Selasa, 24 April 2018

BAQIYAH WA TATAMADDAD (TETAP EKSIS DAN TERUS MELUAS)

DABIQ 5 - FEATURE

BAQIYAH WA TATAMADDAD (TETAP EKSIS DAN TERUS MELUAS)

Pada tanggal 17 Muharram 1436, dunia mendengar pengumuman para mujahidin dari Semenanjung Arab, Yaman, Sinai, Libya, dan Aljazair, mereka mengucapkan bai'at mereka kepada khalifah kaum muslimin, Abu Bakr al-Husaini al-Baghdadi hafizhahullah.

Mereka semua mendeklarasikan hal yang sama:

"Allah Ta'ala berfirman; "Dan berpegang teguhlah pada tali (agama) Allah secara bersama-sama dan janganlah kamu berpecah-belah." (Ali Imran: 103). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa meninggal tanpa memiliki ikatan bai’at dilehernya, maka dia meninggal dalam kematian jahiliyah." (Shahih Muslim dari riwayat Imran). Oleh karena itu, dalam ketaatan kepada perintah Allah ‘azza wa jalla dan dalam ketaatan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam yang berpesan untuk tidak berpecah-belah dan untuk berpegang teguh dengan jama'ah mereka, kami mendeklarasikan bai'at kepada khalifah Ibrahim Ibnu 'Awwad bin Ibrahim al-Qurasyi al-Husaini, berjanji untuk selalu mendengar dan taat, baik pada saat sulit dan mudah, dan pada saat gembira dan tidak suka. Kami berjanji untuk tidak membantah terhadap setiap perintah, kecuali jika kita melihat ada kekufuran yang jelas yang kita memiliki bukti dari Allah. Kami menyeru umat Islam di mana pun berada untuk memberikan bai'at kepada Khalifah dan mendukungnya, dalam rangka ketaatan kepada Allah dan menjalankan kewajiban yang banyak diabaikan pada zaman ini."

Mereka kemudian menyampaikan pesan masing-masing dan nasihat mengenai kewajiban untuk bersatu di bawah bendera Khilafah.

Para mujahidin dari Aljazair memberikan nasihat kepada para mujahidin di mana pun mereka berada:

"Kami secara khusus mengingatkan para mujahidin yang telah mengorbankan semua yang mereka sayangi dan berharga, menjual jiwa mereka tanpa ragu-ragu, dan menyerukan ‘misi dan tujuan kami adalah menegakkan syari'at Allah di muka bumi dan Khilafah di atas manhaj kenabian’. Lalu mengapa kalian menunda ini sekarang? Kami bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah penundaan ini membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman dan kemarahan bagi orang-orang kafir? Atau sebaliknya?"

Para mujahidin dari Semenanjung Arab memberikan informasi bagi para muwahhidin yang ada di negeri mereka bahwa mereka tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk melakukan jihad di bawah bendera Khilafah:

"Oleh karena itu, hai orang-orang ahlut-tauhid di Semenanjung Arab, kebenaran telah muncul dan menang. Jadi datanglah ke Daulahmu dan bersegeralah ke sekitar Khalifahmu. Wahai muwahhidin di tanah al-Haramain, kabar gembira, karena jihad yang telah kalian siapkan pelana untuknya kini telah tiba ke depan pintu rumah-rumah kalian, dan tidak ada batas yang akan menghambat kalian mencapainya, dan tidak akan ada paspor atau visa yang mencegah kalian mencapainya."

Para mujahidin dari Libya mengingatkan kaum Muslimin akan kewajiban persatuan dan membantah keraguan terhadap kewajiban ini:

"Kami berjanji setia karena tidak ada obat untuk khilaf (berbeda) selain Khilafah. Demikian juga, kami mengajak setiap Muslim kepada kebaikan ini, karena sungguh, hal ini sangatlah membuat rasa sakit bagi musuh-musuh Allah. Demi Allah, berkumpulnya kita di bawah satu pemimpin lebih menyulitkan musuh-musuh Allah daripada ribuan kemenangan di medan perang. Dan jangan tertipu oleh orang yang desersi dari desertir. Ibnu Hazm rahimahullah berkata, "Adapun orang yang mengatakan bahwa Imamah tidak berlaku kecuali dengan persetujuan pembesar umat di seluruh negeri, maka ini adalah palsu, karena berarti meminta sesuatu yang tidak mungkin bisa diraih, ini tidak akan mampu dilakukan siapa pun, dan beban yang sangat berat, sedangkan Allah tidak membebani siapapun dengan apa yang di luar kemampuan mereka. Allah berfirman, "Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama." (Al-Hajj: 78)"

Para mujahidin dari Sinai mengingatkan para mujahidin akan kewajiban bersatu di bawah Khilafah:

"Adapun pesan kami kepada saudara-saudara kami para mujahid di semua front, apa yang kalian inginkan? Apa yang kalian cita-citakan? Setelah Daulah didirikan untuk Islam dan kaum muslimin, Khalifah dan Amir untuk kaum mukminin diangkat, tiba-tiba kalian mundur dengan tidak mendukungnya dan kalian meninggalkannya dengan tidak berdiri di bawah panji-panjinya, pada saat yang sama dunia bersatu untuk melawannya. Apa yang salah dengan kalian? Apa alasan kalian, wahai mujahidin? Persatuan kalian adalah kekuatan dan perpecahan kalian adalah kelemahan. Karena kekuatan itu adalah kekuatan kalian, andai saja kalian mengerti. Tidak ada kebaikan pada diri kalian jika para musuh berhasil menghancurkannya, sedangkan kalian masih memiliki satu napas yang tersisa. Dan tidak pernah terbayang padaku hal seperti ini terjadi pada kalian. Karena itu, selesaikanlah masalah kalian, satukan barisan kalian dan dukunglah Daulah kalian, dan mari kita saling menguatkan. Demi Allah, ini adalah kebenaran yang nyata dan didukung oleh Allah, yang Maha Perkasa lagi Maha Kuat. Takutlah kepada Allah Rabbmu. Jangan biarkan Setan menipu kalian dengan propaganda dan fitnahnya. Sungguh, ia adalah musuh yang nyata bagi kalian."

Para mujahidin dari Yaman menasihati kaum muslimin dengan nasihat kenabian di saat masa perpecahan:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi kita kabar gembira akan Khilafah ‘Ala Manhajin Nubuwwah (Khilafah Di Atas Manhaj Kenabian). Dan sungguh, demi Allah, kita telah melihat hal itu sebagai khilafah di atas manhaj kenabian. Dan ketika kita mendengar terompet orang Yahudi dan Kristen –penyeru kepada gerbang neraka– kita harus memenuhi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni wajib berpegang teguh kepada jama'ah kaum muslimin dan Imam mereka, karena Hudzaifah radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal-hal baik, dan aku bertanya kepadanya tentang keburukan, karena khawatir hal itu akan menimpaku ..." dalam hadits itu, salah satunya dia bertanya, "Apakah ada keburukan setelah kebaikan ini?" Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, "Ya, para penyeru kepada gerbang neraka. Siapapun memenuhi seruan mereka, mereka akan melemparkannya ke dalam neraka." Dia berkata, "Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku ciri-ciri mereka." Nabi bersabda, "Kulit mereka sama dengan kulit kita dan lisan mereka sama dengan lisan kita." Dia berkata, "Lalu apa yang engkau nasihatkan jika aku mendapati keadaan seperti itu?" Beliau bersabda, "Lazimilah jama'ah kaum muslimin dan imam mereka". (Al-Bukhari dan Muslim)"

Kemudian pada tanggal 20 Muharram 1436 H, Khalifah Ibrahim hafizhahullah secara resmi mengumumkan penerimaan bai'at mereka, pembentukan Wilayah, dan menghapus semua partai dan kelompok di atasnya. Dalam salah satu pidato yang sangat tegas yang beliau sampaikan sejak berdirinya Daulah Islam, ia berkata, "Kabar gembira, wahai umat Islam, karena kita memberikan kabar baik dengan mengumumkan perluasan Daulah Islam ke wilayah baru, dari tanah al-Haramain dan Yaman ... ke Mesir, Libya, dan Aljazair. Kami mengumumkan penerimaan bai'at dari orang-orang yang memberi bai’at kepada kami di wilayah tersebut, menghapus kelompok-kelompok di dalamnya, mengumumkan wilayah baru Daulah Islam, dan menunjuk wali untuk mereka."

Sebelum pengumuman Wilayah baru, sejumlah kelompok di Khurasan, Kaukasus, Indonesia, Nigeria, Filipina, dan di tempat lain telah berjanji setia kepada khalifah, dan terus bertambah orang yang melakukannya setiap hari. Daulah Islam mengumumkan penerimaan bai'at dari semua kelompok dan individu –semoga Allah menerima sumpah mulia mereka dan menjaga amal mereka setelah perjanjian mereka, dan bersih dari kegoyahan– tapi pengumuman Wilayah masing-masing tertunda, walau diakui bahwa beberapa kelompok di wilayah tersebut lebih besar dan lebih kuat dari kelompok-kelompok yang baru saja diumumkan Wilayahnya. Penundaan ini harus diakhiri dengan baik, dengan penunjukan atau pengakuan kepemimpinan oleh Khalifah atas wilayah di mana beberapa kelompok telah memberikan bai'at dan bergabung, atau pembentukan jalur komunikasi langsung antara Khilafah dan pemimpin Mujahid daerah yang belum terhubung dengan Daulah Islam sehingga dengan demikian mereka dapat menerima informasi dan arahan dari Khalifah.

Semoga Allah membawa kabar gembira dari daerah lainnya secepat mungkin dan mengisi hati orang yang beriman dengan kegembiraan selanjutnya.

Khalifah Ibrahim mengatakan: "Kami juga mengumumkan penerimaan bai'at yang diberikan oleh kelompok dan individu di setiap daerah yang kami sebutkan di atas dan lainnya. Kami juga meminta kepada setiap individu di antara mereka untuk bergabung dengan Wilayah terdekat dia, dan untuk mendengar dan mematuhi wali yang ditunjuk oleh kami di sana."

Dengan demikian, setelah melewati delapan tahun sejak pendirian Daulah Islam di bulan Ramadhan 1427, para mujahidin yang tak tergoyahkan membawa kegembiraan dengan hati dan jiwa kepada setiap muwahhid di permukaan bumi melalui persatuan dan ekspansi mereka. Pencapaian ini hanya masalah kesabaran, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Ketahuilah bahwasanya ada banyak kebaikan dalam bersabar menghadapi apa yang tidak kalian sukai, sesungguhnya bersama kesabaran ada kemenangan, bersama penderitaan ada pertolongan, dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (Shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu 'Abbas)

Namun, kebanyakan orang menginginkannya secara tergesa-gesa, dengan hasil materi yang datang secara spontan. Mereka adalah orang-orang yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jelaskan dalam sabdanya, "Tapi kalian adalah orang yang terburu-buru." (Shahih Bukhari dari Khabbab radhiyallahu anhu), dan karena mereka tidak melihat ekspansi hari ini setelah deklarasi Daulah Islam delapan tahun yang lalu, andai mereka melihat konspirasi Shahawat dan penarikan Daulah Islam dari banyak wilayah ke gurun Anbar, niscaya mereka kehilangan harapan kemenangan yang dijanjikan oleh Allah kepada para mujahidin muwahhid.

Dan cukup bagi kita adalah Allah, dan Dia adalah Pemelihara terbaik segala urusan. Sekarang mereka yang telah menjalankan ini semua dengan kesabaran –meskipun apa yang mereka hadapi dari penjara, diburu oleh intelijen dan lembaga keamanan kafir, jauh dari teman dan keluarga, kemiskinan, kematian sahabat, dan luka– telah menuai buah dari upaya mereka demi kepentingan masa depan generasi Muslim di seluruh dunia.

Semoga Allah melestarikan para pemimpin dan tentaranya dengan kesabaran, dan membalas mereka dengan kebaikan yang besar atas nama Islam dan kaum muslimin. Masing-masing wilayah baru ini memiliki nilai penting untuk masa depan perluasan Daulah Islam dan menyediakan pengalaman yang lebih besar dan sumber daya lebih banyak.

JAZIRAH ARAB

Tanah wahyu ... tanah Nabi dan Rasul terakhir... tanah al-Haramain ... tanah tauhid ... tanah yang dijaga oleh darah murni sahabat ...

"Sesungguhnya Setan telah berputus asa untuk disembah oleh orang yang shalat di Jazirah Arab, akan tetapi ia menghasut mereka untuk berpecah belah satu sama lain."* (Shahih Muslim dari riwayat Jabir radhiyallahu anhu)

*Beberapa orang yang menyimpang mencoba mengutip hadis ini sebagai dalil (pembenaran) untuk penyimpangan mereka, mengklaim bahwa hanya karena mereka berasal dari Semenanjung Arab atau karena perbuatan mereka setara dengan yang dilakukan oleh orang-orang seperti mereka di Semenanjung Arab, maka mereka itu tidak dapat dianggap murtad. Jika logika sesat mereka itu benar, tentu ini akan digunakan sebagai dalil yang sama oleh orang-orang murtad dari Bani Hanifah di Jazirah Arab, Musailamah al-Kadzdzab dan para pengikutnya! Sebaliknya, para ulama telah menjelaskan hadits ini untuk menunjukkan ketidakmungkinan orang-orang dari Semenanjung Arab meninggalkan Islam secara menyeluruh atau untuk menunjukkan kondisi putus asa dalam hati Setan itu, dan belum berarti menunjukkan kepastian anggapan itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Aku akan mengusir orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Semenanjung Arab dan tidak menyisakan kecuali Muslim." (Shahih Muslim dari riwayat 'Umar radhiyallahu anhu)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidak akan berkumpul dua agama di Semenanjung Arab." (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah radhiyallahu anha). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda di saat sebelum meninggal, "Usirlah orang-orang musyrik dari Semenanjung Arab." (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari riwayat Ibnu 'Abbas)

Semua ini ditambah dengan berkah dan kebajikan al-Haramain yang terletak di wilayah yang diberkati "al-Hijaz" di tengah Semenanjung Arab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Islam bermula dalam keadaan asing, dan kelak akan kembali asing sebagaimana dia bermula, dan dia akan kembali melingkar (berpusat) di antara dua masjid (al-Haramain) seperti ular yang melingkar di dalam lubangnya." (Shahih Muslim dari riwayat Abu Hurairah)

Dari tanah yang diberkati ini, cahaya Islam menyebar ke seluruh sudut bumi dengan kitab (al-Qur'an) sebagai penunjuk dan pedang sebagai pembela. Dan dari Semenanjung Arab, Imam Muhammad Ibnu 'Abdil Wahhab rahimahullah menghidupkan kembali dakwah tauhid dan al-wala' wal bara', mengajak untuk teguh di atas Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa kompromi.

Pelaku Istisyhadiyin 11 September, para tahanan di balik jeruji dan kawat di al-Hayir (penjara di Semenanjung Arab) dan Teluk Guantanamo, operasi terhadap Murtaddin dan tentara salib di Semenanjung Arab, dan darah suci yang tertumpah di atas tanah yang diberkati ini, semua adalah buah dan berkah dari cahaya yang bersinar dari Semenanjung Arab.

Semenanjung Arab adalah benteng bagi ilmu agama pendukung jihad, sebagaimana dicatat dengan keringat dan darah ulama mujahid dan muridnya dalam majalah yang tak terlupakan "Shautul Jihad", sebuah majalah yang menyeru kepada Tauhid yang murni, bebas dari paham Irja', sehingga menyebut Alu Salul (Saudi), tentara, pejabat mereka, agen mereka, dan Rafidhah, sebagai orang kafir, tanpa kompromi, tidak terselubung dalam selimut politik "kebenaran" yang dihasilkan dari "kebijaksanaan" dari pengaku jihad modern. Majalah ini dan buku-buku yang diterbitkan menjadi landasan syar'i untuk mujahidin di banyak negeri. Publikasinya yang disanjung tinggi oleh Syaikh Abu Mush'ab Az-Zarqawi dan teman-temannya.

Semenanjung Arab telah melahirkan orang-orang seperti Syaikh Usamah bin Ladin, Abu 'Abdirrahman al-Atsari (Sulthan al-'Utaybi), 'Abdullah Ar-Rusyud,' Isa Al 'Ushin, dan lain-lain –semoga Allah mengampuni kesalahan mereka semua, dan mereka akan terus menerangi jalan untuk generasi yang akan datang.

Sayangnya, setelah kesyahidan dan penangkapan para mujahidin pada beberapa tahun yang lalu, manhaj rusak yang disebarkan oleh pengaku jihad menyerukan penghentian semua operasi di wilayah Semenanjung Arab, bahkan setelah kemampuan untuk meluncurkan mereka telah kembali, sehingga menyebabkan jihad terhenti, hingga hati kembali bangkit untuk menyerang Rafidhah dan Alu Salul.

Khalifah hafizhahullah mengatakan dalam pidatonya: "...karena itu hai putra-putra al-Haramain ... Wahai manusia ahlut tauhid ... Wahai orang-orang wala dan bara' ... kepala ular dan sumber penyakit ini di samping kalian. Maka hunuslah pedang dan pecahkan sarungnya. Ceraikanlah dunia, karena tidak akan ada keamanan atau istirahat untuk Alu Salul dan tentara mereka setelah hari ini. Tidak ada tempat untuk kaum musyrikin di semenanjung Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hunus pedang kalian. Uruslah orang-orang Rafidhah terlebih dahulu di mana pun kalian menemukan mereka, kemudian Alu Salul dan tentara mereka sebelum tentara salib dan basis mereka. Seranglah Rafidhah, Alu Salul, dan tentara mereka. Potong lah anggota tubuh mereka. Sergap mereka secara kelompok dan individu. Buatlah takut hidup mereka dan jadikanlah mereka sibuk dengan diri mereka sendiri sebagai ganti diri kita. Bersabarlah dan jangan tergesa-gesa. Sebentar lagi –Insya Allah– pasukan garis depan Daulah Islam akan sampai di sana."

Perluasan Daulah Islam ke Semenanjung Arab telah menyebabkan tahta Alu Salul dan para thaghut teluk lainnya gemetar tak henti-hentinya, sehingga mereka memerintahkan ulama istana dan saluran media mereka untuk meningkatkan kampanye melawan Daulah Islam, tetapi tidak ada gunanya, karena Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya.

YAMAN

Tanah kebijaksanaan, iman, dan pemahaman ...

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Telah datang orang-orang Yaman, mereka memiliki hati paling lembut. Iman adalah Yaman, pemahaman adalah Yaman, dan kebijaksanaan adalah Yaman." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Mereka tidak mempersulit pengetahuan mereka dengan memfilsafatkan agama mereka dan sehingga bisa absen dari kewajiban melalui analisa kompleks. Sebaliknya pengetahuan mereka mengalir begitu saja dari hati mereka, dan ini terlihat dalam pidato resmi mereka yang singkat, seperti dikutip sebelumnya.

"Allah telah menghimpun untukmu –wahai Khalifah kaum muslimin– di bawah perintahmu pasukan Syam, Iraq, dan Yaman. Dalam riwayat 'Abdullah Ibnu Hawalah, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq." (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud)"

Sayangnya, pemikiran yang tersebar di Yaman, khususnya setelah apa yang disebut "Arab Spring", adalah larangan menjadikan Rafidhi Houtsi sebagai target sasaran, karena mereka dianggap "Muslim" dan di udzur karena kebodohan (udzul jahl)! Ini adalah Manhaj yang juga melarang untuk menjadikan pemerintah murtad, militer, polisi, dan kekuatan intelijen sebagai target serangan, kecuali jika orang atau bangunan tertentu yang secara terbuka dan terlibat langsung dalam serangan drone perang salib, seolah-olah kemurtadan dan kejahatan para thaghut dan kekuatan mereka tidak cukup untuk menjadi sebab melawan mereka, dalam sebuah wilayah dengan kondisi yang sangat ideal untuk mengobarkan jihad skala besar! Sebuah Manhaj yang malu untuk mencapai tamkin, karena itu tidak diperbolehkan kecuali setelah mendapat persetujuan dari media penyihir, ulama istana, kelompok menyimpang dan ternak mereka, yang ini semua mereka sebut dengan istilah "Umat"!

Untuk alasan ini dan bebarapa lainnya, Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani hafizhahullah mengatakan, "Adapun Yaman, alangkah malang untuk apa yang telah terjadi atas Yaman. Duhai! Alangkah malang untuk Shana’a.. Rafidhi Hutsi telah memasukinya, namun bom mobil tidak juga memanggang kulit mereka, begitu juga sabuk peledak dan IED tidak juga memutus sendi mereka. Apakah tidak ada orang di Yaman yang akan membalas dendam bagi kita terhadap Hutsi? "Dan jika kamu berpaling, Dia akan menggantikanmu dengan orang-orang selainmu, kemudian mereka tidak akan menjadi orang sepertimu." (Muhammad: 38)" (Inna Rabbaka labil Mirshad)

Khalifah Ibrahim hafizhahullah mengatakan dalam pidatonya: "Dan kalian wahai tentara Yaman ... Wahai orang-orang yang mendukung dan membantu ... Wahai manusia kebijaksanaan dan iman ... jadilah kalian berlaku keras terhadap Houtsi Rafidhah, karena mereka adalah orang-orang murtad lagi kafir. Lawanlah mereka dan atasi mereka. Yakinlah bahwa giliran mereka telah datang dan akan menjadi kebanggaan kalian, jadikan Rafidhah sebagai kaum yang ditinggalkan. Jika mereka telah menemukan muwahhidin yang melawan mereka, kejahatan mereka tidak akan membusuk. Karena itu mintalah pertolongan kepada Allah, agar kalian dapat melawan mereka, insya Allah. Seranglah syirik dengan tauhid, maka Allah akan menghancurkan kekuatan mereka. Allah akan mengirimkan kekayaan dan senjata mereka kepada kalian. Kalian akan merebut itu semua dari tangan mereka sebagai rampasan perang, di mana kalian akan mendukung agama Allah dan terus menjadi kaum yang penguat."

Dengan ekspansi ke Yaman, Daulah Islam dapat mengakhiri kesalahan aqidah dan manhaj yang disebarkan oleh orang-orang yang kini tiba-tiba menyadari bahwa Rafidhah adalah musuh Islam, setelah bertahun-tahun mengkritik Syaikh Abu Mush'ab az-Zarqawi rahimahullah dan para sahabatnya karena melakukan takfir terhadap Rafidhah dan membantai mereka dengan bom truk, bom bus, dan bom mobil.

Para mujahidin wilayah Semenanjung Arab dan Yaman sekarang saling bersatu, sehingga dengan demikian dapat saling mendukung dalam perang melawan orang-orang murtad tersebut.

SINAI

Yaqut al-Hamawi mengatakan dalam Mu'jam al-Buldan : "Ini (Sinai) adalah nama dari sebuah wilayah di Syam."

Al-Qurthubi mengatakan dal am tafsir tentang ayat berikut, "Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan." (Al-Mukminun: 20), beliau mengatakan, "Thur Sinai adalah dari tanah Syam. Ini adalah gunung di mana Allah berbicara dengan Musa ‘alaihis salam. Inilah pendapat yang Ibnu Abbas dan lainnya katakan. Hal ini telah disebutkan sebelumnya dalam tafsir surat al-Baqarah dan al-A'raf. Dan 'thur' berarti gunung dalam bahasa Arab."

Oleh karena itu, semua kebajikan dan berkah yang diriwayatkan tentang Syam berlaku juga untuk Sinai, dan ini sangat banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Aku lihat seakan pilar Kitab diambil dari bawah bantalku, sehingga aku melihat sinar cahaya memancar menuju Syam. Sesungguhnya iman, di saat zaman fitnah, ada di Syam." (Shahih, diriwayatkan oleh al-Hakim dari 'Abdullah Ibnu 'Amr)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Kabar gembira untuk Syam, kabar gembira untuk Syam, kabar gembira untuk Syam." Para sahabat bertanya,"Mengapa begitu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Karena para malaikat Allah telah melebarkan sayapnya di atas negeri Syam." (Shahih, diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dari Zaid bin Tsabit al-Anshari)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Jika orang-orang Syam telah menjadi buruk, maka tidak ada lagi kebaikan pada kalian." (Shahih, diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari Mu'awiyah Ibnu Qurrah)

Di Sinai juga terdapat bukit Thur, di mana Allah berbicara kepada Musa ‘alaihis salam, dan di mana Allah bersumpah di dalam Qur'an pada Surat ath-Thur dan Surat at-Tin, yang ini menunjukkan kebesaran dan kemuliaannya.

Sinai juga front terdepan terhadap kaum Yahudi, langkah penting menuju pembebasan Baitul Maqdis. Ekspansi ini akan mengarah pada pertempuran akhir zaman di mana orang-orang Yahudi bersembunyi di balik pohon Gharqad. Dengan cara membersihkan jalan dari rintangan yang diciptakan oleh rezim murtad dan para tentara Fir'aun. Dan lagi, para mujahidin Sinai harus menghadapi oposisi orang-orang yang dulu mengaku pemikul jihad, yang kini menyerukan untuk melanjutkan opsi damai walau harus menghentikan jihad dan runtuhnya tauhid. Mereka mengabaikan bisikan kemuliaan dan berjuang melawan Thaghut sambil bertawakkal pada Allah hingga mereka diberkahi oleh Rabb mereka dengan kemenangan dan tamkin.

Khalifah hafizhahullah mengatakan: "Dan wahai putra-putra aqidah di Sinai tercinta, selamat dan kabar gembira. Selamat untukmu, wahai sekalian manusia. Selamat kepada kalian yang telah melakukan kewajiban jihad melawan thaghut Mesir. Selamat untuk kalian yang telah mendukung Baitul Maqdis. Selamat kepada kalian yang telah membuat gentar orang-orang Yahudi. Apa yang bisa kami katakan kepada kalian, karena kalian telah pecahkan sarung pedang kalian, membakar kapal kalian, dan bergerak maju, merintis jalan kalian dengan bebatuan, dengan wajah penuh kesabaran dan kepedihan dalam memegang bara. Sabarlah, karena kalian memiliki kabar gembira, karena Allah akan menolong kalian."

Setelah pengumuman bai'at, wilayah baru ini kemudian merilis media yang sangat kuat berjudul "Shawlat al-Anshar," memperlihatkan contoh kecil dari operasi militer yang beragam yang dilakukan di Sinai terhadap orang-orang murtad. Sinai juga membarengi dua daerah lain, di mana ekspansi Daulah Islam terjadi di sana: Aljazair dan Libya.

LIBYA

Libya dan Aljazair memiliki sejarah yang sama, berasal dari Afrika Utara, umat Muslim menaklukkan Spanyol dan masuk ke Eropa Barat, dan bertahan selama berabad-abad. Dua tokoh paling penting dalam sejarah Penaklukan Afrika Utara dan setelah itu al-Andalus (Spanyol) adalah 'Uqbah bin Nafi' (pemimpin pasukan yang menaklukkan Afrika Utara pada masa Khalifah Mu'awiyah dan putranya Yazid) dan Thariq bin Ziyad (pemimpin pasukan Islam Afrika Utara yang menaklukkan al-Andalus (Spanyol) pada masa Daulah Umawiyah). 
Libya, salah satu daerah yang disebutkan dalam ekspansi resmi, adalah salah satu yang terkuat statusnya di Daulah Islam, dengan kota-kota besar yang sudah dikelola sendiri oleh para pemimpinnya dan tentaranya. Telah menerima Muhajirin dari banyak negara, sejumlah dari mereka melakukan operasi syahid terhadap orang-orang murtad dan selanjutnya melakukan konsolidasi dengan Daulah Islam. Selain itu, banyak dari Muhajirin di Syam berasal dari Libya dan mereka menumpahkan darah mulia mereka untuk menghidupkan kembali Khilafah di sana.

Sekali lagi, seperti di negeri-negeri lain, Daulah Islam menumbangkan manhaj di Libya yang membolehkan untuk bekerjasama dengan orang-orang Murtad –sekutu salib– dengan memerintahkan secara langsung untuk menargetkan mereka, meskipun apa yang mungkin dikatakan oleh orang-orang berhati lemah dan sakit hati, mereka yang menyatakan bahwa Libya seharusnya hanya menjadi lahan untuk "dakwah" segera setelah pembunuhan Qaddafi, meskipun kelimpahan senjata dan kondisi tawakhush (kekacauan) di sana sangat ideal untuk jihad.

ALJAZAIR

Aljazair adalah negeri tempat dilancarkannya jihad oleh para Mujahidin terhadap Rezim Thaghut, dan merupakan yang paling lama dan terpanjang sejak penarikan tentara salib Eropa dari tanah kaum Muslimin, dan membentuk perwakilan mereka, berupa pemerintahan murtad untuk memerintah daerah yang telah mereka tinggalkan. Jihad mereka menghadapi banyak kesengsaraan dan penyimpangan, yang terakhir adalah penyimpangan jihad melawan rezim murtad, dengan memenuhi panggilan untuk hidup berdampingan secara damai bersama rezim yang mereka sebut "Arab Spring" dan untuk persatuan jahiliyah dengan kaum sekuler, gerakan nasionalis untuk melawan "musuh bersama". Mentalitas ini menyebabkan kebekuan operasi terhadap rezim Aljazair, semua ini hanya demi revolusi yang tidak jelas dan merugikan tauhid dan jihad.

Tapi, alhamdulillah, Daulah Islam dengan cepat menemukan para mujahidin yang haus untuk kembali melancarkan jihad mereka melawan rezim murtad, bahkan walaupun para pengaku jihad membenci hal tersebut.

Khalifah hafizhahullah mengatakan: "Wahai singa-singa tauhid di Libya, Aljazair, Tunisia, dan Maroko ... wahai para pahlawan jihad ... wahai keturunan 'Uqbah, Thariq, dan Ibnu Tashifin ... sungguh tidak ada kebaikan pada diri kalian jika kalian menyerahkan negeri kalian kepada anak-anak sekularisme sedangkan kalian masih memiliki mata yang berkedip. Tidak ada kebaikan pada diri kalian jika kalian membiarkan mereka merasa aman sedang kalian masih memiliki nadi yang berdenyut. Tidak ada kebaikan pada diri kalian jika kalian cenderung kepada dunia atau gurun atau kembali berbalik. Tidak, karena kalian diciptakan untuk kebaikan dan kebaikan diciptakan untuk kalian. Kalian adalah bahan bakar dan pendukung di setiap medan pertempuran jihad, dan kalian di antara para pemimpinnya. Kami memohon kepada Allah untuk memuliakan kalian, memberkahi kalian, dan memberikan kemenangan pada kalian."

Dan karena komitmen mereka terhadap ‘al-wala wal bara', ketika Syaikh Abu Muhammad al-Adnani membuat seruan untuk menargetkan tentara salib di setiap tempat, para mujahidin Aljazair adalah yang tercepat untuk menjawab seruannya, mereka segera memperlihatkan seorang tahanan warga Perancis untuk eksekusi jika Perancis tidak menarik diri dari Koalisi Amerika menyerang Daulah Islam, dan kemudian dia benar-benar di eksekusi ketika Perancis arogan dan bersikeras melanjutkan kejahatan mereka.

Sekali lagi, Aljazair, Libya, dan Sinai adalah daerah strategis yang dekat satu sama lain, sehingga memungkinkan untuk melanjutkan ekspansi meskipun para thaghut membencinya, dan untuk mendukung mujahidin yang telah berjanji setia kepada Khilafah di negeri-negeri lain.

DAULAH ISLAM ADA DISINI DAN TETAP EKSIS

Banyak yang bertanya apa sejarah kata "baqiyah" (tetap eksis / bertahan), mereka tidak mengetahui orang yang pertama mengatakan ini dan menulisnya ke dalam lembaran sejarah dengan darahnya. Abu Umar al-Baghdadi rahimahullah mengatakan dalam pidatonya yang paling terkenal "Hashad as-sinin bi Dawlatil Muwahhidin" (Panen Tahunan di Daulah Muwahhidin) pada bulan Rabi'ul Awwal 1428 (April 2007):

"Dan sungguh Daulah Islam "Baqiyah" (akan tetap eksis). Ia "Baqiyah" karena dibangun di atas mayat para syuhada dan disirami dengan darah mereka, dan dengan demikian transaksi dengan surga telah lunas. Ia "Baqiyah" karena kemenangan yang diberikan oleh Allah dalam jihad ini lebih jelas daripada matahari di siang bolong. Ia "Baqiyah" karena tidak terkontaminasi oleh pemasukan yang haram atau manhaj yang menyimpang. Ia akan "Baqiyah" dengan kejujuran pemimpin yang mengorbankan darah mereka dan kejujuran tentara yang dengan lengan mereka daulah ini dibangun. Kami menganggap mereka seperti itu dan Allah adalah sebaik-sebaik penilai. Ia "Baqiyah" karena dia adalah gabungan dari para mujahidin dan harapan orang-orang yang tertindas. Ia "Baqiyah" karena Islam sudah mulai naik dan meninggi, kabut sudah mulai menyebar, dan kekufuran sudah mulai tersingkap dan terbuka. Ia "Baqiyah" karena permohonan kaum tertindas, air mata orang yang berduka, jeritan para tahanan, dan harapan anak-anak yatim. Ia "Baqiyah" karena kekufuran dalam semua agama dan sekte berkumpul melawan kami, dan setiap pengkhianat dan tersesat mulai memfitnah dan menjelek-jelekkan kami, sehingga kami menjadi yakin kepada tujuan dan jalan kebenaran. Ia "Baqiyah" karena kita yakin pada ketetapan Allah yang tidak akan mematahkan hati para muwahhidin yang tertindas, dan bahwa Dia tidak akan membiarkan orang-orang yang zhalim menertawakan kita. Ia "Baqiyah" karena Allah ta'ala telah menjanjikan dalam wahyu-Nya yang pasti tepat, Dia berfirman, "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa." (An-Nur: 55). "...Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti." (Yusuf: 21)."

Daulah Islam di sini untuk eksis (Baqiyah), meskipun semua Kristen, Yahudi, musyrikin, dan murtad membenci. Dan ia akan terus menyebar (tatamaddad) ke seluruh penjuru bumi ...

Tsauban meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; "Sungguh Allah telah menghimpun untukku bumi, sehingga aku melihat sisi timur dan baratnya, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah Allah lipatkan untukku dari bumi". (Shahih Muslim)

Khalifah berkata, "Dan motto yang diberkahi ini tidak akan berhenti sampai kita menancapkan paku terakhir di peti mati dari konspirasi Sykes Picot". (Baqiyah fil ‘Iraq wa Syam). "Dan barisan para mujahidin akan berlanjut sampai mereka mencapai Roma, dengan Izin Allah". (Walaw Karihal Kafirun)*

*Lihat halaman 4 edisi ke 4 majalah Dabiq untuk melihat ucapan syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir dan syaikh Abu Umar al-Baghdadi rahimahumullah tentang semangat mereka untuk memperluas Daulah ini hingga Indonesia, China, Spanyol dan Roma.

Semoga Allah melindungi Daulah Islam dan menolongnya hingga tentaranya melawan tentara salib di dekat Dabiq.

PENERBITAN MATA UANG KHILAFAH

DABIQ 5 - LAPORAN

PENERBITAN MATA UANG KHILAFAH

Dalam upaya untuk memisahkan umat dari keburukan, sistem keuangan global berbasis bunga, Daulah Islam baru-baru ini mengumumkan pencetakan mata uang baru berdasarkan nilai-nilai intrinsik emas, perak, dan tembaga. Inisiatif ini merupakan langkah penting menuju pergeseran umat untuk meninggalkan penggunaan mata uang yang tidak lagi didukung oleh logam mulia, dan nilai yang terus-menerus dimanipulasi oleh bank sentral negara masing-masing.

Inisiatif ini diserukan oleh Amirul Mukminin, Khalifah Ibrāhīm Ibn 'Awwad al-Qurasyi, yang menugaskan Diwan Baitul Mal untuk mempelajari masalah ini dan mengajukan proposal yang komprehensif untuk dilaksanakan, yang kemudian disetujui oleh Dewan Syura.

Pengumuman mata uang baru ini ditampilkan dalam berbagai logam, bobot, dan denominasi, serta gambar yang akan hadir pada setiap koin dan menjelaskan makna dari setiap gambar yang ada. Gambar yang digunakan adalah perwujudan dari petunjuk umat Islam yang diambil dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Di antaranya adalah gambar tujuh batang gandum, melambangkan berkah shadaqah, gambar tombak dan perisai, melambangkan ketentuan seorang muslim akan jihad, dan gambar pohon kurma, melambangkan seorang muslim dengan iman yang berakar kuat, kesabaran yang membaja, dan perbuatan yang bermanfaat.

Pencetakan mata uang yang unik, yang secara khusus dilakukan kaum muslimin dan berdasarkan logam mulia terjadi pertama kali dalam era Dinasti Bani Umayah oleh khalifah 'Abdul Malik bin Marwan. Kaum Muslimin selama masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, masa Khulafaur Rasyidin, dan di awal masa Daulah Umawiyah menggunakan mata uang yang diedarkan oleh kerajaan Persia dan Romawi. mereka kemudian mulai pencetakan koin versi mereka sendiri, dimana mereka merubah simbol pada koin untuk menghilangkan konotasi syirik.

'Abdul-Malik bin Marwan, bagaimanapun juga, dialah yang pertama memerintahkan pencetakan koin khusus untuk umat Islam yang tidak mengandung salah satu unsur Persia dan Roma, apakah dengan diubah atau sebaliknya. Koin ini merubah semua simbol dan tulisannya, seperti dengan tulisan kalimat syahadat atau ayat AlQur'an. Koin pertama diperkenalkan pada tahun 77 Hijriah.

Menariknya, satu set koin berisi beberapa koin awal Khilafah Umawiyah dan Eropa milik seorang kolektor dilelang satu setengah tahun yang lalu di London dengan ratusan ribu pound Inggris. Termasuk dalam set koin ini adalah koin 'Abdul-Malik bin Marwan yang disebutkan di atas.

Kita berharap kepada Allah untuk memberkahi inisiatif Daulah Islam dan membawa dinar emas, dirham perak, dan tembaga fals keluar dari ranah lelang koin langka menuju penggunaannya secara nyata dan tersebar secara luas.

PERTEMPURAN Di 'AIN AL-ISLAM (KOBANE)

DABIQ 5 - LAPORAN

PERTEMPURAN Di 'AIN AL-ISLAM (KOBANE)

Sebelumnya di sebut 'Ain al-'Arab, atau Kobani, kota 'Ain al-lslam adalah target serangan dari gerak maju Daulah Islam yang dimulai hampir dua bulan yang lalu. Para mujahidin dengan cepat membuat kewalahan pertahanan yang disiapkan oleh PKK / YPG dan telah mencapai pinggiran kota, bahkan pesawat tempur Amerika mulai menargetkan posisi mujahidin untuk mendukung kelompok komunis.

Dari sana, tidak lama sebelum akhirnya mujahidin berhasil menjebol pertahanan orang-orang murtad ini dan menyerang mereka di jalan-jalan kota, seperti yang disaksikan oleh para pendukung PKK dan koresponden media, mereka menyaksikan serangan gencar dari pinggir perbatasan di Turki.

Keceriaan dan kegembiraan mereka saat melihat serangan udara terhadap mujahidin berubah menjadi kesedihan dan frustrasi, saat mereka menyadari kurangnya efek yang mereka miliki untuk menghentikan gerak maju mujahidin. Di Turki, orang-orang komunis membuat kerusuhan, dan bahkan menyerang dan membunuh kaum muslimin karena marah atas jalannya peristiwa di medan perang.

Tidak lama setelah itu, media beramai-ramai mengabarkan berita bahwa Peshmerga dan FSA Murtaddin akan mengirimkan bala bantuan. Hal ini semakin menyoroti ketidakmampuan PKK dalam melawan Daulah Islam. Mereka didukung oleh koalisi yang mempersenjatai mereka, memasok mereka, memperkuat mereka, dan bahkan memberi mereka perlindungan udara hampir setiap hari, tapi mereka masih tidak bisa menghalau para mujahidin atau bahkan menghentikan gerak maju mereka. Memang, satu-satunya hal yang menakjubkan, yang tidak ditemui oleh orang-orang kafir dan lebih membingungkan dari ketidakmampuan PKK, adalah keputusan Obama untuk terus mengandalkan ketidakmampuan PKK.

Amerika mengklaim bahwa kota ini tidak menjadi perhatian utama mereka, tapi sebagian besar serangan udara mereka yang telah dilakukan di Iraq dan Syam diarahkan terhadap pertempuran mujahidin di 'Ain al-lslam, menggiring mereka untuk menghabiskan ratusan jutaan dolar untuk usaha sia-sia, sekedar menunda sesuatu yang tak terelakkan.

Terlepas dari pemboman besar-besaran dan meningkatnya jumlah syuhada, para mujahidin telah menolak untuk mundur. Mereka akan tetap terus berusaha, dengan keyakinan akan janji kemenangan dari Allah bagi mereka yang berperang di jalan-Nya.

MENYATUKAN BARISAN

DABIQ 5 - LAPORAN

MENYATUKAN BARISAN

Bulan ini, barisan kaum muslimin semakin kuat dan bersatu dengan berbagai bai'at yang berasal dari para mujahidin di Sinai, Libya, Yaman, Aljazair, dan Jazirah Arab, di samping bai'at lebih dari 30 desa Kurdi di Wilayah Halab (Aleppo).

Muslim Kurdi sejak waktu yang lama hingga sekarang terus mengalir ke dalam barisan Daulah Islam, berjihad dengan jiwa mereka dan harta mereka melawan orang-orang kafir, termasuk orang-orang kafir yang berasal dari suku bangsa mereka sendiri. Sebagaimana yang digaris bawahi dari pernyataan Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani baru-baru ini; "Perang kami terhadap Kurdi adalah perang agama. Ini bukan perang nasionalistis - na'udzubillah. Kami tidak melawan Kurdi karena mereka adalah orang Kurdi. Sebaliknya, kami melawan orang-orang kafir di antara mereka, sekutu tentara Salib dan Yahudi dalam perang mereka melawan kaum muslimin. Mengenai Kurdi Muslim, maka mereka adalah kaum kami dan saudara kami di manapun mereka berada. Kami menumpahkan darah kami untuk menyelamatkan darah mereka. Muslim Kurdi di barisan Daulah Islam ada banyak. Mereka adalah pejuang paling tangguh dalam melawan orang-orang kafir yang berasal dari kaum mereka." [Inna Rabbaka la bil mirshad].

Sementara itu, Daulah Islam mengumumkan ekspansi Khilafah ke Sinai, Libya, Yaman, Aljazair, dan Jazirah Arab, menerima bai'at dari para mujahidin di kawasan tersebut. Kabar ini membuat umat Islam di seluruh wilayah Khilafah turun ke jalan-jalan untuk merayakan, mereka menyadari bahwa dengan pengumuman ini, pertempuran di banyak front akan semakin sulit dan akan memerlukan tingkat kesabaran yang lebih tinggi.

Namun, mereka merayakan, karena mereka melihat janji Allah terus terbukti setiap harinya. Mereka melihat bahwa Khilafah tidak hanya kembali, tapi akan terus eksis dan meluas (baqiyah wa tatamaddad), membawa seluruh kaum muslimin dari semua warna di bawah satu bendera dan satu imam untuk membersihkan tanah mereka dari para thaghut dan mengangkat pedang mereka dalam persatuan melawan orang-orang Yahudi dan tentara salib. Dengan setiap kafir yang ikut serta melawan Daulah Islam, setiap bom yang dijatuhkan ke rumah rakyatnya, setiap kedustaan yang beredar oleh media internasional, dan setiap koin yang dihabiskan untuk mencoba menghentikan kemajuannya, Khilafah dan mujahidin hanya akan tumbuh lebih kuat, lebih kokoh dan lebih tegar.

Biarkan kekuatan kufur melakukan apa saja yang mereka bisa lakukan untuk berperang terhadap Daulah, karena Daulah Islam, dengan Allah izin, hanya akan terus bergerak maju. Baqiyah wa tatamaddad...

YAHYA, PELAJARAN DARI SEORANG SYUHADA

DABIQ 5 - ARTIKEL

YAHYA, PELAJARAN DARI SEORANG SYUHADA

Sejumlah riwayat tentang peristiwa yang terjadi di Syam sebagai tanda dekatnya hari kiamat antara lain penyebutan Isa Ibnu Maryam ‘alaihis salam, salah satu dari lima nabi yang dikenal sebagai ulul 'azmi – yang memiliki tekad kuat. Riwayat ini biasanya berbicara tentang pertempuran akhir zaman di mana umat Islam akan menyerang orang-orang Kristen dan Yahudi, termasuk pertempuran di mana umat Islam dipimpin oleh Nabi Isa ‘alaihis salam melawan Dajjal.

Jika Allah menghendaki, Dia bisa saja membiarkan Islam untuk mengalami peperangan kepahlawanan ini di bawah kepemimpinan seorang manusia biasa dari kalangan mereka. Namun Allah berkehendak bahwa nabi Isa akan kembali –sebagai pengikut syari'at Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam– yang akan memberikan pukulan pamungkas untuk Dajjal dan para pengikutnya, orang-orang Yahudi terkutuk, yang memiliki sejarah mengkhianati dan bahkan membunuh para Nabi Allah. Padahal ia salah satu nabi yang pernah mereka coba untuk membunuhnya, tapi gagal, dan justru ia yang akan membunuh ‘raja yang dinanti’ mereka.

Allah berfirman; Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, "Hati kami tertutup." Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman. Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam, dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa." (An-Nisa: 155-157)

Dengan demikian, kembalinya Isa ‘alaihis salam akan segera diikuti, bukan dengan damai, tetapi dengan pertempuran terhadap musuh-musuh Allah. Ini akan menjadi akhir yang sesuai dengan warisan para nabi-Nya di bumi, warisan yang dipenuhi dengan sikap seorang Nabi yang berdiri tegak membela kebenaran dan tidak mundur dalam menghadapi ancaman orang-orang kafir.

Mereka berkata, "Rabb kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(-Nya) kepada kamu. Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas." Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami." Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas"." (Yasin: 16-19)

Sebuah warisan yang memperlihatkan perdebatan para nabi melawan para thaghut dan membela kebenaran.

"Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Rabbnya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Rabbku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah: 258)

Sebuah warisan yang, memperlihatkan para nabi menegur para thaghut dan menyampaikan perintah Allah.

"Aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku." (al-A'raf: 105)

Sebuah warisan yang memperlihatkan nabi menantang orang yang menyimpang dan jahat.

"Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Dia (Hud) menjawab, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi." (Hud: 54-55)

Sebuah warisan yang memperlihatkan nabi mengancam orang-orang yang melampaui batas.

"Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Nabi Shaleh) berkata, Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." ( Hud: 65)

Sebuah warisan yang memperlihatkan nabi memimpin pertempuran melawan kekuatan kufur.

"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa." (Ali Imran: 146)

Dan warisan yang memperlihatkan nabi berhasil dan menang melawan segala rintangan.

"Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki." (Al-Baqarah: 251)

Warisan para nabi adalah warisan pertarungan dalam setiap kasus, yaitu pertarungan antara para nabi dan orang-orang kafir yang akan terus meningkat sampai akhirnya mencapai titik puncak, baik dengan terjadinya pertempuran fisik, atau dengan pemusnahan massal lantaran hukuman Allah yang turun atas orang-orang kafir secara tiba-tiba.

Dakwah para nabi tidak akan pernah berhenti, karena kebenaran tidak pernah bisa berdampingan dengan kebatilan. Dakwah mereka tidak akan pernah berhenti, karena kebaikan dan kejahatan tidak mungkin beriringan satu sama lain.

Ini adalah sunnatullah yang ditetapkan atas para Nabi dan pengikutnya. Dia menetapkan bahwa mereka akan memiliki musuh yang akan menentang mereka.

"Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin." (Al-An’am: 112)

Di antara mereka ada orang-orang yang akan diberikan kemenangan atas musuh-musuh mereka, dan di antara mereka ada orang-orang yang akan dibunuh, karena Allah memilih Syuhada dari kalangan hamba-Nya, baik dari Nabi atau dari pengikutnya.

"Dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada." ( Ali Imran: 140)

Salah satu Nabi yang Allah pilih untuk diri-Nya sebagai seorang syuhada, yang telah dibunuh oleh orang-orang yang dia diutus untuk menjadi pembimbing, adalah nabi Yahya alaihis salam. Kaum Bani Israil telah dikenal sebagai kaum yang gemar mengejek, memberontak, melawan, mempermainkan, dan bahkan membunuh nabi mereka.

"Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhul kudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?" (Al-Baqarah: 87)

Sampai-sampai mereka dikutuk oleh Nabi mereka sendiri.

"Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas." (Al-Maidah: 78)

Dalam membahas kisah kejadian yang menyeret kaum Bani Israil membunuh nabi Yahya alaihis salam, kita akan mempelajari tentang nama beliau dan fakta yang kemungkinan ini menjadi pertanda kesyahidannya.

"(Allah berfirman), "Wahai Zakariya! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya." (Maryam: 7)

Asy-Syinqithi menjelaskan tentang ayat ini; "Ayat ini menunjukkan bahwa Allah-lah yang menamainya secara langsung, bukan mempercayakan masalah penamaannya kepada ayahnya. Hal ini mengandung kebajikan yang luar biasa untuk Yahya." (Tafsir Adhwa'ul Bayan)

Dia kemudian menjelaskan bahwa kata "samiy" dalam ayat ini digunakan dalam bahasa Arab dalam dua cara. Yang pertama adalah ucapan mereka: "fulan dan fulan adalah 'samiy' dari fulan dan fulan." Artinya ia diberi nama yang sama dengan dia. Jadi jika dua orang memiliki nama yang sama, maka masing-masing dari mereka adalah 'samiy' dari yang lain." (Tafsir Adhwa'ul Bayan)

Dalam tafsir tentang ayat yang sama, az-Zamakhsyari menyatakan, "Dan nama-nama lain yang mereka gunakan sama untuk 'Yahya' antara lain; 'Ya'mur' atau 'Ya'isy', jika nama 'Yahya' memang bahasa Arab. Mereka juga menyebutnya 'Yamut'." (Tafsir al-Kasysyaf).

Tiga nama terakhir yang disebutkan di sini oleh Az-Zamakhsyari semua memiliki keterkaitan makna dengan nama "Yahya". Nama "Ya'isy" berarti hidup, dan nama "Ya'mur" berarti hidup panjang (berumur), sementara nama "Yamut" berarti mati. Nama "Yahya" sendiri artinya adalah hidup atau masih hidup. Nama ini sangat tepat mengingat bahwa nabi Yahya meninggal tidak hanya sebagai Nabi Allah, tetapi juga sebagai syahid, dua status yang tetap hidup bahkan setelah kematian. Dalam hal Nabi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Para nabi tetap hidup dan berdoa di dalam kubur mereka." (Hasan: Diriwayatkan al-Bazzar dan Abu Ya'la dari Anas radhiyallahu anhu)

Sedangkan sebagai seorang syuhada, Allah berfirman; "Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (Al-Baqarah: 154)

Selain itu, kesyahidannya adalah kesyahidan yang terbaik, karena ia dibunuh di saat berdiri di hadapan penguasa tiran untuk melarangnya dari melakukan kejahatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik syuhada (orang yang gugur di jalan Allah) adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, kemudian seorang laki-laki yang berdiri di hadapan penguasa tiran, dia memerintahkan untuk berbuat baik dan melarang dia dari perbuatan jahat, sehingga ia (penguasa itu) membunuhnya." (Hadits Hasan: diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain dari Jabir radhiyallahu anhu)

Di antara pendapat yang disebutkan oleh para ulama tafsir tentang kematian Yahya ‘alaihis salam adalah bahwa ia dibunuh oleh seorang raja dari Bani Israil, setelah melarang dia dari menikahi seorang wanita yang tidak halal baginya untuk dinikah. Pendapat ini dipilih oleh 'Abdullah Ibnu 'Abbas,' Abdullah bin az-Zubair, al-Husain Ibnu Ali, dan as-Suddi, meskipun mereka berbeda apakah itu putrinya, keponakannya, anak tirinya, atau mantan istri saudaranya (ini sesuai, karena ini telah dilarang dalam hukum syari'at mereka). (Tafsir Zadul Ma'asir)

Dengan demikian, nabi Yahya telah meraih kematian yang mulia setelah hidup dalam kehidupan paling mulia. Dia adalah seorang Nabi Allah yang berasal dari keluarga kenabian dan kebenaran. Ia dikirim kepada para pembangkang dari kalangan Bani Israil untuk membimbing mereka kembali kepada Allah, dan ia tetap teguh pada misinya sampai dia kembali kepada Allah sebagai seorang syuhada.

Dalam mempelajari kematian nabi Yahya ‘alaihis salam, seorang muslim terinspirasi untuk berdiri teguh dalam menghadapi fitnah, tidak peduli dengan keadaan yang mungkin terjadi sebagai konsekuensi dari amalnya. Namun, seorang Muslim perlu memahami bahwa setiap individu diuji sesuai dengan level keimanannya. Karenanya, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya siapakah orang yang paling berat ujiannya? Beliau bersabda; "Para nabi". (Shahih: diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Sa'ad Ibnu Abi Waqqash radhiyallahu anhu)

Sehingga tidak mengherankan jika Nabi Yahya ‘alaihis salam, salah satu nabi Allah, akan ditakdirkan menghadapi ujian berat dengan berdiri di hadapan penguasa dan menyampaikan kata-kata kebenaran yang akan membuat kecewa dia. Namun, bahkan dalam kasus Nabi Allah, laki-laki yang memiliki tingkatan iman paling kuat, kita dapati bahwa mereka tetap mencari bantuan Allah dalam mengatasi rasa takut, ketika mereka merasa bahwa mereka tidak akan mampu memenuhi misi mereka.

"Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. Keduanya berkata, "Ya Rabb kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas." (Thaha: 43-45)

Bahkan seorang Nabi paling mulia juga akan menghadap kepada Allah dalam do'a, meminta Dia untuk menunjukkan kepada mereka tanda-tanda-Nya sehingga hati mereka akan merasa tenang.

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau (kepada-Ku)?" Dia (Ibrahim) menjawab, Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." (Al-Baqarah: 260)

Pelajaran yang harus diambil adalah: bahkan manusia yang terbaik akan menemukan tantangan dalam dakwah dan jihad, dan mereka akan mencari pertolongan dari Allah Ta'ala. Pada saat tantangan menjadi begitu sulit sehingga mereka bertanya-tanya, "Kapankah datangnya pertolongan Allah ?" (Al-Baqarah: 214)

Tapi mereka akan terus berjuang tanpa henti, berusaha untuk memenuhi tugas mereka meski pun kesulitan yang mereka hadapi. Lebih dari itu, mereka akan menjalankannya dengan rasa penuh tanggungjawab, dan bukan meninggalkannya atau mengharap orang lain untuk datang dan menyelesaikan tugas itu.

Hal ini digambarkan dalam sebuah kejadian yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang Yahya ‘alaihis salam. Rasulullah bersabda: "...Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakariya 'alaihimus salam dengan lima perintah, Dia memerintahkannya untuk mengamalkannya dan supaya memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya juga, dan ia hampir lambat untuk melakukannya. Allah kemudian memerintahkannya kepada Isa. Biarkan dia menyampaikan perintah itu atau engkau yang menyampaikan pada mereka." Maka Isa ‘alaihis salam berkata kepada Yahya, 'Sesungguhnya engkau diberi lima perintah dan diperintahkan untuk mengamalkannya dan untuk menyampaikannya pada Bani Israil supaya mereka mengamalkannya juga. Apakah engkau yang akan menyampaikan pada mereka atau aku akan melakukannya." Yahya mengatakan, 'Wahai ruh Allah! Aku takut jika engkau yang melakukannya sebelum aku, aku akan dihukum atau aku akan ditenggelamkan ke dalam bumi.' Dia kemudian mengumpulkan Bani Israil di Baitul Maqdis sampai penuh dan kemudian duduk di tempat tinggi. Dia kemudian memuji Allah dan menyampaikan lima perintah yang diturunkan kepadanya..." (Shahih, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan lain-lain dari al-Harits al-Asy'ari)

Di sini, Yahya ‘alaihis salam tidak didekati oleh 'Isa ‘alaihis salam karena dia benar-benar lambat dalam melaksanakan perintah Allah. Sebaliknya, itu karena ia hampir lambat untuk melakukannya, seperti yang ditunjukkan dalam hadits di atas, kemudian, ketika Isa ‘alaihis salam menawarkan untuk mengambil alih tugas ini darinya ia segera menolak, percaya bahwa ia akan dihukum jika dia tidak melaksanakan tugas itu sendiri.

Keseriusan dan perhatian terhadap perintah Allah dan merasa butuh untuk memenuhi itu semua, sebagaimana kesadaran akan pentingnya dan bersegera dalam memenuhi itu semua adalah sarana kekuatan yang dapat mendorong seorang Muslim keluar dari sikap ragu-ragu dan membuatnya kuat memikul tugas paling sulit di jalan Allah.

Semoga Allah memberikan kita sifat-sifat ini, menguatkan kita, dan membuat kita teguh di jalan-Nya.

EKSPANSI DAULAH ISLAM

DABIQ 5 - PENDAHULUAN

EKSPANSI DAULAH ISLAM


Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du;

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." (At-Taubah: 32-33)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Sungguh Allah telah menghimpun untukku bumi, sehingga aku melihat sisi timur dan baratnya, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah Allah lipatkan untukku dari bumi." (Shahih Muslim dari Tsauban)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda; "Sungguh agama ini akan mencapai seluruh tempat yang dilalui siang dan malam. Allah tidak akan meninggalkan satu rumah pun baik di kota maupun di pedalaman kecuali akan memasukkan dien ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang yang mulia dan menghinakan orang yang hina, yakni Allah memuliakannya dengan kemuliaan Islam dan menghinakannya dengan kekufuran." (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Tamim Ad-Dari)

Ini adalah janji dari Allah. Agama yang benar ini –diwujudkan melalui Jamaah kaum muslimin (Khilafah) dan Imam mereka (Khalifah)– akan menang di atas semua agama palsu, dengan bukti dan petunjuk, dan dengan pedang dan tombak, walaupun orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak menyukainya, dan begitu juga semua militer, ekonomi, intelijen, politik, dan media oposisi dari koalisi salib terhadap Daulah Islam.

Pada tanggal 20 Muharram 1436, Daulah Islam secara resmi mengumumkan ekspansinya ke Semenanjung Arab, Yaman, Semenanjung Sinai, Libya, dan Aljazair, dan pendirian Wilayah di dalamnya. Khalifah Ibrahim hafizhahullah juga menerima bai'at dari semua kelompok dan individu yang berjanji setia dari negara lainnya.

Jadi, di saat seluruh mata dunia buta dan terpesona oleh sihir media yang "meliput" pertempuran di 'Aynul Islam (Kobane), mata Daulah Islam justru melakukan pemindaian di Timur dan Barat, mempersiapkan ekspansi yang -dengan izin Allah- akan mengakhiri negara Yahudi, Alu Salul (Saudi), dan para thaghut murtad lainnya, para sekutu salib.

Bendera Khilafah akan meninggi di atas Makkah dan Madinah, walau orang-orang murtad dan munafik membencinya. Bendera Khilafah akan berkibar tinggi di atas Baitul Maqdis dan Roma, walaupun orang-orang Yahudi dan Tentara Salib tidak menyukainya. Naungan bendera penuh berkah ini akan terus meluas sampai menutupi semua wilayah timur dan barat bumi, mengisi dunia dengan kebenaran dan keadilan Islam dan mengakhiri kedustaan dan tirani Jahiliyah, walau Amerika dan sekutunya membencinya...

PERKATAAN YANG SULIT, KISAH NYATA DI BALIK VIDEOKU

DABIQ 4 - SPESIAL

PERKATAAN YANG SULIT,
KISAH NYATA DI BALIK VIDEOKU
Oleh : John Cantlie

Maafkan aku sebelumnya, tetapi ada banyak acuan untuk diriku sendiri dalam artikel berikut. Aku tidak suka berbicara tentang diriku sendiri, itu tampak arogan, tapi itu adalah suara dan kata-kataku yang telah dianalisa para wartawan setelah rilis video yang dibuat oleh Daulah Islam. Dan untuk meletakkan segala sesuatu dalam sudut pandang, aku harus menceritakan bagian dari ceritaku.

Salah satu pengamatan menyebutkan bahwa video itu telah ditulis skripnya, dan mungkin aku tidak punya pilihan dalam kontennya. Ini tidak benar. Para mujahidin menunjukkan judul awal, lalu aku menulis skrip, menyerahkannya untuk dicopy setiap perubahan yang perlu dibuat dan video segera dishot. Ini semua sangat cepat –delapan video pertama ditulis, disetujui dan difilmkan hanya dalam 12 hari– tapi seperti itulah mujahidin. Semua cepat, ada pekerjaan yang selesai dilakukan, mereka segera beralih ke tugas berikutnya.

Ketika otak Anda tidak memiliki apa-apa untuk bekerja selama dua tahun kecuali survival dasar untuk bertahan hidup, dan tiba-tiba dimasukkan ke tengah panggung di depan media dunia, itu adalah sebuah kejutan bagi sistem. Tidak, tidak ada, kablam! Anda masih di sini. Aku telah dipekerjakan untuk berita sebelumnya, bukan menjadi berita, dan itu sangat berbeda. Setiap kata yang Anda katakan diperiksa, terutama jika Anda dalam situasiku. Jadi untuk benar-benar memahami isi film, dan mengapa aku mengatakan apa yang aku kadang katakan, Anda harus menghargai cerita di balik layar.

Sebagai teman, seorang pernah berkata kepadaku, bahwa aku tidak ada yang akan mana-mana. Aku hanya seorang pria di ruangan gelap dengan kasur di lantai. Ini hal yang bersih dan nyaman; untuk seorang pria dalam posisiku, ini sudah cukup. Empat dari teman satu selku telah dieksekusi oleh Daulah Islam dengan cara sedalam mungkin setelah pemerintah Inggris dan Amerika rupanya membuat keputusan bersama untuk tidak membahas masalah pembebasan kami dari penculik. Dan sekarang, kecuali jika ada sesuatu yang berubah dengan sangat cepat dan sangat radikal, aku menunggu giliranku.

Seperti lingkungan yang memaksa pikiran untuk berubah. Aku sudah cukup merasa sulit di dalam, terkadang walau hanya untuk melewati setiap hari. Syeikh yang dulu menangkap James Foley dan aku kembali pada bulan November 2012 pernah mengatakan, "untuk menjalani apa yang kau hadapi ini akan membutuhkan hati batu". Dan dia benar. Aku mencoba untuk tetap sangat tenang, toleran dan menerima keadaanku. Seorang Muslim menyebutnya 'takdir Allah', kehendak Allah yang menentukan segala sesuatu yang akan terjadi. Aku bersyukur untuk setiap kenyamanan yang aku terima dan untuk setiap sepiring makanan yang aku dapatkan.

Ini bukan jalan yang mudah, dan beberapa dari kami memiliki jalan bergelombang menanjak. Setelah kami akhirnya dimasukkan ke dalam populasi umum dengan puluhan tahanan Eropa, kami harus menonton mereka semua pulang ke orang yang mereka cintai, sementara kami, Inggris dan Amerika, tertinggal. Itu adalah pil pahit yang harus ditelan, tapi itu belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang terjadi selanjutnya. Sekarang Aku telah menyaksikan bagaimana James, Steven Sotloff, David Haines dan Alan Henning berjalan keluar dari pintu, satu orang setiap dua minggu sejak 18 Agustus, mereka tidak pernah kembali, aku tahu mereka akan dibunuh dan digiring ke kematian mereka.

Dan sekarang mereka sudah pergi, wajah dan kematian mereka tertempel di seluruh berita dunia, empat korban kebijakan bodoh.

Apa yang Anda lakukan untuk seorang pria? Setelah bertahan bertahun-tahun menahan sakit, kegelapan dan penyesalan, lalu melihat semuanya berakhir dengan cara sedemikian mengerikan padahal orang lain bisa pulang, untuk melihat orang yang dekat, laki-laki dari keluarga kita, ayah yang penuh kasih sayang dibunuh karena pemerintah mereka tidak mau bernegosiasi karena kebijakan, 'bahkan tidak akan membahas pilihan untuk menyelamatkan mereka dengan keluarga mereka –Anda mulai bisa membayangkan bagaimana rasanya? Ini bukan jiwa malang yang diambil secara acak, ini individu yang hilang selama bertahun-tahun di salah satu krisis penyanderaan paling high-profile yang terlihat dalam sejarah modern, dengan puluhan saksi yang sudah pulang yang bersaksi bahwa mereka masih hidup dan bisa dibantu. Aku percaya bahkan mujahidin benar-benar terkejut bagaimana dengan mudah negara kita meninggalkan kami untuk mati.

Kami akan datang sejauh ini, menempatkan satu kaki di depan yang lain, mendukung satu sama lain ketika keadaan semakin sulit, berdoa bersama-sama setiap hari. Kami biasa menyebutnya Zona Mati saat mendapat hal buruk, setelah pendaki Everest memasuki wilayah di atas 26.000 kaki ketika itu mereka mendekati puncak, ketika setiap langkah adalah penderitaan, ketika mereka hampir tidak memiliki cukup kekuatan untuk melanjutkan. Kita tidak pernah menyerah untuk berharap bahwa bangsa kita akan bernegosiasi untuk membebaskan kami.

Tapi semua waktu itu, kita tidak pernah tahu bahwa keputusan tentang nasib kami telah dibuat berbulan -bulan sebelumnya di Washington dan Whitehall. Kita tidak pernah tahu bahwa keluarga kita, yang mereka ternyata seperti dikurung di penjara sama dengan kami, yang diberi harapan kosong oleh pemerintah atau diberitahu bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan. Kami tidak pernah tahu bahwa keluarga yang merelakan diri mereka sendiri untuk mencoba apa saja, sedangkan laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab justru melipat tangan mereka dan menawarkan simpati mereka.

Apa yang Anda lakukan untuk seorang pria? Ini membuat Anda sangat marah pada ketidakadilan kotor tersebut. Itu sudah pasti. Aku tidak memiliki semua fakta, dan tentu saja, aku bias. Tapi bagaimana mungkin kepala negara manapun bisa duduk dan menonton kami mati di sini seperti ini, kemudian mengkritik anggota NATO yang mencoba menyelamatkan wargannya dari tawanan ke rumah mereka menjadi hal yang benar-benar kejam. Sejak kapan tidak ingin melihat warga Anda dieksekusi di depan media dunia menjadi tindakan kelemahan?

Amerika telah membayar uang tebusan dan bertukar tahanan untuk sandera yang ditahan oleh kelompok teroris sebelumnya. Bahkan itu terjadi di tahun ini, dibebaskannya Sersan Bowe Bergdahl di Afghanistan, yang ditukar tidak kurang dengan lima tahanan tingkat tinggi dari Guantanamo. Inggris juga telah membayar uang tebusan dan bertukar tahanan untuk sandera dengan kelompokkelompok teror seperti yang diketahui. Pada tahun 1991 Terry Waite akhirnya pulang untuk tebusan sekitar $ 5 juta, ketika pertukaran tahanan klandestin mengambil tempat dengan Tentara Pembebasan Kosovo. Itu pada tahun 1994, aku percaya.

Tapi tidak untuk kami.

Entah bagaimana kami selalu luput dari setiap jaring pengaman, setiap perubahan kebijakan, dan berakhir di lantai yang kemudian pasti akan jatuh sebagai salah satu bencana terburuk bagi sandera terakhir kali. Ya, Amerika mencoba untuk 'menyelamatkan' kita, tapi tidak dengan menghabiskan uang jutaan dolar mereka, mengirim pasukan komando Ninja dalam helikopter siluman dan mempertaruhkan nyawa seperti yang terjadi di film-film action Hollywood, bukankah lebih aman dan bijaksana untuk membuat pilihan pertukaran tahanan yang dibahas di kali pertama? Bahkan jika tidak ada yang bisa disepakati, pasti ada hal yang layak untuk didiskusikan dengan Daulah Islam. Kemungkinan apa yang bisa membahayakan yang berasal dari negosiasi? Aku tidak akan pernah mengerti mengapa kita dianggap begitu dibuang, tapi hal itu tidak terlalu penting sekarang.

Untuk menyaksikan teman-teman Anda mati dengan cara yang mereka lakukan, ketika tampaknya begitu banyak hal pada tingkat politik yang bisa saja dilakukan untuk mencegahnya, adalah sangat sulit. Aku berharap pukulan yang paling keras itu datang dari dalam dinding penjara ini, bukan dari luar, dan ini hampir merobekku menjadi dua. Britania adalah sebuah negara kecil, sebuah negara kepulauan dengan tradisi lama yang digunakan untuk memaknai sesuatu. Sekarang? Aku tidak tahu. Ini tidak terjadi hingga Anda masuk ke situasi ekstrem seperti ini yang akan membuat Anda mulai meragukan segala apa yang pernah Anda ketahui.

Di sini, di penjara, kami telah tinggal di dalam sebuah ruang kosong mutlak selama dua tahun. Dunia luar, aku tidak tahu apa-apa. Bagian yang paling rumit dari aparat yang menanganiku, yang sesekali membuka sekaleng daging olahan; sekarang ada sesuatu yang disebut iWatch. Kemudian kami mulai bekerja membuat video ini dan sebagai bagian dari proses penelitian, aku diizinkan untuk membaca berita yang di download tentang perang yang akan datang di Iraq dan Suriah, dan khususnya situasi kami. Dan semakin aku membaca, semakin dalam aku terpotong.

Aku begitu hancur untuk membaca tentang kurangnya dukungan bagi keluarga yang terlibat dalam kasus kami karenanya Aku ingin membuat suaraku tentang masalah ini terdengar. "Kami harus menemukan jalan ini melalui diri kita sendiri," kata Diane Foley kepada wartawan. Setelah menyaksikan ceramah nasional Obama pada 10 September, aku terkejut melihat cara di mana nama teman-temanku yang mati digunakan untuk menabuh genderang perang, sebagaimana juga digunakan untuk menghasut masyarakat agar mendukung aksi militer.

Aku melihat Ibu Steven membuat permohonan televisi ke Daulah Islam agar melepaskan anaknya setelah pemerintahannya menolak untuk membahas hal apa pun dengan mereka, dan membaca bagaimana Diane Foley diancam dengan biaya 'pendanaan terorisme' saat ia mencoba membayar tebusan. Aku membaca email dari ibu yang semestinya surat itu dikirim kepada Presiden untuk meminta pertolongan, dan yang lain di mana mereka akan langsung menghubungi keluarga salah satu tahanan Muslim untuk menjadi tebusan bagi kita lalu melihat apakah hal itu bisa berhasil, apa yang bisa mereka lakukan. Aku belajar tentang upaya penyelamatan yang gagal, bagaimana peluang kelangsungan hidup kami dinilai sangat rendah sehingga dianggap pilihan terbaik. "Intelijen itu sedikit basi, tetapi Anda tidak bisa tidak memberikan ayunan," kata seorang juru bicara. Seolah-olah hidup kita dan kehidupan keluarga kita hanya permainan bisbol.

Dan inilah intinya: jika negara kita sedikit saja berbicara dengan mujahidin, kesempatan kita untuk bertahan hidup tidak akan serendah ini. Rasa sakit dan marah dari belajar semua ini tak terlukiskan. Semua yang menjadi dasar keyakinan kami sekarang telah menjadi ilusi.

Itu semua dalam konteks video yang difilmkan ini, dan aku menggunakan suaraku untuk berbicara menentang apa yang aku lihat.

Aku terkejut pada apa yang aku pelajari, sangat terluka dan menyadari bahwa aku sangat naif. Bahwa ini semua telah terjadi. Aku tahu kami bukan orang penting, tidak spesial sama sekali. Kami akan menemukan diri kami masuk ke dalam tempat sangat buruk dan sangat membutuhkan bantuan tapi aku tidak bisa memahami bagaimana kami hanya dianggap iritasi oleh dua negara yang paling berpengaruh di dunia, ketika semua pemimpin Eropa terlibat dalam diskusi yang menjamin rakyat mereka aman kembali ke rumah. Mereka telah memilih untuk tidak bernegosiasi, para politisi kita harus tahu kita akan dieksekusi, namun diputuskan bahwa jika usaha penyelamatan tidak berhasil (dan itu semua selalu merupakan pilihan terakhir yang membuat terkesiap) maka itu baik-baik saja. Lebih baik kita dipancung satu per satu daripada berbicara dengan para penawan kita. Jika itu kebijakan, itu adalah kegilaan.

Aku tidak pernah mengatakan kepada orang lain apa yang aku pelajari saat mereka masih hidup. Aku telah dipindah ke sel kecilku dan aku telah memilih untuk bertahan, sehingga aku tidak bisa berbicara dengan mereka sedikit pun. Aku dapati batas penutup dinding ini menghentikan pikiranku untuk berkelana terlalu jauh dan aku tidak bisa lebih fokus, menjaga diri agar tetap baik dalam kesendirianku. Ini mungkin lebih baik bagi orang lain untuk tidak tahu. Karena kesedihan hanya akan membuat mereka penuh ketakutan dan kemarahan.

Para mujahidin telah berbaik hati memberi aku suara tidak seperti yang lain. Aku tidak tahu mengapa aku layak mendapat keistimewaan seperti itu, tapi aku akan menggunakan suara untuk mengatakan ini:

Mohon jangan biarkan kematian ini memudar diamdiam dalam malam – ada yang bisa dilakukan daripada sekedar memejamkan mata. Masyarakat tidak memiliki nafsu makan untuk melihat pemenggalan berturut-turut pada warga negara mereka pada tahun 2014, jadi mengapa ini dibiarkan terjadi? Daulah Islam bukanlah suatu sekelompok gerilyawan atau gangster. Mereka memiliki 32.000 pejuang, tank, sistem rudal, pengadilan hukum, kepolisian dan mereka mengontrol kota terbesar kedua di Iraq. Tentunya mereka harus dipertimbangkan cukup besar dan cukup serius untuk untuk ditangani setiap politisi.

Untuk istriku tersayang, teman-temanku di media dan keluargaku: biarkan para pemimpin politik kita tahu bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi seperti ini. Para pemimpin politik kita memiliki kekuasaan, jika mereka memilih untuk mengubah keadaan. Untuk saat ini, Aku masih hidup, tetapi di beberapa point ke depan, mujahidin pasti akan kehabisan kesabaran. Hanya meminta pemerintah kita untuk berbicara. Itu saja. Membuka saluran dan bernegosiasi dengan Daulah Islam seperti yang negara lain lakukan. Jika kemudian tidak ada hal yang bisa disepakati, maka tidak mengapa, tetapi tidak berarti menutup kebijakan kompromi untuk membuka dialog.

Kematian tidak memberi rasa takut padaku; Aku telah tinggal di bawah sayapnya untuk waktu yang lama. Tetapi jika itu adalah menjadi tujuan akhirku, aku lebih suka mencarinya dengan wajah mengetahui bahwa hal ini adalah pertarungan yang adil dan bukan penyerahan diri yang kosong.