Rabu, 25 April 2018

SERANGAN HEROIK PASANGAN KSATRIA KHILAFAH DI AMERIKA

DABIQ 13 - PENGANTAR

SERANGAN HEROIK PASANGAN KSATRIA KHILAFAH DI AMERIKA

Seiring dengan terus berlanjutnya peperangan pasukan Salibis pimpinan Amerika melawan Khilafah, kian banyak kaum Muslimin yang terus menunjukkan kesediaan mereka untuk mengorbankan segala hal yang berharga demi memenuhi kewajiban mereka kepada Allah. Tatkala banyak kaum Muslimin terus melakukannya dengan cara berhijrah ke Daulah Islamiyah, yang lainnya melakukannya dengan cara meneror Salibis di benteng mereka sendiri. Sebagaimana yang Syed Rizwan Farook dan istrinya Tasyfeen Malik melakukan serangan terhadap kuffar di San Bernardino, California dan berhasil membunuh 14 orang dan melukai 22 lainnya.

Ketika operasi berlangsung, Tasyfeen Malik memposting pernyataan secara online menegaskan kembali bai'at mereka untuk Amirul Mu'minin, Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah. Dia dan suaminya kemudian terlibat baku tembak dengan aparat keamanan dan gugur, memperoleh kesyahidan di jalan Allah. Demikian penilaian kami, sedangkan Allah adalah sebaik-baik penilai. Sehingga, seruan Khilafah kepada kaum Muslimin untuk menyerang Salibis di negeri mereka sendiri telah dijawab sekali lagi, namun serangan kali ini unik. Mujahid yang terlibat tidak hanya berjalan sendiri di jalan jihad yang mulia ini. Justru, ia melakukan aksi ini bersama istrinya, sehingga keduanya saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa.

Allah berfirman : "Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian lain. Mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah : 71)

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu shalat dan membangunkan istrinya untuk shalat, dan jika dia enggan, ia memercikan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari dan shalat dan membangunkan suaminya untuk shalat, dan jika dia enggan, ia memercikkan air di wajahnya." (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, dan lainnya dari sahabat Abu Hurairah).

Jika itu adalah doa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk suami istri yang tolong menolong dalam rangka bangun tidur untuk qiyamul lail, betapa jauh lebih layak dan lebih banyak rahmat Allah atas sepasang suami istri yang berbaris bersama melawan Salibis untuk membela Khilafah. Dan istri dari saudara yang diberkahi ini menemaninya meskipun berperang tidak wajib atasnya, namun ia tidak ingin kehilangan kesempatan mendapatkan kesyahidan di saat banyak "pria" umat ini berpaling dari kewajiban jihad.

Ditambah lagi, mereka tidak tertahan oleh hal duniawi dari memenuhi kewajiban mereka kepada Allah, dan membuktikan bahwa mereka siap mengorbankan apa yang paling mereka sayangi demi memenuhi panggilan Allah, karena mereka tidak hanya meninggalkan kehidupan mereka yang nyaman, namun sebelum beraksi mereka meninggalkan bayi perempuan mereka dalam perawatan orang lain, sebab mereka tahu mungkin tidak akan melihatnya lagi dalam kehidupan di dunia ini. Pengorbanan seperti ini mencerminkan penderitaan dan kesulitan yang dihadapi oleh begitu banyak muslimin yang telah menempuh jalan hijrah ke bumi jihad. Banyak dari mereka dipaksa memilih antara meninggalkan kenyamanan, kemewahan, keluarga, teman, istri, anak-anak, kekayaan dan bisnis mereka. Atau meninggalkan jihad di Jalan Allah.

Allah berfirman : "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan Rosul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. (QS. At-Taubah : 24)

Jadi, Syed Ridwan Farook dan istrinya lebih memilih Allah dan akhirat daripada dunia seperti yang dilakukan para Sahabat sebelum mereka. Bagi yang ingin mengetahui, bagaimana mungkin seseorang bisa meninggalkan anak-anak mereka di belakang untuk berperang dan terbunuh di jalan Allah, kami ingatkan akan janji Allah yang menjaga apa-apa yang ditinggalkan oleh orang-orang beriman.

Allah berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat..." (QS. Fushilat : 30-31)

Imam Mujahid, seorang Tabi'in ahli tafsir yang mu'tabar, mengatakan bahwa makna "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih" adalah "Janganlah kamu merasa takut terhadap apa yang akan kamu hadapi di akhirat, dan janganlah kamu bersedih atas apa yang kamu tinggalkan duniamu, termasuk keluarga dan anak-anak, sebab kami akan menjaga mereka semua untukmu." (Ath-Thabari)

Jadi orang beriman yang berjual beli dengan Allah tidak akan pernah rugi, justru akan selalu beruntung.

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Ash-Shaff : 10-12)

Semoga Allah menerima pengorbanan mulia dari saudara Syed Rizwan Farook dan istrinya yang diberkahi, menggolongkan keduanya di barisan syuhada, dan menjadikan amal mereka sebagai sarana untuk membangunkan lebih banyak muslim di Amerika, Eropa dan Australia.

WAWANCARA DENGAN ABU MUHARIB AS-SUMALI, JUNUD KHILAFAH DI NEGERI SOMALIA

DABIQ 12 - WAWANCARA

WAWANCARA DENGAN ABU MUHARIB AS-SUMALI, JUNUD KHILAFAH DI NEGERI SOMALIA

Pada bulan ini, Dabiq memiliki kesempatan untuk mewawancarai seorang mujahid yang berdomisili di somalia yang telah berbai’at kepada Khalifah hafizhahullah. Kami sajikan beberapa pertanyaan berikut tanggapannya dibawah ini.

Dabiq: Bagaimanakah dukungan untuk Khilafah di tanah Somalia?

Abu Muharib: Alhamdullilah, situasi di Somalia pada saat ini tidaklah menentu dan bergerak dengan cepat, beberapa kelompok telah membelot dari Harakah Asy-Syabab di Somalia selatan dan yang lainnya sedang menunggu. Beberapa kelompok di Somalia utara pun telah mendeklarasikan bai'at secara terbuka / terang-terangan. Akan tetapi pada saat ini ada beberapa kelompok yang tidak bisa berbai'at secara terbuka karena alasan keamanan atau faktor lainnya. Akan tetapi, disana masih dalam tahap koordinasi dan kerjasama yang saat ini sedang dilakukan untuk menyatukan dukungan media, pengaturan taktis pasukan, dan pengamanan logistik untuk mencapai sasaran yang strategis. Insya Allah, hal ini akan segera terwujud.

Dabiq: Apakah ada daerah-daerah di Somalia yang tidak dikontrol oleh pemerintah murtad maupun tentara salib? Bagaimanakah situasi militer di lapangan? Siapakah musuh utama dari misi jihad di wilayah tersebut?

Abu Muharib: Saat ini ada pasukan salib AMISOM (Misi Uni Afrika di Somalia) yang datang ke Somalia untuk mendukung pemerintah murtad. Ada beberapa daerah yang berada diluar kontrol pemerintah murtad serta tentara salib, baik yang bergabung dengan Harakah Asy-Syabab ataupun daerah yang tak bertuan –kondisi ini banyak terjadi di pedesaan- dengan kehadiran suku lokal tapi terbatas atau tanpa adanya kehadiran baik suku lokal ataupun pemerintah.

Musuh utama dari misi jihad di wilayah ini adalah AMISOM - terutama tentara Ethiopia, Kenya, Uganda, dan Burundi yang juga ikut menindas penduduk Muslim yang tinggal di daerah-daerah itu –dengan antek murtad mereka berada di Somalia, lalu Amerika dengan pengawasan mereka yang ketat, program pesawat tak berawak, serta dukungan logistik kepada wakil mereka.

Dabiq: Mengapa harakah Asy-Syabab masih bergabung dengan Al-Qa’idah? Bagaimanakah pendapat mereka tentang kepemimpinan Dhawahiri atas Al-Qa’idah? Apakah mereka meyakini sebagaimana keyakinan Dhawahiri bahwa orang awam Rafidhah, Mursi, pemerintah Hamas, nasionalis dan Shahawat Arab adalah "Muslim"?

Abu Muharib: Pilihan Harakah Asy-Syabab untuk tetap bersama dengan al-Qa'idah telah membingungkan banyak tentara mereka yang tulus pada setiap tingkatan, maka realita yang terus terjadi adalah pembelotan massal serta kekacauan politik. Hal ini terjadi karena sikap kepemimpinannya yang bertolak belakang dengan retorika resmi mereka yang selalu meneriakkan kebangkitan khilafah. Ash Syabab melakukannya dengan menolak nasehat dan mengabaikan permohonan para tentaranya untuk segera memberikan bai'at ketika Khilafah resmi didirikan. Hal ini telah memperkuat dugaan bahwa pimpinan Syabab hanya berjihad demi hizbiyah dan taqlid daripada berjuang demi tujuan syar'i yang jelas.

Pada umumnya, kepemimpinan Asy-Syabab mendukung Dhawahiri secara resmi. Namun, beberapa individu pemimpin mungkin tidak dapat mengikuti pendapat yang menyimpang terkait dengan Morsi, Hamas, Rafidhah, atau Shahawat. Hal ini memperjelas fakta bahwa hubungan yang diinginkan antara mereka dengan al-Qa'idah hanyalah permainan politik untuk melindungi otoritas kepemimpinan Syabab yang saat ini sedang mengendalikan pergerakan.

Dabiq: Bagaimana dengan buku "Pedoman Umum Jihad" yang ditulis oleh Dhawahiri, apakah itu mempengaruhi jihad di Somalia? Apakah Harakah Asy-Syabab mengikuti kebijakan gamang yang ia perintahkan?

Abu Muharib: Pada kenyataannya, hal itu tidaklah memiliki efek karena kepemimpinan Syabab melihat bahwa Dhawahiri hanyalah sebagai tokoh simbolis yang tidak memiliki kontrol nyata dalam setiap urusan. Dalam urusan internalnya, pembuat kebijakan Syabab bertindak secara independen sesuai dengan kepentingannya. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, bai'at kepada al-Qa'idah dan “ketundukan” kepada Dhawahiri digunakan sebagai alat politik oleh kepemimpinan untuk menyisihkan dan meredakan perselisihan politik didalam. Sebagai contoh untuk hal ini yaitu dengan membubarkan majelis syura dengan dalih "menjalankan perintah" dari al-Qa'idah, dan pada sisi lainnya, "Kita tidak bisa berada di bawah naungan Khilafah selama kita di bawah Dhawahiri ..."

Dabiq: Apakah kepemimpinan Syabab memandang Islamic state sebagai Khawarij? Bagaimanakah sikap mereka terhadap tipuan Taliban serta penyembunyian kematian Mulla 'Umar?

Abu Muharib: Hanya beberapa pemimpin yang mungkin memandang Daulah Islam sebagai Khawarij, tapi ini bukanlah sudut pandang utama mereka. Adapun mengenai tipuan Taliban, maka hal itu sangatlah memalukan bagi kepemimpinan Syabab karena mereka tidak memiliki penjelasan untuk hal itu. Hal ni juga memperkuat paradigma yang membingungkan yang ada selama beberapa tahun yang tidak pernah ada penjelasan nyata. Saya mengacu pada paradigma: Syabab-dibawah-Dhawahiri-dibawah-Taliban, dimana konsep ini tidak pernah mampu dipahami oleh tentara Shabab.

Secara umum -dalam hal tertentu- Syabab bertindak sebagai imarah Islam, seperti bai'at kepada pemimpinnya dipandang sebagai sebuah kewajiban serta kebijakan untuk membunuh setiap oposisi bersenjata atau mereka yang membelot. Tapi dalam hal lainnya, Asy-Syabab bertindak sebagai sebuah organisasi, sebagai cabang resmi al-Qa'idah. Dan dalam hal-hal lainnya, mereka menetapkan kebijakannya secara independen. Jadi apa peran Mulla 'Umar di sini? Apakah beliau pernah dimintai pendapatnya tentang suatu masalah? Ataukah beliau hanya menjadi figur simbolis saja? Mengapa bai'at tidak langsung diberikan kepadanya jika ia benar-benar pemimpin tertinggi pada tahun-tahun itu? Mengapa bai’at itu malah diberikan kepada pemimpin Shabab?

Tipuan Taliban dan bai'at oleh al-Qa'idah kepada orang yang telah mati telah memperjelas muslihat yang dilakukan oleh para pemimpin regional al-Qa'idah.

Dabiq: Apakah Anda memiliki kritik terhadap manhaj dari Kepemimpinan Shabab?

Abu Muharib: Tidak ada kritik terhadap manhaj resmi Harakah Asy-Syabab sejak didirikannya. Akan tetapi dengan segala hormat, Saya menganggap pemimpin mereka harus takut kepada Allah karena telah meninggalkan prinsip-prinsip para pendirinya dan bersandar pada fanatisme pendapat pribadi serta hizbiyah. Mereka seharusnya tidak lupa akan apa yang terjadi dengan faksi jihad di Iraq dan Syam yang mengikuti jalan seperti itu. Dan kami berlindung kepada Allah dari apa yang menimpa mereka. Dan yang harus dicatat bahwa ketika mereka berada pada puncak kekuatan dan konsolidasinya, gerakan tersebut tidaklah menerapkan syari’at secara penuh ketika memiliki kemampuan untuk melakukannya. Sebagai contoh, qat (sejenis narkotika yang dikunyah oleh beberapa penduduk setempat) tidak pernah mereka larang secara total atau dilaksanakannya beberapa kebijakan yang masih dipertanyakan dengan dalih "Maslahah" atau untuk mempertahankan "dukungan rakyat."

Dabiq: Bagaimana Harakah Asy-Syabab memperlakukan Muslim dan mujahidin yang berbai'at kepada Khilafah? Bagaimana mereka menyikapi bai'at kepada Daulah Islam?

Abu Muharib : Hal pertama yang harus diketahui adalah kebijakan pimpinan syabab untuk membunuh semua kelompok bersenjata yang membelot dari mereka atau siapa saja yang dicurigai akan membuat ketidakstabilan dalam persatuan tentara yang berada dibawah kendali mereka. Kemudian yang kedua, setelah pengumuman berdirinya khilafah, mereka melakukan beberapa cara untuk menghalangi, menindas, dan meneror para mujahidin dalam barisan mereka yang mendukung khilafah. Dan itu termasuk memenjarakan para pendukung khilafah, menggrebek rumah untuk menakut-nakuti mereka, mengasingkan mereka, dan memberikan hukuman keuangan seperti memotong tunjangan untuk keluarga mereka sebagai taktik untuk menekan mereka agar mau berkompromi. Tapi yang sangat disayangkan adalah, tunjangan itu diperoleh dari kaum muslimin untuk kepentingan jihad, dan tidak untuk tujuan melancarkan kampanye menentang khilafah.

Mereka juga memaksa banyak mujahidin untuk mengikuti Daurah Syar’i dalam usaha untuk menciptakan keraguan terhadap khilafah. Mereka juga beberapa kali melarang penyebaran video Daulah Islam, tapi kemudian mereka mencabut larangan ini karena popularitas media Daulah Islam sangat tinggi. Mereka juga mengancam melalui telepon atau menggertak lewat SMS kepada berbagai pendukung khilafah Melalui departemen keamanan mereka. Meskipun mereka melakukan ini semua, tapi dorongan terhadap bai’at sangatlah fenomenal dan itu bergerak seperti kecepatan ledakan bom. Dan para tentarapun tetap mengambil resiko dan menyempal demi mencari ruang untuk bergabung dengan batalion khilafah yang baru dibentuk.

Dabiq : Banyak muhajirin yang telah meninggalkan somalia, beberapa dari mereka menuju Syam untuk bergabung dengan Daulah Islam. Apa alasan untuk hal ini ? apakah mereka akan terus meninggalkan somalia dan menuju Syam ?

Abu muharib : Semenjak pengumuman kekhilafahan, banyak muhajirin yang telah pergi menuju Syam dan yaman, sedangkan yang lainnya juga berusaha untuk pergi. Alasan terkuat adalah karena berdirinya khilafah serta pimpinan Syabab yang tidak berbai’at. Dan itu adalah untuk mereka yang telah memasuki somalia dan yang masih disini. Sebagai tambahan, sebagain besar mujahirin ini berasal dari negara tetangga di afrika timur, karena somalia adalah tempat terdekat bagi mereka untuk berhijrah.

Dabiq : Apa sikap umum dari muslim di somalia terhadap khilafah ? apa sikap tentara dan pemimpin dari Harakah Asy-syabab terhadapa Daulah Islam ?

Abu muharib : Para ulama, pencari ilmu, dan banyak pendukung khilafah secara umum, mereka sangatlah gembira. Mayoritas tentara syabab mendukung khilafah. Akan tetapi, pimpinan syabab takut akan hal itu dan membencinya.

Dabiq : Bagaimana reaksi dari pimpinan syabab terkait video fitnah dari Azzam al-Amriki yang dibocorkan secara online dan secara terbuka tapi tidak langsung mengkritik syabab?

Abu maharib : Pimpinan syabab mengkritik video yang bocor ini dengan mengatakan bahwa itu dibuat oleh seseorang yang tidak mengetahui kenyataan dilapangan, disamping klaim mereka yang menyatakan bahwa mereka dibawah Al-Qa’idah. Tidak ada keraguan bahwa pimpinan khurasan tidaklah mengetahui kecuali sangat sedikit tentang situasi di somalia saat ini, tapi video fitnah ini tetap menenggelamkan para tentara syabab untuk jauh masuk kedalam jurang kebingungan akan hubungan antara Asy-syabab dan Al-Qa’idah.

Dabiq : Apakah anda memiliki nasehat untuk Harakah Asy-Syabab dan muslim secara umum di somalia ?

Abu muharib : Saya nasehatkan kepada semua orang untuk memenuhi kewajibannya dan berbai’at kepada khalifah, Amirul-Mu’minin Abu Bakr al-Husaini al-Baghdadi, dan untuk bersama dengan jama’ah dan imam kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman “ Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah” (Q.S. Ali Imron: 103). Hudzaifah Ibn al-Yaman radhiyallahu‘anhu mengatakan, ““Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku” Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam) ini, apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan ?” Beliau berkata : “Ya” Aku bertanya : “Dan apakah setelah kejelekan ini akan datang kebaikan?” Beliau menjawab : “Ya, tetapi didalamnya ada asap”. Aku bertanya : “Apakah asap itu ?” Beliau menjawab : “Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku, dan menunjukkan (manusia) kepada selain petunjukku. Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan mengingkarinya” Aku bertanya : “Apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekan lagi ?” Beliau menjawab :”Ya, (akan muncul) para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Barangsiapa yang menerima seruan mereka, maka merekapun akan menjerumuskan ke dalam neraka” Aku bertanya : “Ya Rasulullah, sebutkan cirri-ciri mereka kepada kami ?” Beliau menjawab : “Mereka dari kulit-kulit/golongan kita, dan berbicara dengan bahasa kita” Aku bertanya : “Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku temui keadaan seperti ini” Beliau menjawab : “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dan imam mereka” Aku bertanya : “Bagaimana jika tidak imam dan jama’ah kaum muslimin?” Beliau menjawab :”Tinggalkan semua kelompok-kelompok sempalan itu, walaupun engkau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu” “ (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dabiq : Apakah anda memiliki nasehat untuk hizbiyin yang tetap berada dibawah bendera “Al-Qa’idah, “taliban” dan faksi lainnya ?

Abu muharib : Nasehat kami hanyalah: takutlah kepada Allah terkait dengan jihad mereka, dan bertanyalah kepada diri mereka sendiri, akan dibawa kemanakah jihad di somalia di bawah kepemimpinan Syabab ini? apakah tumpahnya darah para syuhada ini bertujuan untuk mengakui iran sebagai negara “islam” dan rafidhah sebagai saudaramu? apakah kamu bersungguh-sungguh memperjuangkan khilafah? Apakah semua pengorbanan ini hanya untuk meninggalkan wala’ dan bara’ dan mengikuti sykes-picot dibawah politik Mulla Akhtar dan agenda nasionalisnya? dan tanyalah dirimu sendiri, siapakah pemimpinmu yang sebenarnya? apakah Abu ‘Ubaydah? Dhawahiri? ataukah Mulla Akhtar? Atau semuanya adalah pemimpinmu dalam waktu yang sama? Bukankah ini waktu yang tepat untuk berbai’at kepada khalifah, yang dengannya akan membabaskanmu dari kebingungan, penyimpangan, taqlid dan hizbiyah, serta mendukung dan menyelamatkan jihad di somalia ?

Tanyalah dirimu, bukankah harakah Asy-Syabab telah memaksa kelompok lain di somalia untuk tunduk dibawah mereka meski melalui cara kekerasan sebagaimana kasus Hizbul-islam? Jadi mengapa harakah Asy-Syabab sekarang menahan diri untuk bergabung dengan jama’ah lebih besar?

Dabiq : Apakah anda memiliki nasehat untuk muslim yang tinggal di khilafah?

Abu muharib : Saya menasehatkan setiap muslim untuk tetap tabah dan sabar, dan terus bersyukur karena mereka insya Allah telah tinggal di fajar dari sejarah yang baru dimulai. Mereka harus mendukung khilafah dengan cara apapun yang mereka bisa dan tidak lupa untuk mendo’akannya.

Dabiq : Apakah anda memiliki nasehat untuk orang somalia yang tinggal di barat?

Abu muharib : Nasehat saya kepada mereka adalah untuk segera berhijrah ke tanah khilafah. Bagi yang tidak dapat berhijrah, maka ia harus menyerang kafir musuh khilafah dimanapun mereka tinggal. Dan setiap orang harus mendukung khilafah dengan doa, dakwah dan harta benda mereka.

Catatan kaki :
Wawancara ini dilakukan sebelum adanya gelombang baiat kepada Daulah Islam dari berbagai kelompok maupun personal individu Harakah Asy Syabab. Jadi, situasi terkini di Somalia telah berubah secara signifikan sejak saat itu.

ABU SYURAIH AS-SILANI

DABIQ 12 - SYUHADA

ABU SYURAIH AS-SILANI

Dari sudut terpencil di titik kecil sebuah peta yang melukiskan pulau Sri Lanka, yang lebih dikenal di kalangan orang Arab sebagai "Silan", dan yang terkenal di seluruh dunia karena kenikmatan teh-nya, datanglah seorang pemuda yang dikenal di Daulah Islam sebagai Abu Syuraih as-Silani.

Abu Syuraih rahimahullah menunjukkan antusiasme yang sangat besar terhadap Studi agama dari usia yang sangat muda. Bahkan sebagai seorang pemuda, ia akan berdiri kuat dan tegas ketika berhadapan dengan berbagai ahlu bid'ah dalam hal 'aqidah. Setelah menyelesaikan studinya di Sri Lanka, ia melanjutkan studi Syari'ah-nya di luar negeri. Kebaikannya, kesetiaannya, dan perhatiannya yang mendalam untuk umat nampaknya selalu menggerakkannya menjauh dari keinginan duniawi dan kepentingan kebanyakan orang. Dia dibesarkan di sebuah desa sehingga ia tidak menyukai kehidupan di kota dan lebih suka menjaga berbagai hal agar selalu nyata dan sederhana. Dia seorang pelatih kesehatan fisik dan juga seorang master seni bela diri yang terkenal. ia juga memiliki pekerjaan yang bergengsi di pinggiran kota Ketika ia meninggalkan Sri Lanka untuk berhijrah. Melalui perjalanan hidupnya dan antusiasme-nya sendiri ketika mendalami berbagai masalah agama, ia mendapatkan kemahiran dalam bahasa Arab dan Urdu, selain itu ia juga fasih berbahasa Inggris dan bahasa asli yang diucapkan di Sri Lanka. Karena hal itu, tidaklah jarang dia terlibat dalam percakapan dengan orang-orang lokal di ar Raqqah, memerintahkan yang baik dan melarang yang jahat, memberikan dakwah, dan menghilangkan keraguan atau kekhawatiran yang mungkin ada terkait khilafah yang baru didirikan.

Karena Abu Syuraih rahimahullah, konsep hijrah dan jihad, kembalinya Khilafah, pertempuran-pertempuran besar yang akan berlangsung dan dimenangkan, kembalinya Nabi Isa 'alaihis salam, dan beberapa topik lainnya menjadi percakapan yang biasa terdengar diantaranya dengan keluarga dekat maupun teman-temnnya. Ia dibesarkan dengan mimpi bahwa ia akan hidup dan melihat tersingkapnya peristiwa-peristiwa yang biasanya hanya kita baca dan dengar dari kitab-kitab hadis saja. Dia termasuk diantara mereka yang sangat percaya bahwa saat-saat itu tidaklah lama lagi. Ia dicintai dan dihormati di kalangan keluarga dan teman-temannya karena kebaikannya, semangatnya terhadap setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya, selera humornya yang halus, wawasan dan pemahamannya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan agama, dan komitmennya untuk orang tua dan keluarganya.

Ketika mimpi tentang khilafah menjadi nyata dan menyajikan kesempatan untuk berhijrah ke tanah di mana syari’at Allah dan Sunnah Rasul-Nya dihidupkan kembali dan ditegakkan, maka tidak ada yang bisa mencegahnya dari menjawab seruan tersebut. rasanya seolah-olah seluruh hidupnya menuntunnya kepada seruan ini, Sebagaimana yang terjadi kepada kebanyakan orang. Hijrah bukanlah sesuatu yang mudah. Seperti halnya dengan semua ibadah lainnya yang dicintai Allah, Setan senantiasa rajin berdiri di setiap jalan ketaatan. Orangtuanya mengingat kembali apa yang telah dia katakan ketika semua cobaan yang mereka hadapi sebelum memulai hijrah, "Ini untuk saya. Dan saya tidak menginginkan apapun dari dunia ini". Allah yang Maha Mendengar memberkahinya tidak hanya dengan memberinya kesempatan untuk berhijrah seorang diri, tapi juga untuk memimpin enam belas orang lainnya, yang terdiri dari anggota keluarga terdekatnya, termasuk orang tuanya, istri, dan enam anak anaknya. Ini adalah barokah yang sangat langka di antara para Muhajirin dari Daulah Islam.

Abu Syuraih sangat jarang meninggalkan Qiyamul lail / sholat malam. Dan sepanjang bulan terakhir kehidupan singkatnya di bulan Ramadhan yang di berkahi, ia memimpin keluarganya shalat Tarawih setiap malam dengan bacaan Qur'an yang indah. Dia juga menawarkan diri untuk mengikuti banyak shift malam di bulan Ramadhan di pos pemeriksaan Ribat meskipun pada waktu siangnya ia bertanggung jawab dalam dakwah. Niat untuk selalu waspada dan membela Darul-Islam tidak pernah meninggalkan hatinya, dan itu merupakan esensi dari Ribat. Dia adalah Murabitun terlepas dari apapun pekerjaannya dan dimana ia berada. Dia juga berpartisipasi dalam pertempuran untuk ladang gas T3 dan Jazal, yang keduanya berada di Wilayah Hims.

Setelah memiliki kesempatan untuk melayani Khilafah, melalui nikmat dan karunia dari Allah, dan melakukan tugasnya terhadap keluarga terutama anak-anaknya dengan membawa mereka dari Darul-kufur ke Darul-Islam, di mana mereka akan berkembang dan tumbuh untuk melayani dan memperjuangkan agama Allah, dengan izin Allah Abu Syuraih as-Silani mendapatkan syahadah oleh serangan udara Nusairyah yang menyerang kota ar-Raqqah, di sebelah luar masjid setelah shalat maghrib, pada sepuluh malam yang paling diberkahi disetiap tahun, pada malam ke 25 Ramadhan 1436. Setelah serangan udara yang pertama, ia kembali ke masjid untuk memeriksa jumlah orang yang terluka dan syahid, tapi dalam perjalannya ia syahid oleh serangan udara yang kedua.

Semoga Allah menerima Abu Syuraih dan mengampuninya beserta semua orang yang memberikan hidup mereka, kekayaan mereka, dan waktu mereka hanya untuk Allah, orang-orang yang tindakannya terus menginspirasi dan membangkitkan umat ini, dengan izin Allah.

ABU JUNAYDAH AL-ALMANI

DABIQ 12 - SYUHADA

DIANTARA ORANG-ORANG BERIMAN ADA KSATRIA :
ABU JUNAYDAH AL-ALMANI

Abu Junaydah, orangtuanya berasal dari Maroko, dan ia tumbuh di negara salib Jerman. Seperti kebanyakan pemuda lainngya dari keluarga imigran, dia agak jauh dari agama-Nya meskipun ayah dan ibunya adalah Muslim yang religius. Dan meskipun kehidupan di Darul-kufur menyebabkan banyak Pemuda Muslim meninggalkan shalat, tapi tidak untuk Abu Junaydah. Tidak peduli apapun yang ia hadapi dalam hidupnya, ia tidak akan pernah meninggalkan Shalat.

Ketika ia masih kecil, ayahnya membantunya menghafal beberapa juz Qur'an dan mengajaknya pergi bersama ke masjid. Yang kemudian ia sadari banyaknya mangfaat dari kedisiplian itu Ketiak ia tumbuh dewasa, dimana ia telah belajar banyak dari kitab Allah pada masa itu.

Dan Allah menuntun siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia menunjukkan Rahmat-Nya atas Abu Junaydah, membimbingnya untuk serius beramal pada usia delapan belas tahun. Dia mulai mempelajari agamanya dengan usahanya sendiri serta menjauhkan diri dari semua pengaruh yang buruk. Dia juga menikah lebih awal untuk melindungi dirinya dari perangkap zina. Tak lama setelah pernikahannya, Allah menganugerahkan dia dengan seorang Putri, yang ia beri nama Junaydah.

kesedihan atas peristiwa yang terjadi di Syam dan kejahatan yang dilakukan terhadap Ahlus-Sunnah membuatnya memutuskan untuk berhijrah dan mengambil bagian dalam jihad tersebut.

Pada tahun "2013," ia pergi ke Syam dan bergabung dengan fraksi "Jundu Asy-Syam," yang dipimpin oleh Muslim pembohong yang menyimpang Asy-Syishani. Setelah kedatanngannya, Abu Junaydah sangat bahagia karena telah tiba di tanah jihad, tapi dengan cepat dia dapat menemukan bahwa tidak setiap "Mujahid" dan tidak setiap faksi "Jihad" memiliki manhaj yang lurus. Dia dan mujahidin lainnya dilarang mengucapkan takfir kepada Thaghut Erdogan dan Thawaghit lain dari Turki dengan alasan "maslahah." mereka juga dilarang untuk mengucapkan takfir kepada "Tentara Pembebasan Suriah" (FSA). Ia juga menyaksikan sendiri bagaimana Daulah Islam dikecam dengan sangat keras. Ada juga banyak situasi dimana hukum Allah dilanggar oleh faksi-faksi lokal; dan orang-orang disana juga tidak dihukumi dengan syari'at. Dalam salah satu contoh kasus ini misalnya, orang yang menghina Allah ta’ala tidak menerima hukuman atas kejahatannya ini.

Ketika masuk ke Jundu Asy-Syam, ia direkomendasikan oleh sahabatnya Abu Luqman al-Almani dan Abu Hafs al-Almani sepupu Abu Junaydah, untuk melaksanakan jihad melawan Thawaghit dan sekutu mereka dimanapun mereka berada. Tapi kebersamaan Abu Luqman dan Abu Hafsh dengan Jundu Asy-Syam tidaklah lama, karena mereka dengan cepat mengetahui korupsi manhaj dan penyimpangan fraksi ini yang kemudian membulatkan tekad mereka untuk bergabung dengan Jama'ah. mereka berdua berbai'at kepada Amirul Mukminin Abu Bakr al-Husaini al-Baghdadi hafizhahullah dan bergabung dengan Daulah Islam.

Pada hari pengkhianatan Shahawat, Abu Luqman dan Abu Hafs ditangkap oleh FSA dan dipenjarakan bersama dengan ratusan Muhajirin lainnya. Tetapi mereka menipu penculik mereka hingga mereka melepaskannya. Hal ini menuntun mereka untuk menemui Abu Junaydah lagi yang telah meninggalkan Jundu Asy-Syam dan bergabung dengan Jabhah Jaulani sesaat sebelum pengkhianatan Shahawat. Yang mana disana Dia bekerja di Departemen media untuk Jabhah Jaulani ini.

Dikarenakan oleh Abu Sulaiman, sang pembohong dari Australia, Abu Junaydah memiliki beberapa kesalahpahaman tentang Daulah Islam, tapi hatinya tetap merindukan untuk bergabung dengan Jama'ah dan berada di barisannya karena seluruh dunia telah berkumpul melawannya baik dari segi militer, politik, ekonomi, dan bahkan di ranah media. Ia juga mulai menangkap banyaknya kontradiksi dalam setiap klaim Abu Sulaiman al Australia dan rekan Shahawatnya terhadap Daulah Islam. Selain itu, Abu Hafsh - yang terjebak di Halab setelah dibebaskan dari penjara Shahawat - secara teratur menyarankan Abu Junaydah untuk bergabung dengan Daulah Islam.

Dan Allah menuntun siapa yang Dia kehendaki. Abu Junaydah mendengarkan dan membandingkan pidato dari orang pikun yang menyimpang azh-Zhawahiri dengan pidato dari mantan menteri perang Daulah Islam, Syaikh Abu Hamzah al-Muhajir rahimahullah. Dia mendengarkan pidato mereka tentang Daulah Islam agar dapat menyimpulkan sendiri perbedaan pendapat tentang masalah Daulah Islam dan al-Qa'idah. Dengan cepat ia menyadari bahwa kepemimpinan baru al-Qai'dah sesungguhnya adalah kebohongan kepada umat. Dengan demikian, ia memutuskan untuk meninggalkan Kafar Hamrah dengan sepupunya Abu Hafsh untuk bergabung dengan Daulah Islam.

Setelah ia tiba di Daulah Islam, ia segera pergi untuk Ribat, dan mengambil bagian dalam pertempuran melawan pengkhianat Shahawat. mereka membuka jalan mundur ke I'zaz dan kemudian al-Bab Bersama dengan tentara lain dari Daulah Islam.

Setelah tiba di al-Bab, Abu Junaydah pergi bersama sepupunya ke ar-Raqqah untuk membawa keluarganya kembali ke Syam, sebagaimana beberapa ikhwan lainnya telah mengirim istri dan anak mereka menjauhi bahaya dari Shahawat selama kekacauan yang mengikuti Peluncuran konspirasi Shahawat.

Tak lama setelah itu, Abu Junaydah ditugaskan dengan banyak proyek dakwah tapi dia selalu ingin kembali ke medan pertempuran. Ia merindukan sepupunya dan ingin bersamanya lagi. Abu Hafsh telah mengambil bagian dalam pertempuran dekat Sirrin melawan Shahawat dari Liwa Tsuwwar ar-Raqqah, yang dipimpin oleh mantan pemimpin Jabhah Jaulani Abu 'Isa ar-Raqqah. Dia juga berpartisipasi dalam pertempuran melawan Shahawat di al-Khair yang dipimpin oleh pemimpin Jabhah Jaulani Abu Mariyah al-Harari. Dia dibunuh secara khianat pada musim panas "2014" oleh "tentara" Harari ketika mengendarai mobil di al-Khair, salah satu kota yang telah dibebaskan. Semoga Allah menerima dia.

Abu Junaydah sangatlah sedih, tapi ia tetap berkomitmen untuk bekerja dan mencoba untuk menjelaskan kepada kerabat dan keluarganya bahwa Abu Hafsh telah memberikan darahnya untuk penegakan Khilafah dan itu adalah keinginan terbesar dari mereka berdua dan inilah alasan untuk membawa keluarganya berhijrah ke Islam Negara. Atas karunia Allah, adiknya mengikuti keteladanannya sebagaimana ia tidak ingin tinggal lebih lama lagi di negara yang memerangi Islam, kaum Muslimin, dan Khilafah.

Meskipun ia bekerja di bagian dakwah dan juga memiliki dua istri serta anak-anak yang harus ia perhatikan, ia juga telah berpartisipasi dalam banyak pertempuran melawan orang-orang murtad. Dia mengambil bagian dalam pertempuran di 'Ayn al-Islam, Tadmur, dan Mari', hingga akhirnya ia mencapai apa yang ia rindukan sejak lama, Syahadah. pesawat tentara salib datang memberi bantuan kepada Shahawat di Halab –sekutu al-Qa'idah di Syam- dan menembak tepat di posisi di mana ia melakukan Ribat di pinggiran Mari'. Dia pun meninggal seketika, pada hari-hari yang paling diberkahi di setiap tahun, pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah. Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda, "Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fie sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fie sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun" (HR Al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas). Hadits ini adalah hadits yang ia pilih saat menceritakan saudaranya ketika dalam perjalanan ke Mari '.

Semoga Allah menyatukan dia dan sepupunya di surga dan mengizinkan kita untuk mengikuti mereka. Semoga Allah menjaga keluarganya dan melindungi anak-anaknya di bawah naungan Khilafah, sehingga mereka hanya hidup dengan Tauhid dan mereka menjadi salah satu di antara barisan Nabi Isa 'alaihis salam ketika ia turun untuk memimpin tentara Muslim.

PERBINCANGAN MUSUH - DABIQ 12

DABIQ 12 - PERBINCANGAN MUSUH

DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH

Pada tanggal 25 Dzul Qa'dah-1436, Abu Firas as-Suri – mantan Juru bicara resmi Jabhah Jaulani, dan saat ini menjabat sebagai Pemimpin Jabhah Jaulani serta kepala "dewan syar'i-nya"– menerbitkan sebuah artikel yang mengekspos penyimpangan dari sekutu Jabhah Jaulani dan ini berarti penyimpangan dirinya beserta kelompoknya juga. Dalam artikelnya Dia memberi judul : "Saya pemberi peringatan yang terbuka" Meskipun ia mengkritik faksi-faksi secara umum, tetapi kritik utamanya terfokus pada "Ahrar Asy-Syam." Berikut ini adalah kutipan dari artikelnya yang panjang:

"Mereka mengelabui orang-orang dan berkata, 'Sebuah proyek untuk umat .' Kemudian mereka menafsirkan ini kapanpun mereka butuhkan sebagai sebuah proyek untuk Suriah saja, yang hanya meliputi tanah dan Revolusinya saja... permainan kata-kata ini merupakan upaya untuk mempercantik proposal dari orang-orang kafir dan murtad. Sang Samma'in (pendengar setia orang-orang kafir) melakukan hal ini agar tawaran proposal dari kuffar dapat disulap menjadi proposal yang Islami melalui diri mereka. Mereka mempercantik proposal dan menawarkannya seolah-olah proposal itu buatan mereka sendiri, padahal kenyataannya mereka bukanlah apa-apa kecuali hanya utusan dari orang murtad, atau dalam kasus terbaik, mereka adalah beo yang hanya mengulang usulan dari orang-orang munafik dan murtad yang menggunakan sifat samma'in ini sebagai bagian dari perang melawan Islam ... Proyek-proyek kufur tidak akan bisa menyusup kedalam barisan kami kecuali melalui samma'in ini, dan bukannya melalui jajaran sekularis murtad, kaum liberal ateis, atau pendukung-pendukung mereka ... "

"Saya akan menyebutkan beberapa sifat mereka di masa ini ... meskipun kejadian ini tidaklah terjadi pada setiap faksi dan mereka belum tentu memiliki semua ciri-ciri ini:
1) Mereka mempercantik dan menyebarkan prinsip-prinsip orang-orang kafir termasuk nasionalisme, hak asasi manusia, dan hak-hak minoritas.
2) Mereka menyanjung kelompok murtad dan mengklaim bahwa mujahidin menindas mereka.
3) Mereka meminta para mujahidin dan orang-orang murtad untuk berhukum kepada mereka dan seakan-akan dua pihak ini kedudukannya sama.
4) Mereka mengumumkan menerima orang-orang kafir sebagai pemimpin bagi wilayah-wilayahnya. Lalu mereka bekerja sama dengan mereka, menyambut mereka, dan mengikuti perintah mereka.
5) Mereka menjaga dan membenarkan perbatasan yang dibuat oleh tentara salib dan keturunan babi.
6) Mereka secara implisit dan eksplisit memfitnah mujahidin. Mereka bersekutu dengan setiap orang rendahan dan kelompok murtad, kemudian memberikan perlindungan kepada mereka karena takut tangan mujahidin dapat menjangkau mereka.
7) Mereka menuduh orang-orang mukmin sebagai ekstremis dan kurangnya kebaikan padanya. mereka juga berfatwa bahwa tidak boleh berjihad bersama mereka.
8) Mereka menggambarkan pengecut yang menerima kekalahan sebagai seorang moderat.
9) Mereka menyatakan loyalitas / kesetiaan mereka kepada hukum internasional.
10) Mereka bersekutu dengan musuh-musuh jihad dan mereka yang menerima bantuan keuangan dari orang-orang kafir dan agresor.
11) Mereka meminta dukungan dan bantuan dari orang-orang kafir dan murtad.
12) Mereka menutup mata terhadap kejahatan orang-orang murtad dan kafir, sedangkan mereka mencari-cari kesalahan para mujahidin.
13) Mereka membutakan mata, menutup telinga, dan mengunci mulut mereka terhadap musuh dari orang-orang kafir dan murtad, sedangkan mereka memiliki lidah yang tajam terhadap orang-orang yang beriman dan berjihad.
14) Mereka melemparkan label yang buruk kepada Mujahidin. Mereka menyebutnya sebagai wajah lain dari negara Khawarij, kelompok sesat dan penyebar teror, sedangkan deskripsi itu lebih layak untuk diri mereka sendiri atas penyimpangan dan jauhnya mereka dari kenyataan dan kebenaran.
15) Mereka menyatakan Bara'ah kepada faham salafi jihadi.
16) Mereka menggambarkan mujahidin sebagai Khawarij, ekstrimis, dan koruptor. Serta mereka mengibaskan ekornya (mengambil hati) didepan orang-orang murtad.
17) Mereka menyebut Thawaghit dengan “waliyul amr “ ('orang-orang yang diberi otoritas '). Tapi ini adalah sebuah kebohongan, kesesatan, dan kepalsuan.
18) Mereka melarang tersebarnya jihad kepada setiap Muslim dan menafsirkan Ummah itu hanya sebatas di Suriah, ditanah Suriah dan di Negara Suriah saja!
19) Jika seorang kafir atau Thaghut mati, mereka buru-buru untuk berbelasungkawa dan meneteskan air mata di atasnya. Serta mereka mendukung perangnya, padahal itu bukanlah jihad fie sabilillah.
20) Mereka menyebut mujahidin sebagai 'takfiriyin' (yang mudah mengkafirkan) hanya karena Mujahidin menyatakan takfir kepada salibis, orang-orang Yahudi, zanadiqah (orang-orang zindik), dan murtadin.
21) Mereka menyambut kerjasama dari negara kafir dan murtad.
22) Mereka mengikuti dan menyeru dengan kuat faham regionalisme (sistem perdagangan internasional), seolah-olah garis batas negara Sykes-Picot itu sesuatu yang suci lagi keramat.
23) Mereka menyeru kepada Negara yang berdasarkan keadilan, hukum, dan kebebasan, itu karena mereka malu dengan Negara yang berdasarkan Islam .
24) Mereka berusaha untuk menjamin keselamatan bagi semua sekte kufur, murtad, dan bid'ah, agar sekte ini dan kepala kekufuran (Amerika) menyetujui faksi-faksi ini.
25) Mereka mengumumkan rasa hormat dan ketundukan mereka kepada pakta (perjanjian internasional) hak asasi manusia.
26) Mereka malu dengan kata 'jihad,' lalu menggantinya dengan 'revolusi,' 'revolusioner,' dan 'aksi revolusioner.'
27) Mereka berjanji untuk tidak memiliki atau berusaha memperoleh senjata pemusnah massal, hanya untuk menenangkan Israel.
28) Mereka mengumumkan bahwa operasi mereka dibatasi di tanah Suriah saja, hanya untuk menenangkan orang-orang Yahudi.
29) Mereka meminta Amerika untuk menggunakannya sementara mereka tidak takut bahwa Allah akan mengganti mereka ... Ini adalah beberapa ciri-ciri mereka. Dan masalah ini akan menimbulkan bencana dan malapetaka yang bahkan akan terus meluas ... "

"Mereka mencoba untuk merayu para mujahidin untuk menerima ketentuan yang dirumuskan di pondok iblis. Iblis kemudian memoles dengan riasan yang sesuai dan memberikan ketentuan tersebut kepada samma'in agar mereka bisa mempromosikannya. Di antara tuntutan yang mereka buat yang sesuai dengan keinginan setan dan wakilnya adalah: ... bahwa operasi hanya dijalankan oleh orang Suriah asli saja dan para Muhajirin harus diusir. Mereka juga menolak untuk mengecam pakta (perjanjian internasional) yang mereka rilis sebelumnya, mereka melakukannya sebagai pelayanan kepada setan dan wakil-wakilnya".

"Mari kita membahas tuntutan tersebut dari beberapa sudut. Siapa sebenarnya yang meminta ketentuan ini? Apakah tuntutan ini berasal dari samma'in ataukah aparat intelijen dari rezim murtad yang berada dibalik samma'in ini, ataukah aparat ini bekerja sama dengan samma'in? "

"Dari pakta (perjanjian internasional) yang telah diumumkan sebelumnya oleh samma'in ini - perjanjian yang baru saja mereka nyatakan untuk melanjutkan komitmen mereka dan penolakan untuk tidak mengakuinya- adalah perjanjian yang diterbitkan karena instruksi dari Turki dan Qatar, yang dihasilkan dari permintaan barat. Samma'in sendiri mengakui hal ini didepan Kehadiran banyak pemimpin Mujahidin, dan saya berada di antara mereka. Ini menjadi jelas bahwa deklarasi dan tuntutan samma'in ini tidak lain hanyalah sebuah pelaksanaan tuntutan dari negara-negara murtad, yang dibelakang mereka merupakan pusat kekufuran dan freemasonry internasional. Jadi tuntutan samma'in ini tidak lain hanyalah sebuah tuntutan dari murtadin dan pelaksanaan permintaan ini juga dilakukan dalam ketaatan kepada murtadin, dan menjadikan mereka sejalan dalam barisan mereka. Dapatkah hal ini diterima oleh seseorang yang hatinya telah tersentuh oleh Iman atau yang telah mencicipi ketaatan kepada Allah?"

"Dan apakah tuntutan ini sesuai dengan syari’ah atau malah bertentangan dengannya ?
1) Tidak ada keraguan bahwa mereka menentang syari’ah dari berbagai sudut ...penyatuan barisan itu tidaklah dilihat oleh mereka kecuali melalui sudut pandang ayam. Mereka melihat Suriah seakan akan itu seperti terjadi diseluruh dunia ... Mereka kemudian menyatukan diri dengan orang-orang dari ruang “kerjasama operasi Militer” Amerika, para pengikut Amerika, tentara Iblis, dan semua orang yang mewarisi keinginan setan.
2) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui atau bahkan mengambil bagian dalam hubungannya dan penerimaan mereka instruksi dari negara-negara murtad, dan ini adalah Manaat .
3) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui pencarian bantuan mereka dari orang-orang kafir, dan ini tidak diperbolehkan menurut syari'at.
4) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui pelarangan meraka akan jihad ke tanah Suriah, yang menjadi sebuah pesan untuk membuat tenang orang-orang Yahudi. Dan Ini tidak diperbolehkan menurut Syari'ah, dan merupakan bentuk regionalisme busuk.
5) Menerima ketentuan dari samma'in berarti menyetujui pengamanan mereka atas murtadin dan sekte-sekte sesat, dan ini juga merupakan sebuah Manaat.
6) Bencana yang tersisa yang ditemukan di pakta (perjanjian internasional) mereka termasuk perjuangan untuk mendirikan negara yang ber-asas-kan keadilan, kebebasan, dan hukum, dan penyimpangan lainnya, hal ini tidaklah tersembunyi dari siapa pun bahkan jika ia hanya seorang awam dalam hal syari'at."

Dia (abu firas as suri) kemudian menggambarkan mereka (samma'in) sebagai "sekutu yang keputusannya berada ditangan rezim murtad" dan mereka yang "bersekutu dengan rezim murtad dan sekutunya”. Mereka menyebut dengan terang-terangan apa yang dituntut dari mereka oleh orang-orang kafir dan murtad. Persekutuan ini dengan sifat-sifat seperti ini akan menggiring jabhah (jabhah jaulani) kearah kamp pengkhianatan. Dan jika jabhah menolak untuk mengambil bagian dalam pengkhianatan samma'in ini, maka itu tidak akan dapat mengembalikanya ke tempat semula, sehingga akan membawa akhir bagi dirinya sendiri ..."

Dia melanjutkan dengan mengatakan, "Mungkin beberapa penipu dan pemain sirkus dari jabhah berpikir bahwa kemampuan mereka sangatlah hebat dan mereka mampu untuk mengelabui samma'in dan mentolerir mereka. Tapi saya dapat mengatakan bahwa ide ini sangat mirip dengan ide Ikhwan yang ingin mengelabui Amerika, dan samma'in bukanlah pemain di depan jabhah, mereka sesungguhnya adalah pengantin di panggung pengantin yang digerakkan oleh benang yang berada ditangan Amerika, kepala poros kejahatan, yang mewakili koalisi tentara salibis-Zionis dan orang-orang yang ikuti kafilah ini dari rezim murtad, Mossad, dan semua kekuatan kufur yang telah menyatakan perang terhadap islam. Saya tahu bahwa pendapat penipu tidaklah seperti ini dan saya juga tahu bahwa mereka terus memperkIraqan yang terbaik dalam samma'in. Dengan sangat menyesal Saya katakan bahwa orang-orang ini sangat-sangat sedikit. Alhamdulillah. Mereka berada dalam khayalan yang jauh, menyimpang melalui kepalsuan dan diabadikan dalam kesesatan."

"Samma'in mengumumkan dan terus mengumumkan bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan setiap dukungan yang datang kepada mereka dari negara-negara murtad. Jadi ketika jabhah bersatu dengan mereka dalam satu tubuh, apa yang berlaku untuk mereka berlaku juga untuknya, termasuk pencarian bantuan dari orang-orang kafir dan ketundukan akan ketetapan mereka. Dan Ini bertentangan dengan ajaran-agama..."

"Secara singkatnya, samma'in adalah seperti seorang gadis yang kehilangan keperawanannya karena menjalin hubungan Haram dengan rezim murtad dibelakangnya. Dia membuat marah setiap wanita yang menjaga kehormatannya, kesuciannya, prinsipnya, dan agamanya, dan bukannya dia bertobat kepada Allah, dia malah ingin menjerat setiap wanita suci agar mereka seperti dia yang terjerumus dalam kehinaan. Allah ta’ala berfirman, “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah” (An-Nisa ': 89) ... "

"Beberapa dari mereka yang terbakar hatinya bertanya, kemana panggung jihad ini akan diarahkan dan mereka juga mengharapkan konflik militer dengan samma'in ini ... saya katakan, ya, kondisi ini berbahaya. kondisi di arena juga berbahaya ... Adapun masalah dari konflik dengan samma'in, maka saya memohon kepada Allah agar tidak mencapai taraf itu, dan kami bersiap untuk menerima samma'in yang ingin kembali kepada kebenaran. Akan tetapi, hal ini sangatlah sulit…"

"Apa perbedaan antara kelompok samma'in dengan harakah Hazm serta Jamal Ma'ruf? Perlu diingat bahwa mereka memberikan perlindungan kepada harakah Hazm dan ma'ruf setelah kami terlibat konflik dengan mereka. Apa perbedaan antara kelompok dari samma'in dengan Zinki dan Zahran 'Allush? Perlu diingat bahwa samma'in terhubung dengan 'Allush melalui koalisi dan juga berusaha untuk membentuk koalisi dengan Zinki! mereka Semua mengumpulkan uang dari luar negri. mereka semua mengikuti agenda dan arahan dari luar. Dan ketika samma'in bersekutu dengan orang-orang seperti ini, maka hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan diantara mereka. Dan ketika samma'in mencela tindakan jabhah terhadap Jamal Ma'ruf dan Hazm, ini berarti mereka berada di kamp yang lain. Dan ketika mereka mengambil senjata dari kelompok jamal ma'ruf, mereka mengklaim bahwa ada bay'ah rahasia dari grup jamal Ma'ruf kepada mereka, yang membuat mereka melindunginya dari jabhah, ini berarti mereka berada di barisan yang lain. "

"Hazm, Jamal Ma'ruf, samma'in, Zinki, dan orang-orang seperti mereka itu terhubung kepada agenda asing. Mereka semua menerima bantuan dari pemerintah murtad dan kufur. Samma'in memberi perlerlindungan kepada Ma'ruf dan Hazm dari kami. mereka Semua menjalankan apa yang telah didiktekan kepada mereka. Tapi majikan mereka semua belumlah meminta dari samma'in apa yang telah dimintanya kepada Hazm dan ma'ruf. Permisalan mereka adalah seperti ulama Thaghut ... Apa yang dituntut dari Thaghut di Suriah dan Thaghut dari Mesir dari mufti mereka, tidaklah berbeda dengan apa yang dituntut oleh Thaghut Saudi pada awalnya. Dan disinilah para ulama Saudi tampil dengan dandanan yang mudah diterima. Tapi ketika Thaghut Saudi menuntut dari ulama mereka dengan tuntutan yang sama dengan Thawaghit lainnya, mereka memberikan segala sesuatu apa yang diperlukan oleh mereka ... tentu saja, mereka melakukannya dengan cara yang lebih berbahaya. Inilah perbedaan yang tepat diantara samma'in dan antara Hazm serta ma'ruf. Semua pergerakan mereka hanya untuk mengumpulkan uang - sepanjang sejarah, hari ini dan abad ini – untuk menuruti kemauan majikan mereka dan menjalankan perintah dan tututan mereka. Mereka akan tetap menjadi budak bagi orang-orang yang membayar mereka."

Dia kemudian menutup artikelnya dengan sajak di mana ia mendedikasikannya kepada faksi yang berperan sebagai "duta besar dari orang-orang Yahudi dan tentara salib yang merayu kesucian dan kemurnian rakyat. Duta besar ini menggerakkan misi kufur kepada kami seraya menampakkan kecintaan untuk tanah Syam... Mereka hanyalah utusan dari musuh dan pasukan dari aparat murtad."

Artikel ini kemudian ditanggapi secara tertulis oleh "Ideolog" Shahawat, Abu Qatadah al-Filistini dan Shahawat pembohong Abu 'Abdillah Asy-Syami (pemimpin teratas Jabhah Jaulani), keduanya mengkritik Abu Firas atas kritik terbuka kepada "Ahrar Asy-Syam." Kemudian Abu Firas menanggapinya dengan menulis Artikel berjudul "orang-orang yang merugi." Di dalamnya ia berkata, "Siapa saja yang membaca respon dari saudara saya Abu 'Abdillah Asy-Syami akan mendapat kesan bahwa Abu 'Abdillah hanya membaca artikel saya ini secara online dan tidak mengetahui isinya sebelum publikasinya! Padahal kenyataaanya adalah bahwa saya telah menunjukkan artikel ini kepada sadaraku Abu 'Abdillah Asy-Syami dua bulan sebelum aku mempublikasikannya. Dan dia memuji tulisanku ini... Jadi kenapa dia menyetujui dan memuji artikelku itu yang kemudian hanya untuk dikecamnya? Apakah pernyataan kecamannya itu sebuah pendapat yang independen yang ia capai setelahnya, atau adakah tekanan pada saudara kita Abu 'Abdillah Asy-Syami ? Apakah ia ditekan dengan sangat hebat? Hanya Allah yang maha mengetahuinya. "

Abu Firas kemudian mengkritik Abu 'Abdillah Asy-Syami atas ketidak peduliaannya pada pernyataan terang-terangan dari penyimpangan yang dilakukan oleh Abu 'abdil-Malik "asy-syar'i, " Abu Yazan Asy-Syami, Abu Ayman al-Hamwi, Abu Sariyah Asy-Syami (semuanya adalah mantan pemimpin "Ahrar Asy-Syam yang telah mati"), dan Abu Jabir asy-Syaikh (mantan pemimpin "Ahrar Asy-Syam"), termasuk pengingkaran mereka akan jihad internasional, kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan dan bahkan berperang bersama negara-negara kafir dan rezim murtad, perlindungan mereka kepada sekte sesat, panggilan mereka kepada Negara keadilan, hukum, dan kebebasan, keinginan mereka untuk mendukung negara murtad dalam perang lain, dukungan mereka terhadap intervensi Turki di Syam, dan keinginan mereka untuk bersatu dengan agen kekufuran dan musuh-musuh Islam. Dan setelah mengutipnya, dia berkata, "pendapat saya pada samma'in ini didasarkan pada fakta-fakta. Dan sebelumnya saya telah menyeleksi Anda dari fakta-fakta ini. Kata-kata saya tidaklah berdasarkan pada persangkaan belaka."

Tentu saja, pembatalan pendirian dari Abu 'Abdillah Asy-Syami ini bukanlah hal yang baru, sebagaimana sebelumnya dia melabeli "Ahrar asy-Syam" sebagai "Hamas masa depan" (mengacu pada metodologi sesat dari Hamas dan pemerintahan mereka yang menggunakan hukum buatan manusia). Dan meskipun Abu 'Abdillah mengkritik Abu Firas, ia sendiri telah membuat pernyataan yang mirip meskipun kurang eksplisit tentang faksi Suriah dalam tanggapannya untuk at-Tartusi dan wawancaranya dengan "Al-Manarah al-Bayda '." Pemimpin-Nya -Jaulani- telah menyebut "Ahrar Asy-Syam" sebagai "yang Shahawat masa depan" dan mengkritik faksi ini karena menerima bantuan dari tentara salib dan Thawaghit karena tidak ada satupun bantuan tanpa syarat, sebagaimana ia sendiri telah menyatakannya dalam interview dengan Al Jazeera.

Apa yang kita lihat di depan kita ini adalah tanda-tanda utama dari runtuhnya dari Jabhah Jaulani. Dimana Pemimpin puncaknya telah mempublikasikan dan mencela penyimpangan ekstrim dari sekutu terdekat mereka, saling mengkritik satu sama lain, dan saling menuduh sebagai pembohong, tidak mematuhi perintah, dan tidak menghormati atau mematuhi syura. Mereka memuji Shahawat lainnya, dan takut mereka mungkin akan berubah seperti mereka, setelah melayani mereka dalam pengkhianatan mereka terhadap Daulah Islam. Mereka meng-ekspos kenyataan Shahawat lainnya, yaitu bahwa mereka adalah agen dari tentara salib dan Thawaghit, hal ini menunjukkan bahwa Jabhah Jaulani mengetahui ini semua setelah melewati hubungan yang dekat bersama mereka dan dalam pertemuan tertutup dengan para pemimpin Shahawat. Tapi karena para pengklaim jihad ini berfaham 'Irja', maka berbagai bentuk kemurtadan yang sekutu mereka telah jatuh ke dalamnya tidaklah pantas untuk di takfir atau diperangi menurut mereka! hingga mereka bekerja sama dengan sekutu murtad ini dalam memerangi Daulah Islam, dan menenggelamkan diri mereka sendiri di kedalaman kemurtadan.

Semoga Allah terus mengekspos kemurtadan Shahawat, termasuk Jabhah Jaulani, hingga tidak ada lagi keraguan walau sebesar biji sawi tentang mereka di hati kaum Muslimin.

PERGESERAN PARADIGMA (BAGIAN 2)

DABIQ 12 - SPESIAL

PERGESERAN PARADIGMA (BAGIAN 2)
Oleh : John Cantlie

"15 bulan setelah deklarasi Khilafah, kampanye yang dipimpin AS untuk melawannya telah meluas lebih daripada sebelumnya, akan tapi di Barat sekarang banyak yang mengakui bahwa Daulah Islam adalah negara yang layak untuk dihuni."

Pada tanggal 31 Maret, saya menulis sebuah artikel di majalah Dabiq edisi 8 dengan judul "Pergeseran Paradigma," di mana saya menganalisa penggambaran Daulah Islam oleh media Barat serta perkembangan politiknya dari hanya sebuah "organisasi" menjadi sebuah entitas nyata. Dan saya menyebutnya sebagai sebuah negara. Saya tidaklah mengetahui apapun tentang pembangunan bangsa. Dan saya juga sangat bodoh yang membuat saya bahkan tidak pernah berhasil sampai ke universitas. Tapi setelah berhenti dari beberapa hal yang saya tulis di masa lalu sebagai "propaganda ISIS", banyak wartawan dan dosen di Barat sekarang setuju dengan kesimpulan saya ini. Mereka berkata, Daulah Islam adalah sebuah negara asli dengan segala perangkatnya.

Realitas akan Khilafah Ini telah dikonfirmasi oleh banyak hal, diantaranya orang-orang dapat hidup di bawah satu pemerintahan. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, umat Islam hidup dalam keadaan aman serta mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan lancar. Sistem Zakat telah didirikan dan terus berjalan, dengan mengambil beberapa persen dari harta orang-orang kaya dan membagikannya kepada fakir miskin. Koin dinar emas yang diperkenalkan setahun yang lalu sekarang sedang dicetak, sebagai persiapan sebelum di edarkan. Pengadilan syari’ah telah didirikan disetiap kota untuk mengadili dengan hukum Islam. Korupsi yang merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan di Iraq dan Suriah, kini telah dibabat habis hingga hampir mencapai titik nol, sementara tingkat kejahatan menurun drastis.

Sementara itu, seluruh negara-negara Teluk sedang berada dalam kekacauan. Mereka dipecahkan oleh perselisihan keagamaan dan permusuhan antar suku. "Timur Tengah ... telah rusak, marah dan tidak berfungsi dan itu karena mereka sendiri, sehingga itu memberikan arti baru untuk kata 'putus asa,' sebagaimana yang ditulis oleh Aaron David Miller dosen Kebijakan Luar Negeri pada tanggal 11 September. "Hal ini terkoyak dan terbelah karena masalah sektarian, politik, dan kebencian agama dan konfrontasi yang tampaknya telah melampaui kapasitasnya yang tidak mungkin diperbaiki oleh pihak luar." Justru karena alasan seperti inilah yang menjadikan Daulah Islam muncul dan berkembang dengan begitu cepat dan dalam waktu yang relative singkat. Disana Hanya ada satu sekte Sunni Islam, dan Khalifah hanya dari suku Quraisy. Di sini, di kekhalifahan, tidak ada ruang untuk pluralisme.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Telegraph pada tanggal 8 Juni, Ruth Sherlock menulis: "jihadis telah ber-evolusi menjadi sebuah birokrasi yang sangat teliti: memaksakan pajak (dia mengacu kepada zakat), membayar gaji tetap dan menetapkan hukum standar dalam perdagangan (dia mengacu pada pelarangan transaksi Haram) dalam upaya untuk membangun ekonomi yang sehat ... banyak pengusaha Suriah yang melihat ISIS sebagai satu-satunya pilihan jika dibandingkan dengan anarkisme yang berlaku di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak lainnya, termasuk kelompok yang didukung barat."

Ruth, itu jauh dari sifat barbar yang umumnya digunakan untuk melukiskan Daulah Islam agar dapat diabadikan dalam sebuah gambar dengan entitas jahat, sebuah gambar yang akan dijadikan sebagai dasar propaganda pemerintahan barat. Apa lagi, Ruth?

"Dokter dan insinyur, terutama yang mengelola Ladang minyak yang dikendalikan ISIS, mereka dibayar dengan mahal – setidaknya dibayar ganda, dan seringkali beberapa kali lipat daripada gaji yang ditawarkan di negara lain," dia melanjutkan. "Pelaku bisnis memilih untuk memindahkan industri mereka ke daerah-daerah ISIS”.

Itu bukan aku (john cantlie) yang berbicara, tapi penulis di salah satu koran "terbaik" di Inggris. Dan sentimen ini – menyatakan bahwa Daulah Islam adalah nyata, dan merupakan Negara yang sedang tumbuh—sedang meningkat di Barat. Setelah satu tahun serangan udara, semua bukti menunjukkan bahwa tidak ada "kemunduran" dari para mujahidin, dan setiap penurunan kekuatan perang, baik logistik maupun personel mereka telah di dipasok dengan cepat oleh rampasan perang dan rekrutan baru, CIA memperkiraan tentara tetap di Daulah Islam mencapai 32.000 tentara, tetapi beberapa tokoh mengisyaratkan dapat mencapai hingga 70 atau bahkan 100.000 tentara yang siap dipanggil jika diperlukan. Seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa intelijen AS telah "melihat tidak ada degradasi / penurunan yang berarti dalam jumlah mereka”.

Satu tahun mereka telah berperang dan tidak ada yang berubah. Dan ini merupakan masalah bagi koalisi.

Menurut Barry Posen (professor ilmu politik di Universitas MIT, amerika serikat), militer Iraq sudah tidak ada lagi, dalam artian sebagai kekuatan tempur dalam segala maknanya. Mereka telah banyak digantikan oleh Unit mobilisasi Populer (al-Hasyad Asy-Sya'bi), sebuah milisi Syiah dengan anggota hingga 100.000 pria dengan senjata yang dipasok oleh Iran. Merekalah yang memimpin serangan di Tikrit pada bulan April dan yang bertanggung jawab atas banyaknya kekejaman di beberapa daerah Sunni. Tapi setelah pengambil alihan Tikrit, maka tidak ada lagi penaklukan besar oleh koalisi, dan pertempuran di Iraq tidak berjalan dengan baik, sejauh ini Letnan Jenderal Robert Neller dari USMC, ketika ditanya oleh senator John McCain tentang bagaimana ia pertimbangan tentang kampanye yang akan datang?, ia menjawab, "Saya pikir kita melakukan apa yang harus kita lakukan sekarang ... Saya percaya bahwa mereka berada di jalan buntu sekarang". Dan itu Jauh dari "kemunduran" para mujahidin, Daulah Islam tetap menguasai wilayah dan bahkan terus meluas, dan ini dapat dibuktikan dengan pengambil alihan wilayah-wilayah baru di Iraq dan Suriah.

Ini adalah tuntutan dari pemerintah Amerika dan sekutunya untuk meremehkan Daulah Islam dalam pandangan publik dengan menjadikannya hanya sebagai "organisasi" teroris. Benar, bahwa Negara itu berjalan dan menggunakan teror sebagai alat. Tetapi jika itu hanya sebuah "Organisasi" dan prajurit yang berjuang untuknya hanya teroris, maka ini hanya memberikan pengait kepada publik untuk menggantungkan topi mereka. Ketika orang memahami kata-kata "teroris" atau "jihadis", maka sebagian besar akan mendukung setiap tindakan militer terhadap mereka. Tetapi itu akan kehilangan urgensinya ketika Anda melawan tentara dari sebuah negara. Dan itu tidak akan dapat menyulap gambaran dari pidato politisi yang mengatakan mereka sangat berbahaya. Berperang melawan sekelompok teroris adalah suatu hal kecil, tapi memerangi sebuah negara, bahkan jika negara itu berdiri dan bangga lewat taktik teroris, ini merupakan lain hal. Tapi untuk mengakui bahwa Daulah Islam memang sebuah Negara dalam setiap komentar akan menjadi sebuah pengakuan kemenangan kepada mereka, sehingga tidak ada pemimpin politik saat ini yang siap menyebutnya sebagai negara. Jadi mereka dengan sengaja terus memanggil mereka "sebagai yang disebut" Islam Negara, ISIL, IS, ISIS, Daesh dan apapun julukan berikutnya adalah sebuah langkah untuk menunjukkan: "Bah. Itu hanya omong kosong! Kami bahkan tidak tahu nama mereka. Kami telah punya senapan di tangan."

Itulah yang mereka katakan di depan umum. Tapi apa yang mereka katakan di belakang pintu tertutup dengan sekretaris pertahanan serta kepala intelijen mereka, saya yakin itu akan sangat berbeda dengan sekarang. Menurut laporan Barat, ada sekitar 7 juta orang yang tinggal di Khilafah, di daerah yang lebih besar dari Inggris dan dengan populasi yang lebih dari banyak Denmark, dan banyak dari mereka yang mengatakan bahwa kehidupan sekarang lebih baik daripada di bawah pemerintahan rezim Assad di Suriah dan Syiah di Iraq, dan juga jauh lebih baik daripada daerah yang dikuasai FSA yang banyak korupsi dan kekacauan. Ini bukanlah apa yang diduga dapat dilakukan oleh sekelompok teroris "barbar berambut liar".

Dalam berita di New York Times pada tanggal 21 Juli, Tim Arango menulis, "(Daulah Islam) telah mengalahkan pemerintah korup Suriah dan Pemerintah Iraq sebagaimana dikatakan oleh warga dan para ahli. 'Kamu dapat melakukan perjalanan dari Raqqa ke Mosul, dan tidak akan ada yang berani menghentikan Anda bahkan jika Anda membawa uang 1 juta dollar amerika, " kata Bilal yang tinggal di Raqqa (yang secara de facto adalah ibukota Daulah Islam di Suriah). ‘Dan Tidak satu orangpun yang berani mencuri walau hanya satu dolar. '"

Arango melanjutkan, dengan mengatakannya sebagai Daulah Islam maka kita telah meletakkannya di tempat yang lebih dari sekedar ukuran pemerintahan, termasuk kartu identitas untuk penduduk, menyebarkan pedoman dalam memancing untuk melestarikan alam, mensyaratkan mobil untuk dilengkapi dengan peralatan untuk keadaan darurat, dan Tentu saja mengikuti dan melaksanakan syari'ah. "(Seorang pemilik toko di Raqqa) mengatakan ... 'Di sini mereka menerapkan aturan Allah. Seorang pembunuh akan dibunuh. Pezina dirajam. pencuri dipotong tangannya'. "Stephen M. Walt, seorang profesor hubungan international di Harvard, dikutip dalam Artikel yang sama mengatakan, "Saya pikir tidak perlu ada lagi yang dipertanyakan tentang cara kita untuk memandangnya sebagai organisasi negara revolusioner ". Sebuah organisasi negara revolusioner? Itu tidaklah terdengar seperti hanya "sekelompok" teroris sama sekali. Sangat penting untuk ingat, bahwa Walt telah menjelaskannya ditempat lain, bahwa negara-negara yang baru dibentuk sepanjang sejarah, membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum mereka diakui oleh negara-negara lain. Dia menyebutkan sebagai contoh, bahwa Eropa menolak untuk mengakui Uni Soviet secara resmi selama bertahun-tahun setelah revolusi Bolshevik pada tahun 1917, dan AS juga tidak melakukannya sampai tahun 1933. Demikian juga Amerika yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Rakyat Republik Cina sampai tahun 1979, dan itu sekitar 30 tahun setelah cina didirikan. "Jika Daulah Islam berhasil mempertahankan kekuasaannya, mengkonsolidasikan posisinya, dan menciptakan sebuah negara de facto asli pada apa yang sebelumnya bagian dari Iraq dan Suriah," Stephen Walt menyimpulkan, "maka negara-negara lain perlu bekerja bersama untuk mengajarkannya tentang fakta-fakta kehidupan dalam sistem internasional". Tapi, itu tidaklah cukup. Karena Daulah Islam memegang prinsip bahwa "sistem internasional" adalah Thaghut, sesuatu yang jahat yang memaksakan hukum positif atas manusia. Mereka tidak akan pernah "belajar" untuk "bekerja sama" dengan hal itu. Tapi gencatan senjata dengan negara-negara Barat selalu menjadi pilihan didalam Hukum Syari'ah.

Dan ada satu hal lagi. Assad sudah hampir selesai, dengan keruntuhan pemerintahannya yang kejam, sekarang ia hanya mengendalikan seperempat dari wilayah Suriah. Iraq terpecah belah karena suku-suku yang bergerak tak teratur dan tidak akan pernah pulih kembali sejak invasi amarika. Daulah Islam sekarang mengangkangi kedua negara itu sebagai sebuah kerajaan muslim, sebuah negara di mana tidak ada Bentrokan suku maupun agama. Hanya ada satu sekte dan satu keyakinan. Tempat Ini dijalankan, diatur, dan dilindungi oleh Mujahidin Sunni, dan sekarang benar-benar menjadi fragmentasi unik, dan tidak seperti di Timur Tengah yang penuh dengan pertikaian dan kekacauan. Ini adalah singularitas, dan menjadi model yang lebih baik untuk stabilitas wilayah di masa depan daripada negara-negara Teluk yang didukung atau dibentuk oleh intervensi Barat yang kemudian menyatakan perang atasnya.

Sekali lagi, ini bukan hanya saya yang mengatakan ini. Yang akan menjadikannya sebagai "Propaganda ISIS," dan kita tidak akan bisa memilikinya sekarang, atau bisakah kita? Brigadir Jenderal Ronald Magnum membuat beberapa komentar menarik dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh Institut Kajian Strategis Georgia Kaukasus pada 29 Mei.

"Daulah Islam telah memenuhi semua persyaratan ... untuk diakui sebagai sebuah negara, "katanya. "ia memiliki struktur pemerintahan, wilayah yang terkontrol, populasi yang besar, ekonomi yang dimanis, kekuatan militer yang besar dan efektif serta memberikan pelayanan kepemerintahan pada umumnya seperti perawatan kesehatan untuk penduduknya. Berurusan dengannya dan menganggapnya seolah-olah itu hanya sebuah gerakan teroris adalah seperti berlomba di pacuan dengan kuda yang lumpuh. Itu adalah Negara dan jika Barat ingin mengalahkannya maka mereka harus menerima salah satu diantara dua hal:
1) Daulah Islam adalah ancaman yang cukup bagi perdamaian dunia atau regional, dan Barat dapat pergi berperang dengan itu, atau
2) Biaya perang yang terlalu besar dan Barat harus berencana untuk menahan dan membatasi Daulah Islam kemudian bernegosiasi dengannya sebagai sebuah Negara yang berdaulat. "

Kegagalan Usaha koalisi untuk "membendung" Khilafah adalah berita lama. Tapi untuk bernegosiasi? Itu adalah bom waktu. Baru-baru ini Obama mengatakan bahwa "tidak akan ada negosiasi"dengan Daulah Islam, dan ini sebuah fakta yang tidak akan hilang atas teman satu sel saya dulu. Tapi kemudian ia mengubah kebijakannya setelah kejadian itu, jadi mungkin dia atau presiden berikutnya harus mengubah kebijakan mereka tentang ini.

Dalam sebuah nukilan yang diterbitkan di “Foreign Policy” pada tanggal 10 Juni di bawah judul "Apa yang Harus Kita Lakukan jika Daulah Islam Menang ?," Profesor Stephen Walt menyarankan bahwa kemenangan bagi mujahidin tidaklah diukur dengan keberhasilan mereka dalam menancapkan bendera hitam di atas gedung gedung baru, tetapi itu diukur jika mereka mampu mempertahankan wilayah mereka yang terkontrol serta tidak ada "kemunduran ataupun kehancuran". Dan sejauh ini, mereka telah mencapai hal ini. "Hingga akhirnya mereka bergerak dari “sampah” menjadi mitra, khususnya ketika kepentingannya mulai beriringan dengan negara lain," tulisnya. "Mungkin kehadiran mereka akan merepotkan di politik dunia, tetapi tidak lagi dikucilkan. Jika Daulah Islam masih bertahan, maka itulah yang saya harapkan." dan Sekali lagi, Walt telah membuat asumsi kotor, Mujahidin akan tidak pernah menerima kemitraan dengan Barat. Tetapi jika Negara Barat ingin gencatan senjata, mereka benar-benar harus berpikir tiga kali sebelum membuang kesempatan itu.

Barat harus terus menjatuhkan bom dan membujuk berbagai kelompok Syiah untuk masuk ke dalam zona kematian setidaknya selama satu atau dua tahun sebelum mempertimbangkan dengan benar agar gencatan senjata dapat tercapai. Tapi itu adalah sebuah prospek yang menarik ketika Barat bernegosiasi dengan Daulah Islam. Dan apakah itu benar-benar mungkin terjadi? Jonathan Powell adalah kepala negosiator di Irlandia Utara pada pemerintahan Tony Blair, dan pada tanggal 12 Agustus, ia berbicara kepada BBC tentang subjek ini.

"Jika Anda ingin menghancurkan Daulah Islam, Anda tidak akan dapat melakukannya dari udara. Namun tampaknya tidak ada satupun Negara Barat yang siap untuk menginjakkan kakinya disana. Jadi tidak ada strategi militer untuk menghancurkan ISIS. Yang diperlukan adalah sebuah strategi politik. Dalam pandangan saya, kita perlu untuk melibatkan mereka dalam negosiasi," katanya.

"Kami telah berbicara kepada IRA, dan itu bukan karena mereka memiliki senjata tapi karena mereka memiliki sepertiga suara dari Katolik. Jika Anda berhadapan dengan kelompok yang tidak memiliki keinginan berpolitik, seperti gangster, Anda tidak akan bisa bernegosiasi karena tidak ada pertanyaan politik disetiap masalah. Tapi bagi saya mungkin ada pertanyaan politik di jantung Suriah dan Iraq. Saya telah melihat konflik lebih di 30 tahun terakhir, saya berpendapat bahwa jika ISIS memiliki keinginan berpolitik, maka kita dapat berbicara kepada mereka. Dan Mungkin mereka akan memudar seperti salju di musim semi, tetapi keadaan semacam ini sedikit sekali terjadi dalam sejarah. Inilah hipotesis saya bahwa masih ada harapan dari sisi politik. Dan ide dari Islam ekstrim... tampaknya memiliki kita cukup kesulitan di dalam menanggulanginya, tapi kita masih memiliki opsi politik pada tahap tertentu, dan tidak hanya dengan kekuatan senjata."

Powell menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Barat harus membuka jalan untuk "negosiasi" di masa depan dengan "membangun komunikasi dasar."

Lebih dari satu tahun sejak awal operasi udara terhadap Negera Islam dan belum ada hasilnya, jenderal bintang 4 Martin Dempsey yang bertanggung jawab atas kampanye yang dipimpin AS ini pastilah bertanya-tanya, berikutnya apa?. Orang di Barat selalu menuntut hasil dan tidak sabaran,. Seperti di Vietnam, perang melawan Daulah Islam terlihat hanya seperti perang dengan gesekan untuk mencoba mengurangi jumlah musuh tanpa di ikuti dengan tujuan yang jelas.

Bom-bom itu sudah pasti membunuh banyak Mujahidin, tapi lebih banyak mujahidin yang datang (daripada yang syahid) untuk mengambil tempat mereka setiap hari, masing-masing dari mereka seperti ingin menjadi yang terakhir untuk mati syahid di jalan Allah. Bom juga sudah pasti menghancurkan banyak tank dan kendaraan tempur dari Daulah Islam yang diambil dari rampasan perang tentara Iraq (hanya ada satu perseneling di tank tentara Iraq) tapi Mujahidin telah memperoleh lebih banyak tank dan senjata dari pasukan yang melarikan diri. Para prajurit dari kekhalifahan telah terbukti menjadi kekuatan mengejutkan yang dapat bertahan dari pecahan dan ledakan dari sebuah bom atau rudal Hellfire.

Dan sementara itu, negara Khilafah terus terus tumbuh dan matang atas andil mujahidin yang berjuang dan mati ketika mendukungnya. mujahidin sangat menikmati pertempuran, tetapi mereka telah terbukti sangat baik dalam beradaptasi dengan masyarakat sekitar dan pemerintah. Mereka mendirikan negara dan mengatur suatu tatanan baru di Timur Tengah, maka apa yang mungkin terjadi beberapa tahun ke depan itu terserah kepada Daulah Islam dan bukannya tekanan dari luar.

Opsi pertama adalah mereka akan terus memperluas perbatasan Khilafah di seluruh wilayah sampai mereka dihentikan oleh keterbatasan ekonomi atau militernya, dan setelah itu mereka akan mengonsolidasikan posisi mereka. Tapi harapan terlalu buruk bagi Barat karena tidak terlihat ada keterbatasan pada kekhalifahan. Opsi kedua adalah mereka menghalau Barat dan meluncurkan serangan darat secara keseluruhan, sehingga adegan ini menjadi perang terkahir antara Muslim dan tentara salib sebagaimana yang diramalkan dan akan terjadi di Dabiq Suriah, karena ketika amerika dan sekutunya melakukan operasi di luar negeri maka mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengirim pasukan. Aku hanya menebak bahwa "elang" Amerika mungkin dengan senang hati datang ke Dabiq tanpa Daulah Islam perlu untuk meledakkan bom di Manhattan.

Dalam sebuah nukilan yang diterbitkan oleh The Independent pada tanggal 21 Juni yang berjudul "Kami tidak bisa menghancurkan ISIS, jadi kita harus belajar untuk hidup dengannya", Richard Barrett, mantan kepala kontra-terorisme untuk MI6 menulis, "Iraq dan Suriah tidak akan pernah kembali sebagaimana semula, dan siapapun yang menang didalamnya, maka entitas baru telah muncul yang akan tetap ada dalam beberapa bentuk. Untuk saat ini, entitas tersebut sangatlah agresif, tidak toleran dan tanpa kompromi, ISIS menawarkan kepada mereka untuk hidup di bawah kekuasaan pemerintahan yang lebih baik dalam beberapa hal daripada yang mereka terima dari negara sebelumnya. Korupsi jauh berkurang, dan penetapan keadilan lebih cepat dan merata meskipun brutal."

Tidak ada keraguan akan Konsolidasi yang cepat dari Daulah Islam dan kecerdasan pemerintah atas wilayahnya telah membuat kejutan bagi para pempmpin dunia ketika mereka dengan secepat kilat menaklukan mosul. Jika Anda mengatakan hal ini kepada seorang politisi di New York pada Juni 2014 bahwa Daulah Islam akan mencapainya pada bulan Oktober 2015, dia pasti akan tertawa tepat di depan wajah Anda. Sebagaimana ini juga adil untuk mengatakan bahwa politisi yang sama tidak akan tertawa pada hari ini.

KAMU KIRA MEREKA ITU BERSATU PADU, PADAHAL HATI MEREKA BERPECAH BELAH

DABIQ 12 - ARTIKEL

KAMU KIRA MEREKA ITU BERSATU PADU, PADAHAL HATI MEREKA BERPECAH BELAH

Sesungguhnya, Dia yang telah mengajarkan kita bahwa “dan orang-orang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain” (Al-Anfal: 73) dan juga juga mengajarkan kita bahwa “Permusuhan diantara sesama mereka sangatlah hebat, kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah, yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti” (Al-Hasyr: 14).

Orang-orang kafir - apakah mereka Katolik, Protestan, Kristen Ortodoks, ataukah, konservatif, Yahudi, Buddha, Hindu, Sikh atau kapitalis, komunis, atau fasis - mereka pada akhirnya akan menjadi sekutu satu sama lain dalam melawan Islam dan Muslim. Hal ini karena Islam – agama adalah kebenaran dan fitrah - adalah ancaman terbesar bagi agama dusta mereka. Hal ini juga karena Thawaghit dan dajajilah (jamak dari Dajjal) dari agama-agama palsu ini takut kehilangan kontrol atas kawanan domba buta mereka dan kekayaan yang terkandung di saku berbulu mereka. Hal ini juga karena kawanan domba buta ini takut kehilangan masyarakat kebinatangan mereka dan kultur duniawi yang melayani hawa nafsu mereka, keinginan mereka, dan adanya keraguan untuk menghidupkan kembali dan memelihara fitrah yang telah mati dalam hati mereka. Dengan demikian, Islam adalah ancaman terbesar bagi semua "kepentingan" mereka dan menjadi masuk akal bagi mereka untuk bersatu dalam berbagai koalisi untuk melawan musuh bersama.

Namun, meskipun demikian, mereka terus melanjutkan dan mengambil bagian dalam permusuhan sektarian yang mencapai pada tingkat pertumpahan darah diantara mereka (1). “Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (Faathir: 43). Dan mereka bersaing antara satu sama lain untuk mendapatkan pengikut dari domba buta hingga dapat terus menguras kekayaan dari pengikut mereka kedalam kantong mereka sendiri. sementara Mereka tidak pernah belajar dari sejarah, tapi sebaliknya mereka memutuskan untuk mengikuti jejak negara-negara yang telah dihancurkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala karena kesombongan mereka. Oleh karena itu, mereka akan terus terluka dan menderita dari lubang yang sama.

Amerika telah melakukan intervensi di Syam setelah kegagalannya baik di Afghanistan dan Iraq. Kemudian Rusia juga mengikuti jalan yang diambil saudaranya dari Barat setelah merasakan bencana di Afghanistan dan Chechnya. Dan kedua tentara salib ini, baik Timur dan Barat sekarang telah berselisih mengenai cara dalam mengamankan kepentingan masing-masing di Syam sebagaimana mereka bersaing mencari pengaruh di wilayah tersebut. Beruang coklat yang mabuk -Rusia- kejam tapi canggung dalam menyerang di sana-sini dengan cara yang bahkan membingungkan analis amerika, lembaga think tank, intelijen, dan pembuat kebijakan. Pada saat mereka sedang berperang dengan saingan Barat di Ukraina, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam konflik dengan Barat, dengan menargetkan Shahawat sekutu Amerika di Syam. Kemudian mereka juga masuk ke front baru melawan Daulah Islam baik di Syam dan Iraq setelah kebangkitan medan perang di Wilayah Kaukasus.

Jadi, beruang coklat yang mabuk – yang telah dibutakan oleh keangkuhan dan haus akan darah - telah memutuskan untuk membuang dirinya ke dalam perangkap pemburu.

Tak lama setelah serangan udara Rusia dimulai, pasukan dari Syam yang diberkahi dari Wilayah Sinai berhasil menjatuhkan sebuah pesawat penumpang Rusia, yang mengakibatkan kematian 224 tentara salib Timur. Operasi ini dilaksanakan sebagai balas dendam kepada penyembah salib yang membunuh ratusan Muslim, termasuk perempuan dan anak-anak di Syam baru-baru ini. Dan Daulah Islam akan terus menyerang Rusia hingga Syari'ah ditegakkan di semua tanah kaum muslimin yang dirampas oleh yang pasukan salib Rusia dan sampai Rusia membayar jizyah sebagai penghinaan kepadanya.

Persaingan Diantara Proksi

Seorang pengkhianat adalah mahluk paling hina dalam sudut pandang mata manusia. Tidak ada manusia yang menyukai pengkhianat. Bahkan orang kafir paling sesat dan terkutuk sekalipun tidak menginginkan pengkhianat. Namun mereka yang dipilih untuk menjadi sekutu dan agen dari tentara salib dalam perang melawan Islam dan Khilafah adalah pengkhianat baik faksinya atau secara individu. Salah seorang dari mereka mungkin akan mengkhianati agama-Nya hari ini dan besok ia akan mengingkari kemurtadannya sebagai bentuk kemurtadan lainnya. Agamanya adalah dirinya sendiri, nafsunya, keinginannya, dan keuntungan pribadinya. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuanNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al-Jatsiyah: 23)

Namun Amerika membuat kesalahan berulang kali dengan mendukung sekutu pengkhianat ini dimana persekutan mereka akan berakhir dan ditinggalkan ketika kepentingan mereka bertabrakan. Yaitu ketika sekutunya ini memutuskan bahwa membantu Amerika tidak lagi dapat memenuhi keinginan mereka sendiri dan kemuliaan pribadi. Amerika telah mendukung Thawaghit Saddam, Gaddafi, Ali Abdullah Saleh, dan Bashar, tapi semuanya kemudian bekerja untuk melayani diri mereka sendiri, kepentingan pribadi, kelompoknya, dan kepentingan sektarian meskipun Amerika memerintahkan sebaliknya. Amerika telah mendukung Rafidhah Iraq –baik rezim dan milisinya- tapi semuanya sekarang malah berbalik dan mengikuti kemauan Khamenei dari Teheran. Amerika juga mendukung berbagai faksi nasionalis di Afghanistan di "tahun delapan puluhan," tapi banyak dari mereka yang kemudian mencari perlindungan di Iran, dan menggunakannya sebagai dasar dalam perang nasionalis mereka. Dan ceritapun terus berlanjut.

Konflik internal di jajaran tentara salib dan sekutu mereka terus berkembang.

PKK

Di Syam, sekutu terbesar Amerika adalah angkatan bersenjata PKK (Partai Pekerja Kurdi) yang dikenal sebagai YPG (Unit Perlindungan Rakyat). Secara historis, PKK lebih dekat ke Rusia dan Timur. Abdullah Ocalan – seorang Kurdi Nushairi (2) dan pendiri PKK – yang dilatih oleh KGB-FSB Rusia (intelijen Rusia/Soviet). Putin, Thaghut Rusia sendiri adalah mantan letnan kolonel di KGB dan kemudian menjadi direktur FSB. Tidak seperti kebanyakan anggapan Negara di Barat, PKK tidak dianggap sebagai organisasi teroris oleh Rusia dan China, dan secara ideologis, PKK memiliki latar belakang Marxis. Dan karena alasan ini, banyak relawan Marxis dari Barat dan Timur yang tertarik bergabung ke "Lions of Rojava" (YPG) dan "batalion kebebasan Internasional" yang didukung oleh" Partai Komunis Marxis-Lenin" dari Turki. Dan seperti Rusia yang mengebom sasaran non-militer di Syam, metodologi PKK juga mengikuti "aturan pertempuran" yang serupa, menantang siapa yang di back-up oleh Barat. Oleh karena itu, PKK memusnahkan seluruh desa, menghancurkan seluruh lingkungan rumah, dan menelantarkan seluruh pengungsi berdasar etnis sebagaimana didokumentasikan oleh "amnesty Internasional" yang berorientasi ke Barat dalam studi PKK berjudul: "Otonomi Administrasi" yang beroperasi di pedesaan utara Halab, al-Barakah, dan ar-Raqqah. PKK bekerja berdampingan dengan rezim Asad murtad di daerah di mana mereka memiliki kehadiran umum baik didalam dan diluar disekitar al-Qamishli dan al-Hasakah. Mereka menyokong milisi rezim di Nubbul dan az-Zahra' dengan logistik. PKK juga memiliki sejarah dalam menerima dukungan dari Suriah, Iran, dan Rusia ketika berhadapan dengan murtadin Turki dan Saddam, sekutu Amerika. Hingga akhirnya, ateis PKK berperang dengan rezim murtad Turki, yang merupakan anggota koalisi NATO yang anti-Rusia.

Dan apa yang telah membuat Amerika marah adalah bahwa Rusia juga sudah mengulurkan tangannya untuk bekerja sama dengan PKK untuk mengintegrasikan kembali daerah PKK kepada rezim Asad (dan mungkin menjadikannya seperti daerah otonomi khusus). Media Rusia yang didukung Pemerintah bahkan memproduksi film dokumenter propaganda untuk PKK di saluran TV satelit Rusia. Beberapa laporan juga datang dan menyatakan partai Baath Suriah telah diizinkan untuk membuka kantor cabang di Tall Abyad dan kota-kota lain yang baru dikuasai oleh PKK. Hal ini tidaklah mengherankan, karena Rezim Asad memanfaatkan hubungan dekat dengan PKK untuk memadamkan oposisi terhadap rezim di daerah Kurdi di awal "Revolusi Suriah."

FSA dan Fraksi Nasionalis

Setelah pelayanan PKK kepada Amerika di Syam, kemudian hadirlah Free Syrian Army (FSA) dan faksi nasionalis lainnya, kebanyakan dari pemimpinnya adalah mantan perwira Baath yang tidak pernah bertobat dari kemurtadan, sebagaimana pertobatan bukanlah syarat untuk bergabung dengan oposisi nasionalis. Dengan demikian, infiltrasi keberbagai batalyon sangatlah mudah bagi aparat keamanan rezim, dan karenanya banyak pengambil alihan dan "rekonsiliasi" (3), terutama di daerah sekitar damaskus . Milisi tanpa prinsip akan dengan mudah untuk berubah haluan hanya karena uang atau rokok. Rusia -atas nama rezim– telah ditawarkan untuk duduk bersama dengan FSA, dan tawaran ini telah dilaporkan dan sedang dipertimbangkan oleh beberapa elemen FSA dan nasionalis di Dar'a dan dekat damaskus. Jordannia -yang menyokong "front Selatan" FSA- telah menyatakan dukungan atas intervensi Rusia. "Perubahan Rezim" bukanlah tujuan sebenarnya dari faksi-faksi ini. karena Amerika mengangkat sekutu-sekutu dan agennya hanya untuk berperang melawan Daulah Islam saja. Dengan demikian, hal ini tidak akan menjadi masalah bagi faksi tersebut untuk mengubah haluan terhadap rezim dan Rusia demi mengejar dukungan yang lebih kuat dalam perang melawan Khilafah. Jika ini terjadi, maka faksi murtadd juga akan berperang melawan oposisi Murtaddin yang sebelumnya bersekutu dengan mereka.

Meskipun ada kemungkinan perubahan dalam kesetiaan, hal itu mungkin tidak akan terjadi dalam skala besar kecuali Amerika meninggalkan faksi ini demi mendukung beberapa misi "politik" lainnya di Syam, agar lebih selaras dengan agama Amerika.

Thawaghit

Thawaghit Yordania, UEA, dan Mesir telah menyatakan dukungan mereka atas intervensi Rusia di Syam meskipun Amerika memiliki Posisi disana. Thawaghit ini adalah blok anti-"revolusi" yang lebih condong kepada Asad dalam melawan oposisinya, yang bahkan lawan-lawannya ini sama-sama sekuler dan murtad, hanya karena mereka takut bahwa "revolusi" seperti itu mungkin akan menyebar ke tanah yang telah dirampas oleh Thawaghit ini. Sekali lagi, "front selatan" FSA di Dar'a telah memiliki hubungan yang kuat dengan Jordan dan intelijen Yordania, dan bahkan melayangkan belasungkawa kepada rezim ketika Daulah Islam mengeksekusi pilot Yordania Mu'adz al-Kasasibah. Hal ini Kemungkinan besar menjadi deklarasi dukungan kepada Thawaghit ini dan mengarahkan ke pergeseran posisi Thawaghit, namun mereka memiliki kecanduan bantuan dari Amerika selama beberapa dekade. Sehingga hal itu menampakkan kebingungan hati mereka.

Adapun Thawaghit Turki yang bersekutu dengan Amerika, mereka telah terbenam dalam perang dengan PKK sekutu Amerika, dimana pejuang PKK saat ini telah mengisi peran Pasukan Amerika diatas tanah. Thawaghit Turki juga telah membuat peringatan dini atas Rencana Rusia untuk membangun hubungan dengan PKK serta mendukung mereka. Dan sebagaimana Turki yang menjadi anggota NATO, dukungan terhadap PKK melawan rezim murtad Turki bukanlah hal aneh bagi tentara salib dari Rusia, seperti yang telah dilakukan oleh Rusia di masa lalu Soviet.

Peshmerga

Adapun di Iraq, maka sekutu terdekat Amerika adalah Peshmerga Barzani. Peshmerga telah terbagi selama bertahun-tahun antara (KPD) “partai demokrasi Kurdistan” yang di sokong oleh amerika dengan (PUK) “serikat patriot Kurdistan” yang berhaluan kiri dari Jalal Talabani. Kedua pihak ini telah berperang satu sama lain pada tahun "sembilan puluhan." Saat itu Barzani mencari bantuan dari Thaghut Saddam ketika melawan PUK, dan Talabani mencari bantuan kepada Rafidhah Iran ketika melawan PKK. Akhirnya Amerika terlibat dan memaksa kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan, hingga kemudian setelah invasi Amerika ke Iraq kedua belah pihak ini membentuk pemerintahan untuk Kurdistan di Iraq. Dan Sejak pembebasan Iraq dicapai oleh Daulah Islam, Kurdistan Iraq telah jatuh kedalam gejolak besar. Thaghut Barzani terus memegang kekuasaan meskipun mendapat penentangan dari Murtaddin Kurdi lainnya. Oposisi sebagian besar terdiri dari "Gerakan untuk Perubahan" (Gorran), partai Kurdi murtad yang berhaluan kiri dan dekat ke PUK dan PKK. Gorran mendukung PKK di Suriah dan Iraq serta menuduh Barzani menjadi agen Turki. PKK juga mendukung oposisi Gorran dalam melawan Barzani. Dan ini mirip dengan perang antara KPD dan PUK, atau KPD dengan PKK yang berperang satu dengan lainnya di Iraq pada tahun "sembilan puluhan."

Gejolak di Kurdistan Iraq mencapai pada titik protes dengan kekerasan yang diluncurkan oleh oposisi sayap kiri di kota-kota utama. Krisis ekonomi yang menyebabkan para pekerja negara kehilangan gaji dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan telah dimanfaatkan sebagai isu utama. Oposisi menyalahkan korupsi keluarga Barzani dan KPD secara umum dalam masalah ini. Para pengunjuk rasa melempar dengan baru dan membakar kantor KPD. PPK menanggapinya dengan menembaki demonstran dan menewaskan beberapa dari mereka, hingga melibatkan "Human Right Watch" dalam kampanye melawan KPD. Semoga Allah meningkatkan permusuhan dan kekerasan antara Murtaddin dari KPD, PUK, PKK, dan Gorran.

Bagaimanapun juga, kekacauan politik ini adalah sebuah bahaya bagi misi amerika di Iraq dalam melawan Daulah Islam. Amerika menginginkan Thaghut Barzani untuk berkuasa dan ini bertentangan dengan PKK, yang saat ini tidak memiliki misi untuk memperluas wilayah ke Suriah. PKK juga dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika dan sekutunya. Sebuah agenda ekspansi telah mengancam stabilitas wilayah dan meningkatkan kekhawatiran bagi Pemerintahan murtad rezim Thaghut Erdogan, yang memberikan loyalitasnya kepada Amerika.

Sementara itu, ada beberapa laporan dari media Arab dan Iraq yang memberitakan bahwa oposisi Barzani bergerak perlahan mendekati Rusia dalam perang melawan Daulah Islam. Oposisi Barzani telah menunjukkan kesediaan untuk meninggalkan misi Amerika dan mendukung misi Rusia, hal ini dikarenakan hubungan lama antara oposisi sayap kiri dengan Soviet.

Gejolak di Kurdistan Iraq adalah penyebab utama di balik penyerangan Amerika dan Peshmerga di sebuah penjara di wilayah Karkuk. Amerika ingin menyelamatkan muka Barzani dan dengan demikian barzani akan memberinya basis dukungan yang kuat. "penyelamatan” atas tujuh puluh tentara Peshmerga akan menjamin kemenangan Barzani, sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh oposisi. Tetapi penggerebekan itu tidaklah dapat membebaskan satu orangpun anggota Peshmerga. Sebaliknya, hal itu malah menghambat misi Amerika dan membunuh beberapa tahanan di dalam Penjara Daulah Islam serta membunuh seorang tentara Amerika. Kemudian hal ini diikuti oleh eksekusi Daulah Islam terhadap empat Tahanan Peshmerga dalam sebuah video.

Rafidhah Iraq dan Iran

Rafidhah Iraq telah menganggap Iran memiliki otoritas mutlak atas mereka karena keyakinan "Wilayah al- Faqih" mereka, keyakinan yang menjadi dasar atas apa yang disebut "Pemimpin tertinggi Iran" menjadi pemuncak dalam kewenangan beragama dan politik Rafidhah di mana-mana. Jadi sebagaimana orang Amerika menyokong rezim Rafidi Baghdad dan milisi Rafidi yang berjuang bersamanya dalam perang melawan Daulah Islam, maka hal itu telah memperkuat salah satu musuh sejarah regional – Rezim Iran. Rezim Rafidi telah menjalankan banyak persekutuan bersama Barat di Yaman dan Lebanon sebagai plot yang mirip dengan plot di Semenanjung Arab di Bahrain, Kuwait, dan "Arab Saudi”. Jadi Amerika telah terjebak didalam rawa: Haruskah ia terus mendukung Rafidhah murtad melawan Daulah Islam, dimana hal itu malah akan lebih menggalakkan Rafidhah untuk melaksanakan revolusi di tempat lain? Atau haruskah ia mengadopsi kebijakan non-interferensi dan hanya menunggu runtuhnya Rafidhah dan Thawaghit di tangan Daulah Islam? Keangkuhan Amerika telah membutakan mereka sebagaimana butanya beruang coklat yang mabuk, sebagaimana ia lebih suka campur tangan dengan cara apapun yang akan membawa kehancuran pada akhirnya.

Berikut adalah hal penting yang perlu dicatat bahwa salah satu prinsip dari Rafidhah adalah taqiyah, dan hal itu seperti penguluran waktu ketika mereka bernegosiasi dengan tentara salib dalam mengembangkan dan mempersenjatai Program nuklir mereka, sesuatu yang harus dilawan sesuai klaim Amerika. Dan Tentu saja, senjata tersebut mungkin hanya akan digunakan untuk melawan Ahlus-Sunnah dalam membela orang-orang Yahudi yang akan mengikuti "Mahdi" dari Rafidhah . Tetapi Allah akan melindungi muslim dari plot Rafidhah ini.

Negara Yahudi

Meskipun ada persaingan diantara Rafidhah dan negara Yahudi, akan tetapi mereka memiliki lebih banyak kesamaan satu dengan lain daripada agama-agama kufur lainnya. Mereka berdua menunggu "penyelamat" yang mereka katakan akan memusnahkan pengikut Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Dan intervensi Rusia di Syam telah membawa kesempatan bagi Rafidhah dan negara Yahudi untuk saling merapatkan satu sama lain melalui Rusia. Sebelum melancarkan serangan udara pertamanya di Syam, Rusia menghubungi negara Yahudi dan memperingatkan kehadiran Rusia di langit Syam. Putin kemudian bertemu dengan Netanyahu di Moskow pada "21 September 2015" untuk membahas rincian serangan dan mengkoordinasikan misi masing-masing. Dalam hal ini, Zvi Magen –mantan Duta Besar Israel di Moskow- mengatakan kepada Economist pada "30 September 2015," "Israel telah memperjelas baginya (Putin) bahwa kita (orang Yahudi) tidak memiliki masalah yang nyata dengan Assad." Dan pada saat yang sama, Rusia berjanji untuk membatasi pengaruh Iran dan Hizbullat (Hizbullah) di Syam.

Apakah mungkin hubungan antara negara Yahudi, Rafidhah dan Nushairiyah tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar melalui Rusia sementara Netanyahu dan Obama terlibat perselisihan terkait Hubungan Amerika-Yahudi dan kebijakannya?

Apa Yang Telah Berubah?

Orang mukmin mungkin akan bertanya, apa yang telah berubah setelah intervensi Rusia? Jawabannya adalah bahwa tidak ada yang berubah kecuali kesempatan untuk mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala sekarang menjadi lebih besar. Para Mujahid yang sabar dalam menghadapi serangan udara tentara salib, Thaghut, Nushairiyah, dan Rafidi akan semakin dekat kepada Allah subhanahu wa ta'ala ketika ia menguatkan kesabaran dalam menghadapi Serangan udara yang lebih banyak dari negara-negara tentara salib lainnya. Para prajurit dari Daulah Islam yang sabar dalam menghadapi pertengkaran yang tumpang tindih dalam koalisi tentara salib dan koalisi Rafidi ini tidaklah berubah dengan masuknya Rusia kedalam salah satu koalisi anti-Islam, dan mereka menyadari bahwa Rusia selalu menjadi pendukung Thaghut Nushairiyah Al-Assad.

Jadi apakah peristiwa ini merupakan pendahuluan dari gencatan senjata sebagaimana yang dinubuatkan antara Muslim dan orang-orang Romawi? Akankah Barat mencabut dukungannya dari Rafidhah, Thawaghit murtad, dan negara Yahudi? Dan akankah intervensi Rusia dalam mendukung Iran di Syam dan Iraq menjadi awal bagi Barat untuk mengajukan gencatan senjata kepada Khilafah? Semua orang hanya dapat mengatakan adalah bahwa Allah maha mengetahui yang terbaik.

Dan tidak ada perubahan bagi Daulah Islam, karena ia akan tetap melanjutkan mengucapkan takfir pada orang-orang Yahudi, Kristen, penyembah berhala, murtadin Rafidhah, Nushairiyah, Shahawat, dan Thawaghit. Mereka akan terus berperang melawan murtadin sampai mereka bertobat dari kemurtadan. Mereka akan terus berperang melawan musyrikin sampai mereka menerima Islam. Serta akan terus berperang melawan Negara Yahudi hingga Yahudi bersembunyi di balik pohon Gharqad mereka. Dan juga akan terus berperang melawan orang-orang Kristen sampai gencatan senjata diputuskan beberapa saat sebelum Malhamah. Dan setelah itu, pasar-pasar budak akan dimulai di Roma dengan Kekuasaan dan kekuatan Allah.

Semoga Allah senantiasa mematahkan dan menghancurkan barisan koalisi kafir dan aliansinya di seluruh muka bumi.

Catatan kaki :

(1) Untuk lebih lanjut tentang permusuhan dari berbagai agama, sekte, dan pihak kufur satu dengan lainnya, lihat Dabiq, edisi 9, halaman 17-18.

(2) PKK dan link-nya dengan Nushairiyah serta Rafidhah juga disebutkan oleh murtadin Osman Ocalan -mantan anggota senior PKK dan saudara Abdullah Ocalan- ketika wawancara pada "12 Mei 2015" dengan "Niqash" di mana ia mengatakan, "PKK telah menjadi bagian dari gerakan Muslim Syiah dan pada khususnya ada Aliran Alawit yang kuat di dalam partai ... ini telah menjadikan PKK lebih dekat ke Iran dan saya percaya bahwa partai sekarang memiliki hubungan persahabatan dengan Iran, al-Assad dan al-Abadi. "

(3) Daerah dari "rekonsiliasi" yang disebutkan disini telah disebutkan dalam Dabiq edisi 9, "Wawancara dengan amir dari Daerah Camp Yarmuk," halaman 66-73.

(4) Silahkan merujuk pada Dabiq edisi 11, "al-Mahdi dari Rafidhah," halaman 16-17.