Selasa, 24 April 2018

PENERBITAN MATA UANG KHILAFAH

DABIQ 5 - LAPORAN

PENERBITAN MATA UANG KHILAFAH

Dalam upaya untuk memisahkan umat dari keburukan, sistem keuangan global berbasis bunga, Daulah Islam baru-baru ini mengumumkan pencetakan mata uang baru berdasarkan nilai-nilai intrinsik emas, perak, dan tembaga. Inisiatif ini merupakan langkah penting menuju pergeseran umat untuk meninggalkan penggunaan mata uang yang tidak lagi didukung oleh logam mulia, dan nilai yang terus-menerus dimanipulasi oleh bank sentral negara masing-masing.

Inisiatif ini diserukan oleh Amirul Mukminin, Khalifah Ibrāhīm Ibn 'Awwad al-Qurasyi, yang menugaskan Diwan Baitul Mal untuk mempelajari masalah ini dan mengajukan proposal yang komprehensif untuk dilaksanakan, yang kemudian disetujui oleh Dewan Syura.

Pengumuman mata uang baru ini ditampilkan dalam berbagai logam, bobot, dan denominasi, serta gambar yang akan hadir pada setiap koin dan menjelaskan makna dari setiap gambar yang ada. Gambar yang digunakan adalah perwujudan dari petunjuk umat Islam yang diambil dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Di antaranya adalah gambar tujuh batang gandum, melambangkan berkah shadaqah, gambar tombak dan perisai, melambangkan ketentuan seorang muslim akan jihad, dan gambar pohon kurma, melambangkan seorang muslim dengan iman yang berakar kuat, kesabaran yang membaja, dan perbuatan yang bermanfaat.

Pencetakan mata uang yang unik, yang secara khusus dilakukan kaum muslimin dan berdasarkan logam mulia terjadi pertama kali dalam era Dinasti Bani Umayah oleh khalifah 'Abdul Malik bin Marwan. Kaum Muslimin selama masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, masa Khulafaur Rasyidin, dan di awal masa Daulah Umawiyah menggunakan mata uang yang diedarkan oleh kerajaan Persia dan Romawi. mereka kemudian mulai pencetakan koin versi mereka sendiri, dimana mereka merubah simbol pada koin untuk menghilangkan konotasi syirik.

'Abdul-Malik bin Marwan, bagaimanapun juga, dialah yang pertama memerintahkan pencetakan koin khusus untuk umat Islam yang tidak mengandung salah satu unsur Persia dan Roma, apakah dengan diubah atau sebaliknya. Koin ini merubah semua simbol dan tulisannya, seperti dengan tulisan kalimat syahadat atau ayat AlQur'an. Koin pertama diperkenalkan pada tahun 77 Hijriah.

Menariknya, satu set koin berisi beberapa koin awal Khilafah Umawiyah dan Eropa milik seorang kolektor dilelang satu setengah tahun yang lalu di London dengan ratusan ribu pound Inggris. Termasuk dalam set koin ini adalah koin 'Abdul-Malik bin Marwan yang disebutkan di atas.

Kita berharap kepada Allah untuk memberkahi inisiatif Daulah Islam dan membawa dinar emas, dirham perak, dan tembaga fals keluar dari ranah lelang koin langka menuju penggunaannya secara nyata dan tersebar secara luas.

PERTEMPURAN Di 'AIN AL-ISLAM (KOBANE)

DABIQ 5 - LAPORAN

PERTEMPURAN Di 'AIN AL-ISLAM (KOBANE)

Sebelumnya di sebut 'Ain al-'Arab, atau Kobani, kota 'Ain al-lslam adalah target serangan dari gerak maju Daulah Islam yang dimulai hampir dua bulan yang lalu. Para mujahidin dengan cepat membuat kewalahan pertahanan yang disiapkan oleh PKK / YPG dan telah mencapai pinggiran kota, bahkan pesawat tempur Amerika mulai menargetkan posisi mujahidin untuk mendukung kelompok komunis.

Dari sana, tidak lama sebelum akhirnya mujahidin berhasil menjebol pertahanan orang-orang murtad ini dan menyerang mereka di jalan-jalan kota, seperti yang disaksikan oleh para pendukung PKK dan koresponden media, mereka menyaksikan serangan gencar dari pinggir perbatasan di Turki.

Keceriaan dan kegembiraan mereka saat melihat serangan udara terhadap mujahidin berubah menjadi kesedihan dan frustrasi, saat mereka menyadari kurangnya efek yang mereka miliki untuk menghentikan gerak maju mujahidin. Di Turki, orang-orang komunis membuat kerusuhan, dan bahkan menyerang dan membunuh kaum muslimin karena marah atas jalannya peristiwa di medan perang.

Tidak lama setelah itu, media beramai-ramai mengabarkan berita bahwa Peshmerga dan FSA Murtaddin akan mengirimkan bala bantuan. Hal ini semakin menyoroti ketidakmampuan PKK dalam melawan Daulah Islam. Mereka didukung oleh koalisi yang mempersenjatai mereka, memasok mereka, memperkuat mereka, dan bahkan memberi mereka perlindungan udara hampir setiap hari, tapi mereka masih tidak bisa menghalau para mujahidin atau bahkan menghentikan gerak maju mereka. Memang, satu-satunya hal yang menakjubkan, yang tidak ditemui oleh orang-orang kafir dan lebih membingungkan dari ketidakmampuan PKK, adalah keputusan Obama untuk terus mengandalkan ketidakmampuan PKK.

Amerika mengklaim bahwa kota ini tidak menjadi perhatian utama mereka, tapi sebagian besar serangan udara mereka yang telah dilakukan di Iraq dan Syam diarahkan terhadap pertempuran mujahidin di 'Ain al-lslam, menggiring mereka untuk menghabiskan ratusan jutaan dolar untuk usaha sia-sia, sekedar menunda sesuatu yang tak terelakkan.

Terlepas dari pemboman besar-besaran dan meningkatnya jumlah syuhada, para mujahidin telah menolak untuk mundur. Mereka akan tetap terus berusaha, dengan keyakinan akan janji kemenangan dari Allah bagi mereka yang berperang di jalan-Nya.

MENYATUKAN BARISAN

DABIQ 5 - LAPORAN

MENYATUKAN BARISAN

Bulan ini, barisan kaum muslimin semakin kuat dan bersatu dengan berbagai bai'at yang berasal dari para mujahidin di Sinai, Libya, Yaman, Aljazair, dan Jazirah Arab, di samping bai'at lebih dari 30 desa Kurdi di Wilayah Halab (Aleppo).

Muslim Kurdi sejak waktu yang lama hingga sekarang terus mengalir ke dalam barisan Daulah Islam, berjihad dengan jiwa mereka dan harta mereka melawan orang-orang kafir, termasuk orang-orang kafir yang berasal dari suku bangsa mereka sendiri. Sebagaimana yang digaris bawahi dari pernyataan Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani baru-baru ini; "Perang kami terhadap Kurdi adalah perang agama. Ini bukan perang nasionalistis - na'udzubillah. Kami tidak melawan Kurdi karena mereka adalah orang Kurdi. Sebaliknya, kami melawan orang-orang kafir di antara mereka, sekutu tentara Salib dan Yahudi dalam perang mereka melawan kaum muslimin. Mengenai Kurdi Muslim, maka mereka adalah kaum kami dan saudara kami di manapun mereka berada. Kami menumpahkan darah kami untuk menyelamatkan darah mereka. Muslim Kurdi di barisan Daulah Islam ada banyak. Mereka adalah pejuang paling tangguh dalam melawan orang-orang kafir yang berasal dari kaum mereka." [Inna Rabbaka la bil mirshad].

Sementara itu, Daulah Islam mengumumkan ekspansi Khilafah ke Sinai, Libya, Yaman, Aljazair, dan Jazirah Arab, menerima bai'at dari para mujahidin di kawasan tersebut. Kabar ini membuat umat Islam di seluruh wilayah Khilafah turun ke jalan-jalan untuk merayakan, mereka menyadari bahwa dengan pengumuman ini, pertempuran di banyak front akan semakin sulit dan akan memerlukan tingkat kesabaran yang lebih tinggi.

Namun, mereka merayakan, karena mereka melihat janji Allah terus terbukti setiap harinya. Mereka melihat bahwa Khilafah tidak hanya kembali, tapi akan terus eksis dan meluas (baqiyah wa tatamaddad), membawa seluruh kaum muslimin dari semua warna di bawah satu bendera dan satu imam untuk membersihkan tanah mereka dari para thaghut dan mengangkat pedang mereka dalam persatuan melawan orang-orang Yahudi dan tentara salib. Dengan setiap kafir yang ikut serta melawan Daulah Islam, setiap bom yang dijatuhkan ke rumah rakyatnya, setiap kedustaan yang beredar oleh media internasional, dan setiap koin yang dihabiskan untuk mencoba menghentikan kemajuannya, Khilafah dan mujahidin hanya akan tumbuh lebih kuat, lebih kokoh dan lebih tegar.

Biarkan kekuatan kufur melakukan apa saja yang mereka bisa lakukan untuk berperang terhadap Daulah, karena Daulah Islam, dengan Allah izin, hanya akan terus bergerak maju. Baqiyah wa tatamaddad...

YAHYA, PELAJARAN DARI SEORANG SYUHADA

DABIQ 5 - ARTIKEL

YAHYA, PELAJARAN DARI SEORANG SYUHADA

Sejumlah riwayat tentang peristiwa yang terjadi di Syam sebagai tanda dekatnya hari kiamat antara lain penyebutan Isa Ibnu Maryam ‘alaihis salam, salah satu dari lima nabi yang dikenal sebagai ulul 'azmi – yang memiliki tekad kuat. Riwayat ini biasanya berbicara tentang pertempuran akhir zaman di mana umat Islam akan menyerang orang-orang Kristen dan Yahudi, termasuk pertempuran di mana umat Islam dipimpin oleh Nabi Isa ‘alaihis salam melawan Dajjal.

Jika Allah menghendaki, Dia bisa saja membiarkan Islam untuk mengalami peperangan kepahlawanan ini di bawah kepemimpinan seorang manusia biasa dari kalangan mereka. Namun Allah berkehendak bahwa nabi Isa akan kembali –sebagai pengikut syari'at Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam– yang akan memberikan pukulan pamungkas untuk Dajjal dan para pengikutnya, orang-orang Yahudi terkutuk, yang memiliki sejarah mengkhianati dan bahkan membunuh para Nabi Allah. Padahal ia salah satu nabi yang pernah mereka coba untuk membunuhnya, tapi gagal, dan justru ia yang akan membunuh ‘raja yang dinanti’ mereka.

Allah berfirman; Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, "Hati kami tertutup." Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman. Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam, dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa." (An-Nisa: 155-157)

Dengan demikian, kembalinya Isa ‘alaihis salam akan segera diikuti, bukan dengan damai, tetapi dengan pertempuran terhadap musuh-musuh Allah. Ini akan menjadi akhir yang sesuai dengan warisan para nabi-Nya di bumi, warisan yang dipenuhi dengan sikap seorang Nabi yang berdiri tegak membela kebenaran dan tidak mundur dalam menghadapi ancaman orang-orang kafir.

Mereka berkata, "Rabb kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(-Nya) kepada kamu. Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas." Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami." Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas"." (Yasin: 16-19)

Sebuah warisan yang memperlihatkan perdebatan para nabi melawan para thaghut dan membela kebenaran.

"Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Rabbnya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Rabbku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah: 258)

Sebuah warisan yang, memperlihatkan para nabi menegur para thaghut dan menyampaikan perintah Allah.

"Aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku." (al-A'raf: 105)

Sebuah warisan yang memperlihatkan nabi menantang orang yang menyimpang dan jahat.

"Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Dia (Hud) menjawab, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi." (Hud: 54-55)

Sebuah warisan yang memperlihatkan nabi mengancam orang-orang yang melampaui batas.

"Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Nabi Shaleh) berkata, Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." ( Hud: 65)

Sebuah warisan yang memperlihatkan nabi memimpin pertempuran melawan kekuatan kufur.

"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa." (Ali Imran: 146)

Dan warisan yang memperlihatkan nabi berhasil dan menang melawan segala rintangan.

"Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki." (Al-Baqarah: 251)

Warisan para nabi adalah warisan pertarungan dalam setiap kasus, yaitu pertarungan antara para nabi dan orang-orang kafir yang akan terus meningkat sampai akhirnya mencapai titik puncak, baik dengan terjadinya pertempuran fisik, atau dengan pemusnahan massal lantaran hukuman Allah yang turun atas orang-orang kafir secara tiba-tiba.

Dakwah para nabi tidak akan pernah berhenti, karena kebenaran tidak pernah bisa berdampingan dengan kebatilan. Dakwah mereka tidak akan pernah berhenti, karena kebaikan dan kejahatan tidak mungkin beriringan satu sama lain.

Ini adalah sunnatullah yang ditetapkan atas para Nabi dan pengikutnya. Dia menetapkan bahwa mereka akan memiliki musuh yang akan menentang mereka.

"Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin." (Al-An’am: 112)

Di antara mereka ada orang-orang yang akan diberikan kemenangan atas musuh-musuh mereka, dan di antara mereka ada orang-orang yang akan dibunuh, karena Allah memilih Syuhada dari kalangan hamba-Nya, baik dari Nabi atau dari pengikutnya.

"Dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada." ( Ali Imran: 140)

Salah satu Nabi yang Allah pilih untuk diri-Nya sebagai seorang syuhada, yang telah dibunuh oleh orang-orang yang dia diutus untuk menjadi pembimbing, adalah nabi Yahya alaihis salam. Kaum Bani Israil telah dikenal sebagai kaum yang gemar mengejek, memberontak, melawan, mempermainkan, dan bahkan membunuh nabi mereka.

"Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhul kudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?" (Al-Baqarah: 87)

Sampai-sampai mereka dikutuk oleh Nabi mereka sendiri.

"Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas." (Al-Maidah: 78)

Dalam membahas kisah kejadian yang menyeret kaum Bani Israil membunuh nabi Yahya alaihis salam, kita akan mempelajari tentang nama beliau dan fakta yang kemungkinan ini menjadi pertanda kesyahidannya.

"(Allah berfirman), "Wahai Zakariya! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya." (Maryam: 7)

Asy-Syinqithi menjelaskan tentang ayat ini; "Ayat ini menunjukkan bahwa Allah-lah yang menamainya secara langsung, bukan mempercayakan masalah penamaannya kepada ayahnya. Hal ini mengandung kebajikan yang luar biasa untuk Yahya." (Tafsir Adhwa'ul Bayan)

Dia kemudian menjelaskan bahwa kata "samiy" dalam ayat ini digunakan dalam bahasa Arab dalam dua cara. Yang pertama adalah ucapan mereka: "fulan dan fulan adalah 'samiy' dari fulan dan fulan." Artinya ia diberi nama yang sama dengan dia. Jadi jika dua orang memiliki nama yang sama, maka masing-masing dari mereka adalah 'samiy' dari yang lain." (Tafsir Adhwa'ul Bayan)

Dalam tafsir tentang ayat yang sama, az-Zamakhsyari menyatakan, "Dan nama-nama lain yang mereka gunakan sama untuk 'Yahya' antara lain; 'Ya'mur' atau 'Ya'isy', jika nama 'Yahya' memang bahasa Arab. Mereka juga menyebutnya 'Yamut'." (Tafsir al-Kasysyaf).

Tiga nama terakhir yang disebutkan di sini oleh Az-Zamakhsyari semua memiliki keterkaitan makna dengan nama "Yahya". Nama "Ya'isy" berarti hidup, dan nama "Ya'mur" berarti hidup panjang (berumur), sementara nama "Yamut" berarti mati. Nama "Yahya" sendiri artinya adalah hidup atau masih hidup. Nama ini sangat tepat mengingat bahwa nabi Yahya meninggal tidak hanya sebagai Nabi Allah, tetapi juga sebagai syahid, dua status yang tetap hidup bahkan setelah kematian. Dalam hal Nabi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Para nabi tetap hidup dan berdoa di dalam kubur mereka." (Hasan: Diriwayatkan al-Bazzar dan Abu Ya'la dari Anas radhiyallahu anhu)

Sedangkan sebagai seorang syuhada, Allah berfirman; "Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (Al-Baqarah: 154)

Selain itu, kesyahidannya adalah kesyahidan yang terbaik, karena ia dibunuh di saat berdiri di hadapan penguasa tiran untuk melarangnya dari melakukan kejahatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik syuhada (orang yang gugur di jalan Allah) adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, kemudian seorang laki-laki yang berdiri di hadapan penguasa tiran, dia memerintahkan untuk berbuat baik dan melarang dia dari perbuatan jahat, sehingga ia (penguasa itu) membunuhnya." (Hadits Hasan: diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain dari Jabir radhiyallahu anhu)

Di antara pendapat yang disebutkan oleh para ulama tafsir tentang kematian Yahya ‘alaihis salam adalah bahwa ia dibunuh oleh seorang raja dari Bani Israil, setelah melarang dia dari menikahi seorang wanita yang tidak halal baginya untuk dinikah. Pendapat ini dipilih oleh 'Abdullah Ibnu 'Abbas,' Abdullah bin az-Zubair, al-Husain Ibnu Ali, dan as-Suddi, meskipun mereka berbeda apakah itu putrinya, keponakannya, anak tirinya, atau mantan istri saudaranya (ini sesuai, karena ini telah dilarang dalam hukum syari'at mereka). (Tafsir Zadul Ma'asir)

Dengan demikian, nabi Yahya telah meraih kematian yang mulia setelah hidup dalam kehidupan paling mulia. Dia adalah seorang Nabi Allah yang berasal dari keluarga kenabian dan kebenaran. Ia dikirim kepada para pembangkang dari kalangan Bani Israil untuk membimbing mereka kembali kepada Allah, dan ia tetap teguh pada misinya sampai dia kembali kepada Allah sebagai seorang syuhada.

Dalam mempelajari kematian nabi Yahya ‘alaihis salam, seorang muslim terinspirasi untuk berdiri teguh dalam menghadapi fitnah, tidak peduli dengan keadaan yang mungkin terjadi sebagai konsekuensi dari amalnya. Namun, seorang Muslim perlu memahami bahwa setiap individu diuji sesuai dengan level keimanannya. Karenanya, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya siapakah orang yang paling berat ujiannya? Beliau bersabda; "Para nabi". (Shahih: diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Sa'ad Ibnu Abi Waqqash radhiyallahu anhu)

Sehingga tidak mengherankan jika Nabi Yahya ‘alaihis salam, salah satu nabi Allah, akan ditakdirkan menghadapi ujian berat dengan berdiri di hadapan penguasa dan menyampaikan kata-kata kebenaran yang akan membuat kecewa dia. Namun, bahkan dalam kasus Nabi Allah, laki-laki yang memiliki tingkatan iman paling kuat, kita dapati bahwa mereka tetap mencari bantuan Allah dalam mengatasi rasa takut, ketika mereka merasa bahwa mereka tidak akan mampu memenuhi misi mereka.

"Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. Keduanya berkata, "Ya Rabb kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas." (Thaha: 43-45)

Bahkan seorang Nabi paling mulia juga akan menghadap kepada Allah dalam do'a, meminta Dia untuk menunjukkan kepada mereka tanda-tanda-Nya sehingga hati mereka akan merasa tenang.

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau (kepada-Ku)?" Dia (Ibrahim) menjawab, Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." (Al-Baqarah: 260)

Pelajaran yang harus diambil adalah: bahkan manusia yang terbaik akan menemukan tantangan dalam dakwah dan jihad, dan mereka akan mencari pertolongan dari Allah Ta'ala. Pada saat tantangan menjadi begitu sulit sehingga mereka bertanya-tanya, "Kapankah datangnya pertolongan Allah ?" (Al-Baqarah: 214)

Tapi mereka akan terus berjuang tanpa henti, berusaha untuk memenuhi tugas mereka meski pun kesulitan yang mereka hadapi. Lebih dari itu, mereka akan menjalankannya dengan rasa penuh tanggungjawab, dan bukan meninggalkannya atau mengharap orang lain untuk datang dan menyelesaikan tugas itu.

Hal ini digambarkan dalam sebuah kejadian yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang Yahya ‘alaihis salam. Rasulullah bersabda: "...Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakariya 'alaihimus salam dengan lima perintah, Dia memerintahkannya untuk mengamalkannya dan supaya memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya juga, dan ia hampir lambat untuk melakukannya. Allah kemudian memerintahkannya kepada Isa. Biarkan dia menyampaikan perintah itu atau engkau yang menyampaikan pada mereka." Maka Isa ‘alaihis salam berkata kepada Yahya, 'Sesungguhnya engkau diberi lima perintah dan diperintahkan untuk mengamalkannya dan untuk menyampaikannya pada Bani Israil supaya mereka mengamalkannya juga. Apakah engkau yang akan menyampaikan pada mereka atau aku akan melakukannya." Yahya mengatakan, 'Wahai ruh Allah! Aku takut jika engkau yang melakukannya sebelum aku, aku akan dihukum atau aku akan ditenggelamkan ke dalam bumi.' Dia kemudian mengumpulkan Bani Israil di Baitul Maqdis sampai penuh dan kemudian duduk di tempat tinggi. Dia kemudian memuji Allah dan menyampaikan lima perintah yang diturunkan kepadanya..." (Shahih, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan lain-lain dari al-Harits al-Asy'ari)

Di sini, Yahya ‘alaihis salam tidak didekati oleh 'Isa ‘alaihis salam karena dia benar-benar lambat dalam melaksanakan perintah Allah. Sebaliknya, itu karena ia hampir lambat untuk melakukannya, seperti yang ditunjukkan dalam hadits di atas, kemudian, ketika Isa ‘alaihis salam menawarkan untuk mengambil alih tugas ini darinya ia segera menolak, percaya bahwa ia akan dihukum jika dia tidak melaksanakan tugas itu sendiri.

Keseriusan dan perhatian terhadap perintah Allah dan merasa butuh untuk memenuhi itu semua, sebagaimana kesadaran akan pentingnya dan bersegera dalam memenuhi itu semua adalah sarana kekuatan yang dapat mendorong seorang Muslim keluar dari sikap ragu-ragu dan membuatnya kuat memikul tugas paling sulit di jalan Allah.

Semoga Allah memberikan kita sifat-sifat ini, menguatkan kita, dan membuat kita teguh di jalan-Nya.

EKSPANSI DAULAH ISLAM

DABIQ 5 - PENDAHULUAN

EKSPANSI DAULAH ISLAM


Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du;

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." (At-Taubah: 32-33)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda; "Sungguh Allah telah menghimpun untukku bumi, sehingga aku melihat sisi timur dan baratnya, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah Allah lipatkan untukku dari bumi." (Shahih Muslim dari Tsauban)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda; "Sungguh agama ini akan mencapai seluruh tempat yang dilalui siang dan malam. Allah tidak akan meninggalkan satu rumah pun baik di kota maupun di pedalaman kecuali akan memasukkan dien ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang yang mulia dan menghinakan orang yang hina, yakni Allah memuliakannya dengan kemuliaan Islam dan menghinakannya dengan kekufuran." (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Tamim Ad-Dari)

Ini adalah janji dari Allah. Agama yang benar ini –diwujudkan melalui Jamaah kaum muslimin (Khilafah) dan Imam mereka (Khalifah)– akan menang di atas semua agama palsu, dengan bukti dan petunjuk, dan dengan pedang dan tombak, walaupun orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak menyukainya, dan begitu juga semua militer, ekonomi, intelijen, politik, dan media oposisi dari koalisi salib terhadap Daulah Islam.

Pada tanggal 20 Muharram 1436, Daulah Islam secara resmi mengumumkan ekspansinya ke Semenanjung Arab, Yaman, Semenanjung Sinai, Libya, dan Aljazair, dan pendirian Wilayah di dalamnya. Khalifah Ibrahim hafizhahullah juga menerima bai'at dari semua kelompok dan individu yang berjanji setia dari negara lainnya.

Jadi, di saat seluruh mata dunia buta dan terpesona oleh sihir media yang "meliput" pertempuran di 'Aynul Islam (Kobane), mata Daulah Islam justru melakukan pemindaian di Timur dan Barat, mempersiapkan ekspansi yang -dengan izin Allah- akan mengakhiri negara Yahudi, Alu Salul (Saudi), dan para thaghut murtad lainnya, para sekutu salib.

Bendera Khilafah akan meninggi di atas Makkah dan Madinah, walau orang-orang murtad dan munafik membencinya. Bendera Khilafah akan berkibar tinggi di atas Baitul Maqdis dan Roma, walaupun orang-orang Yahudi dan Tentara Salib tidak menyukainya. Naungan bendera penuh berkah ini akan terus meluas sampai menutupi semua wilayah timur dan barat bumi, mengisi dunia dengan kebenaran dan keadilan Islam dan mengakhiri kedustaan dan tirani Jahiliyah, walau Amerika dan sekutunya membencinya...

PERKATAAN YANG SULIT, KISAH NYATA DI BALIK VIDEOKU

DABIQ 4 - SPESIAL

PERKATAAN YANG SULIT,
KISAH NYATA DI BALIK VIDEOKU
Oleh : John Cantlie

Maafkan aku sebelumnya, tetapi ada banyak acuan untuk diriku sendiri dalam artikel berikut. Aku tidak suka berbicara tentang diriku sendiri, itu tampak arogan, tapi itu adalah suara dan kata-kataku yang telah dianalisa para wartawan setelah rilis video yang dibuat oleh Daulah Islam. Dan untuk meletakkan segala sesuatu dalam sudut pandang, aku harus menceritakan bagian dari ceritaku.

Salah satu pengamatan menyebutkan bahwa video itu telah ditulis skripnya, dan mungkin aku tidak punya pilihan dalam kontennya. Ini tidak benar. Para mujahidin menunjukkan judul awal, lalu aku menulis skrip, menyerahkannya untuk dicopy setiap perubahan yang perlu dibuat dan video segera dishot. Ini semua sangat cepat –delapan video pertama ditulis, disetujui dan difilmkan hanya dalam 12 hari– tapi seperti itulah mujahidin. Semua cepat, ada pekerjaan yang selesai dilakukan, mereka segera beralih ke tugas berikutnya.

Ketika otak Anda tidak memiliki apa-apa untuk bekerja selama dua tahun kecuali survival dasar untuk bertahan hidup, dan tiba-tiba dimasukkan ke tengah panggung di depan media dunia, itu adalah sebuah kejutan bagi sistem. Tidak, tidak ada, kablam! Anda masih di sini. Aku telah dipekerjakan untuk berita sebelumnya, bukan menjadi berita, dan itu sangat berbeda. Setiap kata yang Anda katakan diperiksa, terutama jika Anda dalam situasiku. Jadi untuk benar-benar memahami isi film, dan mengapa aku mengatakan apa yang aku kadang katakan, Anda harus menghargai cerita di balik layar.

Sebagai teman, seorang pernah berkata kepadaku, bahwa aku tidak ada yang akan mana-mana. Aku hanya seorang pria di ruangan gelap dengan kasur di lantai. Ini hal yang bersih dan nyaman; untuk seorang pria dalam posisiku, ini sudah cukup. Empat dari teman satu selku telah dieksekusi oleh Daulah Islam dengan cara sedalam mungkin setelah pemerintah Inggris dan Amerika rupanya membuat keputusan bersama untuk tidak membahas masalah pembebasan kami dari penculik. Dan sekarang, kecuali jika ada sesuatu yang berubah dengan sangat cepat dan sangat radikal, aku menunggu giliranku.

Seperti lingkungan yang memaksa pikiran untuk berubah. Aku sudah cukup merasa sulit di dalam, terkadang walau hanya untuk melewati setiap hari. Syeikh yang dulu menangkap James Foley dan aku kembali pada bulan November 2012 pernah mengatakan, "untuk menjalani apa yang kau hadapi ini akan membutuhkan hati batu". Dan dia benar. Aku mencoba untuk tetap sangat tenang, toleran dan menerima keadaanku. Seorang Muslim menyebutnya 'takdir Allah', kehendak Allah yang menentukan segala sesuatu yang akan terjadi. Aku bersyukur untuk setiap kenyamanan yang aku terima dan untuk setiap sepiring makanan yang aku dapatkan.

Ini bukan jalan yang mudah, dan beberapa dari kami memiliki jalan bergelombang menanjak. Setelah kami akhirnya dimasukkan ke dalam populasi umum dengan puluhan tahanan Eropa, kami harus menonton mereka semua pulang ke orang yang mereka cintai, sementara kami, Inggris dan Amerika, tertinggal. Itu adalah pil pahit yang harus ditelan, tapi itu belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang terjadi selanjutnya. Sekarang Aku telah menyaksikan bagaimana James, Steven Sotloff, David Haines dan Alan Henning berjalan keluar dari pintu, satu orang setiap dua minggu sejak 18 Agustus, mereka tidak pernah kembali, aku tahu mereka akan dibunuh dan digiring ke kematian mereka.

Dan sekarang mereka sudah pergi, wajah dan kematian mereka tertempel di seluruh berita dunia, empat korban kebijakan bodoh.

Apa yang Anda lakukan untuk seorang pria? Setelah bertahan bertahun-tahun menahan sakit, kegelapan dan penyesalan, lalu melihat semuanya berakhir dengan cara sedemikian mengerikan padahal orang lain bisa pulang, untuk melihat orang yang dekat, laki-laki dari keluarga kita, ayah yang penuh kasih sayang dibunuh karena pemerintah mereka tidak mau bernegosiasi karena kebijakan, 'bahkan tidak akan membahas pilihan untuk menyelamatkan mereka dengan keluarga mereka –Anda mulai bisa membayangkan bagaimana rasanya? Ini bukan jiwa malang yang diambil secara acak, ini individu yang hilang selama bertahun-tahun di salah satu krisis penyanderaan paling high-profile yang terlihat dalam sejarah modern, dengan puluhan saksi yang sudah pulang yang bersaksi bahwa mereka masih hidup dan bisa dibantu. Aku percaya bahkan mujahidin benar-benar terkejut bagaimana dengan mudah negara kita meninggalkan kami untuk mati.

Kami akan datang sejauh ini, menempatkan satu kaki di depan yang lain, mendukung satu sama lain ketika keadaan semakin sulit, berdoa bersama-sama setiap hari. Kami biasa menyebutnya Zona Mati saat mendapat hal buruk, setelah pendaki Everest memasuki wilayah di atas 26.000 kaki ketika itu mereka mendekati puncak, ketika setiap langkah adalah penderitaan, ketika mereka hampir tidak memiliki cukup kekuatan untuk melanjutkan. Kita tidak pernah menyerah untuk berharap bahwa bangsa kita akan bernegosiasi untuk membebaskan kami.

Tapi semua waktu itu, kita tidak pernah tahu bahwa keputusan tentang nasib kami telah dibuat berbulan -bulan sebelumnya di Washington dan Whitehall. Kita tidak pernah tahu bahwa keluarga kita, yang mereka ternyata seperti dikurung di penjara sama dengan kami, yang diberi harapan kosong oleh pemerintah atau diberitahu bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan. Kami tidak pernah tahu bahwa keluarga yang merelakan diri mereka sendiri untuk mencoba apa saja, sedangkan laki-laki yang seharusnya bertanggung jawab justru melipat tangan mereka dan menawarkan simpati mereka.

Apa yang Anda lakukan untuk seorang pria? Ini membuat Anda sangat marah pada ketidakadilan kotor tersebut. Itu sudah pasti. Aku tidak memiliki semua fakta, dan tentu saja, aku bias. Tapi bagaimana mungkin kepala negara manapun bisa duduk dan menonton kami mati di sini seperti ini, kemudian mengkritik anggota NATO yang mencoba menyelamatkan wargannya dari tawanan ke rumah mereka menjadi hal yang benar-benar kejam. Sejak kapan tidak ingin melihat warga Anda dieksekusi di depan media dunia menjadi tindakan kelemahan?

Amerika telah membayar uang tebusan dan bertukar tahanan untuk sandera yang ditahan oleh kelompok teroris sebelumnya. Bahkan itu terjadi di tahun ini, dibebaskannya Sersan Bowe Bergdahl di Afghanistan, yang ditukar tidak kurang dengan lima tahanan tingkat tinggi dari Guantanamo. Inggris juga telah membayar uang tebusan dan bertukar tahanan untuk sandera dengan kelompokkelompok teror seperti yang diketahui. Pada tahun 1991 Terry Waite akhirnya pulang untuk tebusan sekitar $ 5 juta, ketika pertukaran tahanan klandestin mengambil tempat dengan Tentara Pembebasan Kosovo. Itu pada tahun 1994, aku percaya.

Tapi tidak untuk kami.

Entah bagaimana kami selalu luput dari setiap jaring pengaman, setiap perubahan kebijakan, dan berakhir di lantai yang kemudian pasti akan jatuh sebagai salah satu bencana terburuk bagi sandera terakhir kali. Ya, Amerika mencoba untuk 'menyelamatkan' kita, tapi tidak dengan menghabiskan uang jutaan dolar mereka, mengirim pasukan komando Ninja dalam helikopter siluman dan mempertaruhkan nyawa seperti yang terjadi di film-film action Hollywood, bukankah lebih aman dan bijaksana untuk membuat pilihan pertukaran tahanan yang dibahas di kali pertama? Bahkan jika tidak ada yang bisa disepakati, pasti ada hal yang layak untuk didiskusikan dengan Daulah Islam. Kemungkinan apa yang bisa membahayakan yang berasal dari negosiasi? Aku tidak akan pernah mengerti mengapa kita dianggap begitu dibuang, tapi hal itu tidak terlalu penting sekarang.

Untuk menyaksikan teman-teman Anda mati dengan cara yang mereka lakukan, ketika tampaknya begitu banyak hal pada tingkat politik yang bisa saja dilakukan untuk mencegahnya, adalah sangat sulit. Aku berharap pukulan yang paling keras itu datang dari dalam dinding penjara ini, bukan dari luar, dan ini hampir merobekku menjadi dua. Britania adalah sebuah negara kecil, sebuah negara kepulauan dengan tradisi lama yang digunakan untuk memaknai sesuatu. Sekarang? Aku tidak tahu. Ini tidak terjadi hingga Anda masuk ke situasi ekstrem seperti ini yang akan membuat Anda mulai meragukan segala apa yang pernah Anda ketahui.

Di sini, di penjara, kami telah tinggal di dalam sebuah ruang kosong mutlak selama dua tahun. Dunia luar, aku tidak tahu apa-apa. Bagian yang paling rumit dari aparat yang menanganiku, yang sesekali membuka sekaleng daging olahan; sekarang ada sesuatu yang disebut iWatch. Kemudian kami mulai bekerja membuat video ini dan sebagai bagian dari proses penelitian, aku diizinkan untuk membaca berita yang di download tentang perang yang akan datang di Iraq dan Suriah, dan khususnya situasi kami. Dan semakin aku membaca, semakin dalam aku terpotong.

Aku begitu hancur untuk membaca tentang kurangnya dukungan bagi keluarga yang terlibat dalam kasus kami karenanya Aku ingin membuat suaraku tentang masalah ini terdengar. "Kami harus menemukan jalan ini melalui diri kita sendiri," kata Diane Foley kepada wartawan. Setelah menyaksikan ceramah nasional Obama pada 10 September, aku terkejut melihat cara di mana nama teman-temanku yang mati digunakan untuk menabuh genderang perang, sebagaimana juga digunakan untuk menghasut masyarakat agar mendukung aksi militer.

Aku melihat Ibu Steven membuat permohonan televisi ke Daulah Islam agar melepaskan anaknya setelah pemerintahannya menolak untuk membahas hal apa pun dengan mereka, dan membaca bagaimana Diane Foley diancam dengan biaya 'pendanaan terorisme' saat ia mencoba membayar tebusan. Aku membaca email dari ibu yang semestinya surat itu dikirim kepada Presiden untuk meminta pertolongan, dan yang lain di mana mereka akan langsung menghubungi keluarga salah satu tahanan Muslim untuk menjadi tebusan bagi kita lalu melihat apakah hal itu bisa berhasil, apa yang bisa mereka lakukan. Aku belajar tentang upaya penyelamatan yang gagal, bagaimana peluang kelangsungan hidup kami dinilai sangat rendah sehingga dianggap pilihan terbaik. "Intelijen itu sedikit basi, tetapi Anda tidak bisa tidak memberikan ayunan," kata seorang juru bicara. Seolah-olah hidup kita dan kehidupan keluarga kita hanya permainan bisbol.

Dan inilah intinya: jika negara kita sedikit saja berbicara dengan mujahidin, kesempatan kita untuk bertahan hidup tidak akan serendah ini. Rasa sakit dan marah dari belajar semua ini tak terlukiskan. Semua yang menjadi dasar keyakinan kami sekarang telah menjadi ilusi.

Itu semua dalam konteks video yang difilmkan ini, dan aku menggunakan suaraku untuk berbicara menentang apa yang aku lihat.

Aku terkejut pada apa yang aku pelajari, sangat terluka dan menyadari bahwa aku sangat naif. Bahwa ini semua telah terjadi. Aku tahu kami bukan orang penting, tidak spesial sama sekali. Kami akan menemukan diri kami masuk ke dalam tempat sangat buruk dan sangat membutuhkan bantuan tapi aku tidak bisa memahami bagaimana kami hanya dianggap iritasi oleh dua negara yang paling berpengaruh di dunia, ketika semua pemimpin Eropa terlibat dalam diskusi yang menjamin rakyat mereka aman kembali ke rumah. Mereka telah memilih untuk tidak bernegosiasi, para politisi kita harus tahu kita akan dieksekusi, namun diputuskan bahwa jika usaha penyelamatan tidak berhasil (dan itu semua selalu merupakan pilihan terakhir yang membuat terkesiap) maka itu baik-baik saja. Lebih baik kita dipancung satu per satu daripada berbicara dengan para penawan kita. Jika itu kebijakan, itu adalah kegilaan.

Aku tidak pernah mengatakan kepada orang lain apa yang aku pelajari saat mereka masih hidup. Aku telah dipindah ke sel kecilku dan aku telah memilih untuk bertahan, sehingga aku tidak bisa berbicara dengan mereka sedikit pun. Aku dapati batas penutup dinding ini menghentikan pikiranku untuk berkelana terlalu jauh dan aku tidak bisa lebih fokus, menjaga diri agar tetap baik dalam kesendirianku. Ini mungkin lebih baik bagi orang lain untuk tidak tahu. Karena kesedihan hanya akan membuat mereka penuh ketakutan dan kemarahan.

Para mujahidin telah berbaik hati memberi aku suara tidak seperti yang lain. Aku tidak tahu mengapa aku layak mendapat keistimewaan seperti itu, tapi aku akan menggunakan suara untuk mengatakan ini:

Mohon jangan biarkan kematian ini memudar diamdiam dalam malam – ada yang bisa dilakukan daripada sekedar memejamkan mata. Masyarakat tidak memiliki nafsu makan untuk melihat pemenggalan berturut-turut pada warga negara mereka pada tahun 2014, jadi mengapa ini dibiarkan terjadi? Daulah Islam bukanlah suatu sekelompok gerilyawan atau gangster. Mereka memiliki 32.000 pejuang, tank, sistem rudal, pengadilan hukum, kepolisian dan mereka mengontrol kota terbesar kedua di Iraq. Tentunya mereka harus dipertimbangkan cukup besar dan cukup serius untuk untuk ditangani setiap politisi.

Untuk istriku tersayang, teman-temanku di media dan keluargaku: biarkan para pemimpin politik kita tahu bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi seperti ini. Para pemimpin politik kita memiliki kekuasaan, jika mereka memilih untuk mengubah keadaan. Untuk saat ini, Aku masih hidup, tetapi di beberapa point ke depan, mujahidin pasti akan kehabisan kesabaran. Hanya meminta pemerintah kita untuk berbicara. Itu saja. Membuka saluran dan bernegosiasi dengan Daulah Islam seperti yang negara lain lakukan. Jika kemudian tidak ada hal yang bisa disepakati, maka tidak mengapa, tetapi tidak berarti menutup kebijakan kompromi untuk membuka dialog.

Kematian tidak memberi rasa takut padaku; Aku telah tinggal di bawah sayapnya untuk waktu yang lama. Tetapi jika itu adalah menjadi tujuan akhirku, aku lebih suka mencarinya dengan wajah mengetahui bahwa hal ini adalah pertarungan yang adil dan bukan penyerahan diri yang kosong.

PESAN DARI SOTLOFF KEPADA IBUNYA, BEBERAPA HARI SEBELUM DIA DIEKSEKUSI

DABIQ 4 - SPESIAL

PESAN DARI SOTLOFF KEPADA IBUNYA,
BEBERAPA HARI SEBELUM DIA DIEKSEKUSI

Di bawah ini Anda akan membaca pesan yang dikirim oleh Steven Sotloff untuk ibunya beberapa hari sebelum eksekusi. Sekali lagi, pembunuhannya adalah konsekuensi atas arogansi AS dan pelanggaran yang semua warga AS bertanggung jawab karena mereka diwakili oleh pemerintah yang telah mereka pilih, disetujui, dan didukung melalui pemilihan suara, jajak pendapat, dan pajak.

Kasus Steven Sotloff berisi sanggahan langsung terhadap orang-orang yang menggambarkan bahwa jurnalis Barat dan pembawa misi bantuan kemanusiaan sebagai murni tidak bersalah. Untuk pria ini, dia adalah seorang Yahudi dan warga negara Yahudi. Selain bekerja untuk media Salib, termasuk TIME, National Interest, Kebijakan Luar Negeri, Christian Science Monitor, dan Long War Journal, ia juga "pekerja lepas" untuk dua publikasi Yahudi – The Jerusalem Report dan The Jerusalem Post.

Perang melawan Islam demi Taghut adalah perang media serta pertempuran militer dan intelijen. Sekarang tidak mengejutkan jika kemudian diketahui ada puluhan spesialis yang dipekerjakan untuk menyembunyikan identitas Yahudinya dari dunia sebelum dia dieksekusi. Operasi intelijen ini dilakukan dalam kerjasama dengan negara dan media Yahudi. Jadi biarkan saja orang-orang yang berhati lemah dan berpenyakit hati ini bangun sebelum membela "warga sipil yang tidak bersalah" ini.

Untuk Ibu,
Aku tidak punya banyak waktu dan mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan ini lagi, jadi aku langsung ke titik masalahnya.

Video publikmu belum lama ini untuk memohon kepada Khilafah agar tidak membunuhku telah diterima dengan terang dan jelas oleh mereka. Namun, hal ini sendiri tidak cukup untuk menyelamatkanku. Meskipun aku telah diberitahu bahwa serangan udara di Iraq telah dihentikan, sehingga memberiku ruang untuk sejenak bernapas dan bersyukur kepada Tuhan, aku yakin bahwa itu sepertinya tidak cukup Mom karena keputusan Obama baru-baru ini untuk menerbangkan pesawat mata-mata di atas Suriah dan di wilayah udara Daulah Islam hanya semakin menjengkelkan dan membuat marah penculikku. Ini jelas karena pemerintah AS campur tangan lagi dalam urusan Daulah Islam.

Sebagaimana aku seorang jurnalis, mereka tahu ini. Aku sudah berulang kali mengatakan kepada mereka akan hal ini, tapi seperti yang mereka selalu katakan, apakah serangan udara AS membedakan antara orang-orang yang bersenjata dan orang-orang yang tidak bersenjata? Tentu saja mereka tidak. Memohon Khilafah kesempatan agar aku bisa hidup tidak akan membantu salah satu dari kita, karena semua ini ada di keputusan Obama berikutnya. Sebagaimana yang engkau dan dunia saksikan dalam video terakhir, pesannya adalah hidupku tergantung pada keputusan Obama berikutnya.

Ibu, tolong jangan biarkan Obama membunuhku. Jangan biarkan dia pergi dengan pembunuhan lagi. Apa yang tidak dimengerti pemerintah kita? Jangan terlibat dalam urusan internal dan eksternal Daulah Islam. Biarkan mereka menjalani perang mereka sendiri.

Mom, Engkau masih bisa menyelamatkan hidupku, seperti keluarga dari teman satu selku sebelumnya yang aku yakin Engkau sudah bertemu. Tekanlah pemerintah untuk tidak melibatkan diri dalam urusan orang-orang ini.

Pada saat pemerintah Obama tetap malakukannya, ini bisa sangat pasti menjadi saat yang terakhir engkau mendengar dariku. Tolong jangan biarkan hal itu terjadi. Berjuanglah untukku.

Aku mencintaimu.
(Selesai)

"SEBAGAIMANA AKU SEORANG WARTAWAN, MEREKA JUGA TAHU INI. AKU SUDAH BERULANG KALI MENGATAKAN KEPADA MEREKA AKAN HAL INI, TAPI MEREKA SELALU MENGATAKAN, APAKAH KETIKA AMERIKA MELAKUKAN SERANGAN UDARA MEREKA PERNAH MEMBEDAKAN ORANG-ORANG YANG BERSENJATA DAN YANG TIDAK? BEGITU JUGA MEREKA TIDAK."
(STEVEN SOTLOFF)

Sekitar tengah malam pada hari Ahad, "14/15 September 2014", tentara salib membuntuti rombongan kendaraan yang mengangkut keluarga (perempuan dan anak-anak) tentara Daulah Islam dari wilayah al-Barakah ke wilayah Nainawa. Para wanita dan anak-anak meninggalkan kendaraan di dekat Sinjar setelah melihat bahwa rombongan sedang diikuti oleh pesawat-pesawat tempur AS dan drone. Mereka kemudian berlindung di rumahrumah di dekatnya. Setelah beberapa kendaraan ditembak di dekat mereka, sejumlah wanita menjadi takut dan melarikan diri dari salah satu rumah.

Mereka kemudian diserang oleh jet tentara salib. Tentara salib membenarkan tindakan tersebut untuk diri mereka sendiri dengan dalih "Collateral damage" sementara mengecam orang lain dengan "terorisme." Sembilan wanita dan lima anak-anak tewas dalam kejahatan ini. Demi Allah, darah mereka tidak akan dilupakan ...

Berikut ini adalah gambar dari pembantaian AS atas keluarga muslim pada "14/15 September" sepertinya untuk melanggengkan "kepentingan" Amerika .

Sotloff dieksekusi bekenaan dengan terbunuhnya sejumlah kaum muslimin di Iraq oleh Amerika. Serangan udara Amerika juga telah membunuh beberapa keluarga muslim pada 15 September setelah kematian Sotloff.