakan dan membentuk Dewan Domestik Hadhrami untuk menjadi otoritas resmi dalam mengelola semua urusan di ibukota provinsi dengan berkoordinasi dan berada di bawah pengawasan dari Gubernur Provinsi Hadhramaut, Dr. ‘Adil Muhammad Bahamid. Dan dengan keberhasilan yang diberikan oleh Alloh, Dewan telah mencapai kesepakatan dengan Anshar Asy-Syari’ah / putra-putra Hadhramaut yang terdiri dari:

Pertama, mereka harus menyerahkan semua fasilitas umum dan administrasi mereka kepada Dewan Domestik Hadhrami. Dan menjadikan Dewan domestik memiliki hak untuk menunjuk siapapun sebagai kepalanya.

Kedua, Dewan Domestik bertanggung jawab atas pengelolaan keamanan publik dan pangkalannya. Ketiga, apapun yang dibutuhkan demi memfasilitasi pekerjaan Dewan dan pelayanan pengelolaannya akan disediakan oleh putra putra Hadhramaut, sebagaimana yang telah disepakati oleh kedua belah pihak ...

Dewan menyerukan ... semua direktur perkantoran dan semua badan sipil dan keamanan untuk melanjutkan pekerjaan mereka di bawah pengawasan dewan ... Dewan juga memuji upaya Operasi Badai gurun di bawah pimpinan Kerajaan Arab Saudi dan Dewan kerjasama teluk untuk mencegah agresi Hutsi dan sekutu mereka.”

Dalam jumpa pers pertama ini, mereka dengan terang-terangan memamerkan pelanjutan hubungan mereka dengan Rezim Thaghut dari ‘Abd Rabbuh, mereka memanggil murtadin dari badan keamanan untuk melakukan pekerjaan mereka, dan mereka juga menyanjung Thawaghit murtad dari Semenanjung Arab, hanya sembilan hari setelah Al-Qa’idah menguasai al-Mukalla!

Dalam jumpa pers pada “23 Mei 2015,” mereka memuji Thaghut Ahmad Bahaj, “Gubernur” dari provinsi Syabwah dibawah rezim murtad Abd Rabbuh, setelah ia terbunuh ketika melawan murtadin Rafidhah.

Dalam jumpa pers pada “16 Juni 2015,” mereka berkata, “Pada kesempatan ini, di awal kedatangan bulan Ramadhan, pimpinan dan anggota Dewan Domestik Hadhrami ... Mengirimkan salam khusus dan terima kasih yang besar kepada yang mulia penjaga tanah Haramain dan semua pemimpin Negara-negara Teluk.”

Dalam jumpa pers pada “4 September 2015,” mereka berkata, “Kami tidak akan melewatkan kesempatan dalam deklarasi ini untuk menawarkan belasungkawa kepada saudara-saudara kita yang berada dalam koalisi negara-negara Arab sehubungan dengan jatuhnya korban dari serangan khianat yang menyebabkan kematian enam puluh orang tentara Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain. Kami memohon kepada Allah untuk menerima mereka sebagai syuhada’ karena mereka telah membela bangsa mereka ... Kami sampaikan kepada mereka belasungkawa dari penduduk Hadhramaut kepada keluarga Syuhada’ dan berdoa agar mereka yang terluka segera pulih dengan cepat.”

Pada “15 Juni 2015,” mereka merilis sebuah artikel sebagai respon atas oposisi mereka. Dalam artikel tersebut mereka berkata, “Bagaimana mungkin dapat diyakini bahwa Dewan Domestik dijalankan oleh al- Qa’idah sedangkan Dewan mengakui legitimasi ‘Abd Rabbuh ketika Al-Qa’idah menganggap dia sebagai Thaghut?”

Pada website mereka, mereka secara teratur melaporkan hubungan mereka dengan pejabat dari rezim Abd Rabbuh termasuk dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, Bank sentral, dan Departemen Pertahanan, sebagaimana pemerintahan provinsi lainnya.

Pada “24 April 2015” Mereka juga melaporkan pengiriman delegasi resmi mereka ke “Saudi” Arabia untuk bertemu dengan para pejabat Saudi dan kedua perdana menterinya serta wakil presiden ‘rezim Abd Rabbuh dalam upaya untuk memperkuat hubungan antara dewan, rezim Saudi dan Yaman.

Dalam sebuah pengumuman yang dirilis pada “21 April 2015,” Dewan mengatakan, “Sejak ... runtuhnya semua lembaga negara, militer, dan keamanan, dan kontrol dari mereka yang menyebut dirinya ‘The Sons of Hadhramaut’ (Anshar Asy-Syari’ah) atas urusan ibukota provinsi, dan setelah komunikasi berkelanjutan dengan gubernur provinsi Hadhramaut ... ulama, tetua suku, dan kaum bangshallallahu ‘alaihi wasallaman telah menempatkan segala daya upaya hingga mereka mencapai kesimpulan bahwa bahaya dari ‘The Sons of Hadhramaut’ atas kontrol mereka yang tersisa di kantor politik pemerintah dan bangunan lainnya merupakan sesuatu yang dapat menyebabkan interferensi / campurtangan dari militer regional dan internasional yang akan menyebabkan bencana bagi penduduk dan wilayah ini. Dan dari upaya ini menghasilkan kesepakatan yang memerintahkan serah terima atas seluruh fasilitas pemerintah dan Pusat keamanan publik kepada dewan domestik Hadhrami yang dibentuk oleh para ulama dan tetua suku ...”

Mereka melanjutkan dengan mengatakan, “Saudara kita, gubernur provinsi Hadhramaut, telah merestui perjanjian ini; dan pada mulanya dia juga setuju untuk menjadi kepala dewan. Dia kemudian mengusulkan untuk menjadi koordinator dan pengawas atas dewan. Setelah Beberapa hari, angkatan bersenjata Brigade 27 menjaga bandara ad-Dabbah, sedangkan semua Angkatan Udara Brigade 190 menarik diri. tidaklah benar bahwa Dewan Domestik Hadhrami menerima kamp-kamp ini dan menyerahkannya kepada ‘The Sons of Hadramawt.”

Sebaliknya, ‘ the Sons of Hadhramaut’ menyerbu mereka terlebih dahulu. Dan karena peristiwa ini, pertemuan darurat diadakan oleh Dewan Domestik pada 29/6/1436H atau bertepatan dengan 18 April 2015. Yang menghasilkan resolusi sebagai berikut:”

“Resolusi Pertama: Negosiasi antara Dewan Domestik dan ‘The Sons of Hadhramaut ‘ akan terus berlanjut. Perebutan kontrol atas fasilitas umum dan pertanggung jawaban dalam mengelola urusan ibukota provinsi tidak akan lengkap sampai ‘The Sons of Hadhramaut’ mematuhi kondisi berikut. Mereka harus:
A) Menyerahkan semua fasilitas pemerintah kepada dewan Domestik Secara bertahap.
B) Menyerahkan pelabuhan, bandara, dan kamp militer kepada Dewan Domestik.
C) Menyerahkan kendaraan, senjata, dan amunisi yang memadai (sesuai dengan tuntutan dewan komite keamanan) untuk memungkinkan pencapaian tugas dewan dalam menjaga keamanan publik dan pos militer.
D) Mengembalikan setidaknya dua miliar riyal, uang yang diambil dari Bank Sentral kepada Dewan Domestik sebagai anggaran untuk mengelola urusan provinsi.
E) Tidak melakukan penangkapan atau penggerebekan rumah setelah dewan Domestik mengambil otoritas kecuali jika terbukti bahwa ia bekerja untuk melawan keamanan provinsi. “

“Resolusi kedua: Komunikasi dengan Presiden dan Wakil Presiden Republik, Perdana Menteri, dan Gubernur provinsi akan berlanjut hingga deklarasi di rilis di mana mereka mengumumkan dukungan mereka terhadap Dewan domestik sehingga mencapai keamanan, stabilitas, dan normalisasi urusan di Hadhramaut ... “

“Hasil negosiasi dengan ‘The Sons of Hadhramaut’ adalah sebagai berikut:’ The Sons of Hadhramaut’ setuju untuk menyerahkan fasilitas umum dan administrasinya kapanpun Dewan Domestik memintanya. ‘The Sons of Hadhramaut’ setuju untuk menyerahkan pelabuhan, bandara, dan kamp-kamp militer, kecuali Brigade 27, kepada Dewan Domestik ... ‘The Sons of Hadhramaut’ setuju untuk memberikan Dewan Domestik kendaraan, senjata, kendaraan darurat, dan kendaraan polisi dengan jumlah yang cukup, untuk memfasilitasi pekerjaan dari Komite keamanan dari dewan... ‘The Sons of Hadhramaut’ sepakat untuk menghentikan penangkapan atau penggerebekan rumah setelah Dewan Domestik mengambil otoritas kota kecuali jika terbukti bahwa ia bekerja untuk melawan keamanan provinsi Hadhramaut. “

Dan menjadi terang benderang setelah berbagai jumpa pers dan deklarasi yang diumumkan bahwa dewan merupakan sebuah proyek yang misinya adalah untuk membangun kembali ‘rezim Abd Rabbuh di Hadhramaut dengan mengambil keuntungan dari sikap Irja’, dan kebodohan Al-Qa’idah cabang Yaman. Setelah mengusir Thaghut yang berkuasa, Al-Qa’idah menolak untuk mengambil kendali wilayah dan menegakkan sendiri syari’at Allah tapi mereka malah menyerahkannya kepada sekumpulan orang yang terdiri dari Ikhwan, pendukung Saudi, penyembah kuburan, serta mantan pejabat parlemen, militer, dan keamanan! Sementara itu, sebagaimana hubungan mereka dengan gerakan perlawanan nasionalis tumbuh, permusuhan mereka terhadap Daulah Islam juga meningkat drastis. Mereka tidak mampu memahami takfir serta tidak mampu memerangi Houthi Rafidi dan pasukan rezim murtad secara bersamaan. Dan jika permasalahan terus berlanjut sebagaimana di Syam, maka musuh bersama Qa’idah Yaman dan gerakan perlawanan nasionalis akan menjadi khilafah. Semoga Allah membimbing prajurit di jajaran Al-Qa’idah untuk keluar dari barisannya dan bergabung kedalam barisan al-jama’ah sebelum mereka mengikuti jejak murtadin Jabhah Jaulani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar