DABIQ 12 - PENDAHULUAN
SERANGAN KSATRIA KHILAFAH DI RUSIA DAN PERANCIS
“Mereka merasa yakin benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut (teror) ke dalam hati mereka; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!” (Al-Hasyr: 2)
Tentara salib baik yang di Timur dan di Barat berpikir bahwa diri mereka aman di dalam jet mereka lalu dengan pengecut membombardir kaum muslimin rakyat Khilafah.
“Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau dibalik tembok.” (Al-Hasyr: 14).
Akan tetapi Allah telah memutuskan bahwa hukuman itu akan menimpa para tentara salib dari arah yang tidak mereka duga. Maka begitulah, serangan penuh berkah terhadap Rusia dan Prancis berhasil dieksekusi meskipun intelijen internasional berperang melawan Daulah Islam. Kedua negara salib ini tidak diragukan lagi sedang menghancurkan rumah mereka dengan tangan mereka sendiri melalui permusuhan mereka terhadap Islam, Muslim, dan tubuh kaum muslimin; Khilafah.
Pada “30 September 2015,” setelah bertahun-tahun mendukung Thaghut Nushairi dalam perang melawan kaum Muslimin Syam, Rusia memutuskan untuk berpartisipasi secara langsung masuk ke dalam perang dengan angkatan udaranya. Itu adalah keputusan gegabah arogansi Rusia, seolah-olah ini menyatakan bahwa perang terhadap kaum muslimin Qauqaz (Kaukasus) belum cukup sebagai kejahatan. Dan setelah berhasil menemukan cara untuk mengganggu keamanan di Bandara Internasional Mimpi buruk di prancis baru saja di mulai Sharm el-Sheikh dan diputuskan untuk menjatuhkan pesawat milik negara yang bergabung dengan koalisi Barat pimpinan Amerika terhadap Daulah Islam, target pun berubah menjadi Pesawat Rusia. Sebuah bom lalu diselundupkan ke dalam pesawat, menyebabkan kematian 219 orang Rusia dan 5 tentara salib lainnya, hanya satu bulan setelah keputusan dipikirkan Rusia.
Setahun sebelumnya, pada “19 September 2014,” Prancis dengan congkak mulai mengeksekusi serangan udara terhadap Khilafah. Sebagaimana Rusia, dia dibutakan oleh rasa kesombongan, berpikir bahwa jarak geografis dari negeri Khilafah akan melindungi mereka dari keadilan para mujahidin. Mereka juga tidak mengambil pelajaran bahwa penghina Rasul tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa pembalasan. Maka, Daulah Islam segera mengirim para ksatria pemberani untuk mengobarkan perang di tanah air para para salibis jahat, meninggalkan Paris dan penduduknya “terkejut dan tercengang.” Delapan kesatria membuat Paris jatuh berlutut, setelah bertahun-tahun Perancis penuh kesombongan melawan Islam. status darurat nasional dinyatakan sebagai hasil dari tindakan delapan orang bersenjata yang hanya bersenjatakan senapan serbu dan sabuk peledak.
Dan balas dendam ini merupakan balasan atas mereka yang merasa aman duduk di kokpit jet mereka..
Amirul Mukminin Abu Bakr al-Husaini al-Baghdadi hafizhahullah mengatakan, “Demi Allah, kami akan membalas dendam! Demi Allah, kami akan membalas dendam! Walau mungkin dalam waktu yang lama, kami pasti akan membalas dendam, dan setiap jumlah kejahatan terhadap umat akan dibalas terhadap banyak orang lebih dari pelaku. “dDan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim, mereka membela diri” (Asy-Syura: 39). Segera, dengan izin Allah, hari itu akan datang di mana kaum Muslimin akan berjalan di setiap tempat sebagai tuan, yang memiliki izzah, yang dihormati, dengan kepala terangkat tinggi, dan harga dirinya terjaga. Siapapun yang berani menyinggung perasaannya akan dihukum, dan setiap tangan yang menjamahnya akan dipotong. Maka biarkan dunia tahu bahwa kita hidup pada hari ini di era baru. Siapa pun yang lalai sekarang harus waspada. Siapa pun tertidur sekarang harus terbangun. Siapa pun yang kaget dan tercengang sekarang harus memahami, umat Islam sekarang memiliki suara yang lantang, pendapat yang bergemuruh, pijakan kaki yang keras. Mereka memiliki pernyataan yang akan menyebabkan dunia akan mendengar dan memahami makna terorisme, dan sepatu yang akan menginjakinjak berhala nasionalisme, menghancurkan berhala demokrasi, dan menyibak kejahatan aslinya.” (Pesan Kepada Mujahidin dan Umat Muslim di Bulan Ramadhan).
Ya, demi Allah, Khilafah akan membalas dendam atas detiap kejahatan terhadap dien ini dan umatnya, baik cepat atau lambat. Biarkan orang-orang sombong itu tahu bahwa langit dan bumi ini adalah milik Allah.
“Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertaqwa”.” (Al-A’raf: 128).
Maka kapankah tentara salib akan mengakhiri permusuhan mereka kepada Islam dan kaum muslimin? Kapankah mereka akan menyadari bahwa khilafah telah ada di sini? Kapan mereka akan sadar bahwa solusi dari kekacauan mengenaskan yang menimpa mereka adalah tepat sebelum mata mereka dibutakan? Dan untuk menuju saat itu, hanya akan ada teror demi teror yang akan terus menyerang ulu hati mereka yang telah dikunci mati.
Pada kesempatan ini, kami tidak akan lupa untuk memuji para martir ksatria “Tunggal” dari Khilafah yang menyerang orang-orag kafir dan musuh murtad di dekat mereka. Orang-orang pemberani yang tidak puas hanya dengan mendengar berita tentang jihad, bahkan mereka menjauhkan diri dari sifat orang-orang yang “ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja” (Al-Ahzab: 20). Mereka tidak menjadikan hambatan yang diterapkan oleh orang-orang kafir di jalan hijrah sebagai alasan untuk meninggalkan jihad melawan musuh. Mereka tidak menggunakan usia yang lebih muda atau kurangnya pelatihan sebagai alasan untuk hanya menjadi pengamat. Mereka mengorbankan jiwa mereka dalam amal shalih demi mengejar keridhaan Allah. Kami menganggap mereka seperti itu, dan Allah adalah hakim mereka.
Di antara para ksatria tauhid dan jihad yang pemberani ini adalah pemuda berusia lima belas tahun bernama Farhad Khalil Mohammad Jabar, yang pada “2 Oktober 2015” memukul tentara salib dari Australia dan kemudian membunuh oleh salah satu personil mereka. Setelah itu Faisal Mohammad membawa panji dan belatinya untuk menusuk tentara salib Amerika pada “4 November 2015,” dan menumpahkan darah kotor mereka di tanah air mereka sendiri yag tidak aman. Sebelumnya, pada “10 Oktober 2015,” pemuda enam belas tahun; Ishaq Qasim Badran meraih pisau dan menusuk warga negara Yahudi terkutuk, mengisi atmosfer dengan teriakan mereka. Setelah Ishaq, Muhannad Khalil al-‘Aqabi membawa senjatanya ke stasiun kereta dengan tingkat keamanan tinggi pada “18 Oktober 2015” dan membunuh seorang prajurit dari “unit elit” tentara Yahudi, menyebabkan tentara pengecut lainnya mundur. Dan pada “9 November 2015,” Anwar Abu Zaid - setelah bertaubat dari mantan pekerjaannya - menyerang tentara salib Amerika dan sekutu murtad mereka, menewaskan dua tentara salib Amerika, dua orang murtad Yordania, dan satu tentara salib Afrika Selatan.
Ini semua adalah amal perbuatan dari orang-orang dalam rangka membangkitkan kembali khilafah. Mereka tidak akan membiarkan musuh-musuh mereka menikmati istirahat hingga darah musuh itu tertumpah untuk membalas dendam demi dien dan umat.
Maka biarkanlah setiap muwahhid yang dihalangi untuk berhijrah memurnikan dirinya dari cabang kemunafikan paling rendah yang menahannya dari melakukan jihad di tempatnya. Biarkan dia merekam keinginannya, memperbaharui bai’atnya, membawa bendera khilafah, dan menyerang tentara salib dan sekutu pagan dan murtadnya di mana pun mereka dapat ditemui, apa lagi jika dia sendirian. Dan dia akan mengingat bahwa “Siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia cukup baginya” (Ath-Thalaq: 3).
Dan biarkan tentara salib itu tahu, bahwa Daulah Islam akan tetap ada “Baqiyah” bagaimanapun persenjataan militer mereka.
“Katakanlah (hai Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu”.” (At-Taubah: 52).
SERANGAN KSATRIA KHILAFAH DI RUSIA DAN PERANCIS
“Mereka merasa yakin benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut (teror) ke dalam hati mereka; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!” (Al-Hasyr: 2)
Tentara salib baik yang di Timur dan di Barat berpikir bahwa diri mereka aman di dalam jet mereka lalu dengan pengecut membombardir kaum muslimin rakyat Khilafah.
“Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau dibalik tembok.” (Al-Hasyr: 14).
Akan tetapi Allah telah memutuskan bahwa hukuman itu akan menimpa para tentara salib dari arah yang tidak mereka duga. Maka begitulah, serangan penuh berkah terhadap Rusia dan Prancis berhasil dieksekusi meskipun intelijen internasional berperang melawan Daulah Islam. Kedua negara salib ini tidak diragukan lagi sedang menghancurkan rumah mereka dengan tangan mereka sendiri melalui permusuhan mereka terhadap Islam, Muslim, dan tubuh kaum muslimin; Khilafah.
Pada “30 September 2015,” setelah bertahun-tahun mendukung Thaghut Nushairi dalam perang melawan kaum Muslimin Syam, Rusia memutuskan untuk berpartisipasi secara langsung masuk ke dalam perang dengan angkatan udaranya. Itu adalah keputusan gegabah arogansi Rusia, seolah-olah ini menyatakan bahwa perang terhadap kaum muslimin Qauqaz (Kaukasus) belum cukup sebagai kejahatan. Dan setelah berhasil menemukan cara untuk mengganggu keamanan di Bandara Internasional Mimpi buruk di prancis baru saja di mulai Sharm el-Sheikh dan diputuskan untuk menjatuhkan pesawat milik negara yang bergabung dengan koalisi Barat pimpinan Amerika terhadap Daulah Islam, target pun berubah menjadi Pesawat Rusia. Sebuah bom lalu diselundupkan ke dalam pesawat, menyebabkan kematian 219 orang Rusia dan 5 tentara salib lainnya, hanya satu bulan setelah keputusan dipikirkan Rusia.
Setahun sebelumnya, pada “19 September 2014,” Prancis dengan congkak mulai mengeksekusi serangan udara terhadap Khilafah. Sebagaimana Rusia, dia dibutakan oleh rasa kesombongan, berpikir bahwa jarak geografis dari negeri Khilafah akan melindungi mereka dari keadilan para mujahidin. Mereka juga tidak mengambil pelajaran bahwa penghina Rasul tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa pembalasan. Maka, Daulah Islam segera mengirim para ksatria pemberani untuk mengobarkan perang di tanah air para para salibis jahat, meninggalkan Paris dan penduduknya “terkejut dan tercengang.” Delapan kesatria membuat Paris jatuh berlutut, setelah bertahun-tahun Perancis penuh kesombongan melawan Islam. status darurat nasional dinyatakan sebagai hasil dari tindakan delapan orang bersenjata yang hanya bersenjatakan senapan serbu dan sabuk peledak.
Dan balas dendam ini merupakan balasan atas mereka yang merasa aman duduk di kokpit jet mereka..
Amirul Mukminin Abu Bakr al-Husaini al-Baghdadi hafizhahullah mengatakan, “Demi Allah, kami akan membalas dendam! Demi Allah, kami akan membalas dendam! Walau mungkin dalam waktu yang lama, kami pasti akan membalas dendam, dan setiap jumlah kejahatan terhadap umat akan dibalas terhadap banyak orang lebih dari pelaku. “dDan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim, mereka membela diri” (Asy-Syura: 39). Segera, dengan izin Allah, hari itu akan datang di mana kaum Muslimin akan berjalan di setiap tempat sebagai tuan, yang memiliki izzah, yang dihormati, dengan kepala terangkat tinggi, dan harga dirinya terjaga. Siapapun yang berani menyinggung perasaannya akan dihukum, dan setiap tangan yang menjamahnya akan dipotong. Maka biarkan dunia tahu bahwa kita hidup pada hari ini di era baru. Siapa pun yang lalai sekarang harus waspada. Siapa pun tertidur sekarang harus terbangun. Siapa pun yang kaget dan tercengang sekarang harus memahami, umat Islam sekarang memiliki suara yang lantang, pendapat yang bergemuruh, pijakan kaki yang keras. Mereka memiliki pernyataan yang akan menyebabkan dunia akan mendengar dan memahami makna terorisme, dan sepatu yang akan menginjakinjak berhala nasionalisme, menghancurkan berhala demokrasi, dan menyibak kejahatan aslinya.” (Pesan Kepada Mujahidin dan Umat Muslim di Bulan Ramadhan).
Ya, demi Allah, Khilafah akan membalas dendam atas detiap kejahatan terhadap dien ini dan umatnya, baik cepat atau lambat. Biarkan orang-orang sombong itu tahu bahwa langit dan bumi ini adalah milik Allah.
“Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertaqwa”.” (Al-A’raf: 128).
Maka kapankah tentara salib akan mengakhiri permusuhan mereka kepada Islam dan kaum muslimin? Kapankah mereka akan menyadari bahwa khilafah telah ada di sini? Kapan mereka akan sadar bahwa solusi dari kekacauan mengenaskan yang menimpa mereka adalah tepat sebelum mata mereka dibutakan? Dan untuk menuju saat itu, hanya akan ada teror demi teror yang akan terus menyerang ulu hati mereka yang telah dikunci mati.
Pada kesempatan ini, kami tidak akan lupa untuk memuji para martir ksatria “Tunggal” dari Khilafah yang menyerang orang-orag kafir dan musuh murtad di dekat mereka. Orang-orang pemberani yang tidak puas hanya dengan mendengar berita tentang jihad, bahkan mereka menjauhkan diri dari sifat orang-orang yang “ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja” (Al-Ahzab: 20). Mereka tidak menjadikan hambatan yang diterapkan oleh orang-orang kafir di jalan hijrah sebagai alasan untuk meninggalkan jihad melawan musuh. Mereka tidak menggunakan usia yang lebih muda atau kurangnya pelatihan sebagai alasan untuk hanya menjadi pengamat. Mereka mengorbankan jiwa mereka dalam amal shalih demi mengejar keridhaan Allah. Kami menganggap mereka seperti itu, dan Allah adalah hakim mereka.
Di antara para ksatria tauhid dan jihad yang pemberani ini adalah pemuda berusia lima belas tahun bernama Farhad Khalil Mohammad Jabar, yang pada “2 Oktober 2015” memukul tentara salib dari Australia dan kemudian membunuh oleh salah satu personil mereka. Setelah itu Faisal Mohammad membawa panji dan belatinya untuk menusuk tentara salib Amerika pada “4 November 2015,” dan menumpahkan darah kotor mereka di tanah air mereka sendiri yag tidak aman. Sebelumnya, pada “10 Oktober 2015,” pemuda enam belas tahun; Ishaq Qasim Badran meraih pisau dan menusuk warga negara Yahudi terkutuk, mengisi atmosfer dengan teriakan mereka. Setelah Ishaq, Muhannad Khalil al-‘Aqabi membawa senjatanya ke stasiun kereta dengan tingkat keamanan tinggi pada “18 Oktober 2015” dan membunuh seorang prajurit dari “unit elit” tentara Yahudi, menyebabkan tentara pengecut lainnya mundur. Dan pada “9 November 2015,” Anwar Abu Zaid - setelah bertaubat dari mantan pekerjaannya - menyerang tentara salib Amerika dan sekutu murtad mereka, menewaskan dua tentara salib Amerika, dua orang murtad Yordania, dan satu tentara salib Afrika Selatan.
Ini semua adalah amal perbuatan dari orang-orang dalam rangka membangkitkan kembali khilafah. Mereka tidak akan membiarkan musuh-musuh mereka menikmati istirahat hingga darah musuh itu tertumpah untuk membalas dendam demi dien dan umat.
Maka biarkanlah setiap muwahhid yang dihalangi untuk berhijrah memurnikan dirinya dari cabang kemunafikan paling rendah yang menahannya dari melakukan jihad di tempatnya. Biarkan dia merekam keinginannya, memperbaharui bai’atnya, membawa bendera khilafah, dan menyerang tentara salib dan sekutu pagan dan murtadnya di mana pun mereka dapat ditemui, apa lagi jika dia sendirian. Dan dia akan mengingat bahwa “Siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia cukup baginya” (Ath-Thalaq: 3).
Dan biarkan tentara salib itu tahu, bahwa Daulah Islam akan tetap ada “Baqiyah” bagaimanapun persenjataan militer mereka.
“Katakanlah (hai Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya, atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu”.” (At-Taubah: 52).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar